Uji Publik Calon Panitia Seleksi Satgas PPKS, Untad Wujudkan Kampus Tanpa Kekerasan Seksual

  • Post author:

Dalam rangka penerapan Permendikbudristek nomor 30 tahun 2021 tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di Perguruan Tinggi, Universitas Tadulako menggelar “Uji Publik Calon Panitia Seleksi Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (SATGAS PPKS)” pada Selasa (13/09/2022) yang bertempat di Teater Room Media Center Universitas Tadulako.

Sebelumnya para calon panitia seleksi PPKS telah melalui tahapan pelatihan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, yang diselenggarakan oleh Pusat Penguatan Karakter Kemendikbudristek. Terdapat delapan calon yang memenuhi persyaratan sebagai calon panitia seleksi Satgas PPKS yang berasal dari Unsur Dosen, Unsur Tendik dan Mahasiswa.

Dalam sambutannya, Dr. Ir. Sagaf, MP. selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan (Warek Bima) mengatakan bahwa Perguruan Tinggi mendapat mandat dari Kemendikbudristek untuk membentuk Tim Satgas PPKS. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh maraknya kasus kekerasan yang terjadi di perguruan tinggi tetapi tidak menemukan penyelesaian. Oleh karena itu, menjadi suatu kewajiban bagi perguruan tinggi untuk membentuk satgas. “Berdasarkan arahan dari Pak Rektor, kami membuka link pendaftaran untuk calon panitia seleksi PPKS. Kami mengambil 3 komponen yaitu Dosen, Tendik dan Mahasiswa” Terang Warek Bima.

Selanjutnya, kegiatan dibuka langsung oleh Rektor Universitas Tadulako Prof. Dr. Ir. Mahfudz, MP. Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa yang paling utama dalam mengatasi kasus kekerasan seksual adalah pencegahan.

“Pencegahan ini merupakan suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh Perguruan Tinggi. Mencegah terjadinya Kekerasan Seksual di Lingkungan kampus merupakan tanggung jawab kita semua secara khusus sebagai insan terdidik.” Kata Rektor.

Kegiatan Uji Publik ini menghadirkan dua Narasumber yaitu Zulfikar, SH., MH. selaku Kepala Seleksi Tindak Lanjut Kasus Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Atau UPTD PPA DP3A Provinsi Sulawesi Tengah dan Dewi Rana Amir SH., M.Si selaku Direktur Lingkar Belajar untuk Perempuan (LiBU Perempuan) Provinsi Sulawesi Tengah.

“Dalam satgas ini perlu ada SOP dan fasilitas-fasilitas yang memadai apa lagi dalam lingkungan universitas, karena mahasiswa itu tergolong dalam usia dewasa yang sedang mengalami masa transisi. Disini para satgas berperan sebagai pendamping yang bisa memberikan pertolongan pertama pada psikologis, serta menjadi pendamping mental bagi para korban kekerasan seksual. Maka dari itu perlu pembekalan secara mental sebelum mengurusi orang lain karena ini sangat mempengaruhi cara kita dalam proses mendampingi” Ungkap Zulfikar, SH., MH.

Materi kemudian dilanjutkan oleh Dewi Rana Amir S.H., M.Si. Beliau mengatakan bahwa tugas satgas cukup berat karena berkaitan dengan kode etik. “Perlu digaris bawahi bahwa penanganan itu berbicara tentang bagaimana perlindungan, pendampingan dan pemulihannya. Satgas ini terbentuk karena setiap orang butuh perlindungan, dan kekerasan seksual itu bertentangan dengan nilai ketuhanan karena menganggu keamanan dan keselamatan masyarakat”Terang Dewi Rana.

Kegiatan Uji Publik ini diakhiri  dengan sesi diskusi serta perkenalan dengan para Calon Panitia Seleksi Satgas PPKS Universitas Tadulako. Anggota panitia yang akan terpilih nantinya akan bertugas dan bertanggung jawab untuk membentuk Satgas PPKS. Berikut merupakan nama-nama Calon Panitia Seleksi Satgas PPKS Universitas Tadulako.

1. Dr. Ritha Safitri, M.Si (Unsur Dosen)
2. Dr. Vitayanti Fattah, SE., M.Si (Unsur Dosen)
3. Dr. Ir. Selvy Mozin, M.Sc., IPU (Unsur Dosen)
4. Hj. Saadiah, SE., M.Si (Unsur Tendik)
5. Sitti Munifah , S.Kom., M.Si (Unsur Tendik)
6. Dr. Ir Nova Ruqayah, MES (Unsur Dosen)
7. Herawanto, S.KM., M. Kes (Unsur Dosen)
8. Nur Annisah (Unsur Mahasiswa)

*Angel