Oktober 23, 2021

Pemda Donggala Bersama LPPM Untad Gelar Seminar Akhir Terkait Kawasan Pengembangan Peternakan Skala Mini Ranch Sapi Donggala

Pemda Donggala Bersama LPPM Untad Gelar Seminar Akhir Terkait Kawasan Pengembangan Peternakan Skala Mini Ranch Sapi Donggala

Dalam rangka kegiatan survey investigasi dan Desain (SID), Pemda Donggala yang dihadiri Wakil Bupati Donggala bersama LPPM Untad pada Kamis (30/09/2021) Pagi melaksanakan Seminar Akhir terkait Kawasan Pengembangan Peternakan Skala Mini Ranch Sapi Donggala bertempat di Aula Fapetkan Untad.

Dalam sambutannya, Dr. Ardin Taiyeb, SE, MT selaku Kepala Badan Penelitian & Pengembangan Daerah Kab Donggala menuturkan tujuan dilaksanakannya Seminar Akhir kali ini.

“ Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk melakukan peningkatan pertumbuhan ekonomi di Kab. Donggala, Kec. Sindue khususnya di Desa Pumbasa. Kegiatan ini rencana akan dilaksanakan pada tahun 2019 namun karena pandemi, anggaran difokuskan untuk mengurus hal tersebut. Alhamdulilah pada tahun ini baru dapat dilaksanakan setelah melalui proses dilapangan bersama tim dari Untad. Hal ini terjadi karena pemotongan anggaran sehingga 2 kegiatan SID dan Detail Engineering desain tetap dilaksanakan meski dengan dana terbatas. Dua dokumen ini nantinya akan diberikan ke Dinas Peternakan & Kesehatan Hewan untuk pembiakan/pemurnian dari genetik sapi donggala untuk menambah populasi sapi endemik donggala. Donggala adalah kabupaten yang memiliki sapi dengan standar nasional seperti Sapi Aceh, Madura, Bali. Oleh karena itu,dokumen ini disusun untuk menyahuti hasil MoU dengan pemerintah kota Balikpapan dalam rangka untuk memberi suplai sapi dan daging donggala dan daerah lain di kab Donggala.” Jelas Dr. Ardin.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Muh Rusydi H, M.Si selaku Ketua LPPM Untad berharap kedepannya agar setiap penelitian yang dilakukan dapat teraplikasikan ke masyarakat dan tidak berakhir sebagai jurnal dan laporan saja.

“ Kegiatan hari ini adalah acara yang sebenarnya sudah dirancang sebelumnya antara Untad dan Pemda Donggala. Saat ini bentuk MoU kita banyak ke arah peternakan yang tidak menutup kemungkinan untuk mengarah ke bidang teknik karena akan muncul bio energi yang dibutuhkan seperti biogas. Tidak menutup kemungkinan masyarakat membutuhkan gas dari hasil limbah peternakan yang dihasilkan sehingga masyarakat tidak perlu membeli gas lagi kedepannya jika hal tersebut telah dikembangkan. Pupuk juga potensial disana yang mungkin bisa melibatkan pula pihak pertanian. Oleh karenanya, LPPM hadir untuk mewadahi semua kemungkinan tersebut. Kemudian di LPPM banyak juga anggaran dari kementerian yang bisa kita kolaborasikan. LPPM juga gencar untuk mensosialisasikan kegiatan kami karena melihat banyak sekali penelitian yang dilakukan tapi berhenti di laporan dan jurnal. Jika bisa diaplikasikan dengan masyarakat akan lebih baik. Kami akan mencoba agar semua hasil penelitian yang telah dilakukan dapat dapat tersampiakan ke pihak pemda dan teraplikasikan ke masyarakat.

Moh Yasin.S.Sos selaku Wakil Bupati Donggala menuturkan bahwa Sapi Donggala berpotensi menjadi branding Donggala dari sisi Peternakan.

“ Kita tau bahwa sapi Donggala merupakan branding yang punya potensi namun belum terkelola dengan baik dan maksimal. Apalagi kita sudah MoU dengan Balikpapan yang jika kita menyetujui mengirimkan sapi kita tanpa melakukan pengembangbiakan, maka sapi endemik kita bisa habis dalam kurun waktu tertentu. Sehingga penting untuk mengetahui teknologi atau ilmu yang dapat memaksimalkan pengembangbiakan sapi ini. Banyak Negara yang maju peternakannya karena melibatkan teknologi. Jangan sampai penelitian ini dokumen semata tapi bisa dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat dan pengembangan ekonomi.” Papar Moh Yasin.

Dr. Ir. Rusdin, MP selaku Dekan Fapetkan Untad memaparkan bahwa peningkatan kualitas sapi donggala masih terus dilakukan dengan harapan agar mendapatkan kualitas yang baik sehingga mampu menjadi treading sector.
“ Penelitian ini sudah memasuki tahun kedua dan saat ini Pemda Donggala terus mendorong sapi donggala menjadi komoditi unggulan. Saat ini dari 23 ciri yang dimiliki Sapi Donggala, masih 16 ciri yang jelas terkait dengan Sapi Donggala. Dengan demikian, 17 ciri yang belum terungkap, perlu tindakan lanjut khusus yang dilakukan oleh LPPM dan Pemda Donggala terkait sapi endemik lokalnya. Yang menjadi perhatian kami juga dari FAPETKAN sesuai dengan visi misi kami hingga tahun 2045 adalah untuk mendorong kearifan lokal yang jika dilihat dari sisi peternakan menjadi sumber daya lokal. Hal itu menjadi konsentrasi kami yang dengan demikian dapat mewujudkan Tri Dharma perguruan tinggi bersama dengan pemerintah daerah. Peningkatan genetik sapi donggala juga masih membutuhkan waktu dan akan digabungkan dengan penelitian terkait lainnya sehingga kedepannya sapi donggala menjadi treading sector yang menjanjikan.” Ujar Dr. Rusdin. AA

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: No Right Klik and Copy!!