Januari 20, 2022

Evaluasi Kebijakan Pemerintah Atasi Pandemi, BEM Untad Gelar Seminar Indonesia Sehat

Evaluasi Kebijakan Pemerintah Atasi Pandemi, BEM Untad Gelar Seminar Indonesia Sehat

Dalam rangka mengkaji kebijakan pemerintah dalam Percepatan Penanganan Pandemi Covid 19, Badan Ekeskutif Mahasiswa Universitas Tadulako pada Rabu (29/12/2021) Pagi mengadakan Seminar Indonesia Sehat dengan mengangkat tema  “Kolaborasi Kolektif Menuju Herd Immunity, para narasumber membahas soal kebijakan pemerintah Jokowi dalam percepatan penangan pandemi Covid-19.” Bertempat di Aula Fakultas Kedokteran Untad.

Seminar menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili oleh I Komang Adi Sujendra selaku Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulteng, Dr. dr. Ketut Suarayasa, M.Kes selaku Direktur RS Untad. Kemudian Dr. dr. Muh. Ardi Munir, M.Kes, SP.OT.,MH selaku Dekan Fakultas Kedokteran Untad serta Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia Kota Palu, Bapak. Sidiq Djatola.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Muh Nur Ali selaku Wakil Rektor Bidang Umum & Keuangan menuturkan bahwa keberhasilan program vaksinasi dapat tercapai berkat dorongan kolaborasi Presiden Jokowi dengan berbagai pihak termasuk pihak perguruan tinggi.

“Saya kira cepat sekali dan kami Universitas Tadulako menjadi implementor program vaksinasi. Difasilitasi oleh teman-teman dari Fakultas Kesehatan dan Rumah Sakit Tadulako untuk penyediaan vaksinator. Tidak hanya menyiapkan vaksinator, civitas academica Untad turut melakukan mobilisasi agar masyarakat cepat mendapatkan vaksin. Di samping juga memberikan edukasi terkait pentingnya mengikuti vaksinasi kepada masyarakat. Kami di Untad memfasilitasi, memobilisasi, serta mengedukasi civitas academica soal vaksinasi. Dengan sudah tervaksin maka kita sudah melindungi orang lain.” ujar Prof. Muh Nur Ali.

Dikesempatan yang sama, Dr. dr. Muh. Ardi Munir, M.Kes, SP.OT.,MH selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako (Untad) menilai kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) percepat pelaksanaan vaksinasi merupakan langkah yang tepat. Hadirnya kebijakan tersebut semakin membuat target pemerintah membentuk kekebalan komunitas atau herd immunity segera tercapai.

“Kalau saya melihat semua kebijakan Presiden Jokowi itu sudah sangat maksimal. Membuat herd immunity cepat terwujud. Perhatian Presiden Jokowi begitu besar terhadap pelaksanaan program vaksinasi tak terkecuali di perguruan tinggi. Semua kebijakan yang dikeluarkan Jokowi sangat memudahkan kami di civitas academica kampus dalam mendapatkan vaksin Covid 19.

Ditambah lagi, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tengah mengajak kampus bekerja sama bangkit dari masa pandemi. Salah satunya ialah dengan menjadikan mahasiswa sebagai vaksinator Covid 19. Kami dari institusi pendidikan betul-betul diberikan kemudahan dalam proses vaksinasi. Kemudian kami juga menyiapkan SDM (Sumber Daya Manusia) untuk membantu pelaksanaan vaksinasi” Jelas Dr. dr. Ardi Munir.

Beliau mengungkapkan bahwa sebagai institusi pendidikan khususnya di Fakultas Kedokteran, Untad begitu siap menyiapkan tim pembantu program vaksinasi. Terlebih saat ini pemerintah tengah banyak membutuhkan banyak SDM untuk membantu proses percepatan vaksinasi.

Sejauh ini, program vaksinasi telah menyuntikkan 263 juta vaksin kepada masyarakat serta 1 juta vaksin telah disuntikkan kepada anak-anak usia 6-11 tahun. Saat ini Indonesia telah melampaui target WHO untuk jumlah penduduk yang telah divaksin.

Berdasarkan informasi, lebih dari 109 juta penduduk Indonesia telah mendapatkan dosis lengkap, lebih dari 40% sebagaimana ditargetkan WHO sampai akhir tahun ini.

Pada kesempatan lainnya, Presiden Mahasiswa Untad Mohammad Wiranto Basatu mengatakan, seminar ini dimaksudkan untuk mengampanyekan pentingnya vaksin untuk masyarakat. Sekaligus menepis isu-isu miring soal vaksin.

“Kita datangkan orang-orang yang ahli di bidangnya untuk menepis isu-isu miring soal vaksin. Ada Kadis Kesehatan, Dekan Fakultas Kedokteran, ada juga Direktur Rumah Sakit Untad. Jadi soal isu-isu vaksin yang tidak jelas itu tidak benar adanya,” jelas Wiranto.

Lebih lanjut, Wiranto menyebut kebijakan penangan pandemi dari pemerintahan Jokowi sudah cukup efektif. Menurut Wiranto, Jokowi mampu menyeimbangkan dua aspek yang sangat penting.

“Menghadapi pandemi ini ada dua unsur yang harus dihadapi. Bagaimana menyeimbangkan aspek kesehatan dan ekonomi masyarakat. Nah Pak Jokowi mengambil langkah tepat dengan melakukan PSBB. Dan PSBB ini berhasil menstabilkan keduanya,” ujar Wiranto.

Menurut Wiranto, sangat penting bagi pemerintah menentukan langkah awal dalam pengendalian virus asal Wuhan, China ini. Sebab, lanjutnya, sudah banyak negara yang salah mengambil keputusan dan berujung kekacauan.

“Kita ambil contoh di India, di sana terjadi bentrokan antara pemerintah dalam hal ini kepolisian dengan masyarakat. Itu karena pengambilan keputusan di awal yang salah. Itu yang saya bilang jika PSBB sangat efisien untuk di awal,” kata Wiranto. Selengkapnya klik disini AA

 

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

error: No Right Klik and Copy!!