Wisuda ke-138, Untad Perkuat Peran Perguruan Tinggi dalam Pembangunan dan Ketahanan Pangan

Bertempat di Gedung Auditorium Prof. Drs. H. Aminuddin Ponulele Untad, Kamis (20/8/2026), Universitas Tadulako menyelenggarakan Rapat Senat Terbuka Luar Biasa dalam rangka Wisuda ke-138 yang dirangkaikan dengan Dies Natalis ke-45. Kegiatan ini menghadirkan Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, M.P., sebagai orator ilmiah dan diikuti oleh pimpinan Untad, wisudawan beserta pendamping, serta dihadiri oleh unsur Forkopimda dan para tamu undangan lainnya.

Kegiatan secara resmi dibuka langsung oleh Ketua Senat Untad, Prof. Dr. Djayani Nurdin, S.E., M.Si., yang dalam laporannya menyampaikan bahwa Wisuda Angkatan 138 ini diikuti oleh sebanyak 1.018 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan. Lulusan tersebut tersebar di 11 fakultas dan Program Pascasarjana, dengan sebaran terbanyak berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan sebanyak 202 orang, disusul Fakultas Teknik 179 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 121 orang, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 112 orang, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 109 orang. Sementara itu, Fakultas Hukum meluluskan 63 orang, Fakultas Pertanian 61 orang, Fakultas Kesehatan Masyarakat 45 orang, Fakultas Peternakan dan Perikanan 37 orang, Fakultas Kedokteran 36 orang, Fakultas Kehutanan 35 orang, dan Program Pascasarjana sebanyak 18 orang.

Dalam pesan almamater, Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Ar. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., mengingatkan para wisudawan agar tidak menjadikan kegagalan sebagai alasan untuk berhenti berjuang. Menurut Rektor, kegagalan justru dapat menjadi informasi penting untuk menentukan langkah yang lebih baik dalam menghadapi berbagai persoalan.

“Jangan berhenti, belajar dari kegagalan, perbaiki langkah dan terus bergerak karena dunia tidak membutuhkan lulusan yang takut gagal. Dunia membutuhkan manusia yang berani mencoba, mau belajar, mau beradaptasi dan tetap berintegritas selama melangkah,” ujar Rektor.

Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa Untad tidak hanya berkomitmen dalam penguatan pendidikan dan kapasitas akademik, tetapi juga terus mendorong pengembangan riset dan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Salah satu fokus utamanya adalah penguatan ketahanan pangan sebagai bagian dari kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional.

“Bagi Universitas Tadulako, ketahanan pangan bukan hanya sebuah wacana. Untad sudah bergerak,” tegas Prof. Amar.

Tidak hanya itu, Prof Amar juga memaparkan sejumlah langkah konkret Untad dalam mendukung program ketahanan pangan, di antaranya keterlibatan dalam program swasembada pangan melalui penanaman jagung serentak dan pemanfaatan lahan perhutanan sosial di Kabupaten Sigi pada 2025. Komitmen tersebut berlanjut melalui KKN Kolaborasi Untad bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kabupaten Donggala yang mengusung tema ketahanan pangan, ekonomi regeneratif, zero waste, serta blue economy.

Sejalan dengan komitmen tersebut, Menteri Pertanian Republik Indonesia, Dr. Ir. Andi Amran Sulaiman, M.P., hadir menyampaikan orasi ilmiahnya. Mentan mendorong para lulusan Untad untuk tidak hanya berorientasi sebagai pencari kerja (job seeker), melainkan mampu menciptakan peluang dan lapangan kerja (job creator). Menurutnya, potensi sumber daya alam Indonesia yang melimpah harus dimanfaatkan secara optimal oleh keberanian generasi muda.

“Anak-anakku, Anda ini alumni. Enggak usah mencari kerja, ciptakan pekerjaan, ciptakan peluang. Pasti bisa. Indonesia ini subur,” ujarnya.

Menteri Pertanian juga mengingatkan agar para alumni tidak takut menghadapi kegagalan dalam proses membangun karier maupun usaha. Keberhasilan tidak dapat dicapai secara instan, melainkan membutuhkan proses, pengalaman, serta keberanian dalam menyelesaikan persoalan nyata di tengah masyarakat.

Melalui momentum Wisuda ke-138 dan Dies Natalis ke-45 ini, Untad kembali menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan stakeholders lainnya. Integrasi antara pesan Rektor dan orasi Menteri Pertanian ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi para alumni untuk terus belajar, beradaptasi, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.