Universitas Tadulako (Untad) terus memperkuat tata kelola institusi berbasis data dan berorientasi pada peningkatan mutu layanan akademik. Komitmen ini ditunjukkan melalui penyelenggaraan Workshop Penguatan Pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU), Target Akreditasi, Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), serta SOP Layanan Akademik BAK pada Rabu (10/9/2026). Kegiatan strategis tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor Untad dengan didampingi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Eng. Ir. Andi Rusdin, S.T., M.T., M.Sc., Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaan, serta dihadiri oleh seluruh peserta workshop.
Dalam laporannya, Prof. Andi Rusdin menekankan pentingnya menyelesaikan berbagai urusan akademik secara tepat waktu, mulai dari penginputan nilai hingga pelaporan data ke Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
“Kita ingin berusaha agar pembukaan periode tidak ada lagi, supaya kita bisa memberikan nilai yang betul-betul akurat dengan standar yang sama untuk semua mahasiswa,” ujar Prof. Andi Rusdin.
Mengenai beasiswa KIP Kuliah, Wakil Rektor Bidang Akademik mendorong percepatan pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) dan penyelesaian administrasi agar pencairan uang saku mahasiswa dari pusat tidak terhambat. Beliau juga meminta dosen pendamping untuk mengawal mahasiswa tugas akhir agar dapat lulus tepat waktu dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK)-nya tetap terjaga.
Prof. Andi Rusdin optimistis dapat mengejar pelaporan IKU Kuartal III pada akhir September, sekaligus mencapai target 60 persen program studi (prodi) terakreditasi Unggul. Langkah ini didukung oleh integrasi sistem Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan penyempurnaan Standar Operasional Prosedur (SOP) di Biro Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni (BAK).
“Salah satunya itu adalah yang paling perlu kita punya itu adalah pengukuran CPL. Nah ini sudah kita mau terapkan, walaupun pada saat ini sudah ada, tapi belum terintegrasi antara sistemnya kita,” tambahnya.
























Sementara itu, Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Ar. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., mengajak seluruh pihak untuk bekerja secara fokus dan saling berkolaborasi agar memberikan hasil nyata bagi kampus. Beliau turut mengapresiasi perbaikan sistem keuangan, meskipun evaluasi tetap perlu dilakukan pada indikator yang belum mencapai target.
“Betul-betul kita ada implementasi, ada dampak yang kita hasilkan. Harus ada target, harus ada indikator yang kita dapat sebagai bentuk tanggung jawab kita,” tutur Prof. Amar.
Mengutip arahan dari kementerian, Prof. Amar mendorong seluruh pengelola kampus untuk melakukan lompatan kemajuan (vertical progress) yang membawa dampak langsung bagi masyarakat.
“Kita tidak bisa cuma hanya bersifat horizontal progress, tetapi kita harus vertical progress. Kalau horizontal progress itu masalah lulusan, kemahasiswaan, jumlah lulusan. Tapi yang diharapkan sekarang adalah vertical progress untuk menaikkan ranking dan tingkatan-tingkatan yang disebut dengan berdampak. Bukan cuma hanya pada berhasil kepada tulisan yang ada di Scopus dan lain sebagainya, tetapi bagaimana itu bisa terimplementasi di dalam keseharian dan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
