LPPMP UNTAD Selenggarakan Workshop Pengembangan Silabus, RPS Dan Modul

LPPMP UNTAD Selenggarakan Workshop Pengembangan Silabus, RPS Dan Modul

Pusat Pengembangan dan Peningkatan Mutu Proses Pembelajaran (PUSBANG-PMPP), melalui Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) Universitas Tadulako kembali mengadakan kegiatan Workshop yang bertemakan “Implementasi Pengembangan Sillabus, RPS (Rencana Perkuliahan Semester) dan Modul” di Lt. I Media Center Universitas Tadulako, Rabu (3/5).

Kegiatan yang dibagi dalam dua sesi yaitu sesi materi dan diskusi kemudian dilanjutkan dengan sesi modul ini menghadirkan Prof. Dr. Muslimin Ibrahim, M.Pd selaku kepala pusat penjaminan mutu Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Ketua panita, dalam hal ini Dr. Supriatman, M.Pd menyampaikan bahwa kegiatan yang dikhususkan untuk dosen-dosen di lingkungan Universitas Tadulako yang telah memiliki NIDN ini bertujuan untuk melatih dan mengembangan kemampuan dosen-dosen agar nantinya dapat mendampingi penyusunan silabus maupun RPS di program studi masing-masing. Kegiatan ini kemudian di buka oleh Rektor Universitas Tadulako yang dalam hal ini diwakili oleh sekretaris LPPMP, Dr. Amiruddin Kade, M.Si.

Rencana pembelajaran semester merupakan suatu keniscayaan yang paling tidak didasarkan pada 5 (lima) alasan yaitu pertama, RPS merupakan rencana yang baik bagi seorang dosen. Kedua, hal ini merupakan pemenuhan tuntatat Permenristekdikti Nomor 44/2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti). Selanjutnya RPS adalah bentuk akuntabilitas publik karena dengan adanya RPS, mahasiswa dapat mengetahui ‘isi’ mata kuliah yang akan diprogramkan. Keempat, RPS adalah bentuk operasionalisasi kurikulum sehingga dapat diimplementasikan dan yang terakhir, RPS dikembangkan dengan beberapa fungsi seperti preventif, direktif, konstruktif dan korektif.

“Mengingat pentingnya RPS, maka pengembangan RPS haruslah menjadi bagian utama dari perencanaan setiap mata kuliah. Hal ini juga menjadi salah satu tuntutan yang harus dipenuhi oleh program studi saat mengajukan akreditasi ke BAN-PT. di dalam satu butir penilai borang terdapat tuntutan adanya deskripsi mata kuliah, silabus dan GBRP. Ketiga tuntutan itu pada dasarnya sudah dipenuhi oleh RPS” Jelas, Prof Muslimin.

“Meskipun RPS dikembangkan dalam garis besar, di dalam implementasinya perlu pula diperhatikan prinsip-prinsip seperti memperhatikan perbedaan individu peserta didik, mendorong partisipasi aktif peserta didik, mengembangkan budaya membaca dan menulis, memberikan umpan balik, hingga menerapkan itu teknologi informasi dan komunikasi” Lanjutnya.

Keberadaan RPS dapat mencegah pembelajaran dosen dari melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang telah ditentukan dalam kurikulum. RPS juga memberikan arah secara rinci bagi pelaksanaan perkuliahan yang mengacu pada kurikulum sehingga memudahkan mahasiswa menguasai capaian pembelajaran yang telah dirancang.

Penulis : Raisa Alatas/Humas Untad

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: No Right Klik and Copy!!