International Office Untad Gelar Bimbingan Teknis & Pelatihan Persiapan Beasiswa Australia Awards Scholarship (AAS)

International Office Untad Gelar Bimbingan Teknis & Pelatihan Persiapan Beasiswa Australia Awards Scholarship (AAS)

Bertempat di Gedung IT Center Lantai II Untad, Bimbingan Teknis/Pelatihan Persiapan Beasiswa Australia Awards Scholarship (AAS) digelar pada Kamis (28/01/2020) Pagi dengan menghadirkan Prof. Ir. Marsetyo, M.Sc.,Ph.D selaku Alumni Australia Awards sekaligus Kepala International Office Untad sebagai narasumber dalam bimbingan teknis beasiswa AAS tersebut.

Dalam laporannya, Elisa Sesa, Ph.D selaku ketua panitia acara menuturkan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk mempersiapkan para dosen dan staff untuk mengikuti Beasiswa AAS long term S2 dan S3 yang akan dibuka mulai tanggal 1 Februari – 30 April 2021. Harapannya juga dengan adanya pelatihan ini akan semakin membuka peluang para civitas akademika dan staff Untad untuk terpilih dalam melanjutkan pendidikan S2 dan S3 di Australia melalui beasiswa AAS.

Pelatihan yang turut dibuka langsung oleh Dr. Muhammad Nur Ali, M.Si selaku Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Untad kemudian dilanjutkan oleh  Prof. Ir. Marsetyo, M.Sc.,Ph.D selaku Pemateri terkait pengalaman beliau selama melanjutkan pendidikan dan tata cara pengisian form online beasiswa AAS serta tips-tips untuk berpeluang mendapatkan beasiswa AAS.

Dalam materinya, Prof. Marsetyo banyak memaparkan terkait syarat dan poin-poin penting untuk dipersiapkan dalam mengikuti beasiswa AAS diantaranya ;

Persyaratan umum:
1. Usia minimal 18 tahun saat mendaftar
2. Warganegara Indonesia dan mendaftar beasiswa dari Indonesia
3. Tidak menikah/bertunangan dengan warganegara atau penduduk tetap Australia dan Selandia Baru
4. Memenuhi persyaratan Pemerintah Australia untuk mahasiswa asing di Australia (kesehatan, karakter, dll)
5. Tidak mengajukan permohonan visa menetap di Australia
6. Tidak mengajukan permohonan Australia Awards jangka panjang lainnya (jika sudah menerima) kecuali telah berada di luar Australia selama dua kali waktu ketika berada di Australia. Misalnya, sebelumnya memperoleh beasiswa Australia Awards dengan durasi empat tahun, maka baru bisa mengajukan bila telah berada di Indonesia atau luar Australia selama delapan tahun.
7. Telah memenuhi kriteria tertentu yang telah ditetapkan Pemerintah Indonesia
8. Tidak bertugas di kemiliteran
9. Dapat memenuhi semua persyaratan Departemen Imigrasi dan Perlindungan Perbatasan (DIBT) untuk visa pelajar DFAT.
10. Dapat memenuhi persyaratan masuk di universitas Australia di mana beasiswa akan dilaksanakan.

Persyaratan khusus:
1. Mendaftarkan diri untuk area studi yang termasuk dalam bidang-bidang prioritas pembangunan
2. Memiliki IPK sekurang-kurangnya 2,9. Bagi pelamar GFA dan penyandang disabilitas, memiliki IPK 2.75 atau lebih.
3. Bagi para pendaftar untuk jenjang Master, memiliki skor kemampuan bahasa Inggris sekurang-kurangnya 5,5 untuk IELTS (atau 525 untuk paper-based TOEFL atau 69 untuk internet-based TOEFL). Bagi penyandang disabilitas, memiliki IPK sama dengan atau lebih tinggi dari 2.75 atau IELTS 5.0, PBT TOEFL 500 atau iBT TOEFL 59, atau PTE Academic 38. Hasil IELTS atau TOEFL merupakan yang terbaru (hasil tes diperoleh antara 30 April 2018 hingga 30 April 2020). Hasil tes bahasa Inggris lainnya (termasuk tes prediksi TOEFL) tidak akan diterima.
4. Bagi pelamar PhD, memiliki nilai kecakapan bahasa Inggris sekurang-kurangnya 6.0 untuk IELTS (atau 550 untuk paper-based TOEFL atau 79 untuk internet-based TOEFL), atau 54 untuk Pearson PTE. Hasil IELTS atau TOEFL merupakan yang terbaru (hasil tes diperoleh antara 30 April 2018 hingga 30 April 2020)
5.Memberikan detil kontak pusat tes untuk verifikasi hasil tes TOEFL.
6. Menyertakan minimal satu (1) salinan hasil tes TOEFL Institusional asli.
7. Telah meraih gelar sarjana S1 jika mendaftarkan diri untuk jenjang Master
8. Telah meraih gelar Master jika mendaftarkan diri untuk program Doktor
9. Menjawab semua pertanyaan yang relevan di formulir aplikasi
10. Berkeinginan dan bersedia mengikuti pelatihan penuh waktu (Senin-Jumat dari jam 8 pagi sampai 4 sore) pelatihan Bahasa Inggris untuk Tujuan Akademik (EAP) di Indonesia sebelum belajar di Australia, jika ditawarkan beasiswa.
11. Jika mendaftar Doktor, pelamar diprioritaskan untuk staf universitas, lembaga pendidikan tinggi, lembaga penelitian, pembuat kebijakan utama dan kandidat yang ditargetkan di lembaga lain yang terkait dengan kegiatan DFAT.
12. Sangat diharapkan bagi para pelamar jenjang doktor untuk memiliki surat dukungan dari universitas di Australia terkait bidang studi yang diusulkan.

Selain itu, Prof. Marsetyo turut memaparkan terkait keunggulan beasiswa AAS diantaranya ;

  1. Merupakan beasiswa terbaik di dunia
  2. Jumlahnya paling besar untuk beasiswa asing bagi warga Negara Indonesia
  3. Letak Australia dekat dengan Indonesia
  4. Multi cultural country
  5. Penduduk yang tidak begitu besar sehingga banyak membutuhkan tenaga kerja asing, mahasiswa dan spouse penerima beasiswa bisa ikut bekerja
  6. Nilai dolar tinggi bila dikonversi ke Rupiah
  7. Suasana belajar kualitas dunia, namun gaya belajar tetap lebih relaks

Prof. Marsetyo turut menambahkan bahwa manfaat belajar di luar negeri sangat banyak seperti membangun jaringan kerjasama setelah lulus serta kemampuan bahasa inggris akan membaik dan menuju standar International (membantu publikasi international, mengembangkan riset, pengembangan karir , membantu institusi asal) sehingga sangat penting dan wajib bagi para tenaga pendidikan untuk menguasai bahasa inggris apabila ingin melanjutkan studi ke tingkat yang lebih tinggi dengan standar Internasional. AA

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: No Right Klik and Copy!!