Perkuat Tata Kelola Laboratorium, Untad Laksanakan FGD Pemetaan dan Pembenahan Unit Laboratorium

Sebagai langkah strategis dalam memperkuat tata kelola laboratorium di lingkungan kampus, Universitas Tadulako terus melakukan evaluasi menyeluruh sekaligus merumuskan arah pengembangan laboratorium yang lebih terintegrasi, profesional, dan berdaya saing. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Pemetaan Profil dan Pembenahan Unit Laboratorium Lingkup Untad” yang resmi dibuka pada Rabu, 25 Februari 2026.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 25–26 Februari 2026, ini dihadiri langsung oleh Rektor Untad, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kepala UPA Laboratorium Terpadu, serta para kepala dan pengelola unit laboratorium dari berbagai fakultas.

Dalam sambutannya Rektor universitas Tadulako, Prof .Dr. Ir. Amar ,S.T.,M.T.,IPU., ASEAN Eng, menegaskan bahwa laboratorium merupakan aset bersama yang harus dikelola secara terintegrasi dan profesional. Menurutnya, penyusunan profil laboratorium menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh potensi, fasilitas, serta sumber daya manusia dapat dimanfaatkan secara maksimal.

“Keberadaan laboratorium itu jangan dimaknai hanya milik satu fakultas. Selama berada di lingkungan universitas, maka itu adalah milik bersama dan bisa dimanfaatkan oleh seluruh sivitas akademika.”pungkasnya.

Tidak hanya itu, Rektor Untad juga menekankan pentingnya inventarisasi menyeluruh, mulai dari status kelembagaan, kapasitas layanan, jumlah dan kompetensi SDM, hingga peralatan utama dan tingkat pemanfaatannya. Seluruh data tersebut nantinya akan diintegrasikan dalam sistem digital universitas guna mendukung transparansi dan efisiensi pengelolaan.

“Kita harus melakukan inventarisasi secara menyeluruh, mengklasifikasikan laboratorium, lalu menyusun database terintegrasi berbasis digital. Dengan begitu transparansi dan efisiensi bisa kita wujudkan.”tuturnya.

Selain inventarisasi, standarisasi dan tata kelola juga menjadi fokus utama. Penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang seragam, sistem manajemen mutu, hingga aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) ditekankan sebagai bagian penting dalam meningkatkan kualitas laboratorium.

“Standarisasi dan tata kelola itu mutlak. SOP harus jelas, alurnya seragam, dan aspek K3 menjadi prioritas utama,”imbuhnya.
Di akhir arahannya, Rektor Untad juga mengingatkan pentingnya efisiensi dalam pengadaan alat agar tidak terjadi duplikasi pembelian yang dapat membebani anggaran.

Dalam sesi FGD ini juga, dibahas pula pentingnya sistem digital untuk memantau kondisi peralatan laboratorium yang disampaikan langsung oleh Kepala Unit Pelaksana Akademik (UPA) Laboratorium Terpadu Untad Dr.sc.agr. Ir. Henry N. Barus, M.Sc. Setiap unit diharapkan dapat melakukan pembaruan data secara berkala, termasuk pelaporan kerusakan alat agar dapat segera ditindaklanjuti.

“Selain pembaharuan data secara berkala, optimalisasi SDM laboratorium itu penting. Harus jelas job description-nya, harus ada pelatihan dan sertifikasi. Jangan sampai ada yang bekerja tanpa kompetensi yang terstandar.”ujarnya.

Pertemuan ini juga menyoroti persoalan sarana-prasarana seperti ketersediaan air, listrik, internet, pengelolaan limbah, serta sistem administrasi dan pembayaran layanan laboratorium.

Melalui agenda ini, Untad menargetkan terwujudnya sistem pengelolaan laboratorium yang modern, transparan, terstandarisasi, dan berbasis digital. Profil laboratorium yang dihasilkan nantinya akan menjadi dasar penyusunan program prioritas guna mendukung optimalisasi operasional praktikum dan riset di lingkungan universitas. adit/ST