Rektor Untad Bahas Kolaborasi KKN Tematik Bersama ATR/BPN untuk Mendukung Penataan Data Pertanahan di Sulawesi Tengah

  • Post author:

Bertempat di Ruang Rektor Gedung Rektorat, Prof. Dr. Ir. Amar, ST.,MT.,IPU.,ASEAN Eng., selaku Rektor Universitas Tadulako menerima kunjungan Tenaga Ahli Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Bidang Ekonomi Pertanahan, Dedi Noor Cahyanto, bersama Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sulawesi Tengah, Indera Imanuddin, S.H., M.H., QCRO, serta Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil BPN Provinsi Sulawesi Tengah, Irma Winarmi S., S.H., M.H., dalam rangka membahas peluang kolaborasi pengembangan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik yang berfokus pada penataan administrasi dan data pertanahan di Sulawesi Tengah.

Dalam pertemuan pada Rabu (29/07/2026) sore, Rektor Universitas Tadulako menyampaikan gagasannya mengenai penguatan pola KKN tematik yang lebih terarah dan berbasis kompetensi. Menurutnya, pelaksanaan KKN ke depan dapat diarahkan agar setiap dosen membimbing mahasiswa sesuai bidang keahliannya, sehingga penyelesaian berbagai persoalan di masyarakat, termasuk bidang pertanahan, dapat dilakukan secara lebih efektif dan berkelanjutan.

Rektor juga menekankan pentingnya pembenahan data spasial dan administrasi pertanahan yang selama ini masih menghadapi berbagai tantangan, seperti ketidaksesuaian batas wilayah, perbedaan data administratif dengan hasil pemetaan digital, hingga belum optimalnya informasi kepemilikan lahan. Menurutnya, pemanfaatan teknologi menjadi salah satu kunci untuk menghasilkan data yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan pembangunan daerah.

Menanggapi hal tersebut, Dedi Noor Cahyanto menjelaskan bahwa Kementerian ATR/BPN tengah mengembangkan pendekatan kolaboratif melalui program KKN Tematik yang melibatkan perguruan tinggi. Program tersebut dirancang untuk mendukung percepatan digitalisasi data pertanahan sekaligus meningkatkan literasi masyarakat mengenai administrasi pertanahan dan legalitas aset.

Ia menjelaskan bahwa mahasiswa yang dilibatkan akan berasal dari program studi yang memiliki kompetensi relevan, seperti Teknik Sipil, Teknik Geodesi, Geografi, Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), serta bidang lain yang mendukung pekerjaan pemetaan spasial. Sebelum diterjunkan ke lapangan, mahasiswa akan memperoleh pembekalan teknis maupun nonteknis melalui sistem pembelajaran yang telah disiapkan Kementerian ATR/BPN.

Dalam implementasinya, mahasiswa tidak hanya melakukan pemetaan bidang tanah secara digital, tetapi juga mengumpulkan informasi mengenai status kepemilikan, penguasaan, penggunaan, dan pemanfaatan lahan. Seluruh data tersebut akan diunggah ke sistem ATR/BPN untuk diverifikasi dan diintegrasikan ke dalam platform digital Bumi ATR, sehingga dapat menjadi basis informasi pertanahan yang lebih transparan dan mudah diakses.

Selain pekerjaan teknis, mahasiswa juga akan berperan sebagai agen edukasi dan literasi pertanahan. Mereka akan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai berbagai layanan digital ATR/BPN, termasuk cara memanfaatkan platform Bumi ATR dan aplikasi Sentuh Tanahku untuk mengetahui informasi kepemilikan maupun data bidang tanah secara lebih mudah. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya legalitas aset serta meminimalkan potensi sengketa pertanahan.

Pembahasan juga menyoroti pentingnya pelaksanaan program secara bertahap dengan menetapkan wilayah prioritas. Pendekatan tersebut dinilai lebih efektif dibandingkan penyebaran mahasiswa ke banyak lokasi sekaligus, sehingga setiap kelurahan dapat diselesaikan secara tuntas sebelum diperluas ke wilayah lainnya.

Melalui sinergi antara Universitas Tadulako dan Kementerian ATR/BPN, diharapkan KKN Tematik tidak hanya menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam mendukung penataan data pertanahan, meningkatkan transparansi informasi spasial, serta memperkuat tata kelola pertanahan di Provinsi Sulawesi Tengah. AA