Dorong transformasi tata kelola serta pencapaian SAKIP dan IKU Tahun 2026, Universitas Tadulako (Untad) adakan kegiatan Pendampingan Penyusunan dan Penguatan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Universitas Tadulako serta Pencapaian Target Indikator Kinerja Utama (IKU) Universitas Tadulako Tahun 2026 yang berlangsung pada 11–12 Juni 2026 di Hotel Santika Palu. Kegiatan ini diikuti oleh para pimpinan fakultas, wakil dekan, koordinator program studi, perwakilan unit kerja, serta unsur terkait di lingkungan Universitas Tadulako.
Kegiatan ini menghadirkan Muhammad Antoni Fauzi, Ketua Tim Akuntabilitas Biro Perencanaan dan Kerja Sama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), sebagai narasumber yang memberikan pendampingan teknis mengenai penguatan implementasi SAKIP dan strategi pencapaian target IKU di Universitas Tadulako.
























Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Universitas Tadulako, Dr. Sc. Agr. Ir. Aiyen Tjoa, M.Sc., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan sistem perencanaan dan akuntabilitas kinerja guna meningkatkan kualitas tata kelola serta kinerja institusi.
Dr. Aiyen menyampaikan bahwa pada tahun 2026 Untad menargetkan peningkatan nilai SAKIP dari kategori A menjadi AA, sesuai target yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Ia menjelaskan bahwa sejak tahun 2023 Untad berhasil mempertahankan predikat A, namun peningkatan nilai yang dicapai setiap tahunnya masih belum signifikan.
“Universitas Tadulako saat ini berada pada nilai 81,95. Pada tahun 2026, target minimal yang harus dicapai adalah angka 90 untuk memperoleh predikat AA. Ini merupakan tantangan besar yang harus kita emban bersama,” ujarnya.
Menurutnya, pencapaian target tersebut tidak hanya bergantung pada pelaporan, tetapi harus dimulai dari proses perencanaan yang matang, berbasis tujuan yang jelas, serta memiliki indikator keberhasilan yang terukur. Ia menekankan bahwa setiap unit kerja perlu menyusun program dan anggaran yang benar-benar mendukung pencapaian kinerja institusi.
“Perencanaan tidak boleh sekadar menyusun daftar kegiatan. Harus jelas target yang ingin dicapai oleh setiap unit kerja dan bagaimana strategi untuk mencapainya. Kegiatan yang dilaksanakan harus berkontribusi langsung terhadap peningkatan kinerja universitas,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Aiyen juga mengingatkan pentingnya pemahaman seluruh sivitas akademika terhadap target Indikator Kinerja Utama (IKU) yang telah ditetapkan melalui kontrak kinerja antara rektor dan kementerian. Ia menjelaskan bahwa target IKU bukan merupakan usulan dari universitas, melainkan amanah yang harus dipenuhi oleh seluruh unit kerja.
Lebih lanjut, Dr. Aiyen juga mengajak seluruh pimpinan unit kerja untuk menjadikan penguatan SAKIP dan pencapaian IKU sebagai tanggung jawab bersama. Menurutnya, keberhasilan universitas dalam meningkatkan kualitas tata kelola dan kinerja hanya dapat dicapai melalui komitmen kolektif seluruh elemen institusi.
“Mari kita bersama-sama memajukan Universitas Tadulako. Akuntabilitas bukan hanya soal administrasi, tetapi tentang bagaimana kita merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi, memonitor, dan melaporkan seluruh program secara konsisten untuk menghasilkan kinerja terbaik bagi universitas,” tuturnya.
Pada sesi akhir kegiatan, Rektor Untad Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., Asean Eng. turut memberikan sejumlah masukan dan arahan kepada seluruh peserta sebelum secara resmi menutup rangkaian kegiatan pendampingan. Prof Amar menekankan pentingnya ketepatan dalam penyusunan program dan penganggaran agar seluruh rencana kerja yang disusun benar-benar mampu menjawab kebutuhan institusi serta mendukung pencapaian target kinerja yang telah ditetapkan.
“Setiap unit kerja perlu memperhatikan keseimbangan antara alokasi sumber daya yang tersedia dengan hasil yang ingin dicapai, sehingga program yang dilaksanakan dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kinerja universitas. Berapa keseimbangannya, berapa isi yang diinginkan, yang kira-kira betul-betul tepat sasaran sesuai dengan yang diinginkan,” ujar Rektor dalam arahannya.
