Desember 08, 2021

Prihatin akan Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Masyarakat Pembudidaya Rumput Laut, Dosen Untad Dorong Lakukan Inovasi Wirausaha Rumput Laut

Pandemi Covid-19 sangat dirasakan dampaknya oleh seluruh lapisan masyarakat, tak terkecuali masyarakat yang berprofesi sebagai pembudidaya Rumput laut di Provinsi Sulawesi Tengah. Mobilitas produk yang terhambat akibat pandemi, mengakibatkan hasil produksi rumput laut tidak terserap secara optimal oleh pasar sebagaimana mestinya ketika sebelum masa pandemi.

Kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan Dr. Ir. Zakirah Raihani Ya’la, M.Si., IPM, Dosen Fakultas Peternakan dan Perikanan (FAPETKAN) Universitas Tadulako. Menurutnya, roda perekonomian masyarakat yang terganggu di masa pandemi ini, secara tidak langsung berdampak pula pada mental masyarakat dalam melakukan kegiatan produksi karena ketidakpastian daya serap pasar.

“Kondisi terganggunya mental produktif untuk melanjutkan usaha budidaya rumput laut ini tidak boleh dibiarkan terus berlanjut dan berkepanjangan. Individu penopang ekonomi bangsa perlu mendapat trigger motivasi untuk melanjutkan gairah juang, salah satunya melalui inovasi kewirausahaan.” Tutur Dr. Ir. Zakirah Raihani Ya’la, M.Si.

Akademisi yang menekuni berbagai penelitian dan program pengabdian masyarakat terkait dengan rumput laut ini, menggagas program pelatihan untuk masyarakat pembudidaya yang bertajuk “Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) untuk Mewujudkan Desa Wirausaha Rumput Laut sebagai Benteng Pandemi Covid, Mendukung Penguatan Inovasi Maritim dalam Mewujudkan Kedaulatan Pangan”. Berlangsung selama 2 hari, mulai tanggal 18-19 September 2021, kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Lalombi dan Desa Surumana, Kecamatan Banawa Selatan, Kabupaten Donggala yang merupakan daerah potensial dan menjadi salah satu daerah sentra budidaya rumput laut di Sulawesi Tengah.

Pelaksanaan program ini dibuka secara resmi oleh Camat Banawa Selatan, Hikmah Lassa, S.Sos. M.A.P yang juga diikuti secara daring oleh Rektor dan sejumlah Civitas Akademika Untad. Masyarakat yang diwakili Nurhayati, S.Sos, Sekertaris Camat setempat menyambut baik program ini. Hal itu juga terlihat pada antusiasme masyarakat dalam mengikuti sesi demonstrasi pembuatan produk olahan rumput laut yang dilakukan. Melalui penjaringan aspirasi, masyarakat berharap kegiatan-kegiatan serupa dapat berkesinambungan untuk memberikan pembimbingan dan motivasi bagi masyarakat dalam meningkatkan nilai tambah produksi rumput laut utamanya di masa pandemi Covid-19 sekarang ini.

Dr. Ir. Zakirah Raihani Ya’la, M.Si. bersama tim yaitu antara lain Dr. Ir. Dwi Sulistiawati,M.P., Dr.Ir. Nasmia, S.Pi, M.P., IPM. serta Dr. Akbar Marzuki Tahya, S.Pi, M.Si., dalam program ini berbagi pengetahuan dan semangat berinovasi kepada masyarakat pembudidaya rumput laut dalam menciptakan produk wirausaha rumput laut yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Terdapat berbagai jenis produk olahan rumput laut yang ajarkan proses pembuatannya kepada masyarakat peserta pelatihan, mulai dari Agar-Agar Kertas, Pellet untuk pakan ikan, SRC (Semi Refine Carrageenan) hingga Pupuk Cair.

Program ini juga turut didukung oleh Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Forum Rektor Indonesia (FRI), serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) sebagai bagian dari upaya mewujudkan Gerakan Indonesia Melayani, Bersih, Tertib, Mandiri, dan Bersatu. Wd

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: No Right Klik and Copy!!