Desember 08, 2016

Seminar Nasional Fakultas Peternakan Dan Perikanan Universitas Tadulako (UNTAD)

Seminar Nasional Fakultas Peternakan Dan Perikanan Universitas Tadulako (UNTAD)

UNTAD – Seminar Nasional Fakultas Peternakan dan Perikanan dilaksanakan di Media Center Untad pada Rabu (03/02/2016) yang dimulai sekitar pukul 10.00 dengan tema seminar “Tantangan Kompetensi Ketenagakerjaan di Bidang Kelautan-Perikanan dan Peternakan di Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Dalam seminar nasional tersebut menghadirkan beberapa narasumber seperti Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Prov. Sulteng Dr. Ir H. Hasanudin Atjo. MP, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Prov. Sulteng Ir. Faisal Mang, dari Lembaga Sertifikasi Profesi Kelautan dan Perikanan (LSP-KP) Ir. Herry Maryuto, MMA , dan yang keempat yaitu dari Master Asesor Badan NAsional Sertifikasi Profesi (BNSP) Utami Widiasih.

Pada materi-materi seminar yang dibawakan oleh beberapa narasumber tersebut cukup memotivasi para mahasiswa untuk berani menjadi mahasiswa yang memiliki kompeten dalam menghadapi MEA. Sepeti yang di sampaikan oleh Utami Widiasih. Ia mengungkapkan menurut data statistik bahwa kualitas dan kompetensi SDM di Indonesia masih rendah padahal Indonesia sendiri memiliki kekuatan dalam hal sumber daya manusianya.

“dalam MEA, Indonesia memiliki kekuatan seperti potensi SDM nya. Tapi Kelemahan Indonesia adalah kualitas SDM menurut data statistik bahwa kualitas dan kompetensi sumber daya manusia Indonesia masih rendah” Kata Utami.

Oleh karenanya mahasiswa diharapkan dapat membangun kompetensi karena itu merupakan bekal yang sangat bermanfaat untuk menghadapi MEA.

Hal serupa juga disampaikan oleh Herry Maryuto bahwa banyak timbul ketakutan dengan telah dicanangkannya MEA pada tanggal 31 Desember 2015. Dimana bidang peternakan dan perikanan termasuk dalam sektor MEA.

Selain itu, Salah satu yang menjadi pokok pembahasan pada seminar tersebut adalah kepemilikan sertifikasi kompetensi yang dianggap sangat penting yang mana ketika mahasiswa yang telah lulus dan akan memasuki lapangan kerja, yang diutamakan adalah keterampilan yang dimiliki oleh mahasiswa itu sendiri.

“Ketika di dunia kerja nanti, yang akan di tanya adalah keterampilan apa yang anda miliki. Bukan dari mana anda lulus atau di mana anda sekolah” paparnya Herry.

Oleh karenanya manfaat dari memiliki sertifikat adalah agar perusahaan bisa menempatkan para pekerja yang memiliki kompetensi tersebut di tempat yang memang pantas untuk ia bekerja. Dan juga dengan memiliki sertifikasi kompetensi perusahaan tidak akan menjadi ragu ketika memilih mahasiswa yang memiliki kompeten tersebut untuk bekerja di perusahaannya.(nky)

Related posts

Leave a Reply

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *