Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tahun 2026 yang berlangsung sejak 21 hingga 30 April secara umum berjalan lancar tanpa kendala berarti. Hal ini disampaikan oleh berbagai pihak yang terlibat dalam pengawasan dan pelaksanaan ujian, termasuk perwakilan Ombudsman dan koordinator pelaksana di lapangan.
Perwakilan Ombudsman Sulawesi Tengah, Susiyanti, menyampaikan harapannya agar seluruh rangkaian UTBK dapat berlangsung secara jujur dan adil. Ia menegaskan pentingnya menjaga integritas pelaksanaan ujian agar tidak terjadi kecurangan.
“Kami berharap pelaksanaan UTBK ini berjalan dengan baik, sehingga tidak ada kecurangan yang merugikan calon mahasiswa. Semua peserta memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan terbaik sesuai yang diinginkan,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Pelaksana UTBK, Afdiyanti, mengungkapkan bahwa hingga hari terakhir pelaksanaan, tidak ditemukan adanya kecurangan maupun penjadwalan ulang (reschedule). Ia juga memastikan bahwa seluruh proses ujian berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
“Sejauh ini tidak ada reschedule, tidak ada kecurangan, dan pelaksanaan berjalan sesuai prosedur. Kehadiran peserta juga sangat tinggi, berkisar antara 95 hingga 97,5 persen setiap harinya,” jelas Afdiyanti.
Ia menambahkan, hanya terdapat satu kasus peserta yang mengalami gangguan kesehatan ringan akibat tidak sarapan. Namun, peserta tersebut telah mendapatkan penanganan di ruang medis dan tetap dapat mengikuti ujian hingga selesai.
Selain itu, sempat terjadi gangguan listrik pada salah satu sesi, namun kondisi tersebut dapat segera diatasi tanpa mengganggu jalannya ujian secara keseluruhan. Tidak ada penambahan sesi sebagai dampak dari insiden tersebut.













Menariknya, panitia juga menemukan beberapa peserta yang masih belum terbiasa menggunakan komputer, khususnya dalam mengoperasikan mouse. Untuk mengatasi hal tersebut, panitia menyediakan sesi latihan sebelum ujian dimulai.
“Ada beberapa peserta yang baru pertama kali menggunakan komputer. Tapi kami sudah siapkan sesi latihan agar mereka bisa menyesuaikan diri,” tambahnya.
Dari sisi pengawasan, fasilitas penunjang seperti CCTV juga dipastikan berfungsi dengan baik selama pelaksanaan ujian. Kehadiran Ombudsman dalam monitoring dan evaluasi (monev) turut memastikan bahwa seluruh proses berjalan transparan dan sesuai aturan.
Dengan capaian kehadiran yang hampir menyentuh 100 persen serta minimnya kendala teknis maupun non-teknis, pelaksanaan UTBK 2026 dinilai sukses dan kondusif hingga sesi terakhir.
“Alhamdulillah, sesi terakhir berjalan lancar tanpa hambatan. Semoga hasilnya juga memberikan yang terbaik bagi seluruh peserta,” tutup Afdiyanti.
Keberhasilan pelaksanaan UTBK tahun ini diharapkan dapat menjadi cerminan komitmen bersama dalam menjaga kualitas, transparansi, dan keadilan dalam proses seleksi masuk perguruan tinggi, sekaligus memberikan kepercayaan bagi masyarakat terhadap sistem pendidikan nasional. AA/Adit
