Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (FK Untad) resmi melantik dan mengambil sumpah 22 dokter baru dalam prosesi yang berlangsung di Aula FK Untad, Rabu (19/8/2026). Pelantikan ini menandai selesainya rangkaian pendidikan selama 5 hingga 6 tahun sekaligus menggenapkan jumlah alumni dokter FK Untad menjadi 1.129 orang. Acara tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, fakultas, hingga perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sulawesi Tengah dan Kota Palu.





















Dalam amanat Rektor Untad yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. M. Rusydi, M.Si., selaku wakil rektor bidang keuangan dan umum menyampaikan bahwa sumpah dokter merupakan ikrar moral dan profesional. Ia mengingatkan pentingnya aspek kemanusiaan dalam pelayanan kesehatan.
“Dokter yang hebat bukan hanya dokter yang memiliki pengetahuan klinis yang luas dan keterampilan yang baik, tetapi yang mampu menghadirkan harapan, memberikan rasa aman, mendengarkan dengan tulus, dan memperlakukan setiap pasien sebagai manusia yang memiliki martabat,”pesannya.
Selain itu, para dokter baru didorong untuk siap mengabdi di wilayah terpencil dan kepulauan di Sulawesi Tengah.
“Jadilah dokter yang bukan hanya di rumah sakit dan pusat pelayanan kesehatan, tetapi juga hadir di tengah masyarakat, daerah terpencil, dan wilayah kepulauan yang sangat membutuhkan bantuan,” tambahnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Dekan FK Untad, Dr. dr. Sabir, M.Kes., mengingatkan bahwa gelar dokter adalah awal dari tanggung jawab besar yang memerlukan prinsip belajar sepanjang hayat.
“Menjadi dokter tidak hanya sekadar pintar mendiagnosis, tetapi harus mampu menyembuhkan dengan empati dan senyuman bagi pasien yang datang membawa kecemasan,” pesannya.
Di sisi lain, FK Untad juga terus berkembang dengan meraih amanah untuk membuka Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis guna mendukung pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di Sulawesi Tengah.
