Perkuat Akuntabilitas dan Tata Kelola, Untad Laksanakan Sosialisasi Revisi Renstra 2026–2030

Universitas Tadulako (Untad) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Revisi Rencana Strategis (Renstra) Untad 2026–2030 sekaligus Penguatan Akuntabilitas Kinerja pada Jumat (02/10/2026) yang berlangsung di Aula Fakultas Kedokteran Untad. Kegiatan strategis ini diikuti oleh jajaran pimpinan universitas, para Dekan, Direktur Pascasarjana, Ketua Lembaga, Kepala Biro, hingga Ketua Program Studi di lingkungan Universitas Tadulako.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya berkesinambungan dalam menyelaraskan arah pengembangan institusi dengan kebijakan nasional Kemendiktisaintek, sekaligus menindaklanjuti hasil evaluasi capaian tahun pertama Renstra yang dilakukan oleh Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) Untad.

Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Ar. Amar, ST., MT., IPU., ASEAN Eng., dalam sambutannya menegaskan bahwa dokumen Renstra bukan sekadar formalitas administratif, melainkan komitmen bersama seluruh civitas akademika dan tenaga kependidikan.

“Renstra ini bukan hanya sebagai dokumen perencanaan bagi kita, tetapi merupakan komitmen bersama. Dalam pengembangannya, Renstra harus mampu menjawab tiga pertanyaan utama: di mana posisi Untad saat ini, ke mana kita akan menuju, dan bagaimana cara mencapai target tersebut,” ujar Prof. Amar.

Lebih lanjut, Rektor menyampaikan bahwa revisi ini didasarkan pada capaian aktual, penyempurnaan target, penyesuaian kebijakan nasional, serta peluang dan tantangan baru pengembangan institusi. Rektor Untad juga menekankan agar penentuan target tidak disusun berdasarkan keinginan semata, melainkan berbasis data, kapasitas sumber daya, dan keberanian untuk mencapai standar mutu yang lebih tinggi.

Menutup penyampaiannya, Prof. Amar mengajak seluruh pimpinan unit kerja untuk menjadi strategic leader yang mampu menerjemahkan target universitas ke tingkat unit, melakukan evaluasi berkala, serta mengawal pencapaian kinerja secara kolaboratif.

“Renstra bukan sekadar apa yang ingin kita capai, tetapi kesepakatan tentang apa yang harus kita kerjakan bersama. Melalui momentum ini, mari kita ubah pola kerja dari sekadar administrasi menjadi strategis, dari berbasis aktivitas menjadi berbasis outcome, serta mewujudkan Untad yang unggul, tangguh, adaptif, dan semakin berdampak bagi masyarakat,” tutupnya.