UPAYA SATGAS COVID-19 UNTAD DALAM MENCEGAH PENYEBARAN VIRUS COVID-19 DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS TADULAKO  

UPAYA SATGAS COVID-19 UNTAD DALAM MENCEGAH PENYEBARAN VIRUS COVID-19 DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS TADULAKO   

Corona Virus Disease (Covid-19) menyebar sangat cepat ke seluruh dunia, termasuk di Kota Palu. Oleh karena itu, Universitas Tadulako meningkatkan koordinasi dalam penanganan kasus tersebut dengan membentuk tim satuan tugas. Sebelum kasus pertama ditemukan di Sulawesi Tengah, Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Mahfudz, MP. sudah membentuk grup siaga Covid-19. Namun, belum secara resmi. Tim Satuan Tugas (SATGAS) Penanganan Covid-19 Universitas Tadulako dibentuk secara resmi terhitung mulai 23 Maret 2020. Dalam operasionalnya, ada tiga divisi di dalam Satgas Siaga Covid-19, yaitu divisi pencegahan, divisi sosialisasi, dan divisi pelayanan kesehatan. Seluruh Dekan dan Wakil Dekan dari masing-masing fakultas di Untad memantau tiga divisi tersebut untuk koordinasi.

Tiga divisi tersebut memiliki tugas masing-masing. Divisi pencegahan saat ini berkoordinasi dengan seluruh fakultas untuk menyiapkan tempat cuci tangan dan hand sanitizer. Selain itu, security yang bertugas menjaga gerbang utama dilengkapi dengan thermal scanner untuk memeriksa suhu, serta mengupayakan penyemprotan disinfektan pada saat H-7 atau H-5 sebelum kampus resmi dibuka untuk aktivitas belajar-mengajar. Kemudian ada divisi sosialisasi yang melakukan promosi kesehatan dan surveillance (melakukan tracking/menggali lebih jauh faktor-faktor resiko) pada sivitas akademika Untad. Divisi ini juga sudah membuat link skirining mandiri untuk diisi oleh sivitas akademika untad. Pada link tersebut, jika sudah diisi, akan kelihatan tingkat resiko untuk masing-masing orang. Dari situ, tim sosialisasi akan melakukan short education. Yang ketiga yaitu divisi pelayanan kesehatan. Divisi ini menjelaskan alur rujukan jika ada mahasiswa yang sakit atau terindikasi sebagai Orang dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien dalam Perawatan (PDP).

“Jika mahasiswa tersebut berada di Kota Palu, akan kami sarankan ke Rumah Sakit Pendidikan Tadulako. Kemudian dari situ akan dirujuk ke RS rujukan Covid-19 lainnya di Kota Palu. Sedangkan untuk mahasiswa yang sedang berada di luar kota, akan kami hubungi dan sarankan untuk ke puskesmas setempat. Kami juga berkoordinasi dengan surveillance di wilayah mahasiswa tersebut berada agar mendapat pemantauan”, jelas Dr. dr. Ketut Suarayasa, M.Kes. selaku Ketua Tim Satgas Penanganan Covid-19 Universitas Tadulako.

Saat ini, tim Satgas masih memetakan posisi mahasiswa ada dimana saja menurut data yang sudah terisi pada link skrining mandiri. Masih banyak mahasiswa yang berada di Kota Palu, sebagian yang lain juga ada yang kembali di daerah asalnya. Dari data yang sudah diisi pada link tersebut, tim Satgas juga dapat mengetahui kondisi masing-masing mahasiswa. Oleh karenanya, seluruh sivitas akademika di Universitas Tadulako, diharapkan untuk mengisi skrining mandiri pada link https://skrining-covid.untad.ac.id/

Dr. dr. Ketut Suarayasa, M.Kes. menambahkan, beberapa bantuan sudah diberikan kepada masyarakat dan tenaga medis oleh Universitas Tadulako, seperti bantuan masker dan hand sanitizer. “Masing-masing fakultas juga dapat menyalurkan bantuannya tanpa harus melalui tim Satgas. Kami memberi kebebasan kepada fakultas untuk melakukan pengabdian dan memberi kontribusi ke masyarakat”, tambahnya.

Untuk saat ini, protokol pencegahan penyebaran Covid-19 di dalam kampus masih dalam bentuk pencegahan dan sosialisasi. “Sekarang aktivitas di dalam kampus masih terbatas. Security juga membatasi orang-orang yang masuk ke lingkungan kampus, jika tidak memiliki kepentingan tidak dibolehkan masuk. Selain itu, diwajibkan untuk menggunakan masker ketika memasuki area kampus dan diperiksa terlebih dulu menggunakan thermal scanner. Kemudian, di dalam lingkungan kampus diwajibkan juga untuk mencuci tangan. Sudah disiapkan di masing-masing fakultas tempat cuci tangannya. Kami juga tetap memberikan sosialisasi. Ada video dari rektor juga yang kami taruh di link skrining tadi sebagai bentuk edukasi terhadap seluruh sivitas akademika Untad”, jelas Ketua Tim Satgas yang juga dosen di Untad dan Direktur RS. Pendidikan Tadulako. NF (Humas Untad)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: No Right Klik and Copy!!