Desember 08, 2021

Temui Rektor Untad, Kepala BPPW Sulteng Bahas Percepatan Rehab Rekon Untad

Temui Rektor Untad, Kepala BPPW Sulteng Bahas Percepatan Rehab Rekon Untad

Pada hari Senin (18/10/2021), Prof. Dr. Ir. Mahfudz, MP selaku Rektor Universitas Tadulako beserta jajaranya menerima kunjungan dari Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Tengah, Sahabuddin diruang kerja rektor. Dalam pertemuan itu, keduanya membahas terkait percepatan rehab rekon sejumlah gedung diuntad yang rusak akibat bencana salam 28 September 2018 lalu.

Rektor Untad dalam kesempatan itu menyampaikan langsung aspirasinya kepada Kepala BPPW Sulteng yang baru saja menjabat untuk mendiskusikan kembali terkait percepatan rehab rekon diuntad.

“Kami meminta bantuan untuk menyampaikan aspirasi ini langsung ke pemerintah pusat, berkaitan dengan rehab rekon diuntad,” kata Rektor.

Menurutnya rencana rehab rekon diuntad harus secepatnya menemui titik terang karena pembelajaran tatap muka rencananya akan berlangsung dalam waktu dekat, sehingga harus membutuhkan fasilitas penunjang seperti ruang kelas.

“Orang juga sudah tanya-tanya ini, sudah dua tahun tapi belum dibenahi. Makanya kami berharap agar ada jawaban sudah dari pusat dan ini secepatnya bisa dibangun kembali,” harap Rektor.

Sementara itu, Kepala BPPW Sulteng, Sahabbudin mengatakan dalam rangka percepatan rehab rekon diuntad ditahap II sekitar 44 gedung yang akan dibangun, 19 diantaranya merupakan bangunan baru dan sisanya bangunan yang direhab kembali. Diakuinya dalam mengolah bantuan dari World Bank, banyak kriteria yang harus dipenuhi.

“Memang karena perencanaanya dibuat teman teman di Jakarta, dan sekarang ini sudah selesai dan sisa menunggu persetujuan dari World Bank. Setelah itu baru kita lelang. Target kita tahun ini 44 bangunan itu sudah bisa dilelang,” sebutnya.

Sahabuddin juga mengungkapkan tengah berupaya agar secepatnya pembangunan gedung diuntad bisa dilaksanakan. Hal tersebut juga merujuk pada kebijakan pemerintah yang kini telah melonggarkan aktivitas belajar mengajar dengan tatap muka.

“Untuk sementara ada juga gedung-gedung yang kita sudah rehab, hanya saja belum 100 persen, kami dari BPPW Sulteng akan berupaya terus. Struktur bangunan diuntad nantinya akan didesain menjadi bangunan anti gempa, karena disini (Kota Palu) rawan gempa,” tandasnya.

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: No Right Klik and Copy!!