Perkuat Kolaborasi Akademik, Untad–Polda Sulteng Bentuk Pusat Studi Kepolisian

Universitas Tadulako (Untad) resmi memperkuat sinergi strategis dengan Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) melalui pembentukan Pusat Studi Kepolisian. Peresmian kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilaksanakan di Ruang Rektor Universitas Tadulako pada Senin (23/02/2026).

Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama ini merupakan langkah nyata Untad dalam mendukung implementasi program Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) melalui pendekatan ilmiah dan akademik.

Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., dalam sambutannya menegaskan bahwa Untad sebagai mitra dan lokasi pusat studi ini merupakan langkah strategis bagi kedua institusi. Menurutnya, pusat studi ini tidak hanya akan menjadi forum ilmiah, tetapi juga wahana transformasi kepolisian yang lebih modern dan humanis.

“Untad menyambut baik kolaborasi ini. Ini bukan sekadar forum diskusi, melainkan wadah pengembangan kebijakan berbasis riset dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya di bidang kepolisian,” ujar Prof. Amar.

Rektor Untad juga menekankan bahwa sebagai institusi akademik, Untad akan tetap menjaga independensi dan profesionalisme. Setiap rekomendasi kebijakan yang dihasilkan nantinya akan berbasis data penelitian dengan pendekatan multidisipliner, melibatkan pakar hukum, sosial, ekonomi, hingga teknologi yang dimiliki Untad.

Di sisi lain, Kepala Biro SDM Polda Sulteng, Kombes Pol. Anton Sudjarwo, S.I.K., yang hadir mewakili Kapolda Sulteng, memberikan apresiasi atas kesediaan Untad menjadi mitra strategis. Ia berharap kehadiran pusat studi di lingkungan kampus ini dapat memastikan setiap kebijakan kepolisian menjadi lebih akurat dan tepat sasaran.

“Melalui sinergi dengan Untad, kami ingin memastikan kebijakan Polri, dari level Polsek hingga Mabes, didasari oleh kajian yang kuat sehingga meminimalisir pro dan kontra di tengah masyarakat,” jelas Kombes Pol. Anton.

Kedepannya, melalui Pusat Studi Kepolisian ini, Universitas Tadulako dan Polda Sulteng berkomitmen menjalankan berbagai program terukur, seperti riset bersama terkait Kamtibmas, pelatihan kompetensi aparat, seminar publik, hingga kajian mendalam mengenai restorative justice. Kerja sama ini diharapkan menjadi kontribusi nyata bagi stabilitas dan pembangunan berkelanjutan di Provinsi Sulawesi Tengah. adit/ST