August 02, 2021

Peringatan Hardiknas 2021, Mendikbud Ristek Dorong Pendidikan Nasional Bangkit Dari Kesulitan Akibat Pandemi

Peringatan Hardiknas 2021, Mendikbud Ristek Dorong Pendidikan Nasional Bangkit Dari Kesulitan Akibat Pandemi

Rektor Universitas Tadulako (Untad), Prof. Dr. Ir Mahfudz, MP memimpin pelaksaaan Upacara bendera dalam memperingati Hari pendidikan Nasional (Hardiknas) 2021 yang jatuh pada hari Minggu, 2 Mei 2021.
Upacara yang berlangsung di halaman rektorat Untad itu dihadiri oleh jajaran pimpinan,dosen, tenaga kependidikan serta mahasiswa,pegawai dengan tetap menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid 19.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor Untad membacakan sambutan tertulis dari Menteri Pendidikan,Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbud Ristek), Nadiem Anwar Makarim.BA,M.BA.

“Hari ini adalah sebuah momen yang tepat bagi kita untuk merefleksikan kembali apa saja yang sudah dikerjakan dengan baik dan apa saja yang perlu diperbaiki. Lembaran baru pendidikan Indonesia berarti transformasi. Transformasi yang tetap bersandar pada sejarah bangsa, dan juga keberanian menciptakan sejarah baru yang gemilang,”kata Rektor Untad

Meski tahun ini adalah tahun kedua hardiknas diselenggarakan di tengah pandemi Covid 19, Rektor menegaskan bahwa hal itu bukanlah halangan. Belajar dari semangat Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantara, maka semangat untuk memajukan pendidikan di Indonesia harus dibangkitkan.

“Saya ingin anak-anak Indonesia menjadi pelajar yang menggenggam teguh falsafah Pancasila, pelajar yang merdeka sepanjang hayatnya, dan pelajar yang mampu menyongsong masa depan dengan percaya diri. Karenanya, kementerian ini secara konsisten terus melakukan transformasi pendidikan melalui berbagai terobosan merdeka belajar,” lanjutnya.

Berbagai upaya transformasi untuk memperbaiki sistem pendidikan telah dilakukan dengan program merdeka belajar. Rektor Untad menyebutkan bahwa Ada 4 upaya yang dilakukan Kemendikbud RI. Pertama, perbaikan pada infrastruktur dan teknologi. Kedua, perbaikan kebijakan, prosedur, dan pendanaan, serta pemberian otonomi lebih bagi satuan pendidikan. Ketiga, perbaikan kepemimpinan, masyarakat, dan budaya. Keempat, perbaikan kurikulum, pedagogi dan asesmen.

Disebutkan bahwa sampai saat ini sudah ada 10 episode yang diluncurkan dalam program merdeka belajar dan seluruh program itu akan terus berlanjut bersama terobosan-terobosan lainnya.

Dalam sambutan tersebut Mendikbud Ristek meyakinkan bahwa inovasi yang dibuatnya akan mengubah pendidikan Indonesia semakin maju menghasilkan lompatan-lompatan ke depan.

“Transformasi yang bermakna ini kami kerjakan agar segala sesuatu yang selama ini membuat bangsa ini hanya berjalan di tempat, dapat berubah menjadi lompatan-lompatan kemajuan,”tutur Rektor Untad mengakhiri sambutan menteri.

Pada momen hardiknas itu juga, Rektor Untad menyematkan tanda kehormatan satyalencana karyasatya Presiden Republik Indonesia kepada 11 orang tenaga pendidik Untad atas pengabdian dan dedikasi mereka di dunia pendidikan.

Adapun nama nama penerima satyalencana karyasatya adalah sebagai berikut.

1. Prof.Dr Ir Fathurahman,MP Satyalencana Karyasatya 30 Tahun
2. Dr Ir Enny Adelina,Satyaalencana 30 Tahun
3.Ir Muhammad Sarjan,MT,Satyalencana Karyasatya 30 Tahun
4. Drs.Agustinus M.Si, Satyalencana Karyasatya 30 Tahun
5. Dr.Ir.Arief Sudhartono MP
6 Dr. ir Muhardi MSi, Satyalencana Karyasatya 30 Tahun
7 .Prof Shahabudin M.Si ,Satyalencana Karyasatya 20 Tahun
8.Dr Asrul,SP MP Satyalencana Karyasatya 20 Tahun,
9 Dr.Ir Hidayat Mas’ud MP Satyalencana Karyasatya 20 Tahun.
10. Dr.Erniwati S.Hut.MP, Satyalencana Karyasatya 20 Tahun
11.Dr.Ir.SyamsudinLaude, S.P.M.P Satyalencana Karyasatya 20 Tahun.

8

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: No Right Klik and Copy!!