Untad Gelar Monev Anggaran dan Pengelolaan BMN, Perkuat Digitalisasi dan Tertib Administrasi Aset

Universitas Tadulako (Untad) menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Realisasi Anggaran dan Pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) di Gedung Media Center Lantai 2 Untad, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya universitas untuk meningkatkan efektivitas realisasi anggaran, menertibkan administrasi aset, serta memperkuat akuntabilitas pengelolaan keuangan dan BMN.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Prof. Dr. Ir. M. Rusydi H., M.Si., yang mewakili Rektor Untad. Turut hadir sebagai narasumber, Kepala Biro Keuangan dan BMN Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Dr. Agus Sunarya Sulaeman, S.ST., Ak., M.Si., CPMA, CGAA, CGAE, CA.

Dalam sambutan Rektor yang disampaikan oleh Wakil Rektor, dijelaskan bahwa realisasi anggaran di lingkungan perguruan tinggi memiliki sejumlah tantangan, terutama dalam menyesuaikan jadwal belanja dengan kebutuhan akademik.

“Ada beberapa kondisi menjadi perhatian dalam evaluasi realisasi anggaran agar perencanaan dan pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lebih terukur. Dengan demikian, kebutuhan setiap unit dapat terpenuhi sesuai prioritas, jadwal pelaksanaan, dan ketentuan pengelolaan keuangan yang berlaku,”tuturnya.

Tidak hanya itu, Prof. Dr. Ir. M. Rusydi menambahkan penjelasan aspek pengelolaan BMN, Untad terus mengembangkan digitalisasi inventarisasi aset melalui SISETIA (Sistem Elektronik Terpadu Inventaris Aset). Dari lebih dari 100 ribu aset yang dimiliki, sekitar 32 ribu aset telah masuk dalam pendataan sistem tersebut.

“SISETIA dikembangkan untuk mendukung pencatatan dan pemantauan aset secara lebih terintegrasi, mulai dari lokasi dan jumlah aset, waktu pengadaan, status pemeliharaan, hingga kewajiban perpajakan. Penerapan sistem ini diharapkan mempermudah proses inventarisasi sekaligus meningkatkan ketepatan data sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pengelolaan aset universitas,”jelasnya lebih lanjut.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Kepala Biro Keuangan dan BMN Kemdiktisaintek, Dr. Agus Sunarya Sulaeman. Materi yang disampaikan meliputi laporan keuangan dan realisasi anggaran, penatausahaan aset, serta evaluasi administrasi BMN.

Salah satu aspek yang menjadi pembahasan ialah Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP), yakni aset berupa pembangunan yang belum selesai atau belum siap digunakan sesuai peruntukannya. Penatausahaan KDP memerlukan pencatatan nilai yang akurat, pemantauan perkembangan pekerjaan, serta kelengkapan dokumen pendukung sebelum aset dapat direklasifikasi menjadi aset tetap sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Untad terus mendorong perbaikan tata kelola anggaran dan BMN melalui perencanaan yang lebih efektif, penguatan sistem inventarisasi digital, serta penyelesaian administrasi aset secara berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan sumber daya universitas sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan aset untuk mendukung pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Kiki/ST