Dilaksanakan pada Jumat (11/09/2026) pagi, Universitas Tadulako menggelar Orasi Ilmiah bertajuk “Kewirausahaan sebagai Pilar Inovasi, Kemandirian, dan Daya Saing Bangsa di Era Global” bertempat di Aula Baru Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako. Kegiatan ini menghadirkan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI sekaligus Ketua Umum PB PELTI, Prof. Dr. H. A. M. Nurdin Halid, sebagai pembicara utama.
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Tadulako, Prof. Dr. Ir. Ar. Amar, S.T., M.T., IPU., Asean Eng., menegaskan pentingnya peran strategis perguruan tinggi dalam mencetak generasi muda yang memiliki jiwa kewirausahaan dan kemandirian ekonomi. Menurut Rektor, kampus tidak boleh lagi sekadar menjadi tempat untuk mencari gelar akademis semata, melainkan harus bertransformasi menjadi pusat inovasi dan pemikiran kritis.
Rektor juga menekankan bahwa penguasaan soft skill dan teknologi digital menjadi kunci agar para mahasiswa tidak hanya berfokus menjadi pencari kerja (job seeker), tetapi mampu bertransformasi menjadi pencipta lapangan kerja (job creator) yang berdaya saing global. Melalui optimalisasi potensi lokal dan pemanfaatan bonus demografi, perguruan tinggi diharapkan mampu memperkuat sektor UMKM serta membangun ekonomi rakyat yang inklusif dan berkelanjutan di tengah tantangan kapitalisme global.
Usai sambutan Rektor, acara dilanjutkan dengan pemaparan orasi ilmiah oleh Prof. Dr. H. A. M. Nurdin Halid yang mempresentasikan materi berjudul “Kapitalisme Rakyat & Negara Versus Kapitalisme Global (Pasar) – Jalan Ideologis Menuju Indonesia Emas 2045”. Dalam paparannya, beliau menguraikan landasan ideologis pembangunan nasional berdasarkan Ekonomi Pancasila dan Pasal 33 UUD 1945 serta menyoroti pertarungan ideologi ekonomi di era modern antara dominasi modal global dengan kedaulatan ekonomi nasional.































Konsep Kapitalisme Rakyat diwujudkan melalui penguatan koperasi dan Koperasi Desa/Kelurahan (KDKMP) agar kepemilikan modal dan manfaat ekonomi dapat tersebar merata hingga ke tingkat desa. Di sisi lain, Kapitalisme Negara diwujudkan melalui penguasaan sektor-sektor strategis oleh negara lewat BUMN dan badan pengelolaan investasi seperti Danantara demi kemakmuran rakyat, yang disempurnakan melalui percepatan hilirisasi sumber daya alam.
Prof. Nurdin Halid juga mengingatkan berbagai tantangan yang sedang dihadapi bangsa, baik masalah ketimpangan domestik maupun krisis geopolitik global. Oleh karena itu, sinergi antara kebijakan ekonomi nasional yang berkeadilan dan partisipasi aktif generasi muda menjadi syarat mutlak agar bonus demografi periode 2025–2040 dapat dimaksimalkan dengan baik. Menutup orasi ilmiah tersebut, para mahasiswa Universitas Tadulako didorong untuk menjadi agen perubahan (agent of change) yang aktif mengawal Ekonomi Pancasila, serta senantiasa berinovasi untuk memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
