September 23, 2021

International Office Gelar Transfer Kredit International Kerjasama Untad & Walailak University – Thailand

International Office Gelar Transfer Kredit International Kerjasama Untad & Walailak University – Thailand

Bertempat di Ruang International Office Untad, acara “Pembekalan Program Transfer Kredit International antara Untad dan Walailak University – Thailand” digelar pada Jumat (23/07/2021) Pagi yang diikuti sebanyak 10 Mahasiswa yang berhasil lolos untuk mengikuti program ini dari Prodi Bahasa Inggris Untad. Untad melalui international office saat ini mendapatkan program bantuan berupa International Credit Transfer (ICT) atau Transfer Kredit International oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dikti). Program ICT juga merupakan bagian dari program MBKM.

Dalam materinya, Elisa Sesa, M.Si.,Ph.D selaku Sekretaris International Office Untad menuturkan terkait Budaya Akademik untuk mengikuti Program Transfer Kredit kerjasama antara Untad dan Walailak University – Thailand.

“ Mahasiswa yang terpilih untuk mengikuti program ini nantinya harus memiliki 3 hal diantaranya Kerajinan, Sikap (attitude) serta Ketepatan Waktu. Selain itu, Mahasiswa harus berkomitmen untuk benar-benar memperhatikan materi yang diberikan selama mengikuti program ini. Kemudian jangan ragu untuk memberikan pertanyaan jika anda tidak mengerti serta jangan takut salah karena setiap dari anda masih dalam proses belajar.” Ujar Bpk. Elisa.

Prof. Marsetyo selaku Kepala International Untad (iO) Untad menuturkan bahwa Untad melalui iO telah berhasil menjadi salah satu yang lolos dalam kompetisi untuk mendapatkan bantuan ICT tersebut. ICT merupakan sebuah mekanisme pengakuan beban kerja dan prestasi yang diperoleh oleh mahasiswa pada kegiatan yang diperoleh oleh mahasiswa pada kegiatan perkuliahan dari suatu lembaga pendidikan tinggi ke lembaga pendidikan tinggi lainnya secara internasional. Sesungguhnya pengalihat kredit dan pemerolehan kredit dapat dilakukan antar program studi yang sama atau berbeda baik antar PT dalam negeri maupun luar negeri.

Program yang dicanangkan pertama kali pada tahun 2021 ini, juga berfokus pada kesiapan insan pendidikan dalam mengantisipasi derasnya persaingan global dalam berbagai aspek. Adapun hibah atau bantuan yang diberikan Dikti meliputi ; biaya pendaftaran mata kuliah, bantuan biaya hidup, biaya pembelian buku atau akses jurnal dan biaya pengelolaan program. Prof. Marsetyo menuturkan bahwa iO saat ini sedang menjalin kerja sama dengan universitas lain diluar negeri. Selain itu, iO juga melakukan komunikasi dengan perguran tinggi lain di Korea Selatan, Taiwan dll.

“ Rencananya diminggu pertama bulan agustus 2021, kami akan melakukan penandatangan naskah kerja sama antara Untad dengan Universitas Teknologi Mara (UiTM) Malaysia. Dalam program ICT ini terdapat 10 mahasiswa Untad yang berhasil lolos. Kesepuluh Mahasiswa yang berasal dari prodi Bahasa Inggris merupakan kuota maksimal yang diajukan dalam proposal ICT. Seleksi dilakukan berdasarkan kemampuan bahasa inggris yang dibuktikan dengan tes TOEFL dan kompetensi akademik lewat tes wawancara.”

Harapannya tahun depan mahasiswa yang berhasil terpilih tidak hanya berasal dari prodi Bahasa Inggris saja melainkan perwakilan dari prodi lainnya sehingga berpengaruh pada daya saing secara global sekaligus untuk peningkatan akreditasi prodi maupun institusi.

Mukrim S.Pd selaku Ketua Pelaksana ICT sekaligus Koordinator Outbond iO Untad menuturkan bahwa penyebaran informasi terkait program ini sedikit terlambat sehingga dipilihlah mahasiswa dari prodi bahasa inggris karena kemampuan mereka yang sudah cukup baik dalam berbahasa inggris. Kegiatan perkuliahannya nanti akan dilakukan secara online di Walailak University – Thailand selama 1 semester. Selain itu, prodi yang menjadi partner dalam kerjasama ini adalah prodi pendidikan bahasa inggris.

Namun tidak menutup kemungkinan kedepannya prodi di Untad yang ingin menjalin kerjasama dengan prodi luar negeri akan kami akomodasi. Dalam hal ini mengakomodasi dengan membantu prodi untuk mendapatkan pendanaan ini. Selain itu, kami juga telah mengadakan rapat teknis bahwa pada tanggal 27 juli nanti bantuan akan digulirkan. Harapannya melalui program ini mampu menambah pengetahuan serta pengalaman mahasiswa terkait dengan mata kuliah yang diprogramkan dinegara lain. AA

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: No Right Klik and Copy!!