Januari 16, 2021

Untad Gelar Monitoring Program PERMATA SAKTI 2020

Untad Gelar Monitoring Program PERMATA SAKTI 2020

Bertempat di Ruang Wakil Rektor Bidang Akademik Lantai I – Gedung Rektorat Untad, acara Monitoring PERMATA SAKTI (Program Pertukaran Mahasiswa Tanah Air Nusantara-Sistem Alih Kredit Dengan Teknologi Informasi) digelar secara luring dan daring via Zoom Meeting pada Kamis (17/12/2020) pagi yang dihadiri Dr. Lukman selaku Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. Amar, ST. MT selaku Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama serta dosen pendamping Mahasiswa PERMATA SAKTI Untad seperti Ir. Abdullah, MT, Dr. Annawaty, Dr. Yassir Arafat dan Ir. Rahmawati, S.Si,. M.Si.

Dalam sambutannya, Dr. Lukman menyampaikan apresiasinya kepada para dosen dan mahasiswa yang telah melaksanakan program PERMATA SAKTI dengan baik meski sedang berada ditengah situasi pandemic covid 19.

“ Meskipun program PERMATA SAKTI dilakukan secara daring dikarenakan kondisi pandemic covid 19, hal itu tidak mengurangi makna dari pelaksanaan program ini. Saya berterima kasih dan mengapresiasi kepada para dosen yang dengan maksimal memberikan perkuliahan secara daring kepada para Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Saya pun berterima kasih kepada para Mahasiswa program PERMATA SAKTI yang telah memilih Untad sebagai tempat belajar dan berkuliah dalam program ini. Oleh karena itu, pada hari ini kami melaksanakan monitoring agar dapat mengevaluasi dan meningkatkan lagi kualitas program PERMATA SAKTI untuk dapat diikuti Mahasiswa lainnya di tahun 2021.” Ujar Dr. Lukman.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Dr. Ir. Amar, ST. MT selaku Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama menuturkan implementasi terkait program PERMATA SAKTI yang telah dilaksanakan pada tahun ini.

“ Pelaksanaan program PERMATA SAKTI tahun ini dibagi menjadi 3 zona karena pandemic covid yakni zona barat, tengah dan timur. Sehingga bagi mahasiswa yang berada di zona barat misalnya, hanya bisa memilih untuk belajar di zona tengah dan timur yang berlaku juga untuk semua zona. Dari +100 perguruan tinggi di 3 zona tersebut, tidak sampai 50% yang mampu untuk melaksanakan program PERMATA SAKTI ditahun ini. Alhamdulilah, program ini tetap berjalan dengan baik meskipun ada beberapa hal dan kendala yang terjadi dalam proses implementasinya. Perlu untuk diketahui bahwa tujuan dari Program PERMATA SAKTI ini diantaranya adalah untuk meningkatkan wawasan kebangsaaan, integritas, dan wadah perekat kebangsaaan antar mahasiswa se Indonesia melalui pembelajaran antar budaya. Sehingga banyak contoh pembelajaran dimana setiap Mahasiswa berbagi kebudayaan yang dimilikinya kepada para Mahasiswa lainnya dan sebaliknya. Kami berharap tahun depan dapat lebih baik pelaksanaanya dan semoga dapat dilaksanakan secara langsung oleh Mahasiswa tanpa harus via daring lagi.” Jelas Prof. Amar.

Dikesempatan lainnya Para Dosen pendamping berbagi pengalaman mereka selama mengajar Mahasiswa Program PERMATA SAKTI.

“ Pengalaman kami selama menjadi dosen pendamping mereka, Mahasiswa yang ikut sangat aktif dalam memberikan pertanyaan dan semuanya mengaktifkan kamera saat perkuliahan online berlangsung. Kemudian hal-hal unik terjadi juga seperti Mahasiswa yang mengira jam perkuliahan dimulai jam 1 WIB padahal di Untad perkuliahan online dimulai jam 2 WITA. Kendala bahasa juga kadang terjadi sehingga saat mengajar kami bertanya apakah bahasa yang digunakan ada yang dipahami atau tidak. Respon mereka masih banyak memahami apa yang kami sampaikan meskipun menggunakan logat Kota Palu.” Ujar Ir. Abdullah, MT.

Jodi Febrian, salah satu Mahasiswa asal Universitas Negeri Padang yang mengikuti PERMATA SAKTI di Untad menuturkan via daring bahwa hampir satu semester berkuliah daring di Untad mendapatkan banyak ilmu dan budaya baru selama aktivitas belajar daring di program PERMATA SAKTI.

“ Saya belajar banyak hal baru disini dan untuk Pak Abdullah bagi saya sangat berkesan karena banyak mengajarkan saya ilmu terkait kebencanaan dimana Sumatera Barat juga memiliki potensi bencana yang cukup tinggi. Saya salut juga karena Pak Abdullah sering memanggil kami dengan panggilan ‘Nak’ selama perkuliahan yang tidak pernah saya alami selama saya belajar dikampus. Banyak juga dosen yang sangat menyenangkan dalam aktivitas belajar selama ini. Saya ucapkan terima kasih untuk mereka semua.” Ujar Jodi.

Afdhal Ghani, Mahasiswa jurusan Sosiologi, Universitas Sriwijaya turut menuturkan pengalamannya belajar terkait ilmu geografi secara daring di Untad.

“ Saya banyak mengetahui bencana-bencana apa saja yang ada di Palu. Terkait bencana Palu, Saya hanya mengetahui sedikit saja dari media yang saya tonton selama ini. Ketika saya mengambil pelajaran geografi bencana, saya jadi tau mengapa tanah bisa sangat berbahaya saat gempa dll. Pengalaman belajar yang berharga bagi saya.” Jelas Afdhal.

Usai sharing pengalaman para Mahasiswa program PERMATA SAKTI, acara kemudian ditutup oleh Dr. Lukman selaku Wakil Rektor Bidang Akademik dan dilanjutkan dengan foto bersama. AA

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: No Right Klik and Copy!!