Dorong Kemandirian Mahasiswa dan UMKM, UPA PKKM Untad Gelar Business Skill Development Program

Universitas Tadulako (Untad) melalui UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan (UPA PKKM) resmi membuka Business Skill Development Program bertempat di Gedung Media Center Lantai 2 Universitas Tadulako, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah strategis dalam memperkuat ekosistem kewirausahaan kampus serta mendorong peningkatan kapasitas bisnis mahasiswa dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan.

Pelatihan yang berlangsung selama dua hari (13–14 Oktober 2026) ini diikuti sebanyak 350 peserta, yang terdiri atas 250 mahasiswa dari semester 1 hingga 8 yang mewakili 11 fakultas di lingkungan Untad, 50 pelaku usaha mahasiswa binaan UPA PKKM Untad, serta 50 pelaku UMKM binaan Universitas Tadulako.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni yang dalam hal ini diwakili oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untad, Dr. Andi Chairil Furqan, S.E., M.Sc., Ak.

Dalam sambutan pembukaannya, Dr. Andi Chairil Furqan menekankan pentingnya membangun kemandirian dan kesadaran berwirausaha di tengah terbatasnya daya serap dunia kerja, baik di sektor pemerintahan maupun swasta.

“Setiap tahunnya, Untad meluluskan sekitar sembilan ribu alumni, sementara penyerapan tenaga kerja di pemerintahan maupun swasta sangat terbatas. Di sisi lain, kita memiliki potensi pasar yang terus bertumbuh pesat. Daripada bersaing di ruang yang terbatas, mahasiswa harus jeli menangkap peluang di pasar yang besar melalui jalur bisnis dan kewirausahaan,” ujar Dr. Andi Chairil.

Lebih lanjut, beliau mendorong para peserta untuk memanfaatkan berbagai peluang dan kompetisi kewirausahaan yang disiapkan oleh pemerintah dan kementerian, seperti Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW). Menurutnya, semua mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk memulai usaha dari hal-hal kecil yang berangkat dari solusi atas permasalahan di masyarakat.

“Kunci keberhasilan itu ada pada integrasi ‘3K’, yaitu Kemauan, Kemampuan, dan Kesempatan. Hari ini adalah kesempatan emas bagi kalian. Jika kemauan dan kesempatan ini dipadukan dengan peningkatan kemampuan selama dua hari pelatihan, InsyaAllah apa pun usaha yang kalian rintis akan berhasil,” tambahnya sembari mengajak mahasiswa lintas fakultas untuk saling berkolaborasi.

Usai sambutan dan pembukaan resmi, rangkaian kegiatan hari pertama (13/10) dilanjutkan dengan pilar materi Build the Business. Para peserta dibekali wawasan mengenai Entrepreneurial Mindset & Business Opportunity, identifikasi kebutuhan pasar, serta perumusan Customer, Value Proposition & Market Validation. Melalui sesi interaktif dan praktik langsung, peserta diajak menyusun Business Opportunity Map, peta Customer Persona, hingga perumusan ide usaha tervalidasi.

Memasuki hari kedua, Rabu (14/10), program berfokus pada pilar Grow the Business. Peserta mendapatkan pelatihan teknis mengenai penyusunan Business Model Canvas (BMC), strategi pemasaran digital, penguatan merek (branding), strategi konten, serta manajemen keuangan dasar meliputi perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), harga jual, dan analisis Break-Even Point (BEP). Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi Business Pitching dan penyusunan rencana aksi bisnis untuk target 30, 60, dan 90 hari.

Melalui penyelenggaraan Business Skill Development Program ini, Universitas Tadulako berkomitmen untuk terus mendampingi mahasiswa dan UMKM binaan agar mampu mengelola usaha secara terencana, adaptif, dan berkelanjutan, sekaligus mencetak generasi muda yang siap menjadi wirausahawan mandiri dan berdaya saing.