Workshop International Office Untad Hadirkan Pemateri Asal University of Washington

Workshop International Office Untad Hadirkan Pemateri Asal University of Washington

Bertempat di Theater Room Universitas Tadulako, Workshop kerjasama antara International Office Untad dan University of Washington di gelar pada Rabu (23/01/2019) Siang dengan mengangkat tema “ Global Partnership in Field Training and Outreach Education : Promoting Human Primate ” yang dihadiri oleh Para Akademisi dan Mahasiswa Untad dari berbagai fakultas.

Dalam sambutannya,  Prof. Dr. Ir. Marsetyo M.Sc.Ag, Ph.D selaku Kepala iO Untad mengapresiasi kehadiran Prof. Randall C Kyes, Ph.D dalam workshop iO diawal tahun 2019.

“ Kami dari Universitas Tadulako sangat senang bisa menyambut kembali kehadiran Prof. Randall ditengah tengah kita semua saat ini. Beliau merupakan Direktur Pusat untuk Global Field Study University of Washington sekaligus Pakar dalam bidang Primata secara Global. Seperti kita ketahui bersama, University of Washington merupakan perguruan tinggi bergengsi asal Amerika Serikat yang lokasinya berada di Kota Seatlle yang merupakan kota lahirnya Microsoft. Semoga pemaparan Prof. Randall dapat disimak dengan baik oleh para peserta yang hadir saat ini.” Papar Prof. Marsetyo.

Dalam materinya, Prof. Randall C Kyes, Ph.D selaku Speaker Workshop banyak memaparkan negara Indonesia yang memiliki banyak spesies Primata yang dilindungi. Sayangnya, banyak kasus yang terjadi dimana Manusia dan Primata tidak hidup berdampingan dengan baik yang mempengaruhi pertumbuhan jumlah primata.

“ Di Manado tepatnya di area Tangkoko, masih banyak hewan primata seperti Yaki yang dikonsumsi oleh masyarakat setempat. Hal tersebut sangat berpengaruh dengan jumlah populasi mereka yang terus menurun. Bahkan tidak sedikit primata yang menjadi cacat akibat jebakan yang dibuat masyarakat setempat saat primata berhasil meloloskan diri. Sehingga sejak tahun 2001, kami kemudian melakukan program edukasi untuk masyarakat setempat agar tidak mengonsumsi primata karena jumlah mereka yang terus berkurang. Kami pun mendidik anak-anak mereka agar menyayangi primata dan menjaga populasi nya.”

“ Program Pemeliharaan populasi Primata terus berlanjut hingga saat ini. Ada momen luar biasa yang terjadi sepanjang program ini berlangsung. Banyak anak-anak sekolah yang kami didik di awal program ini tumbuh dewasa dan sekarang menjadi bagian dalam program kami untuk menjaga keberlangsungan primata. Selain memelihara populasi primata, banyak dari mereka merasakan manfaat secara ekonomi karena banyaknya wisatawan mancanegara yang datang untuk melihat primata dan mereka menjadi pemandu wisatanya. Kedepan saya berharap hal tersebut terjadi di Sulawesi Tengah yang juga memiliki spesies primata endemik untuk di jaga populasinya agar tetap terkontrol.” Jelas Prof. Randall.

Dalam materi lainnya, ada contoh kasus yang berbeda terjadi di Thailand. Disana populasi Primata menjadi membludak akibat kebiasaan masyarakat yang terus memberi makan mereka sehingga populasi mereka menjadi bertambah sampai tidak terkendali. Para primata juga mulai meresahkan warga sekitar karena terkadang primata menjadi agresif dan cukup berbahaya. Edukasi menjadi hal yang sangat vital agar kehidupan primata dan manusia bisa tetap terjaga dan bisa saling berdampingan dengan rukun.

Workshop kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan ditutup dengan foto bersama. AA

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.