{"id":9389,"date":"2019-10-25T14:20:27","date_gmt":"2019-10-25T06:20:27","guid":{"rendered":"https:\/\/untad.ac.id\/?p=9389"},"modified":"2019-10-25T14:20:27","modified_gmt":"2019-10-25T06:20:27","slug":"kuliah-umum-untad-one-asia-foundation-hadirkan-pakar-ilmu-gempa-asal-kanazawa-university-jepang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2019\/10\/kuliah-umum-untad-one-asia-foundation-hadirkan-pakar-ilmu-gempa-asal-kanazawa-university-jepang\/","title":{"rendered":"Kuliah Umum Untad &#038; One Asia Foundation Hadirkan Pakar Ilmu Gempa Asal Kanazawa University \u2013 Jepang"},"content":{"rendered":"<p>Memasuki tahun ketiga, Universitas Tadulako bersama One Asia Foundation sejak tahun 2016 telah aktif berkolaborasi dalam pengembangan SDM kepada Mahasiswa Untad melalui pemberian beasiswa ataupun kuliah umum. Di tahun 2019 ini, One Asia Foundation kembali menggelar Kuliah Umum bertajuk \u201c <em>Education of Asia Community &#8211; Series 7 : Liquefaction-induced damage in recent earthquake and new countermeasures against liquefaction<\/em> \u201d pada Kamis (24\/10) Pagi dengan menghadirkan <em>Professor of Earthquake Engineering<\/em> asal Kanazawa University \u2013 Japan, Prof. Miyajima Masakatsu bertempat di Theater Room Untad.<\/p>\n<p>Dalam materinya, Prof. Miyajima menuturkan bahwa setelah melakukan penelitiannya setahun terakhir, ia menemukan bahwa gempa yang terjadi pada 28 September yang lalu merupakan jenis gempa yang cukup langka. Biasanya gempa yang terjadi di suatu tempat hanya mengalami satu jenis gempa saja (gempa tektonik karena gesekan lempeng tanah ataupun lempeng tanah yang naik turun), akan tetapi di PaSiGala kemarin, kedua jenis gempa tersebut terjadi secara bersamaan. Sehingga istilah\/kata \u201c tanah di blender\u201d yang terjadi di Petobo, Balaroa dan Sibalaya di anggap tepat untuk menggambarkan peristiwa gempa dan likuifaksi yang terjadi.<\/p>\n<p>Beliau turut menambahkan bahwa tidak hanya goncangan tanah saja yang perlu diperhatikan akan tetapi geo-hazard (keadaan geologis yang dapat menyebabkan kerusakan luas atau risiko) yang disebabkan oleh gempa bumi juga harus diperhatikan. Selain itu, mereka pun harus mengklarifikasi mekanisme aliran tanah yang besar sehingga saat ini mereka terus mengumpulkan data geologi di lokasi kejadian.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/WhatsApp-Image-2019-10-23-at-20.29.42.jpeg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-9390 aligncenter\" src=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/WhatsApp-Image-2019-10-23-at-20.29.42-300x200.jpeg\" alt=\"\" width=\"400\" height=\"266\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/WhatsApp-Image-2019-10-23-at-21.09.12.jpeg\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-9391 aligncenter\" src=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/WhatsApp-Image-2019-10-23-at-21.09.12-300x200.jpeg\" alt=\"\" width=\"396\" height=\"264\" \/><\/a><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/WhatsApp-Image-2019-10-23-at-21.09.13.jpeg\"><img decoding=\"async\" class=\"wp-image-9392 aligncenter\" src=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/10\/WhatsApp-Image-2019-10-23-at-21.09.13-300x200.jpeg\" alt=\"\" width=\"392\" height=\"261\" \/><\/a><\/p>\n<p>Adapun dalam materinya, Prof. Miyajima menuturkan bahwa ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membuat rumah yang cukup aman jika tinggal di daerah likuifaksi agar tidak <em>colaps<\/em>.<\/p>\n<p>\u201c Saat akan membuat rumah, buatlah lubang yang mengelilingi rumah anda sedalam 3- 6 Meter kemudian isi lubang tersebut dengan batang kayu seukuran pohon kelapa dengan panjang 3-6 meter juga. Kami sudah pernah membuat percobaan dengan metode tersebut dan didapatkan bahwa rumah yang menggunakan metode itu tidak masuk kedalam tanah saat likuifaksi terjadi. \u00a0Meskipun begitu, syarat metode ini dapat di gunakan untuk rumah dengan lahan yang cukup luas alias tidak di tengah-tengah pemukiman yang padat dan telah terbangun. Hal itu tidak di jamin 100% berhasil, akan tetapi dengan percobaan yang telah dilakukan, metode tersebut terbukti dapat menahan rumah untuk tidak <em>colaps <\/em>&amp; terisap oleh tanah saat terjadi likuifaksi.\u201d Papar Prof. Miyajima.<\/p>\n<p>Usai pemaparan materi, acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara narasumber dan peserta kemudian di tutup dengan sesi foto bersama. <strong>AA<\/strong><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Memasuki tahun ketiga, Universitas Tadulako bersama One Asia Foundation sejak tahun 2016 telah aktif berkolaborasi dalam pengembangan SDM kepada Mahasiswa Untad melalui pemberian beasiswa ataupun kuliah umum. Di tahun 2019 ini, One Asia Foundation kembali menggelar Kuliah Umum bertajuk \u201c Education of Asia Community &#8211; Series 7 : Liquefaction-induced damage in recent earthquake and new countermeasures against liquefaction \u201d pada Kamis (24\/10) Pagi dengan menghadirkan Professor of Earthquake Engineering asal Kanazawa University \u2013 Japan, Prof. Miyajima Masakatsu bertempat di Theater Room Untad. Dalam materinya, Prof. Miyajima menuturkan bahwa setelah melakukan penelitiannya setahun terakhir, ia menemukan bahwa gempa yang terjadi pada 28 September yang lalu merupakan jenis gempa yang cukup langka. Biasanya gempa yang terjadi di suatu tempat hanya mengalami satu jenis gempa saja (gempa tektonik karena gesekan lempeng tanah ataupun lempeng tanah yang naik turun), akan tetapi di PaSiGala kemarin, kedua jenis gempa tersebut terjadi secara bersamaan. Sehingga istilah\/kata \u201c tanah di blender\u201d yang terjadi di Petobo, Balaroa dan Sibalaya di anggap tepat untuk menggambarkan peristiwa gempa dan likuifaksi yang terjadi. Beliau turut menambahkan bahwa tidak hanya goncangan tanah saja yang perlu diperhatikan akan tetapi geo-hazard (keadaan geologis yang dapat menyebabkan kerusakan luas atau risiko) yang disebabkan oleh gempa bumi juga harus diperhatikan. Selain itu, mereka pun harus mengklarifikasi mekanisme aliran tanah yang besar sehingga saat ini mereka terus mengumpulkan data geologi di lokasi kejadian. Adapun dalam materinya, Prof. Miyajima menuturkan bahwa ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membuat rumah yang cukup aman jika tinggal di daerah likuifaksi agar tidak colaps. \u201c Saat akan membuat rumah, buatlah lubang yang mengelilingi rumah anda sedalam 3- 6 Meter kemudian isi lubang tersebut dengan batang kayu seukuran pohon kelapa dengan panjang 3-6 meter juga. Kami sudah pernah membuat percobaan dengan metode tersebut dan didapatkan bahwa rumah yang menggunakan metode itu tidak masuk kedalam tanah saat likuifaksi terjadi. \u00a0Meskipun begitu, syarat metode ini dapat di gunakan untuk rumah dengan lahan yang cukup luas alias tidak di tengah-tengah pemukiman yang padat dan telah terbangun. Hal itu tidak di jamin 100% berhasil, akan tetapi dengan percobaan yang telah dilakukan, metode tersebut terbukti dapat menahan rumah untuk tidak colaps &amp; terisap oleh tanah saat terjadi likuifaksi.\u201d Papar Prof. Miyajima. Usai pemaparan materi, acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara narasumber dan peserta kemudian di tutup dengan sesi foto bersama. AA<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":9393,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ocean_post_layout":"","ocean_both_sidebars_style":"","ocean_both_sidebars_content_width":0,"ocean_both_sidebars_sidebars_width":0,"ocean_sidebar":"","ocean_second_sidebar":"","ocean_disable_margins":"enable","ocean_add_body_class":"","ocean_shortcode_before_top_bar":"","ocean_shortcode_after_top_bar":"","ocean_shortcode_before_header":"","ocean_shortcode_after_header":"","ocean_has_shortcode":"","ocean_shortcode_after_title":"","ocean_shortcode_before_footer_widgets":"","ocean_shortcode_after_footer_widgets":"","ocean_shortcode_before_footer_bottom":"","ocean_shortcode_after_footer_bottom":"","ocean_display_top_bar":"default","ocean_display_header":"default","ocean_header_style":"","ocean_center_header_left_menu":"","ocean_custom_header_template":"","ocean_custom_logo":0,"ocean_custom_retina_logo":0,"ocean_custom_logo_max_width":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_width":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_width":0,"ocean_custom_logo_max_height":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_height":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_height":0,"ocean_header_custom_menu":"","ocean_menu_typo_font_family":"","ocean_menu_typo_font_subset":"","ocean_menu_typo_font_size":0,"ocean_menu_typo_font_size_tablet":0,"ocean_menu_typo_font_size_mobile":0,"ocean_menu_typo_font_size_unit":"px","ocean_menu_typo_font_weight":"","ocean_menu_typo_font_weight_tablet":"","ocean_menu_typo_font_weight_mobile":"","ocean_menu_typo_transform":"","ocean_menu_typo_transform_tablet":"","ocean_menu_typo_transform_mobile":"","ocean_menu_typo_line_height":0,"ocean_menu_typo_line_height_tablet":0,"ocean_menu_typo_line_height_mobile":0,"ocean_menu_typo_line_height_unit":"","ocean_menu_typo_spacing":0,"ocean_menu_typo_spacing_tablet":0,"ocean_menu_typo_spacing_mobile":0,"ocean_menu_typo_spacing_unit":"","ocean_menu_link_color":"","ocean_menu_link_color_hover":"","ocean_menu_link_color_active":"","ocean_menu_link_background":"","ocean_menu_link_hover_background":"","ocean_menu_link_active_background":"","ocean_menu_social_links_bg":"","ocean_menu_social_hover_links_bg":"","ocean_menu_social_links_color":"","ocean_menu_social_hover_links_color":"","ocean_disable_title":"default","ocean_disable_heading":"default","ocean_post_title":"","ocean_post_subheading":"","ocean_post_title_style":"","ocean_post_title_background_color":"","ocean_post_title_background":0,"ocean_post_title_bg_image_position":"","ocean_post_title_bg_image_attachment":"","ocean_post_title_bg_image_repeat":"","ocean_post_title_bg_image_size":"","ocean_post_title_height":0,"ocean_post_title_bg_overlay":0.5,"ocean_post_title_bg_overlay_color":"","ocean_disable_breadcrumbs":"default","ocean_breadcrumbs_color":"","ocean_breadcrumbs_separator_color":"","ocean_breadcrumbs_links_color":"","ocean_breadcrumbs_links_hover_color":"","ocean_display_footer_widgets":"default","ocean_display_footer_bottom":"default","ocean_custom_footer_template":"","ocean_post_oembed":"","ocean_post_self_hosted_media":"","ocean_post_video_embed":"","ocean_link_format":"","ocean_link_format_target":"self","ocean_quote_format":"","ocean_quote_format_link":"post","ocean_gallery_link_images":"on","ocean_gallery_id":[],"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-9389","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-untad","entry","has-media"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kuliah Umum Untad &amp; One Asia Foundation Hadirkan Pakar Ilmu Gempa Asal Kanazawa University \u2013 Jepang - Universitas Tadulako<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2019\/10\/kuliah-umum-untad-one-asia-foundation-hadirkan-pakar-ilmu-gempa-asal-kanazawa-university-jepang\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kuliah Umum Untad &amp; One Asia Foundation Hadirkan Pakar Ilmu Gempa Asal Kanazawa University \u2013 Jepang - Universitas Tadulako\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Memasuki tahun ketiga, Universitas Tadulako bersama One Asia Foundation sejak tahun 2016 telah aktif berkolaborasi dalam pengembangan SDM kepada Mahasiswa Untad melalui pemberian beasiswa ataupun kuliah umum. Di tahun 2019 ini, One Asia Foundation kembali menggelar Kuliah Umum bertajuk \u201c Education of Asia Community &#8211; Series 7 : Liquefaction-induced damage in recent earthquake and new countermeasures against liquefaction \u201d pada Kamis (24\/10) Pagi dengan menghadirkan Professor of Earthquake Engineering asal Kanazawa University \u2013 Japan, Prof. Miyajima Masakatsu bertempat di Theater Room Untad. Dalam materinya, Prof. Miyajima menuturkan bahwa setelah melakukan penelitiannya setahun terakhir, ia menemukan bahwa gempa yang terjadi pada 28 September yang lalu merupakan jenis gempa yang cukup langka. Biasanya gempa yang terjadi di suatu tempat hanya mengalami satu jenis gempa saja (gempa tektonik karena gesekan lempeng tanah ataupun lempeng tanah yang naik turun), akan tetapi di PaSiGala kemarin, kedua jenis gempa tersebut terjadi secara bersamaan. Sehingga istilah\/kata \u201c tanah di blender\u201d yang terjadi di Petobo, Balaroa dan Sibalaya di anggap tepat untuk menggambarkan peristiwa gempa dan likuifaksi yang terjadi. Beliau turut menambahkan bahwa tidak hanya goncangan tanah saja yang perlu diperhatikan akan tetapi geo-hazard (keadaan geologis yang dapat menyebabkan kerusakan luas atau risiko) yang disebabkan oleh gempa bumi juga harus diperhatikan. Selain itu, mereka pun harus mengklarifikasi mekanisme aliran tanah yang besar sehingga saat ini mereka terus mengumpulkan data geologi di lokasi kejadian. Adapun dalam materinya, Prof. Miyajima menuturkan bahwa ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membuat rumah yang cukup aman jika tinggal di daerah likuifaksi agar tidak colaps. \u201c Saat akan membuat rumah, buatlah lubang yang mengelilingi rumah anda sedalam 3- 6 Meter kemudian isi lubang tersebut dengan batang kayu seukuran pohon kelapa dengan panjang 3-6 meter juga. Kami sudah pernah membuat percobaan dengan metode tersebut dan didapatkan bahwa rumah yang menggunakan metode itu tidak masuk kedalam tanah saat likuifaksi terjadi. \u00a0Meskipun begitu, syarat metode ini dapat di gunakan untuk rumah dengan lahan yang cukup luas alias tidak di tengah-tengah pemukiman yang padat dan telah terbangun. Hal itu tidak di jamin 100% berhasil, akan tetapi dengan percobaan yang telah dilakukan, metode tersebut terbukti dapat menahan rumah untuk tidak colaps &amp; terisap oleh tanah saat terjadi likuifaksi.\u201d Papar Prof. Miyajima. Usai pemaparan materi, acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara narasumber dan peserta kemudian di tutup dengan sesi foto bersama. AA\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2019\/10\/kuliah-umum-untad-one-asia-foundation-hadirkan-pakar-ilmu-gempa-asal-kanazawa-university-jepang\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Tadulako\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-10-25T06:20:27+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Arba Arief\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Arba Arief\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2019\/10\/kuliah-umum-untad-one-asia-foundation-hadirkan-pakar-ilmu-gempa-asal-kanazawa-university-jepang\/\",\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2019\/10\/kuliah-umum-untad-one-asia-foundation-hadirkan-pakar-ilmu-gempa-asal-kanazawa-university-jepang\/\",\"name\":\"Kuliah Umum Untad & One Asia Foundation Hadirkan Pakar Ilmu Gempa Asal Kanazawa University \u2013 Jepang - Universitas Tadulako\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2019\/10\/kuliah-umum-untad-one-asia-foundation-hadirkan-pakar-ilmu-gempa-asal-kanazawa-university-jepang\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2019\/10\/kuliah-umum-untad-one-asia-foundation-hadirkan-pakar-ilmu-gempa-asal-kanazawa-university-jepang\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"datePublished\":\"2019-10-25T06:20:27+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/0d00de952266acf82d8b252e175af938\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2019\/10\/kuliah-umum-untad-one-asia-foundation-hadirkan-pakar-ilmu-gempa-asal-kanazawa-university-jepang\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/untad.ac.id\/2019\/10\/kuliah-umum-untad-one-asia-foundation-hadirkan-pakar-ilmu-gempa-asal-kanazawa-university-jepang\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2019\/10\/kuliah-umum-untad-one-asia-foundation-hadirkan-pakar-ilmu-gempa-asal-kanazawa-university-jepang\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2019\/10\/kuliah-umum-untad-one-asia-foundation-hadirkan-pakar-ilmu-gempa-asal-kanazawa-university-jepang\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/untad.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kuliah Umum Untad &#038; One Asia Foundation Hadirkan Pakar Ilmu Gempa Asal Kanazawa University \u2013 Jepang\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/\",\"name\":\"Universitas Tadulako\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/untad.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/0d00de952266acf82d8b252e175af938\",\"name\":\"Arba Arief\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9042f670eccc98e6a04be7a8fa7288fd617cd8f8adeadccb465b6d150b396f47?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9042f670eccc98e6a04be7a8fa7288fd617cd8f8adeadccb465b6d150b396f47?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Arba Arief\"},\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/author\/arief1\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kuliah Umum Untad & One Asia Foundation Hadirkan Pakar Ilmu Gempa Asal Kanazawa University \u2013 Jepang - Universitas Tadulako","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2019\/10\/kuliah-umum-untad-one-asia-foundation-hadirkan-pakar-ilmu-gempa-asal-kanazawa-university-jepang\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kuliah Umum Untad & One Asia Foundation Hadirkan Pakar Ilmu Gempa Asal Kanazawa University \u2013 Jepang - Universitas Tadulako","og_description":"Memasuki tahun ketiga, Universitas Tadulako bersama One Asia Foundation sejak tahun 2016 telah aktif berkolaborasi dalam pengembangan SDM kepada Mahasiswa Untad melalui pemberian beasiswa ataupun kuliah umum. Di tahun 2019 ini, One Asia Foundation kembali menggelar Kuliah Umum bertajuk \u201c Education of Asia Community &#8211; Series 7 : Liquefaction-induced damage in recent earthquake and new countermeasures against liquefaction \u201d pada Kamis (24\/10) Pagi dengan menghadirkan Professor of Earthquake Engineering asal Kanazawa University \u2013 Japan, Prof. Miyajima Masakatsu bertempat di Theater Room Untad. Dalam materinya, Prof. Miyajima menuturkan bahwa setelah melakukan penelitiannya setahun terakhir, ia menemukan bahwa gempa yang terjadi pada 28 September yang lalu merupakan jenis gempa yang cukup langka. Biasanya gempa yang terjadi di suatu tempat hanya mengalami satu jenis gempa saja (gempa tektonik karena gesekan lempeng tanah ataupun lempeng tanah yang naik turun), akan tetapi di PaSiGala kemarin, kedua jenis gempa tersebut terjadi secara bersamaan. Sehingga istilah\/kata \u201c tanah di blender\u201d yang terjadi di Petobo, Balaroa dan Sibalaya di anggap tepat untuk menggambarkan peristiwa gempa dan likuifaksi yang terjadi. Beliau turut menambahkan bahwa tidak hanya goncangan tanah saja yang perlu diperhatikan akan tetapi geo-hazard (keadaan geologis yang dapat menyebabkan kerusakan luas atau risiko) yang disebabkan oleh gempa bumi juga harus diperhatikan. Selain itu, mereka pun harus mengklarifikasi mekanisme aliran tanah yang besar sehingga saat ini mereka terus mengumpulkan data geologi di lokasi kejadian. Adapun dalam materinya, Prof. Miyajima menuturkan bahwa ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membuat rumah yang cukup aman jika tinggal di daerah likuifaksi agar tidak colaps. \u201c Saat akan membuat rumah, buatlah lubang yang mengelilingi rumah anda sedalam 3- 6 Meter kemudian isi lubang tersebut dengan batang kayu seukuran pohon kelapa dengan panjang 3-6 meter juga. Kami sudah pernah membuat percobaan dengan metode tersebut dan didapatkan bahwa rumah yang menggunakan metode itu tidak masuk kedalam tanah saat likuifaksi terjadi. \u00a0Meskipun begitu, syarat metode ini dapat di gunakan untuk rumah dengan lahan yang cukup luas alias tidak di tengah-tengah pemukiman yang padat dan telah terbangun. Hal itu tidak di jamin 100% berhasil, akan tetapi dengan percobaan yang telah dilakukan, metode tersebut terbukti dapat menahan rumah untuk tidak colaps &amp; terisap oleh tanah saat terjadi likuifaksi.\u201d Papar Prof. Miyajima. Usai pemaparan materi, acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara narasumber dan peserta kemudian di tutup dengan sesi foto bersama. AA","og_url":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2019\/10\/kuliah-umum-untad-one-asia-foundation-hadirkan-pakar-ilmu-gempa-asal-kanazawa-university-jepang\/","og_site_name":"Universitas Tadulako","article_published_time":"2019-10-25T06:20:27+00:00","author":"Arba Arief","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Arba Arief","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2019\/10\/kuliah-umum-untad-one-asia-foundation-hadirkan-pakar-ilmu-gempa-asal-kanazawa-university-jepang\/","url":"https:\/\/untad.ac.id\/2019\/10\/kuliah-umum-untad-one-asia-foundation-hadirkan-pakar-ilmu-gempa-asal-kanazawa-university-jepang\/","name":"Kuliah Umum Untad & One Asia Foundation Hadirkan Pakar Ilmu Gempa Asal Kanazawa University \u2013 Jepang - Universitas Tadulako","isPartOf":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2019\/10\/kuliah-umum-untad-one-asia-foundation-hadirkan-pakar-ilmu-gempa-asal-kanazawa-university-jepang\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2019\/10\/kuliah-umum-untad-one-asia-foundation-hadirkan-pakar-ilmu-gempa-asal-kanazawa-university-jepang\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","datePublished":"2019-10-25T06:20:27+00:00","author":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/0d00de952266acf82d8b252e175af938"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2019\/10\/kuliah-umum-untad-one-asia-foundation-hadirkan-pakar-ilmu-gempa-asal-kanazawa-university-jepang\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/untad.ac.id\/2019\/10\/kuliah-umum-untad-one-asia-foundation-hadirkan-pakar-ilmu-gempa-asal-kanazawa-university-jepang\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2019\/10\/kuliah-umum-untad-one-asia-foundation-hadirkan-pakar-ilmu-gempa-asal-kanazawa-university-jepang\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2019\/10\/kuliah-umum-untad-one-asia-foundation-hadirkan-pakar-ilmu-gempa-asal-kanazawa-university-jepang\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/untad.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kuliah Umum Untad &#038; One Asia Foundation Hadirkan Pakar Ilmu Gempa Asal Kanazawa University \u2013 Jepang"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#website","url":"https:\/\/untad.ac.id\/","name":"Tadulako University","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/untad.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/0d00de952266acf82d8b252e175af938","name":"Arba Arief","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9042f670eccc98e6a04be7a8fa7288fd617cd8f8adeadccb465b6d150b396f47?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9042f670eccc98e6a04be7a8fa7288fd617cd8f8adeadccb465b6d150b396f47?s=96&d=mm&r=g","caption":"Arba Arief"},"url":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/author\/arief1\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9389","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=9389"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/9389\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=9389"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=9389"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=9389"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}