June 19, 2021

Prodi Magister Ilmu – Ilmu Pertanian Untad Gelar Workshop Revitalisasi Kurikulum

Prodi Magister Ilmu – Ilmu Pertanian Untad Gelar Workshop Revitalisasi Kurikulum

Bertempat di Hotel Best Western Palu, acara “Workshop Revitalisasi Kurikulum Prodi Magister Ilmu Ilmu Pertanian Pascasarjana Universitas Tadulako” digelar pada Sabtu (05/06/2021) Pagi dengan menghadirkan Prof. Ir. I Made Supartha Utama, M.S.,Ph.D selaku Narasumber Tim Pengembang Kurikulum Pendidikan Tinggi Direktorat BELMAWA sebagai speaker/pemateri via zoom.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Shahabuddin, M.Si selaku Koord. Program Studi Magister Ilmu – Ilmu Pertanian memaparkan pencapaian prodi Magister Ilmu Ilmu pertanian Untad.

“ Prodi ilmu Ilmu Pertanian dalam 5 tahun terakhir telah memiliki akreditasi magister yang sudah diperpanjang dengan nilai “B”. Selain itu, rata –rata mahasiswa yang kami terima dalam 3 tahun terakhir sebanyak 33 orang yang untuk tahun ini berkisar 15 orang dan semoga ada tambahannya. Alumni nya hingga saat ini sudah sebanyak 155 orang dari tahun 2017 – 2020  dengan ipk rata- rata 3,8 yang artinya daya serap dari mahasiswa sudah lumayan bagus. Performa masa studi mahasiswa rata rata 2 tahun 3 bulan 1 hari namun presentasi mahasiswa lulus kurang dari 2 tahun sekitar 40 % sehingga perlu kita lakukan evaluasi dan meninjau kurikulum kita. Dosennya sekarang terdata sekitar 79 orang dan kami melayani sekitar 144 mahasiswa sampai tahun ajaran ini. Dari penilaian mahasiswa untuk dosennya dari 1 – 5 mendapatkan nilai rata rata 4.4 bahkan ada yang hampir 5. Untuk jumlah SKS, prodi kita masih sebanyak 44 SKS sementara kebijakan dari Dikti bisa 36 SKS saja. Nantinya kita akan bahas lebih lanjut untuk meringkas kurikulum kita ini.” Papar Prof. Shahabuddin.

Dikesempatan yang sama, Prof. Dr. Ir. Alam Anshary, M.Si.,IPU.,ASEAN Eng selaku Direktur Pascasarjana Untad menuturkan tentang pentingnya merevitalisasi kurikulum ditengah perkembangan ilmu pengetahuan yang kian pesat.

“ Kurikulum ilmu ilmu pertanian perlu di revitalisasi karena perkembangan ilmu pengetahuan yang pesat serta dinamika budaya dalam masyarakat luar biasa cepat sehingga kita diperguruan tinggi harus bisa menyesuaikan yang salah satu caranya adalah dengan revitalisasi kurikulim untuk menghasilkan alumni magister ilmu ilmu pertanian yang berkualitas. Revitalisasi kurikulum adalah suatu proses atau cara untuk lebih menghidupkan kurikulim yang telah digunakan sehingga lebih fresh, penting dan terbedayakan yang outputnya lulusan dapat bersaing didunia kerja. Kegiatan ini ada alasan yuridisnya salah satunya UUD no 12 tahun 2012 dan yang terbaru sehingga sangatlah wajar kita hadir disini untuk menelaah dan memberikan masukan untuk revitalisasi kurikulum kita.” Papar Prof. Alam.

Usai sambutan, Prof. Ir. I Made Supartha Utama, M.S.,Ph.D selaku Narasumber Tim Pengembang Kurikulum Pendidikan Tinggi Direktorat BELMAWA dalam materinya “Pengembangan Kurikulum Berbasis Outcomes” banyak membahas terkait ;

Standar Nasional Pendidikan

  1. SKL/CPL
  2. Standar Isi
  3. Standar proses
  4. Standar Penilaian
  5. Standar Dosen dan Tendik
  6. Standar Sarana & prasarana
  7. Standar Pengelolaan
  8. Standar Pembiayaan

“ Pendidikan abad 21 harus disusun kembali memenuhi empat pilar seperti belajar untuk mengetahui, melakukan, menjadi dan hidup bersama ditengah publik. Generasi pembelajar berada di era ‘perkembangan jejaring digital’. Pendidikan menggambarkan peta dunia yang kompleks yang secara konstan mengalami perubahan. Belajar sepanjang hayat adalah ‘kunci menuju abad 21’.” Ujar Prof. Made.

Selain itu, beliau turut memaparkan bahwa Lulusan program magister wajib memiliki keterampilan umum diantaranya ;

  1. Mampu mengembangkan pemikiran logis, kritis, sistematis dan kreatif melalui penelitian ilmiah penciptaan desain atau karya seni dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknik teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora sesuai dengan bidang keahliannya, menyusun konsepsi ilmiah dan hasil kajian berdasarkan kaidah, tatacara, dan etika ilmiah dalam bentuk tesis atau bentuk lain yang setara dan diunggah dalam laman perguruan tinggi serta makalah yang telah diterbitkan dijurnal ilmiah terakreditasi atau diterima di jurnal internasional.
  2. Mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengamankan dan menemukan kembali data hasil penelitian dalam rangka menjamin kesahihan dan mencegah plagiasi.

Usai materi dari Prof. Made, acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan penyusunan draft terkait SKS Magister Prodi Ilmu Ilmu Pertanian kedepannya oleh peserta workshop. AA

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: No Right Klik and Copy!!