Oktober 23, 2020

Untad Lepas Dua Tim Pendata Mahasiswa Terdampak Banjir di Wilayah Kab. Parimo & Masamba – SulSel

Untad Lepas Dua Tim Pendata Mahasiswa Terdampak Banjir di Wilayah Kab. Parimo & Masamba – SulSel

Merespon wilayah terdampak bencana banjir yang terjadi di Kabupaten Parigi Moutong dan wilayah Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Rabu (22/7/2020) pagi bertempat di Ruang Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Mahfudz, MP selaku Rektor bersama Dr. Ir. Sagaf, MP selaku Wakil Rektor bidang kemahasiswaan menerjunkan dan melepas secara resmi dua tim di kedua wilayah tersebut untuk melakukan pendataan terhadap mahasiswa Untad yang terdampak bencana banjir.

Pendataan dilakukan terkait inisiatif Untad untuk memberikan keringanan/pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) serta Bantuan UKT, bagi mahasiswanya yang terdampak bencana banjir di dua wilayah terdampak bencana tersebut.

Rektor Untad, Prof. Dr. Ir, Mahfudz, MP menuturkan bahwa pendataan ini sendiri merupakan bentuk respon dari Untad terhadap bencana yang terjadi, baik itu bencana 28 September 2018, pandemi Covid-19, serta yang terbaru, bencana banjir yang melanda wilayah Parigi Moutong dan Masamba. Beliau berharap kedua tim yang turun dapat bekerja secara maksimal sehingga mahasiswa yang terdampak bencana bisa menerima manfaat dari pendataan yang dilakukan serta tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.

Sementara itu Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan, Dr. Ir. Sagaf, MP mengatakan bahwa kedua tim yang diterjunkan ke lokasi bencana tersebut akan melakukan pendataan terhadap mahasiswa yang terdampak bencana banjir. Pendataan ini dilakukan untuk melihat bagaimana dampak bencana tersebut terhadap mahasiswa Untad, juga untuk berkomunikasi dengan pemerintah setempat, dalam hal ini, Bupati, camat, hingga kepala desa, untuk keperluan pemenuhan persyaratan keringanan/pembebasan UKT serta bantuan UKT.

“Nantinya dari pendataan ini akan dilihat, berapa banyak mahasiswa yang masuk ke dalam kluster keringanan/pembebasan UKT, serta berapa yang masuk dalam kluster bantuan UKT. Selain mendata, tim ini nantinya akan berkomunikasi dengan pemerintah daerah setempat, khususnya kepala desa, untuk kepentingan pemenuhan persyaratan keringanan/pembebasan UKT serta bantuan UKT tersebut,” jelasnya.

Kedua tim yang dibentuk oleh Wakil Rektor Untad bidang Kemahasiswaan, Dr. Ir. Sagaf, MP nantinya akan bertugas selama lima hari untuk melakukan pendataan di lokasi terdampak bencana sekaligus menjalin komunikasi dengan pemerintah setempat. AA

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: No Right Klik and Copy!!