Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menggelar kunjungan resmi ke Universitas Tadulako (Untad) pada Selasa (30/6/2026). Kunjungan ini dilakukan dalam rangka Pemantauan dan Evaluasi (Monev) berkala terhadap pelaksanaan program, kegiatan, serta realisasi anggaran periode tahun 2025–2026.
Tim Monev Ditjen Dikti yang dipimpin oleh Doddy Tri Hardiyanto bersama lima anggota tim lainnya—Anugrah Tri Rizki, Sari Putri, Hanif Affandi Hartanto, Amri Luthfi Najih, dan Agus Komarudin telah tiba di Kampus Untad, Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu sejak pagi hari.





















Pertemuan yang berpusat di Ruang Rapat Laboratorium Terpadu tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Untad, Dr. Sc. Agr. Ir. Aiyen Tjoa, M.Sc., bersama jajaran tim pelaksana program universitas. Agenda utama evaluasi kali ini difokuskan pada peninjauan progres proyek Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) serta capaian Program Revitalisasi Perguruan Tinggi Negeri (PRPTN) untuk tahun anggaran 2025 dan 2026.
Dalam sambutannya, Ketua Tim Monev Ditjen Dikti, Doddy Tri Hardiyanto, menegaskan signifikansi dari agenda evaluasi berkala ini.
“Evaluasi ini sangat penting untuk memastikan seluruh serapan anggaran dan program kerja strategis nasional di lingkungan Untad berjalan sesuai dengan target, linimasa, serta ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Merespons hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Untad, Dr. Sc. Agr. Ir. Aiyen Tjoa, M.Sc., menyambut baik kedatangan tim kementerian. Ia juga menekankan pentingnya penguatan sinergi dan kolaborasi yang solid, khususnya dalam tata kelola dan pengelolaan keuangan program agar tetap akuntabel dan transparan.
Rangkaian kegiatan Monev ini sendiri dibagi ke dalam beberapa sesi. Sesi pertama diisi dengan pemaparan data serta diskusi mendalam mengenai capaian riil program SBSN dan PRPTN antara Tim Ditjen Dikti dan Tim Untad. Agenda kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan untuk meninjau langsung kualitas fisik dan progres pembangunan sarana-prasarana penunjang akademik dari kedua program strategis tersebut.
Melalui pemantauan langsung ini, pihak kementerian berharap infrastruktur pendidikan yang dibiayai oleh negara di Universitas Tadulako dapat dioptimalkan secara maksimal demi mendongkrak mutu pendidikan tinggi, khususnya di wilayah Sulawesi Tengah.
