Resmi Buka PKKMB 2026, Rektor Ajak Mahasiswa Baru Untad Tangguh dan Adaptif di Era Digital

Universitas Tadulako (Untad) resmi membuka kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Untad pada Jumat sore (24/7/2026). Rangkaian acara yang diikuti oleh mahasiswa baru dari 27 provinsi ini dihadiri langsung oleh Rektor Untad, pimpinan Senat, dekanat, civitas akademika, panitia pelaksana, serta perwakilan orang tua mahasiswa.

Mengusung tema “Membangun Mahasiswa Berkarakter, Berintegritas, dan Berdampak untuk Indonesia Emas 2045”, kegiatan diawali dengan laporan Ketua Panitia PKKMB 2026, Dr. Humaedi, S.Pd., M.Pd., AIFO. Dalam laporannya, ia menyampaikan bahwa pelaksanaan PKKMB berlangsung selama tiga hari, yakni pada 24, 27, dan 28 Juli 2026.

“Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid yang terbagi dalam 12 gugus dan 58 ruangan, mencakup mahasiswa di kampus utama hingga PSDKU Morowali dan Tojo Una-Una. Total peserta terdaftar mencapai 8.700 mahasiswa, terdiri dari 4.200 peserta offline dan 4.500 peserta online,” jelas Dr. Humaedi.

Ia juga menambahkan bahwa kelancaran kegiatan ini didukung oleh 656 dosen pemateri, 530 panitia, serta 250 relawan dari organisasi kemahasiswaan. Selama tiga hari pelaksanaan, para peserta dibekali sembilan materi utama, mulai dari kehidupan berbangsa dan bernegara hingga wawasan ketadulakoan dan budaya akademik.

Selanjutnya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untad, Dr. Ir. Sagaf Djalalembah, M.P., menyambut hangat transisi para mahasiswa baru dari seragam putih-abu-abu menuju almamater kebanggaan. Beliau menekankan bahwa pelaksanaan PKKMB merupakan amanat kementerian untuk membekali mahasiswa dalam menghadapi perubahan sistem pembelajaran menuju Sistem Kredit Semester (SKS) yang menuntut kemandirian serta kesadaran akademik.

Dalam arahannya, Dr. Sagaf memaparkan sejumlah materi penting, mulai dari wawasan kebangsaan, pencegahan radikalisme, penanggulangan bahaya narkoba, miras, hingga pencegahan LGBT, serta penguatan karakter mahasiswa.

“PKKMB ini bertujuan membentuk karakter dan etika mahasiswa. Oleh karena itu, saya secara tegas menginstruksikan seluruh panitia dan peserta untuk mematuhi tata tertib pelaksanaan. Tidak boleh ada segala bentuk perpeloncoan yang mengurangi atau merendahkan harga diri dan martabat mahasiswa,” tegas Dr. Sagaf.

Ia menambahkan bahwa pihak universitas telah menyiagakan Komisi Disiplin serta Satgas Kekerasan untuk memantau dan menindak tegas setiap bentuk pelanggaran selama kegiatan berlangsung.

Sementara itu, dalam sambutan sekaligus pembukaannya, Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., secara resmi menyambut kedatangan para Tadulako Muda di kampus yang telah berakreditasi Unggul dan masuk dalam jajaran 35 perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Dalam arahannya, Prof. Amar menegaskan kembali visi UNTAD, yakni Unggul, Tangguh, dan Adaptif, sebagai landasan utama pengembangan kampus berbasis Kajian Lingkungan Kebumian Strategis.

“Kita harus unggul dalam capaian akademik, tangguh menghadapi kondisi wilayah kebumian kita, serta adaptif terhadap lingkungan dan kearifan lokal. Di era Artificial Intelligence (AI) saat ini, integritas, kejujuran, dan kepemimpinan tetap menjadi karakter utama yang tidak bisa digantikan oleh teknologi,” tuturnya.

Rektor Untad juga menekankan komitmen Untad dalam menyediakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh mahasiswa. Sebagai langkah nyata kepedulian terhadap lingkungan, Untad mencanangkan program “Satu Mahasiswa Satu Pohon”.

“Setiap mahasiswa baru diwajibkan menanam dan merawat satu pohon hingga menyelesaikan masa studinya. Selain itu, untuk mendukung efisiensi layanan akademik, kita juga mengoptimalkan tata kelola perkuliahan berbasis digital melalui aplikasi Siga 8 Mobile,” ungkapnya.