Kementerian Perindustrian Gandeng Universitas Tadulako Dalam Pengembangan SDM Industri Di Morowali Sulteng

Kementerian Perindustrian Gandeng Universitas Tadulako Dalam Pengembangan SDM Industri Di Morowali Sulteng

Bertempat di Theater Room Universitas Tadulako, Seminar Nasional dengan tema “ Bursa Kerja & Pengembangan SDM Industri” di gelar Pada Selasa (22/05) Pagi dengan menghadirkan Perwakilan dari Kementerian Perindustrian dan Direktur Pengembangan PT. Indonesia Morowali Industrial Park.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Jayani Nurdin SE. Msi selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan menyambut baik Seminar Nasional dan Bursa Kerja Perindustrian yang akan merekrut para Fresh Gaduate dan Alumni dari Untad.

“ Seperti yang telah kita ketahui bahwa Sulawesi Tengah memiliki kawasan Industri terkemuka di Asia Tenggara yang berlokasi di Morowali. Sebagai akademisi di bidang ekonomi, saya yakin bahwa aktivitas industri ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah masyarakat, daerah dan nasional. Saya berharap para peserta seminar yang hadir dapat memanfaatkan peluang ini agar dapat ambil bagian di kawasan perindustrian yang ada di Morowali sesuai dengan kompetensi anda masing-masing. Hal ini sekaligus mempertegas bahwa kawasan industri yang ada di Morowali tak hanya mempekerjakan Tenaga Kerja Asing melainkan membuka kesempatan kepada putra/i daerah Sulteng.” Ujar Prof. Jayani.

Pada kesempatan pertama, DR. Ali Murtopo selaku Kepala Subdirektorat Program Pengembangan Industri Logam menuturkan bahwa Indonesia memiliki keunggulan dalam hal sumber daya alam dan market size yang besar sebagai modal dasar dalam membangun industri  berbasis sumber daya alam yang kompetitive. SDA dengan keunggulan komparatif harus dijadikan fokus membangun industri terintegrasi secara vertikal.

“Pemanfaatan sumber daya alam harus menjadi bagian kebijakan industri nasional. Fokus mengarah kepada industri strategis yang memiliki output multiplier sangat tinggi seperti industrti baja dan industri pertokimia, dan industri otomotif. Peningkatan produktivitas tenaga kerja melalui Pendidikan vokasi kerjasama antara Pemerintah dan pelaku usaha serta vokasi yang fokus pada industri berbasis SDA. Hal tersebut secara intensif dilakukan oleh Kementerian Perindustrian. Selain itu juga,  Peran Universitas Tadulako sangat strategik dalam membangun SDM kompeten dan mendorong terciptanya budaya inovatif pada lulusannya.” Jelas DR. Ali Mustopo.

Di presentasi kedua, DR. R. Sukhyar selaku Staf Khusus Menteri Perindustrian Bidang Hilirisasi memaparkan faktor-faktor pertumbuhan Industri yang meliputi Investasi (menarik PMA dan PMDN), Teknologi (meningkatkan efisiensi untuk peningkatan daya saing) dan SDM (meningkatkan produktivitas industri). Beliau pun menuturkan fokus pengembangan industri tahun 2015-2019 diantaranya 1) Penyebaran Pembangunan Industri, Pembangunan industri di seluruh wilayah indonesia melalui pembangunan Wilayah Pusat Pertumbuhan Industri (WPPI); Kawasan Peruntukan Industri (KPI); Kawasan Industri (KI); Sentra Industri Kecil dan Industri Menengah (SIKIM), 2) Peningkatan Nilai Tambah SDA, Peningkatan nilai tambah Sumber Daya Alam pada industri Agro, mineral, dan bahan tambang serta integrasi industri hulu-hilir. 3) Peningkatan Daya Saing Industri, Peningkatan daya saing industri melalui peningkatan kualitas SDM Industri dan peningkatan penguasaan teknologi.

Di kesempatan lainnya, DR. Dedi Mulyadi, Msi selaku Direktur Pengembangan PT. Indonesia Morowali Industrial Park memperkenalkan perkembangan industri di Kawasan IMIP.

“ IMIP merupakan perusahaan pengelola kawasan industri dengan luas lahan sebesar 2000 Ha dan akan dikembangkan menjadi 3000 Ha. Sekilas tentang Tsingshan Group, Sebelum membangun industri berbasis nikel di Morowali, Tsingshan Group memiliki 3 unit produksi nikel pig iron dengan kapasitas 2 juta ton dan 3,4 juta ton Stainless Steel. Tsingshan Group merupakan perusahaan terbesar di dunia di bidang pengolahan Nikel dan sudah menguasai teknologi pengolah yang lengkap dengan teknologi maju dan modern.” Jelas DR. Dedi Mulyadi.

Beliau turut menambahkan bahwa Dampak yang akan dirasakan dengan adanya pembangunan kawasan IMIP di Morowali adalah Peningkatan nilai tambah dari bahan mentah (tanah) menjadi produk steinless steel , Meningkatnya pertumbuhan ekonomi daerah (pada gilirannya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat), Turut meningkatkan penyerapan tenaga kerja yang besar sehingga berperan dalam menanggulangi kemiskinan serta Memberikan nilai investasi yang besar di lokasi yang terpencil dan menjadikan daerah terpencil tersebut menjadi kota baru yang modern, maju dan pintar.

Seminar Nasional turut membuka Bursa Kerja bagi Mahasiswa Tingkat Akhir dan Alumni Universitas Tadulako hingga tanggal 25 Mei 2018 di Media Center Lantai I. Selengkapnya dapat di cek di sini. AA

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: No Right Klik and Copy!!