Universitas Tadulako melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan Workshop Tata Kelola Riset Kerja Sama Luar Negeri: Kebijakan Access and Benefit Sharing (ABS) dan Mekanisme Perizinan Asing pada Kamis, (09/04). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat LPPM Universitas Tadulako, Lantai 3.
Workshop ini dihadiri oleh para dosen dan peneliti yang diundang dari berbagai fakultas di lingkungan Universitas Tadulako. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala LPPM Universitas Tadulako, Dr. Lukman, M.Hum dan dihadiri oleh para dosen di lingkungan Universitas Tadulako.









Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Universitas Tadulako, Dr.Sc.agr. Aiyen, M.Sc, selaku narasumber memaparkan berbagai kebijakan serta mekanisme yang perlu dipahami dalam pelaksanaan riset yang melibatkan mitra luar negeri.
Dalam pemaparannya, Dr. Aiyen menjelaskan bahwa kerja sama riset dengan lembaga atau peneliti dari luar negeri memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas penelitian, memperluas jejaring akademik internasional, serta mendorong peningkatan publikasi ilmiah bereputasi.
Namun demikian, pelaksanaan riset kerja sama internasional harus mengikuti berbagai ketentuan yang berlaku di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan pemanfaatan sumber daya genetik, keanekaragaman hayati, serta perlindungan terhadap pengetahuan tradisional.
Salah satu kebijakan yang menjadi perhatian dalam workshop ini adalah Access and Benefit Sharing (ABS). Kebijakan ini merupakan mekanisme yang mengatur akses terhadap sumber daya genetik serta pembagian manfaat yang diperoleh dari pemanfaatan sumber daya tersebut secara adil dan berkelanjutan.
Melalui kebijakan ABS, penelitian yang memanfaatkan sumber daya alam Indonesia diharapkan tidak hanya menghasilkan pengetahuan ilmiah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi negara dan masyarakat, termasuk dalam bentuk transfer teknologi, peningkatan kapasitas peneliti lokal, serta kerja sama pengembangan riset.
Selain kebijakan ABS, workshop ini juga membahas mekanisme perizinan bagi peneliti asing yang akan melakukan penelitian di Indonesia. Proses perizinan tersebut memerlukan koordinasi dengan berbagai lembaga terkait serta institusi mitra di Indonesia.
Perguruan tinggi, termasuk Universitas Tadulako, memiliki peran penting sebagai institusi mitra dalam memastikan bahwa kegiatan penelitian yang melibatkan peneliti asing dilaksanakan sesuai dengan regulasi nasional serta prinsip etika penelitian.
Melalui kegiatan workshop ini, LPPM Universitas Tadulako berharap para dosen dan peneliti dapat memahami secara lebih komprehensif tata kelola riset kerja sama internasional, sehingga kolaborasi penelitian dengan mitra luar negeri dapat berlangsung secara legal, transparan, dan memberikan manfaat bersama. Kiki
