Desember 07, 2016

KRS Online

Warek Bidak : KRS Online Akan Segera Ditindaklanjuti

Menyoal tentang kepastian KRS Online yang belum berjalan maksimal, menjadi isu hangat dan menuai beragam reaksi dari pihak mahasiswa. Perubahan KRS manual ke KRS Online tentu saja merupakan hal pokok terkait kepentingan akademik di Universitas Tadulako. Dari 10 fakultas yang ada di wilayah Untad, tercatat 2 fakultas yang sudah menerapkan sistem KRS online yakni fakultas ekonomi dan FKIP.

Kepala UPT Ponirin Ph.D saat ditemui di ruangannya menerangkan bahwa sistem KRS Online di ekonomi dibuat sendiri dikarenakan kendala database yang tidak sama dengan sistem di UPT pusat universitas. “kita pernah mencoba meminta database yang digunakan UPTIK pusat Universitas, tapi ternyata database yang digunakan berbeda dan ini menjadi kendala buat kami karena kesulitan dalam mengaploadnya”.

                Informasi terakhir yang didapatkan awak media Tadulako bahwa ekonomi sudah menerapkan sistem KRS online selama 2 tahun terakhir, namun di tahun 2014 ini akan diadakan perubahan sistem KRS , yakni mahasiswa diminta untuk datang langsung ke tempat pengisian KRS di Lab Komputer untuk mengisi  di komputer dan akan di foto secara langsung oleh petugas Lab. Ditanya soal perubahan tersebut Kepala UPT ini menjawab bahwa “ ini terkait masalah jaringan, dan menyikapi soal mahasiswa yang masih kesulitan menggunakan teknologi atau gagap teknologi, jadi untuk memaksimalkan itu, kami meminta mahasiswa yang datang ke lab sendiri untuk mengisi dan akan langsung kami bjmbing untuk cara pengisiannya, masalah foto kami akan melakukannya setiap kali pengisian KRS karena mahasiswa terkadang memasukkan foto lama dan kami akan kesulitan mengenali wajahnya jadi kami berinisiatif mengganti  foto baru  setiap 1 semester”. jelasnya

Sementara itu FKIP juga sudah mulai menerapkan sistem KRS online khusus untuk mahasiswa baru 2013. Dr.Sahrul Saehana selaku koordinator TIK FKIP menjelaskan “program KRS Online khusus diaplikasikan oleh Maba 2013 untuk semua program studi secara total. Kami memulai dari angkatan 2013 karena angkatan-angkatan sebelumnya sebagian besar data masih tersimpan dalam sistem akademik lama yang tidak di onlinekan. Adapun menyikapi itu kami berusaha untuk menyelaraskan tentunya butuh kerjasama dari pihak-pihak terkait. Jika pekerjaan menginput data lama cepat selesai maka pasti semua bisa ber KRS Online tapi jika tidak maka kami akan lakukan itu secara bertahap”. Tuturnya.

Dr.Sahrul yang juga merupakan salah satu dosen di prodi pendidikan fisika menerangkan kelebihan KRS  Online yang dapat memberikan waktu lebih efisien dibandingkan dengan menggunakan KRS manual “Mahasiswa tidak perlu ber KRS manual. Ini akan memakan banyak waktu mulai dari pengambilan KRS, melihat jadwal, menulis KRS, meminta tanda tangan dosen wali sampai pada menyebarkan KRS di beberapa tempat administrasi, tetapi jika menggunakan KRS Online ini menjadi mudah cukup membuka secara online dan mengisinya, mahasiswa juga dapat melakukan cetak KHS langsung jika membutuhkannya, tidak butuh antrian panjang lagi. Selain itu,  ini akan memberikan peluang yang sangat kecil untuk terjadinya kecurangan atau manipulasi nilai”. Dr.Sahrul menambahkan ”hanya saja kita dihadapkan dengan 3 masalah  yaitu jaringan internet yang kurang memadai karena kita hanya bisa menggunakan intranet (jaringan internet di dalam kampus untuk ber KRS) bukan internet diluar kampus, soft file data, dan orang-orang yang bekerja didalamnya.” Pungkasnya.

Perjalanan awak media Tadulako tidak berhenti di fakultas Ekonomi dan FKIP, untuk mendapatkan info lebih akurat, awak media menggali informasi ke Warek Bidak  Prof. H.Basri, MA., Ph.D. Beliau menjelaskan bahwa KRS Online harus segera ditindaklanjuti dan ini mejadi tugas kita semua dalam Universitas Tadulako “KRS Online perlu dimaksimalkan penggunaannya, kami akan berusaha segera merapatkan ini kembali dan menindaklanjutinya, karena mengingat banyaknya kemudahan yang didapatkan lewat KRS Online ini, jika kita masih menggunakan KRS manual ada-ada saja terjadi mahasiswa yang tidak membayar SPP tapi bisa mengisi KRS, yang sebenarnya tidak bisa. Itulah yang harus kita cegah. Jadi arah perbaikannya adalah mengkoneksikan Spp di bank dan KRS online agar kecurangan ini bisa diminimalkan”. Terangnya

Terkait masalah ditemukannya ijazah siluman ini sangat berkaitan dengan pengisian KRS yang masih manual karena jika bisa Online maka sistem akan menolak langsung sehingga kecil peluang untuk melakukan kecurangan dan kecolongan data-data KRS.

Warek Bidak Menambahkan bahwa ada target yang mesti kita capai dan sangat tergantung dengan partisipasi fakultas secara keseluruhan “Target kami minimal bisa mencapai 60 % dari mahasiswa yang ada ini sudah sangat baik sebagai tahap awal. Pekerjaan semacam ini adalah pekerjaan yang menuntut kerjasama yang baik, sangat tergantung dari partisipasi fakultas karena di sanalah semua data akademik tersimpan. Intinya KRS Online sudah berjalan hanya belum maksimal dan perlu diperbaiki, ya tentunya semuanya harus dilakukan secara bertahap” Jelas Warek Bidak.

Tahir Mahasiswa fakultas ekonomi menyatakan pendapatnya sebagai mahasiswa pengguna KRS Online “Menurut saya KRS Online ini bagus, dan saya merasakan manfaatnya yaitu ada kemudahan-kemudahan, saya bisa melihat langsung nilai saya yang sudah keluar lewat online, tapi jujur saya katakan ini masih belum maksimal dari segi pelayanannya, jika ini bisa diperbaiki dan ditindaklanjuti dan semua fakultas mau bekerja sama, saya sangat yakin Untad bisa menjadi lebih baik”. Tutupnya. Hsd

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *