Agustus 12, 2020

LPPMP Untad Gelar Evaluasi Pembelajaran Berbasis SCL Untuk Para Dosen

LPPMP Untad Gelar Evaluasi Pembelajaran Berbasis SCL Untuk Para Dosen

Bertempat di Ruang Senat FKIP Untad, Pusat Pengembangan & Peningkatan Mutu Proses Pembelajaran (PUSBANG-PMPP) LPPMP Untad menggelar “Evaluasi Pembelajaran Berbasis SCL Yang Berorientasikan KKNI” pada Selasa (10/12/2019) Pagi yang di hadiri peserta dari kalangan dosen/akademisi Untad.

Dalam acara yang di buka langsung oleh Prof. Dr. Ir. Amar, ST.,MT selaku Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama turut menghadirkan narasumber asal Universitas Airlangga, Adi Subianto drg.,M.S.,Sp.Pros(K) selaku Pusat Inovasi Pembelajaran & Sertifikasi PIPS UNAIR yang banyak memaparkan seputar Student Centered Learning dalam proses belajar mengajar.

Student Centered Learning (SCL) adalah suatu model pembelajaran yang menempatkan peserta didik sebagai pusat dari proses belajar. Dalam menerapkan konsep Student Centered Leaning, peserta didik diharapkan sebagai peserta aktif dan mandiri dalam proses belajarnya, yang bertanggung jawab dan berinitiatif untuk mengenali kebutuhan belajarnya, menemukan sumber-sumber informasi untuk dapat menjawab kebutuhannya, membangun serta mempresentasikan pengetahuannya berdasarkan kebutuhan serta sumber-sumber yang ditemukannya.

“ SCL menjelaskan cara berpikir tentang belajar dan mengajar yang menekankan tanggung jawab Mahasiswa untuk kegiatan seperti perencanaan pembelajaran, berinteraksi dengan Dosen dan Mahasiswa lain, meneliti dan menilai pembelajaran. Selain itu, SCL juga berfokus pada pembelajaran Mahasiswa dan apa yang Mahasiswa lakukan untuk di capai, bukan apa yang dilakukan dosen.” Jelas Pak Adi Subianto.

Pembelajaran yang berpusat pada Mahasiswa (Student Centered Learning) memiliki langkah-langkah yang yang menuntut partisipasi aktif dari Mahasiswa, sebagai berikut:

1)      Berbagi informasi (Information Sharing) dengan cara curah gagasan (Brainstorming), kooperatif, kolaboratif, diskusi kelompok (Gruop Discussion), diskusi panel (Panel Discussion), simposium, dan seminar.

2)      Belajar dari pengalaman (Experience Based) dengan cara simulasi, bermain peran (Roleplay), permainan (Game), dan kelompok temu.

3)      Pembelajaran melalui pemecahan masalah (Problem Solving Based) dengan cara studi kasus, tutorial, lokakarya.

Terkait Prinsip-prinsip Pendekatan Student Centered Learning ;

1)      Tanggung jawab, yaitu peserta didik mempunyai tanggung jawab pada pelajarannya. Dengan memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mempunyai tanggung jawab pada pelajarannya, peserta didik diharapkan akan lebih berusaha dan lebih termotivasi dalam memaknai pelajarannya.

2)      Peran serta, yaitu peserta didik harus berperan aktif dalam pembelajaran. Dengan memberi kesempatan kepada peserta didik untuk berperan serta dalam pembelajaran, diharapkan Mahasiswa dapat mengembangkan potensinya secara maksimal sehingga mendorong bertumbuhnya kreativitas dan inovasi.

3)      Keadilan, yaitu semua peserta didik mempunyai hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang. Dengan kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang tersebut akan menutup keunggulan hanya didominasi mahaMahasiswa tertentu saja dan diharapkan semua peserta didik dapat bersama-sama berhasil mencapai tujuan secara maksimal.

4)      Mandiri, yaitu semua peserta didik harus mengembangkan segala kecerdasannya (intelektual, emosi, moral, dsb) karena Dosen hanya fasilitator dan nara sumber (mitra belajar).

5)      Berfikir kritis dan kreatif, yaitu peserta didik harus menggunakan segala kecerdasan intelektual dan emosinya yang berwujud kreativitas, inovasi, dan analisa untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi karena Mahasiswa akan mengalami perpaduan antara prakonsepsi dan konsepsi.

6)      Komunikatif, yaitu peserta didik harus menggunakan kemampuannya berkomunikasi baik lisan maupun tertulis karena boleh jadi Mahasiswa melihat konsep dengan cara yang berbeda sebagai hasil pengalaman hidupnya, sehingga diperlukan media dan sarana yang efektif untuk menyamakan presepsi.

“ Upaya untuk melakukan transformasi pembelajaran dari “teaching based” ke “learning based” akan memerlukan energi sangat besar dan usaha berkelanjutan karena tantangan yang dihadapi berada dalam banyak sistem dan dalam diri para pelaku pendidikan.” Papar Pak Adi Subianto.

Dalam menerapkan SCL, Bpk. Adi Subianto turut menambahkan bahwa dengan menerapkan sistem SCL dalam proses belajar, Mahasiswa diharapkan menjadi lebih aktif, belajar lebih dalam dan mengerti roh dari materi, lebih siap, responsif dan akuntable, lebih mandiri dalam belajar serta lebih mengerti proses dan meningkatkan kompetensi nya daripada hanya sekedar menghafal materi. AA

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: No Right Klik and Copy!!