UNIVERSITAS TADULAKO & ISLAMIC RELIEF WORLDWIDE GELAR LOKAKARYA PENINGKATAN KAPASITAS USAHA MASYARAKAT TERDAMPAK BENCANA PALU – SIGI DAN BURSA PRODUK KELOMPOK WIRAUSAHA.

UNIVERSITAS TADULAKO  & ISLAMIC RELIEF WORLDWIDE GELAR LOKAKARYA PENINGKATAN KAPASITAS USAHA MASYARAKAT TERDAMPAK BENCANA PALU – SIGI DAN BURSA PRODUK KELOMPOK WIRAUSAHA.

Lokakarya peningkatan kapasitas usaha masyarakat terdampak bencana Palu – Sigi dan bursa produk kelompok wirausaha, kerjasama antara Universitas Tadulako dan Islamic Relief Worldwide dibuka oleh Sekretaris Kota Palu, H. Asri, S.H, mewakili Wali Kota Palu. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Media Center Universitas Tadulako pada Rabu (26/2) dan dihadiri oleh berbagai kelompok wirausaha yang memproduksi olahan jamur tiram, hidroponik, food processing dan fish processing. Dalam sambutannya, H. Asri, S.H mengatakan bahwa pemerintah Kota Palu akan tetap berkomitmen dan konsisten dalam membantu kelompok usaha bersama, UKM, dan UMKM karena hal tersebut merupakan bagian dari misi mengembangkan kewirausahaan dalam daerah sehingga tingkat pengangguran dan kemiskinan di Kota Palu dapat berkurang.

 

 

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Lukman Nadjamuddin, M.Hum. “Kemitraan yang dibangun antara Universitas Tadulako dan Islamic Relief Worldwide merupakan sesuatu yang sangat penting dan besar manfaatnya”, kata beliau dalam sambutannya. Setelah kerjasama ini, diharapkan aktivitasnya tidak tidak berhenti. Dr. Lukman menambahkan Universitas Tadulako akan mengawal agar keberlangsungannya terjaga dalam waktu yang cukup lama.

MoU kerjasama antara Universitas Tadulako dan Islamic Relief Worldwide dalam rangka membantu usaha dari masyarakat Palu – Sigi ini ditandatangani tanggal 23 Januari 2020 oleh Rektor dan Direktur Islamic Relief Worldwide Indonesia. Tiga hal yang menjadi tugas pokok kegiatan ini yaitu memberikan pelatihan kewirausahaan, manajemen pemasaran dan pembukuan kepada masyarakat. Pelatihan yang dilakukan yaitu pembuatan business plan, strategi pemasaran serta pembukuan, agar nantinya dapat diaplikasikan oleh masyarakat ketika mendirikan usaha.

Pelatihan berlangsung selama empat hari sejak 7 hingga 10 Februari 2020 di Lab School Palu. Selanjutnya, dilakukan survey untuk melihat seberapa besar dampak atau pengaruh yang diberikan oleh Islamic Relief Worldwide serta melihat kendala yang dihadapi di lapangan agar nantinya diberikan rekomendasi dan saran. Lokakarya merupakan kegiatan terakhir yang dilakukan. Ridwan Miftahul Rahman selaku Area Coordinator Islamic Relief Worldwide mengharapkan agar lokakarya ini dapat mengundang partisipasi dari stakeholder dan NGO juga kelompok-kelompok usaha yang ada, sehingga usaha-usaha mikro yang telah diberikan pelatihan bisa berkembang dan menyerap tenaga kerja serta mengurangi tingkat pengangguran. (Nov/Humas)

 

 

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: No Right Klik and Copy!!