Desember 08, 2016

Untad Rangking ke 76 Versi Webometrics

DARI 401 PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA

PALU – Dalam memasuki usia 33 tahun, Universitas Tadulako terus meningkatkan jati dirinya sebagai perguruan tinggi terbesar di Sulteng. Prestasi demi prestasi yang diraihnya membuat animo positif masyarakat terhadap Untad semakin tinggi. Demikian juga perkembangannya dalam kualitas pendidikan serta sarana dan prasarana dalam menunjang proses belajar mengajar di kampus tersebut semakin memadai.

Dinamika pergerakan perguruan tinggi ini terus terjadi hampir di semua dimensi, termasuk penilaian dari pihak lain yang melihat Untad sebagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang tidak statis di Indonesia.

Hasil Peringkat Rangking versi Webometrics tahun ini menyebutkan, Untad masuk dalam rangking ke 76 dari 401 perguruan tinggi di Indonesia yang ada. Hal ini dapat dilihat dalam laman http://www.webometrics.info/en/asia/indonesia.

Gubernur Sulteng H Longki Djanggola memberikan apresiasi yang sangat baik atas prestasi yang diraih perguruan negeri ini. “Prestasi ini tentunya sangat membanggakan bagi kita semua selaku masyarakat Sulteng. Peningkatan yang diperlihatkan Untadmemberikan peran yang berarti dalam pembangunan bangsa, Khususnya di Sulteng,” ungkap Longki kepada Radar Sulteng saat ditemui usai pelaksanaan Rapat Senat Terbuka Luar Biasa yang dilangsungkan beberapa waktu lalu dalam rangka memperingati Dies Natalis Untad yang ke 33.

Bagi Longki, perguruan tinggi di sebuah daerah memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan bangsa. “Karena perguruan tinggi merupakan gudang yang akan melahirkan sumberdaya manusia yang berkualitas. Dengan begitu, peran mereka betul-betul sangat menentukan keberhasilan pembangunan khususnya di Sulteng ini,” lanjutnya.

Dikatakan Longki, bahwa keluaran Untad sudah banyak memberikan kontribusi terhadap pembangunan. “Tidak hanya di Sulteng, di luar Sulawesi juga banyak yang memberikan sumbangsih terbaiknya dalam pembangunan. Perguruan tinggi ini memang sudah sangat banyak melahirkan orang-orang yang berkualitas,” tambah Longki.

Masuknya Untad dalam Rangking 76 dari 401 perguruan tinggi yang ada di Indonesia versi Webometrics merupakan kabar yang menggembirakan, bukan saja bagi civitas akademika Untad, melainkan seluruh masyarakat Sulteng.

Sebelumnya, pada tahun 2013, Untad masih berada dalam posisi Rangking 84. Pada tahun 2012, Untad bahkan masih berada pada Rangking 207. Tahun demi tahun, Untad terus merangkak naik memperlihatkan peningkatan.

“Bila semua ini merupakan keberkahan, maka keberkahan ini karena kebersamaan semua komponen dari unsur yang terkecil hingga yang terbesar. Karena itu, wajar bila rasa bangga dan apresiasi saya sampaikan kepada seluruh koplega saya yang sudah bekerja keras untuk sebuah lembaga pendidikan tinggi bernama Untad ini,” ungkap Rektor Untad, Prof Dr Ir Muhammad Basir Cyio SE MS dalam sambutannya di Rapat senat terbuka tersebut.

Setidaknya ada 4 komponen yang menjadi indicator utama dari penilaian Webometrics Rangk, yaitu Presence (kehadiran) 20 persen, Impact (dampak) 50 persen, Openness (keterbukaan) 15 persen dan Excellence (keunggulan) 15 persen.

Untuk parameter Excellence mencerminkan jumlah artikel ilmiah publikasi perguruan tinggi yang terindeks di Scimago Institution Rangking tahun 2013-2011 dan di Google Schlar tahun 2007-2011. Presence adalah jumlah halaman website dan halaman dinamik yang tertangkap oleh Google, tidak termasuk rich files. Impact adalah jumlah eksternal link yang unik tertangkap oleh pencari Google. Openness merupakan jumlah file dokumen yang bisa tertangkap oleh pencari Google Scholar.(hn)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *