Februari 24, 2020

Dies Natalie ke VII, Media Tadulako Untad Gelar Bedah Buku Terkait Resolusi Komunikasi

Dies Natalie ke VII, Media Tadulako Untad Gelar Bedah Buku Terkait Resolusi Komunikasi

Dalam rangka memperingati Dies Natalies Media Tadulako ke VII, acara  Bedah Buku “Resolusi Komunikasi” Tindakan Penanganan Terorisme Karya Dr. Muhammad Khairil, S.Ag.M.Si di gelar pada Sabtu (14/12/2019) Pagi bertempat di Teather Room Media Center Universitas Tadulako.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ir. Mahfud, MP selaku Rektor Untad menuturkan rasa apresiasinya kepada penulis buku sekaligus Kepala Media Tadulako, Dr. Muhammad Khairil, S.Ag.M.Si yang telah menghasilkan satu karya/buku yang cukup fenomenal.

“ Buku yang di hasilkan oleh Penulis (Dr. Khairil) tentu sangat kami apresiasi karena memiliki makna yang cukup fenomenal dan sesuai dengan kondisi yang ada saat ini. Judul buku memiliki tema yang ‘sensitif’ sehingga menjadi sangat menarik untuk di kaji lebih dalam karena berkaitan dengan terorisme,” tutur Prof. Mahfudz.

Selain itu beliau turut memaparkan bahwa di hari jadi Media Tadulako yang ke Tujuh, Media Tadulako tak hanya sebagai wadah informasi semata melainkan media pengkaderan atau laboraturium/tempat belajar bagi mahasiswa di Universitas Tadulako yang memiliki minat besar di dunia jurnalistik.

Di kesempatan yang sama, Dr. Muhammad Khairil, S.Ag.M.Si, selaku Kepala Media Tadulako sekaligus Penulis Buku menuturkan bahwa dalam proses penulisannya ia telah melakukan penelitian terkait isu tersebut sejak program strata satu.

“Saya sebenarnya telah mengkaji beberapa kelompok Islam yang di anggap sebagai kelompok Radikal salah satunya seperti Komite Persiapan Penegakan Syariat Islam yang pernah menjadi bagian dari kajian skripsi saya. Alasan saya mengangkat hal tersebut dalam skripsi saya karena ketika itu saya mengamati bagaimana sesungguhnya pemikiran yang berkembang terhadap kelompok tertentu yang di nilai oleh sebagian orang sebagai kelompok radikal,” Jelas Dr. Khairil.

Beliau yang juga merupakan Dekan Fisip Untad mengatakan bahwa pada dasarnya Ia ingin membuktikan bahwa proses radikalisme yang destruktif akan berakibat pada tindakan terorisme. Banyak proses yang sebenarnya cukup positif untuk mengembangkan nilai-nilai Islam yang kebanyakan di labeli sebagai pemahaman radikal.

“Islam adalah rahmat bagi seluruh alam. Hal itu merupakan suatu pengetahuan umum sehingga jika ada kelompok Islam yang tidak memberikan rahmat apalagi menebar kebencian, maka pemahaman yang seperti itu jangan di kelompokan dalam label Islam Radikal melainkan lebih kepada oknum pemikiran yang memang menginginkan hal-hal negatif dan kebencian,” Papar Dr. Khairil.

Lebih lanjut beliau menambahkan bahwa buku Resolusi Konflik ingin memberikan informasi dan nilai-nilai edukasi bahwa resolusi komunikasi adalah salah satu alternatif untuk dapat menyelesaikan berbagai persoalan tindak kekerasan termasuk pada tindakan terorisme.

“Dengan mengunakan pendekatan-pendekatan yang lebih komunikatif akan melahirkan sebuah solusi secara persuasif yang tidak harus dengan kekerasan dan tidak harus dengan saling menghakimi. Akan lebih baik jika kemudian menggunakan bahasa yang lebih sejuk, duduk bersama dengan kepala dingin, saling berdialog di setiap persoalan dan terbuka untuk saling menghargai perbedaan pikiran,” tegas Dr. Khairil.

Dalam kegiatan tersebut, Adapun pembedah buku yang hadir salah satunya adalah Harun Nyak Itam Abu, S.H,M.H selaku tim pembedah yang di Moderatori oleh Ary Fahry, M.I.Kom. AA

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: No Right Klik and Copy!!