Untad Tingkatkan Akurasi Data Akademik melalui Workshop Pelaporan PDDIKTI & Penomoran Ijazah Nasional

  • Post author:

Pada Senin (02/02/2026), Universitas Tadulako (Untad) melalui Biro Akademik dan Kemahasiswaan (BAK) menggelar Acara Pelaporan PDDIKTI dan Penomoran Ijazah Nasional yang berlangsung di Hotel Santika Kota Palu. Kegiatan ini melibatkan Koordinator Program Studi, Kepala Bagian, Kepala Subbagian, Fakultas dan PascaSarjana, UPA TIK, Operator Prodi dan Fakultas, serta pengelola Ijazah dan Transkrip di lingkungan Universitas Tadulako.

Sutriyani, SP.,MP selaku Kepala Biro BAK sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa Acara Pelaporan PDDIKTI dan Penomoran Ijazah Nasional ini merupakan langkah strategis Universitas Tadulako dalam meningkatkan kualitas tata kelola data akademik serta mempercepat proses penomoran ijazah dan sertifikat nasional.

“Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya Universitas Tadulako, khususnya Biro Akademik dan Kemahasiswaan untuk meningkatkan akurasi dan keterpaduan data PDDIKTI, sekaligus memperkuat tata kelola akademik guna mendukung kelancaran dan ketepatan proses penomoran ijazah dan sertifikat nasional.”

Dalam rangka mendukung kelancaran asistensi dan sinkronisasi perbaikan data PDDIKTI serta penguatan tata kelola akademik, kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari Direktorat Jenderal Belmawa dan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemdiktisaintek.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Eng. A. Rusdin, ST, MT, M.Sc menegaskan bahwa permasalahan utama yang selama ini dihadapi perguruan tinggi berkaitan erat dengan keterlambatan dan ketidaktertiban pelaporan data akademik ke PDDIKTI, yang berdampak langsung pada proses penerbitan nomor ijazah mahasiswa.

“Kegiatan ini dilaksanakan sebenarnya adalah persoalan yang selalu menjadi masalah di kita, terutama dalam hal penerbitan nomor ijazah. Banyak mahasiswa kita tidak eligible, ada yang SKS nya belum terinput semua, kemudian masa studinya sudah lewat. Nah ini karena ada hubungannya dengan laporan data kita di PDDIKTI.”

Lebih lanjut, Wakil Rektor menjelaskan bahwa masih banyak data mata kuliah dan nilai mahasiswa dari semester sebelumnya yang belum masuk ke sistem, sehingga menimbulkan beban tambahan bagi operator fakultas dan program studi ketika mahasiswa akan mengajukan wisuda.

Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., dalam sambutannya menegaskan komitmen institusi untuk melakukan pembenahan menyeluruh terhadap sistem pendataan akademik. Tahun 2026 ditargetkan menjadi momentum terciptanya data yang bersih, sinkron, dan bebas kesalahan sebagai fondasi utama percepatan penomoran ijazah dan sertifikat nasional.

“Bapak-Ibu sekalian, target kita di tahun 2026 ini merah. Kita harus melakukan zero false. Tidak ada lagi kesalahan terhadap penyimpanan data-data kita, ”

Melalui kegiatan ini, Universitas Tadulako berharap seluruh unit kerja dapat meningkatkan kedisiplinan dan ketepatan dalam pengelolaan data akademik, sehingga proses pelaporan PDDIKTI serta penomoran ijazah dan sertifikat nasional dapat berjalan lebih tertib, akurat, dan berkelanjutan.

Setelah sambutan sekaligus pembukaan acara oleh Rektor Universitas Tadulako, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi terkait Penomoran Ijazah Nasional (PISN). Pada sesi ini, materi disampaikan oleh Dany Prima Kresnala, S.Kom., M.T.I. dan Rifqi A’zhom Muta’alimin, S.Pd. yang hadir secara daring melalui Zoom. Selanjutnya, dilanjutkan dengan pemaparan materi mengenai Sister oleh Rizky Tito Prasetyo. Kemudian, sesi berikutnya diisi dengan pemaparan materi mengenai PDDIKTI oleh Abdul Naser Rafi’i Attamimi dan Asmi Fakhir.

Rangkaian pemaparan tersebut diakhiri dengan sesi tanya jawab secara aktif berdiskusi. Diskusi ini menjadi wadah penting untuk menyamakan persepsi serta memperkuat pemahaman peserta terhadap kebijakan dan sistem yang berlaku. AA & Mutia