Peringatan Dies Natalis ke-45 Universitas Tadulako (Untad) diwarnai dengan aksi nyata peduli lingkungan. Pada Jumat (17/7/2026), Biro Keuangan dan Umum (BKU) Untad menggelar aksi penanaman lebih dari 100 pohon produktif di area kampus. Agenda hijau yang dipimpin langsung oleh Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., ini menjadi bukti konkret atas komitmen universitas dalam membangun ekosistem kampus hijau yang berkelanjutan. Aksi penghijauan ini juga diikuti oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, jajaran pimpinan universitas, serta seluruh pegawai BKU yang antusias menanam berbagai jenis buah produktif seperti mangga dan alpukat. Selain memperluas kawasan hijau, pohon-pohon ini diproyeksikan mampu memberikan dampak positif jangka panjang bagi lingkungan sekitar.
















Rektor Untad menegaskan bahwa langkah strategis ini diambil demi mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) dan memperkuat konsep Green Campus. Menurut Prof. Amar, aksi penghijauan ini bukan sekadar kegiatan seremonial semata, melainkan sebuah bentuk investasi lingkungan bagi masa depan.
“Penghijauan merupakan salah satu program prioritas Untad saat ini. Melalui penanaman pohon, kita ingin menciptakan lingkungan kampus yang semakin hijau, nyaman, dan sehat bagi seluruh sivitas akademika, sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan,” ujar Prof. Amar.
Lebih lanjut, Prof. Amar menjelaskan bahwa gerakan ini akan bergulir lebih masif ke depannya dengan melibatkan sekitar 9.000 mahasiswa baru pada momen Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026. Melalui program ini, setiap mahasiswa baru diwajibkan menanam satu pohon kelapa (niur) sebagai simbol kepedulian lingkungan sekaligus representasi dari identitas tropis Sulawesi Tengah. Keterlibatan aktif generasi muda ini diharapkan mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab mereka terhadap kelestarian alam sejak dini.
“Kami ingin penghijauan menjadi budaya di Untad. Karena itu, mahasiswa baru juga akan dilibatkan melalui gerakan satu mahasiswa satu pohon kelapa. Harapannya, mereka tidak hanya memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sejak awal menjadi bagian dari Universitas Tadulako,” tambahnya.
Di sisi lain, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Prof. Dr. Ir. M. Rusydi, M.Si., menyampaikan bahwa aksi BKU ini merupakan respons langsung terhadap instruksi rektor demi memperkuat pengelolaan lingkungan hidup kampus. Gerakan ini pun dirancang untuk mendongkrak performa Untad dalam UI GreenMetric World University Rankings, sebuah ajang pemeringkatan global terkait komitmen keberlanjutan lingkungan perguruan tinggi.
“Penanaman pohon ini merupakan implementasi dari arahan Bapak Rektor untuk memperkuat konsep Green Campus. Melalui penanaman pohon produktif, kami ingin menciptakan lingkungan kampus yang lebih hijau sekaligus memberikan manfaat bagi sivitas akademika dan masyarakat di masa mendatang,” jelas Prof. Rusydi.
Prof. Rusydi menjelaskan bahwa pada aksi kali ini, lebih dari 100 pohon produktif telah ditanam di berbagai sudut kawasan kampus. Dalam gerakan ini, setiap pegawai BKU diwajibkan menanam minimal satu pohon sebagai wujud tanggung jawab bersama. Komitmen BKU pun tidak berhenti setelah bibit tertanam; setiap pegawai memikul tanggung jawab penuh untuk merawat pohon tersebut agar dapat tumbuh dengan optimal.
“Komitmen kami tidak berhenti pada penanaman. Seluruh pegawai BKU memiliki tanggung jawab untuk merawat pohon-pohon tersebut sehingga program penghijauan ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjadi budaya di lingkungan Untad,”tuturnya.
Melalui program berkelanjutan ini, Untad optimis dapat menciptakan atmosfer kampus yang lebih rindang, nyaman, dan produktif, sekaligus memantapkan langkahnya menuju tata kelola lingkungan kampus hijau berkelas internasional.
