Pada Senin pagi (30/03/ 2026), Pusat Pengabdian kepada Masyarakat dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tadulako menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Mahasiswa KKN Reguler dan Tematik Angkatan 115 Semester Genap Tahun Akademik 2026/2027. Kegiatan ini berlangsung di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako.
Sebanyak 219 mahasiswa mengikuti kegiatan pembekalan dengan mengangkat tema“Pemberdayaan Masyarakat Melalui Ketahanan Pangan, UMKM, Literasi Digital Berbasis Potensi Lokal dan Implementasi Eco-Campus Menuju Pembangunan Berkelanjutan”. Peserta terdiri atas 163 mahasiswa KKN Reguler, 28 mahasiswa KKN Kewirausahaan, serta 28 mahasiswa KKN Tematik Halal.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa akan ditempatkan di sejumlah daerah, di antaranya Kabupaten Donggala, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Sigi, Kabupaten Tojo Una-Una, serta Kota Palu khusus untuk KKN Tematik Halal. Selain itu, sebagian mahasiswa juga akan melaksanakan KKN berbasis kampus melalui program yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum, FKIP, LPPM, serta UPA Kewirausahaan.
Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat dan KKN LPPM Untad, Dr. Adrianton, S.P., M.P., dalam sambutannya menyoroti dinamika pelaksanaan KKN yang terus berkembang. Ia menyampaikan bahwa minat mahasiswa dalam mengikuti KKN dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan kondisi akademik mahasiswa.
“Kami melihat tren mahasiswa, semoga ada peningkatan di kegiatan MBKM, karena sejak awal Januari banyak mahasiswa yang memprogramkan kegiatan MBKM, baik yang didanai maupun mandiri. Di sisi lain, terdapat juga mahasiswa yang menunda pelaksanaan KKN,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa ke depan, pelaksanaan KKN akan terus dikembangkan dengan berbagai model yang lebih fleksibel dan kolaboratif, termasuk peluang pelaksanaan KKN pada masa libur semester serta kerja sama dengan perguruan tinggi lain.












Sementara itu, Ketua LPPM Universitas Tadulako, Dr. Lukman Nadjamuddin, M.Hum., menegaskan bahwa KKN merupakan mata kuliah wajib yang harus ditempuh oleh seluruh mahasiswa.
“KKN merupakan mata kuliah wajib universitas, sehingga tidak ada pilihan untuk tidak mengikutinya,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga nama baik universitas selama berada di tengah masyarakat, serta menjunjung tinggi kebersamaan dalam kelompok.
“Jaga kebersamaan sesama anggota kelompok. Apabila terdapat perbedaan pendapat, selesaikan secara internal tanpa menimbulkan dampak di masyarakat,” pesannya.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Universitas Tadulako, Prof. Dr. M. Rusydi H., M.Si., menekankan pentingnya KKN sebagai wujud nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat.
“Pengabdian kepada masyarakat merupakan ujung dari peran perguruan tinggi, sehingga universitas tidak hanya menjadi menara gading, tetapi hadir sebagai bagian dari masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa KKN menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh selama perkuliahan.
“KKN merupakan bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi. Mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari secara langsung di tengah masyarakat,” tutupnya. Mutia/AA
