{"id":9637,"date":"2019-12-10T16:17:56","date_gmt":"2019-12-10T08:17:56","guid":{"rendered":"https:\/\/untad.ac.id\/?p=9637"},"modified":"2019-12-10T16:17:56","modified_gmt":"2019-12-10T08:17:56","slug":"lppmp-untad-gelar-evaluasi-pembelajaran-berbasis-scl-untuk-para-dosen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2019\/12\/lppmp-untad-gelar-evaluasi-pembelajaran-berbasis-scl-untuk-para-dosen\/","title":{"rendered":"LPPMP Untad Gelar Evaluasi Pembelajaran Berbasis SCL Untuk Para Dosen"},"content":{"rendered":"<p>Bertempat di Ruang Senat FKIP Untad, Pusat Pengembangan &amp; Peningkatan Mutu Proses Pembelajaran (PUSBANG-PMPP) LPPMP Untad menggelar \u201c<em>Evaluasi Pembelajaran Berbasis SCL Yang Berorientasikan KKNI<\/em>\u201d pada Selasa (10\/12\/2019) Pagi yang di hadiri peserta dari kalangan dosen\/akademisi Untad.<\/p>\n<p>Dalam acara yang di buka langsung oleh Prof. Dr. Ir. Amar, ST.,MT selaku Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama turut menghadirkan narasumber asal Universitas Airlangga, Adi Subianto drg.,M.S.,Sp.Pros(K) selaku Pusat Inovasi Pembelajaran &amp; Sertifikasi PIPS UNAIR yang banyak memaparkan seputar <em>Student Centered Learning<\/em> dalam proses belajar mengajar.<\/p>\n<p><em>Student Centered Learning<\/em>\u00a0(SCL) adalah suatu model pembelajaran yang menempatkan peserta didik sebagai pusat dari proses belajar. Dalam menerapkan konsep\u00a0<em>Student Centered Leaning<\/em>, peserta didik diharapkan sebagai peserta aktif dan mandiri dalam proses belajarnya, yang bertanggung jawab dan berinitiatif untuk mengenali kebutuhan belajarnya, menemukan sumber-sumber informasi untuk dapat menjawab kebutuhannya, membangun serta mempresentasikan pengetahuannya berdasarkan kebutuhan serta sumber-sumber yang ditemukannya.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-12-09-at-17.53.30.jpeg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9638 aligncenter\" src=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-12-09-at-17.53.30-300x225.jpeg\" alt=\"\" width=\"372\" height=\"279\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-12-10-at-15.22.18-1.jpeg\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-9640 aligncenter\" src=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-12-10-at-15.22.18-1-300x225.jpeg\" alt=\"\" width=\"367\" height=\"275\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-12-10-at-15.22.19.jpeg\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-9643 aligncenter\" src=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-12-10-at-15.22.19-300x225.jpeg\" alt=\"\" width=\"371\" height=\"278\" \/><\/a><\/p>\n<p>\u201c SCL menjelaskan cara berpikir tentang belajar dan mengajar yang menekankan tanggung jawab Mahasiswa untuk kegiatan seperti perencanaan pembelajaran, berinteraksi dengan Dosen dan Mahasiswa lain, meneliti dan menilai pembelajaran. Selain itu, SCL juga berfokus pada pembelajaran Mahasiswa dan apa yang Mahasiswa lakukan untuk di capai, bukan apa yang dilakukan dosen.\u201d Jelas Pak Adi Subianto.<\/p>\n<p>Pembelajaran yang berpusat pada Mahasiswa (<em>Student Centered Learning<\/em>) memiliki langkah-langkah yang yang menuntut partisipasi aktif dari Mahasiswa, sebagai berikut:<\/p>\n<p>1)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Berbagi informasi (<em>Information Sharing<\/em>) dengan cara curah gagasan (<em>Brainstorming<\/em>), kooperatif, kolaboratif, diskusi kelompok (<em>Gruop Discussion<\/em>), diskusi panel (<em>Panel Discussion<\/em>), simposium, dan seminar.<\/p>\n<p>2)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Belajar dari pengalaman (<em>Experience Based<\/em>) dengan cara simulasi, bermain peran (<em>Roleplay<\/em>), permainan (<em>Game<\/em>), dan kelompok temu.<\/p>\n<p>3)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Pembelajaran melalui pemecahan masalah (<em>Problem Solving Based<\/em>) dengan cara studi kasus, tutorial, lokakarya.<\/p>\n<p>Terkait Prinsip-prinsip Pendekatan <em>Student Centered Learning ;<\/em><\/p>\n<p>1)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<em>Tanggung jawab<\/em>, yaitu\u00a0peserta didik\u00a0mempunyai tanggung jawab pada pelajarannya. Dengan memberi kesempatan kepada\u00a0peserta didik\u00a0untuk mempunyai tanggung jawab pada pelajarannya,\u00a0peserta didik\u00a0diharapkan akan lebih berusaha dan lebih termotivasi dalam memaknai pelajarannya.<\/p>\n<p>2)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<em>Peran\u00a0serta<\/em>, yaitu\u00a0peserta didik\u00a0harus berperan aktif dalam pembelajaran. Dengan memberi kesempatan kepada\u00a0peserta didik\u00a0untuk berperan serta dalam pembelajaran, diharapkan Mahasiswa dapat mengembangkan potensinya secara maksimal sehingga mendorong bertumbuhnya kreativitas dan inovasi.<\/p>\n<p>3)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<em>Keadilan<\/em>, yaitu semua\u00a0peserta didik\u00a0mempunyai hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang. Dengan kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang tersebut akan menutup keunggulan hanya didominasi\u00a0mahaMahasiswa tertentu saja dan diharapkan semua\u00a0peserta didik\u00a0dapat bersama-sama berhasil mencapai tujuan secara maksimal.<\/p>\n<p>4)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<em>Mandiri<\/em>, yaitu semua\u00a0peserta didik\u00a0harus mengembangkan segala kecerdasannya (intelektual, emosi, moral, dsb) karena Dosen hanya fasilitator dan nara sumber (mitra belajar).<\/p>\n<p>5)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<em>Berfikir kritis dan kreatif<\/em>, yaitu\u00a0peserta didik\u00a0harus menggunakan segala kecerdasan intelektual dan emosinya yang berwujud kreativitas, inovasi, dan analisa untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi karena Mahasiswa akan mengalami perpaduan antara prakonsepsi dan konsepsi.<\/p>\n<p>6)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0<em>Komunikatif<\/em>, yaitu\u00a0peserta didik\u00a0harus menggunakan kemampuannya berkomunikasi baik lisan maupun tertulis karena boleh jadi Mahasiswa melihat konsep dengan cara yang berbeda sebagai hasil pengalaman hidupnya, sehingga diperlukan media dan sarana yang efektif untuk menyamakan presepsi.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-12-10-at-15.22.18.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9642 aligncenter\" src=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-12-10-at-15.22.18-300x225.jpeg\" alt=\"\" width=\"407\" height=\"305\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-12-10-at-15.22.18-2.jpeg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9641 aligncenter\" src=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-12-10-at-15.22.18-2-300x225.jpeg\" alt=\"\" width=\"410\" height=\"307\" \/><\/a><\/p>\n<p>\u201c Upaya untuk melakukan transformasi pembelajaran dari \u201c<em>teaching based<\/em>\u201d ke \u201c<em>learning based<\/em>\u201d akan memerlukan energi sangat besar dan usaha berkelanjutan karena tantangan yang dihadapi berada dalam banyak sistem dan dalam diri para pelaku pendidikan.\u201d Papar Pak Adi Subianto.<\/p>\n<p>Dalam menerapkan SCL, Bpk. Adi Subianto turut menambahkan bahwa dengan menerapkan sistem SCL dalam proses belajar, Mahasiswa diharapkan menjadi lebih aktif, belajar lebih dalam dan mengerti roh dari materi, lebih siap, responsif dan akuntable, lebih mandiri dalam belajar serta lebih mengerti proses dan meningkatkan kompetensi nya daripada hanya sekedar menghafal materi. <strong>AA<\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bertempat di Ruang Senat FKIP Untad, Pusat Pengembangan &amp; Peningkatan Mutu Proses Pembelajaran (PUSBANG-PMPP) LPPMP Untad menggelar \u201cEvaluasi Pembelajaran Berbasis SCL Yang Berorientasikan KKNI\u201d pada Selasa (10\/12\/2019) Pagi yang di hadiri peserta dari kalangan dosen\/akademisi Untad. Dalam acara yang di buka langsung oleh Prof. Dr. Ir. Amar, ST.,MT selaku Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama turut menghadirkan narasumber asal Universitas Airlangga, Adi Subianto drg.,M.S.,Sp.Pros(K) selaku Pusat Inovasi Pembelajaran &amp; Sertifikasi PIPS UNAIR yang banyak memaparkan seputar Student Centered Learning dalam proses belajar mengajar. Student Centered Learning\u00a0(SCL) adalah suatu model pembelajaran yang menempatkan peserta didik sebagai pusat dari proses belajar. Dalam menerapkan konsep\u00a0Student Centered Leaning, peserta didik diharapkan sebagai peserta aktif dan mandiri dalam proses belajarnya, yang bertanggung jawab dan berinitiatif untuk mengenali kebutuhan belajarnya, menemukan sumber-sumber informasi untuk dapat menjawab kebutuhannya, membangun serta mempresentasikan pengetahuannya berdasarkan kebutuhan serta sumber-sumber yang ditemukannya. \u201c SCL menjelaskan cara berpikir tentang belajar dan mengajar yang menekankan tanggung jawab Mahasiswa untuk kegiatan seperti perencanaan pembelajaran, berinteraksi dengan Dosen dan Mahasiswa lain, meneliti dan menilai pembelajaran. Selain itu, SCL juga berfokus pada pembelajaran Mahasiswa dan apa yang Mahasiswa lakukan untuk di capai, bukan apa yang dilakukan dosen.\u201d Jelas Pak Adi Subianto. Pembelajaran yang berpusat pada Mahasiswa (Student Centered Learning) memiliki langkah-langkah yang yang menuntut partisipasi aktif dari Mahasiswa, sebagai berikut: 1)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Berbagi informasi (Information Sharing) dengan cara curah gagasan (Brainstorming), kooperatif, kolaboratif, diskusi kelompok (Gruop Discussion), diskusi panel (Panel Discussion), simposium, dan seminar. 2)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Belajar dari pengalaman (Experience Based) dengan cara simulasi, bermain peran (Roleplay), permainan (Game), dan kelompok temu. 3)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Pembelajaran melalui pemecahan masalah (Problem Solving Based) dengan cara studi kasus, tutorial, lokakarya. Terkait Prinsip-prinsip Pendekatan Student Centered Learning ; 1)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Tanggung jawab, yaitu\u00a0peserta didik\u00a0mempunyai tanggung jawab pada pelajarannya. Dengan memberi kesempatan kepada\u00a0peserta didik\u00a0untuk mempunyai tanggung jawab pada pelajarannya,\u00a0peserta didik\u00a0diharapkan akan lebih berusaha dan lebih termotivasi dalam memaknai pelajarannya. 2)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Peran\u00a0serta, yaitu\u00a0peserta didik\u00a0harus berperan aktif dalam pembelajaran. Dengan memberi kesempatan kepada\u00a0peserta didik\u00a0untuk berperan serta dalam pembelajaran, diharapkan Mahasiswa dapat mengembangkan potensinya secara maksimal sehingga mendorong bertumbuhnya kreativitas dan inovasi. 3)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Keadilan, yaitu semua\u00a0peserta didik\u00a0mempunyai hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang. Dengan kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang tersebut akan menutup keunggulan hanya didominasi\u00a0mahaMahasiswa tertentu saja dan diharapkan semua\u00a0peserta didik\u00a0dapat bersama-sama berhasil mencapai tujuan secara maksimal. 4)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Mandiri, yaitu semua\u00a0peserta didik\u00a0harus mengembangkan segala kecerdasannya (intelektual, emosi, moral, dsb) karena Dosen hanya fasilitator dan nara sumber (mitra belajar). 5)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Berfikir kritis dan kreatif, yaitu\u00a0peserta didik\u00a0harus menggunakan segala kecerdasan intelektual dan emosinya yang berwujud kreativitas, inovasi, dan analisa untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi karena Mahasiswa akan mengalami perpaduan antara prakonsepsi dan konsepsi. 6)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Komunikatif, yaitu\u00a0peserta didik\u00a0harus menggunakan kemampuannya berkomunikasi baik lisan maupun tertulis karena boleh jadi Mahasiswa melihat konsep dengan cara yang berbeda sebagai hasil pengalaman hidupnya, sehingga diperlukan media dan sarana yang efektif untuk menyamakan presepsi. \u201c Upaya untuk melakukan transformasi pembelajaran dari \u201cteaching based\u201d ke \u201clearning based\u201d akan memerlukan energi sangat besar dan usaha berkelanjutan karena tantangan yang dihadapi berada dalam banyak sistem dan dalam diri para pelaku pendidikan.\u201d Papar Pak Adi Subianto. Dalam menerapkan SCL, Bpk. Adi Subianto turut menambahkan bahwa dengan menerapkan sistem SCL dalam proses belajar, Mahasiswa diharapkan menjadi lebih aktif, belajar lebih dalam dan mengerti roh dari materi, lebih siap, responsif dan akuntable, lebih mandiri dalam belajar serta lebih mengerti proses dan meningkatkan kompetensi nya daripada hanya sekedar menghafal materi. AA<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":9639,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ocean_post_layout":"","ocean_both_sidebars_style":"","ocean_both_sidebars_content_width":0,"ocean_both_sidebars_sidebars_width":0,"ocean_sidebar":"","ocean_second_sidebar":"","ocean_disable_margins":"enable","ocean_add_body_class":"","ocean_shortcode_before_top_bar":"","ocean_shortcode_after_top_bar":"","ocean_shortcode_before_header":"","ocean_shortcode_after_header":"","ocean_has_shortcode":"","ocean_shortcode_after_title":"","ocean_shortcode_before_footer_widgets":"","ocean_shortcode_after_footer_widgets":"","ocean_shortcode_before_footer_bottom":"","ocean_shortcode_after_footer_bottom":"","ocean_display_top_bar":"default","ocean_display_header":"default","ocean_header_style":"","ocean_center_header_left_menu":"","ocean_custom_header_template":"","ocean_custom_logo":0,"ocean_custom_retina_logo":0,"ocean_custom_logo_max_width":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_width":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_width":0,"ocean_custom_logo_max_height":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_height":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_height":0,"ocean_header_custom_menu":"","ocean_menu_typo_font_family":"","ocean_menu_typo_font_subset":"","ocean_menu_typo_font_size":0,"ocean_menu_typo_font_size_tablet":0,"ocean_menu_typo_font_size_mobile":0,"ocean_menu_typo_font_size_unit":"px","ocean_menu_typo_font_weight":"","ocean_menu_typo_font_weight_tablet":"","ocean_menu_typo_font_weight_mobile":"","ocean_menu_typo_transform":"","ocean_menu_typo_transform_tablet":"","ocean_menu_typo_transform_mobile":"","ocean_menu_typo_line_height":0,"ocean_menu_typo_line_height_tablet":0,"ocean_menu_typo_line_height_mobile":0,"ocean_menu_typo_line_height_unit":"","ocean_menu_typo_spacing":0,"ocean_menu_typo_spacing_tablet":0,"ocean_menu_typo_spacing_mobile":0,"ocean_menu_typo_spacing_unit":"","ocean_menu_link_color":"","ocean_menu_link_color_hover":"","ocean_menu_link_color_active":"","ocean_menu_link_background":"","ocean_menu_link_hover_background":"","ocean_menu_link_active_background":"","ocean_menu_social_links_bg":"","ocean_menu_social_hover_links_bg":"","ocean_menu_social_links_color":"","ocean_menu_social_hover_links_color":"","ocean_disable_title":"default","ocean_disable_heading":"default","ocean_post_title":"","ocean_post_subheading":"","ocean_post_title_style":"","ocean_post_title_background_color":"","ocean_post_title_background":0,"ocean_post_title_bg_image_position":"","ocean_post_title_bg_image_attachment":"","ocean_post_title_bg_image_repeat":"","ocean_post_title_bg_image_size":"","ocean_post_title_height":0,"ocean_post_title_bg_overlay":0.5,"ocean_post_title_bg_overlay_color":"","ocean_disable_breadcrumbs":"default","ocean_breadcrumbs_color":"","ocean_breadcrumbs_separator_color":"","ocean_breadcrumbs_links_color":"","ocean_breadcrumbs_links_hover_color":"","ocean_display_footer_widgets":"default","ocean_display_footer_bottom":"default","ocean_custom_footer_template":"","ocean_post_oembed":"","ocean_post_self_hosted_media":"","ocean_post_video_embed":"","ocean_link_format":"","ocean_link_format_target":"self","ocean_quote_format":"","ocean_quote_format_link":"post","ocean_gallery_link_images":"on","ocean_gallery_id":[],"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-9637","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-untad","entry","has-media"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>LPPMP Untad Gelar Evaluasi Pembelajaran Berbasis SCL Untuk Para Dosen - Universitas Tadulako<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2019\/12\/lppmp-untad-gelar-evaluasi-pembelajaran-berbasis-scl-untuk-para-dosen\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"LPPMP Untad Gelar Evaluasi Pembelajaran Berbasis SCL Untuk Para Dosen - Universitas Tadulako\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Bertempat di Ruang Senat FKIP Untad, Pusat Pengembangan &amp; Peningkatan Mutu Proses Pembelajaran (PUSBANG-PMPP) LPPMP Untad menggelar \u201cEvaluasi Pembelajaran Berbasis SCL Yang Berorientasikan KKNI\u201d pada Selasa (10\/12\/2019) Pagi yang di hadiri peserta dari kalangan dosen\/akademisi Untad. Dalam acara yang di buka langsung oleh Prof. Dr. Ir. Amar, ST.,MT selaku Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama turut menghadirkan narasumber asal Universitas Airlangga, Adi Subianto drg.,M.S.,Sp.Pros(K) selaku Pusat Inovasi Pembelajaran &amp; Sertifikasi PIPS UNAIR yang banyak memaparkan seputar Student Centered Learning dalam proses belajar mengajar. Student Centered Learning\u00a0(SCL) adalah suatu model pembelajaran yang menempatkan peserta didik sebagai pusat dari proses belajar. Dalam menerapkan konsep\u00a0Student Centered Leaning, peserta didik diharapkan sebagai peserta aktif dan mandiri dalam proses belajarnya, yang bertanggung jawab dan berinitiatif untuk mengenali kebutuhan belajarnya, menemukan sumber-sumber informasi untuk dapat menjawab kebutuhannya, membangun serta mempresentasikan pengetahuannya berdasarkan kebutuhan serta sumber-sumber yang ditemukannya. \u201c SCL menjelaskan cara berpikir tentang belajar dan mengajar yang menekankan tanggung jawab Mahasiswa untuk kegiatan seperti perencanaan pembelajaran, berinteraksi dengan Dosen dan Mahasiswa lain, meneliti dan menilai pembelajaran. Selain itu, SCL juga berfokus pada pembelajaran Mahasiswa dan apa yang Mahasiswa lakukan untuk di capai, bukan apa yang dilakukan dosen.\u201d Jelas Pak Adi Subianto. Pembelajaran yang berpusat pada Mahasiswa (Student Centered Learning) memiliki langkah-langkah yang yang menuntut partisipasi aktif dari Mahasiswa, sebagai berikut: 1)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Berbagi informasi (Information Sharing) dengan cara curah gagasan (Brainstorming), kooperatif, kolaboratif, diskusi kelompok (Gruop Discussion), diskusi panel (Panel Discussion), simposium, dan seminar. 2)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Belajar dari pengalaman (Experience Based) dengan cara simulasi, bermain peran (Roleplay), permainan (Game), dan kelompok temu. 3)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Pembelajaran melalui pemecahan masalah (Problem Solving Based) dengan cara studi kasus, tutorial, lokakarya. Terkait Prinsip-prinsip Pendekatan Student Centered Learning ; 1)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Tanggung jawab, yaitu\u00a0peserta didik\u00a0mempunyai tanggung jawab pada pelajarannya. Dengan memberi kesempatan kepada\u00a0peserta didik\u00a0untuk mempunyai tanggung jawab pada pelajarannya,\u00a0peserta didik\u00a0diharapkan akan lebih berusaha dan lebih termotivasi dalam memaknai pelajarannya. 2)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Peran\u00a0serta, yaitu\u00a0peserta didik\u00a0harus berperan aktif dalam pembelajaran. Dengan memberi kesempatan kepada\u00a0peserta didik\u00a0untuk berperan serta dalam pembelajaran, diharapkan Mahasiswa dapat mengembangkan potensinya secara maksimal sehingga mendorong bertumbuhnya kreativitas dan inovasi. 3)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Keadilan, yaitu semua\u00a0peserta didik\u00a0mempunyai hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang. Dengan kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang tersebut akan menutup keunggulan hanya didominasi\u00a0mahaMahasiswa tertentu saja dan diharapkan semua\u00a0peserta didik\u00a0dapat bersama-sama berhasil mencapai tujuan secara maksimal. 4)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Mandiri, yaitu semua\u00a0peserta didik\u00a0harus mengembangkan segala kecerdasannya (intelektual, emosi, moral, dsb) karena Dosen hanya fasilitator dan nara sumber (mitra belajar). 5)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Berfikir kritis dan kreatif, yaitu\u00a0peserta didik\u00a0harus menggunakan segala kecerdasan intelektual dan emosinya yang berwujud kreativitas, inovasi, dan analisa untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi karena Mahasiswa akan mengalami perpaduan antara prakonsepsi dan konsepsi. 6)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Komunikatif, yaitu\u00a0peserta didik\u00a0harus menggunakan kemampuannya berkomunikasi baik lisan maupun tertulis karena boleh jadi Mahasiswa melihat konsep dengan cara yang berbeda sebagai hasil pengalaman hidupnya, sehingga diperlukan media dan sarana yang efektif untuk menyamakan presepsi. \u201c Upaya untuk melakukan transformasi pembelajaran dari \u201cteaching based\u201d ke \u201clearning based\u201d akan memerlukan energi sangat besar dan usaha berkelanjutan karena tantangan yang dihadapi berada dalam banyak sistem dan dalam diri para pelaku pendidikan.\u201d Papar Pak Adi Subianto. Dalam menerapkan SCL, Bpk. Adi Subianto turut menambahkan bahwa dengan menerapkan sistem SCL dalam proses belajar, Mahasiswa diharapkan menjadi lebih aktif, belajar lebih dalam dan mengerti roh dari materi, lebih siap, responsif dan akuntable, lebih mandiri dalam belajar serta lebih mengerti proses dan meningkatkan kompetensi nya daripada hanya sekedar menghafal materi. AA\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2019\/12\/lppmp-untad-gelar-evaluasi-pembelajaran-berbasis-scl-untuk-para-dosen\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Tadulako\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-12-10T08:17:56+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Arba Arief\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Arba Arief\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2019\/12\/lppmp-untad-gelar-evaluasi-pembelajaran-berbasis-scl-untuk-para-dosen\/\",\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2019\/12\/lppmp-untad-gelar-evaluasi-pembelajaran-berbasis-scl-untuk-para-dosen\/\",\"name\":\"LPPMP Untad Gelar Evaluasi Pembelajaran Berbasis SCL Untuk Para Dosen - Universitas Tadulako\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2019\/12\/lppmp-untad-gelar-evaluasi-pembelajaran-berbasis-scl-untuk-para-dosen\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2019\/12\/lppmp-untad-gelar-evaluasi-pembelajaran-berbasis-scl-untuk-para-dosen\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"datePublished\":\"2019-12-10T08:17:56+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/0d00de952266acf82d8b252e175af938\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2019\/12\/lppmp-untad-gelar-evaluasi-pembelajaran-berbasis-scl-untuk-para-dosen\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2019\/12\/lppmp-untad-gelar-evaluasi-pembelajaran-berbasis-scl-untuk-para-dosen\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2019\/12\/lppmp-untad-gelar-evaluasi-pembelajaran-berbasis-scl-untuk-para-dosen\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2019\/12\/lppmp-untad-gelar-evaluasi-pembelajaran-berbasis-scl-untuk-para-dosen\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/untad.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"LPPMP Untad Gelar Evaluasi Pembelajaran Berbasis SCL Untuk Para Dosen\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/\",\"name\":\"Universitas Tadulako\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/untad.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/0d00de952266acf82d8b252e175af938\",\"name\":\"Arba Arief\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9042f670eccc98e6a04be7a8fa7288fd617cd8f8adeadccb465b6d150b396f47?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9042f670eccc98e6a04be7a8fa7288fd617cd8f8adeadccb465b6d150b396f47?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Arba Arief\"},\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/author\/arief1\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"LPPMP Untad Gelar Evaluasi Pembelajaran Berbasis SCL Untuk Para Dosen - Universitas Tadulako","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2019\/12\/lppmp-untad-gelar-evaluasi-pembelajaran-berbasis-scl-untuk-para-dosen\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"LPPMP Untad Gelar Evaluasi Pembelajaran Berbasis SCL Untuk Para Dosen - Universitas Tadulako","og_description":"Bertempat di Ruang Senat FKIP Untad, Pusat Pengembangan &amp; Peningkatan Mutu Proses Pembelajaran (PUSBANG-PMPP) LPPMP Untad menggelar \u201cEvaluasi Pembelajaran Berbasis SCL Yang Berorientasikan KKNI\u201d pada Selasa (10\/12\/2019) Pagi yang di hadiri peserta dari kalangan dosen\/akademisi Untad. Dalam acara yang di buka langsung oleh Prof. Dr. Ir. Amar, ST.,MT selaku Wakil Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama turut menghadirkan narasumber asal Universitas Airlangga, Adi Subianto drg.,M.S.,Sp.Pros(K) selaku Pusat Inovasi Pembelajaran &amp; Sertifikasi PIPS UNAIR yang banyak memaparkan seputar Student Centered Learning dalam proses belajar mengajar. Student Centered Learning\u00a0(SCL) adalah suatu model pembelajaran yang menempatkan peserta didik sebagai pusat dari proses belajar. Dalam menerapkan konsep\u00a0Student Centered Leaning, peserta didik diharapkan sebagai peserta aktif dan mandiri dalam proses belajarnya, yang bertanggung jawab dan berinitiatif untuk mengenali kebutuhan belajarnya, menemukan sumber-sumber informasi untuk dapat menjawab kebutuhannya, membangun serta mempresentasikan pengetahuannya berdasarkan kebutuhan serta sumber-sumber yang ditemukannya. \u201c SCL menjelaskan cara berpikir tentang belajar dan mengajar yang menekankan tanggung jawab Mahasiswa untuk kegiatan seperti perencanaan pembelajaran, berinteraksi dengan Dosen dan Mahasiswa lain, meneliti dan menilai pembelajaran. Selain itu, SCL juga berfokus pada pembelajaran Mahasiswa dan apa yang Mahasiswa lakukan untuk di capai, bukan apa yang dilakukan dosen.\u201d Jelas Pak Adi Subianto. Pembelajaran yang berpusat pada Mahasiswa (Student Centered Learning) memiliki langkah-langkah yang yang menuntut partisipasi aktif dari Mahasiswa, sebagai berikut: 1)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Berbagi informasi (Information Sharing) dengan cara curah gagasan (Brainstorming), kooperatif, kolaboratif, diskusi kelompok (Gruop Discussion), diskusi panel (Panel Discussion), simposium, dan seminar. 2)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Belajar dari pengalaman (Experience Based) dengan cara simulasi, bermain peran (Roleplay), permainan (Game), dan kelompok temu. 3)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Pembelajaran melalui pemecahan masalah (Problem Solving Based) dengan cara studi kasus, tutorial, lokakarya. Terkait Prinsip-prinsip Pendekatan Student Centered Learning ; 1)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Tanggung jawab, yaitu\u00a0peserta didik\u00a0mempunyai tanggung jawab pada pelajarannya. Dengan memberi kesempatan kepada\u00a0peserta didik\u00a0untuk mempunyai tanggung jawab pada pelajarannya,\u00a0peserta didik\u00a0diharapkan akan lebih berusaha dan lebih termotivasi dalam memaknai pelajarannya. 2)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Peran\u00a0serta, yaitu\u00a0peserta didik\u00a0harus berperan aktif dalam pembelajaran. Dengan memberi kesempatan kepada\u00a0peserta didik\u00a0untuk berperan serta dalam pembelajaran, diharapkan Mahasiswa dapat mengembangkan potensinya secara maksimal sehingga mendorong bertumbuhnya kreativitas dan inovasi. 3)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Keadilan, yaitu semua\u00a0peserta didik\u00a0mempunyai hak yang sama untuk tumbuh dan berkembang. Dengan kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang tersebut akan menutup keunggulan hanya didominasi\u00a0mahaMahasiswa tertentu saja dan diharapkan semua\u00a0peserta didik\u00a0dapat bersama-sama berhasil mencapai tujuan secara maksimal. 4)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Mandiri, yaitu semua\u00a0peserta didik\u00a0harus mengembangkan segala kecerdasannya (intelektual, emosi, moral, dsb) karena Dosen hanya fasilitator dan nara sumber (mitra belajar). 5)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Berfikir kritis dan kreatif, yaitu\u00a0peserta didik\u00a0harus menggunakan segala kecerdasan intelektual dan emosinya yang berwujud kreativitas, inovasi, dan analisa untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi karena Mahasiswa akan mengalami perpaduan antara prakonsepsi dan konsepsi. 6)\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0Komunikatif, yaitu\u00a0peserta didik\u00a0harus menggunakan kemampuannya berkomunikasi baik lisan maupun tertulis karena boleh jadi Mahasiswa melihat konsep dengan cara yang berbeda sebagai hasil pengalaman hidupnya, sehingga diperlukan media dan sarana yang efektif untuk menyamakan presepsi. \u201c Upaya untuk melakukan transformasi pembelajaran dari \u201cteaching based\u201d ke \u201clearning based\u201d akan memerlukan energi sangat besar dan usaha berkelanjutan karena tantangan yang dihadapi berada dalam banyak sistem dan dalam diri para pelaku pendidikan.\u201d Papar Pak Adi Subianto. Dalam menerapkan SCL, Bpk. Adi Subianto turut menambahkan bahwa dengan menerapkan sistem SCL dalam proses belajar, Mahasiswa diharapkan menjadi lebih aktif, belajar lebih dalam dan mengerti roh dari materi, lebih siap, responsif dan akuntable, lebih mandiri dalam belajar serta lebih mengerti proses dan meningkatkan kompetensi nya daripada hanya sekedar menghafal materi. AA","og_url":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2019\/12\/lppmp-untad-gelar-evaluasi-pembelajaran-berbasis-scl-untuk-para-dosen\/","og_site_name":"Universitas Tadulako","article_published_time":"2019-12-10T08:17:56+00:00","author":"Arba Arief","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Arba Arief","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2019\/12\/lppmp-untad-gelar-evaluasi-pembelajaran-berbasis-scl-untuk-para-dosen\/","url":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2019\/12\/lppmp-untad-gelar-evaluasi-pembelajaran-berbasis-scl-untuk-para-dosen\/","name":"LPPMP Untad Gelar Evaluasi Pembelajaran Berbasis SCL Untuk Para Dosen - Universitas Tadulako","isPartOf":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2019\/12\/lppmp-untad-gelar-evaluasi-pembelajaran-berbasis-scl-untuk-para-dosen\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2019\/12\/lppmp-untad-gelar-evaluasi-pembelajaran-berbasis-scl-untuk-para-dosen\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","datePublished":"2019-12-10T08:17:56+00:00","author":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/0d00de952266acf82d8b252e175af938"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2019\/12\/lppmp-untad-gelar-evaluasi-pembelajaran-berbasis-scl-untuk-para-dosen\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/untad.ac.id\/en\/2019\/12\/lppmp-untad-gelar-evaluasi-pembelajaran-berbasis-scl-untuk-para-dosen\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2019\/12\/lppmp-untad-gelar-evaluasi-pembelajaran-berbasis-scl-untuk-para-dosen\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2019\/12\/lppmp-untad-gelar-evaluasi-pembelajaran-berbasis-scl-untuk-para-dosen\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/untad.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"LPPMP Untad Gelar Evaluasi Pembelajaran Berbasis SCL Untuk Para Dosen"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#website","url":"https:\/\/untad.ac.id\/","name":"Tadulako University","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/untad.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/0d00de952266acf82d8b252e175af938","name":"Arba Arief","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9042f670eccc98e6a04be7a8fa7288fd617cd8f8adeadccb465b6d150b396f47?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9042f670eccc98e6a04be7a8fa7288fd617cd8f8adeadccb465b6d150b396f47?s=96&d=mm&r=g","caption":"Arba Arief"},"url":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/author\/arief1\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9637","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9637"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9637\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9637"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9637"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9637"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}