Universitas Tadulako (Untad) terus memantapkan kesiapan pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026 melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) bagi dosen pemateri, host, dan co-host lintas fakultas. Kegiatan yang berlangsung pada 14–15 Juli 2026 di D’Kalora Hotel & Resto, Palu.
Pelaksanaan kegiatan tersebut bertujuan menyamakan persepsi sekaligus meningkatkan kualitas orientasi agar berjalan edukatif, inspiratif, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Selain mendalami materi akademik, para peserta juga dibekali teknik komunikasi publik, pengelolaan kelas, dan strategi membangun interaksi positif.

















Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untad, Dr. Ir. Sagaf, M.P., menegaskan bahwa ToT ini sangat penting untuk memastikan seluruh fasilitator memiliki pemahaman yang sama terhadap arah PKKMB yang dirancang interaktif, humanis, serta bebas dari perundungan. Menurutnya, momentum ini harus menjadi langkah awal dalam menanamkan nilai-nilai kepemimpinan dan integritas kepada mahasiswa baru.
“Training of Trainers ini kami laksanakan agar seluruh dosen pemateri, host, dan co-host memiliki persepsi yang sama mengenai tujuan PKKMB. Kami ingin setiap materi yang disampaikan tidak hanya informatif, tetapi juga mampu menginspirasi mahasiswa baru untuk membangun karakter, integritas, kepemimpinan, serta semangat berprestasi sejak hari pertama mereka menjadi bagian dari Universitas Tadulako,” tutur Dr. Sagaf.
Sejalan dengan visi tersebut, Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., dalam arahannya menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi sangat bertumpu pada kualitas moral mahasiswa, bukan sekadar penguasaan ilmu pengetahuan semata. Karakter dinilai menjadi fondasi utama bagi lulusan agar mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas. Oleh karena itu, Rektor mengingatkan agar para dosen pemateri mampu menjadi teladan nyata dalam disiplin dan integritas, serta memastikan lingkungan kampus tetap aman, inklusif, dan menghargai martabat mahasiswa.
“Pendidikan karakter adalah prioritas utama. Sekitar 85 persen keberhasilan seseorang ditentukan oleh karakter, sedangkan kemampuan keilmuan berkontribusi sekitar 15 persen. Karena itu, PKKMB harus menjadi ruang pertama untuk membangun karakter mahasiswa sejak mereka memasuki dunia perguruan tinggi,” tegasnya.
Guna mendukung kesiapan tersebut, para pemateri diarahkan untuk menanamkan budaya akademik sejak hari pertama, mulai dari etika ilmiah, berpikir kritis, hingga pencegahan plagiarisme. Mahasiswa baru nantinya juga akan diperkenalkan dengan sejarah dan capaian Untad, potensi Sulawesi Tengah sebagai laboratorium riset alam, hingga transformasi digital kampus lewat aplikasi One Click (SIGA) dan panduan penggunaan Artificial Intelligence (AI) yang etis sesuai arahan Kementerian.
Tidak hanya itu, PKKMB 2026 turut mengintegrasikan materi wawasan kebangsaan, edukasi antikorupsi, pencegahan kekerasan seksual, program antinarkoba bersama BNN dan Kepolisian, hingga penguatan jiwa wirausaha melalui fasilitas Gedung UMKM Untad. Melalui pembekalan ToT ini, Untad optimis dapat menghadirkan awal perjalanan kuliah yang membanggakan, aman, dan penuh semangat bagi seluruh civitas akademika baru.
