{"id":701,"date":"2014-03-04T02:16:15","date_gmt":"2014-03-04T02:16:15","guid":{"rendered":"http:\/\/untad.ac.id\/en\/?p=701"},"modified":"2014-03-04T02:16:15","modified_gmt":"2014-03-04T02:16:15","slug":"sosialisasi-beasiswa-fulbright-adeline-widyastuti-pendaftar-dari-indonesia-timur-masih-sedikit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2014\/03\/sosialisasi-beasiswa-fulbright-adeline-widyastuti-pendaftar-dari-indonesia-timur-masih-sedikit\/","title":{"rendered":"Sosialisasi Beasiswa Fulbright, Adeline Widyastuti : \u00e2\u20ac\u0153Pendaftar dari Indonesia Timur masih sedikit\u00e2\u20ac\u009d"},"content":{"rendered":"<table border=\"0\" align=\"left\">\n<tbody>\n<tr>\n<td><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p style=\"text-align: justify;\">Kesempatan untuk berguru ke negeri Paman Sam kembali dibuka. Kali ini <em>American Indonesian Exchange Foundation<\/em> (AMINEF) menawarkan berbagai program beasiswa Fulbright untuk berbagai kalangan. Berlangsung di Gedung Media Center Universitas Tadulako (Untad), Senin (3\/3), kegiatan Sosialisasi dibuka secara langsung oleh Ketua International Office Untad, Prof. Mery Napitupulu, M.Sc., Ph.D.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Pada kesempatan itu, <em>Senior Program Officer<\/em> dari AMINEF, Adeline Widyastuti hadir sebagai pemateri sosialisasi. Hadir pula Prof. Ir. <em>Marsetyo<\/em>, M.Sc.Ag., Ph.D selaku moderator kegiatan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di awal-awal materi, Adeline Widyastuti menjelaskan bahwa pendaftar (<em>applicant<\/em>) dari wilayah Indonesia Timur masih sedikit. \u00e2\u20ac\u0153Pulau Sulawesi masuk kategori wilayah Indonesia Timur, bersama pulau Ambon dan Maluku. Untuk pendaftar dari wilayah ini tergolong sangat sedikit. Tiap tahunnya tidak lebih dari 20 pendaftar,\u00e2\u20ac\u009d kata Adeline.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u00c2\u00a0Prof. <em>Marsetyo menambahkan bahwa jumlah keseluruhan alumni beasiswa Fulbright asal Untad hanya berkisar 14 orang. \u00e2\u20ac\u0153Jumlah yang sangat minim, padahal menurut pengalaman saya, proses seleksi beasiswa ini tidak begitu ribet dibanding beasiswa lainnya,\u00e2\u20ac\u009d tutur alumni program penelitian Fulbright ini.\u00c2\u00a0 \u00e2\u20ac\u0153Kuncinya hanya berani mencoba dan mendaftar beasiswa Fulbright, kalau tidak dicoba, mana mungkin bisa mendapatkan beasiswa ini,\u00e2\u20ac\u009d tambahnya.<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adeline Widyastuti menjelaskan berbagai program Fulbright periode 2014-2015. Program Fulbright merupakan program pemberian beasiswa untuk belajar di Amerika. Program ini diprakarsai oleh Senator J. William Fulbright pada tahun 1946. Visi dan misinya adalah meningkatkan saling pengertian antar bangsa demi terciptanya perdamaian dunia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurut Adeline, jenis-jenis program beasiswa yang ditawarkan yakni program penelitian, pelatihan\/profesi, pertukaran mahasiswa, master (S2) , dan doktoral (S3). Batas pendaftaran untuk\u00c2\u00a0 program S2\/S3 yaitu tanggal 15 April 2014. Untuk program penelitian, batas pendaftarannya tanggal 31 Agustus 2014, sedangkan untuk program pelatihan dan pertukaran mahasiswa, batasnya tanggal 1 November 2014. Setiap program beasiswa memiliki syarat pendaftaran yang berbeda. Formulir pendaftaran dan semua informasi lengkapnya bisa diperoleh di <a href=\"http:\/\/www.aminef.or.id\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">http:\/\/www.aminef.or.id<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Adeline memberikan rahasia sukses dalam mendaftar Fulbright. Kala itu salah satu peserta sosialisasi bertanya, \u00e2\u20ac\u0153Kandidat seperti apa yang dicari oleh pihak pemberi beasiswa?\u00e2\u20ac\u009d. Adeline pun menjelaskan bahwa mereka mencari kandidat-kandidat yang memiliki rasa kontribusi atau nilai sosial yang tinggi. Poin tersebut akan terlihat pada formulir, khususnya pada bagian <em>study objective<\/em>, dan pada tahap wawancara.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><em>Menurut Adeline, Study Objective <\/em><em>merupakan bagian yang terpenting dalam formulir beasiswa. Ia memaparkan kiat-kiat sukses dalam mengisi bagian itu. <\/em>Dalam mempersiapkan <em>Study Objective,<\/em> pendaftar diharapkan mencari lima universitas dengan program yang cocok. &#8220;Kunjungi dulu <em>website<\/em> universitas yang diinginkan, lihat persyaratan dan mata kuliah yang akan diambil,&#8221; ujarnya. Ini yang dimaksud dalam tahap <em>prewriting \u00e2\u20ac\u201c brainstorm<\/em>, tahap awal sebelum menulis <em>Study Objective. <\/em><em>Selanjutnya tahap kedua yaitu <\/em><em>Outline your statement<\/em>, menuliskan poin-poin penting. Ketiga, <em>Write your first draft<\/em>, menuliskan gambaran singkat. Sebaiknya menulis lebih dari satu draft. Terakhir, revise and edit, lakukan revisi secara berulang kali.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dalam membuat <em>study objective<\/em>, Adeline mengimbau untuk memperhatikan empat komponen. &#8220;Deskripsikan program studi yang akan diambil, jelaskan bagaimana bidang studi itu cocok dengan latar belakang pendidikan dan karir masa depan, berikan alasan mengapa harus belajar ke Amerika, serta uraikan cita-cita dan keterlibatan anda dalam pengembangan masyarakat setelah pulang nanti,&#8221; paparnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, dalam menulis <em>study objective, <\/em><em>hendaknya menggunakan kalimat bahasa inggris yang sederhana dan to the point<\/em><em>. Selain itu, hendaknya menuliskan sesuatu berdasarkan bukti\/fakta sehingga tidak terkesan sombong. Misalnya jangan menuliskan \u00e2\u20ac\u0153Saya mahasiswa cerdas\u00e2\u20ac\u009d, tapi tulislah \u00e2\u20ac\u0153IPK saya 4,00\u00e2\u20ac\u009d. <\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Di akhir sosialisasi, Adeline berharap tahun ini ada banyak pendaftar dari Sulawesi khususnya dari Untad. Ia menjelaskan bahwa pendaftar dari wilayah Indonesia Timur tidak akan bersaing dengan pendaftar dari pulau jawa. Pendaftar dari Sulawesi hanya akan bersaing dengan para pendaftar dari pulau Ambon dan Maluku. Itu semua bertujuan agar pendaftar dari Indonesia Timur memiliki peluang yang besar dalam meraih beasiswa Fulbright. <em><strong>pnq<\/strong><\/em><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kesempatan untuk berguru ke negeri Paman Sam kembali dibuka. Kali ini American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) menawarkan berbagai program beasiswa Fulbright untuk berbagai kalangan. Berlangsung di Gedung Media Center Universitas Tadulako (Untad), Senin (3\/3), kegiatan Sosialisasi dibuka secara langsung oleh Ketua International Office Untad, Prof. Mery Napitupulu, M.Sc., Ph.D. Pada kesempatan itu, Senior Program Officer dari AMINEF, Adeline Widyastuti hadir sebagai pemateri sosialisasi. Hadir pula Prof. Ir. Marsetyo, M.Sc.Ag., Ph.D selaku moderator kegiatan. Di awal-awal materi, Adeline Widyastuti menjelaskan bahwa pendaftar (applicant) dari wilayah Indonesia Timur masih sedikit. \u00e2\u20ac\u0153Pulau Sulawesi masuk kategori wilayah Indonesia Timur, bersama pulau Ambon dan Maluku. Untuk pendaftar dari wilayah ini tergolong sangat sedikit. Tiap tahunnya tidak lebih dari 20 pendaftar,\u00e2\u20ac\u009d kata Adeline. \u00c2\u00a0Prof. Marsetyo menambahkan bahwa jumlah keseluruhan alumni beasiswa Fulbright asal Untad hanya berkisar 14 orang. \u00e2\u20ac\u0153Jumlah yang sangat minim, padahal menurut pengalaman saya, proses seleksi beasiswa ini tidak begitu ribet dibanding beasiswa lainnya,\u00e2\u20ac\u009d tutur alumni program penelitian Fulbright ini.\u00c2\u00a0 \u00e2\u20ac\u0153Kuncinya hanya berani mencoba dan mendaftar beasiswa Fulbright, kalau tidak dicoba, mana mungkin bisa mendapatkan beasiswa ini,\u00e2\u20ac\u009d tambahnya. Adeline Widyastuti menjelaskan berbagai program Fulbright periode 2014-2015. Program Fulbright merupakan program pemberian beasiswa untuk belajar di Amerika. Program ini diprakarsai oleh Senator J. William Fulbright pada tahun 1946. Visi dan misinya adalah meningkatkan saling pengertian antar bangsa demi terciptanya perdamaian dunia. Menurut Adeline, jenis-jenis program beasiswa yang ditawarkan yakni program penelitian, pelatihan\/profesi, pertukaran mahasiswa, master (S2) , dan doktoral (S3). Batas pendaftaran untuk\u00c2\u00a0 program S2\/S3 yaitu tanggal 15 April 2014. Untuk program penelitian, batas pendaftarannya tanggal 31 Agustus 2014, sedangkan untuk program pelatihan dan pertukaran mahasiswa, batasnya tanggal 1 November 2014. Setiap program beasiswa memiliki syarat pendaftaran yang berbeda. Formulir pendaftaran dan semua informasi lengkapnya bisa diperoleh di http:\/\/www.aminef.or.id Adeline memberikan rahasia sukses dalam mendaftar Fulbright. Kala itu salah satu peserta sosialisasi bertanya, \u00e2\u20ac\u0153Kandidat seperti apa yang dicari oleh pihak pemberi beasiswa?\u00e2\u20ac\u009d. Adeline pun menjelaskan bahwa mereka mencari kandidat-kandidat yang memiliki rasa kontribusi atau nilai sosial yang tinggi. Poin tersebut akan terlihat pada formulir, khususnya pada bagian study objective, dan pada tahap wawancara. Menurut Adeline, Study Objective merupakan bagian yang terpenting dalam formulir beasiswa. Ia memaparkan kiat-kiat sukses dalam mengisi bagian itu. Dalam mempersiapkan Study Objective, pendaftar diharapkan mencari lima universitas dengan program yang cocok. &#8220;Kunjungi dulu website universitas yang diinginkan, lihat persyaratan dan mata kuliah yang akan diambil,&#8221; ujarnya. Ini yang dimaksud dalam tahap prewriting \u00e2\u20ac\u201c brainstorm, tahap awal sebelum menulis Study Objective. Selanjutnya tahap kedua yaitu Outline your statement, menuliskan poin-poin penting. Ketiga, Write your first draft, menuliskan gambaran singkat. Sebaiknya menulis lebih dari satu draft. Terakhir, revise and edit, lakukan revisi secara berulang kali. Dalam membuat study objective, Adeline mengimbau untuk memperhatikan empat komponen. &#8220;Deskripsikan program studi yang akan diambil, jelaskan bagaimana bidang studi itu cocok dengan latar belakang pendidikan dan karir masa depan, berikan alasan mengapa harus belajar ke Amerika, serta uraikan cita-cita dan keterlibatan anda dalam pengembangan masyarakat setelah pulang nanti,&#8221; paparnya. Menurutnya, dalam menulis study objective, hendaknya menggunakan kalimat bahasa inggris yang sederhana dan to the point. Selain itu, hendaknya menuliskan sesuatu berdasarkan bukti\/fakta sehingga tidak terkesan sombong. Misalnya jangan menuliskan \u00e2\u20ac\u0153Saya mahasiswa cerdas\u00e2\u20ac\u009d, tapi tulislah \u00e2\u20ac\u0153IPK saya 4,00\u00e2\u20ac\u009d. Di akhir sosialisasi, Adeline berharap tahun ini ada banyak pendaftar dari Sulawesi khususnya dari Untad. Ia menjelaskan bahwa pendaftar dari wilayah Indonesia Timur tidak akan bersaing dengan pendaftar dari pulau jawa. Pendaftar dari Sulawesi hanya akan bersaing dengan para pendaftar dari pulau Ambon dan Maluku. Itu semua bertujuan agar pendaftar dari Indonesia Timur memiliki peluang yang besar dalam meraih beasiswa Fulbright. pnq<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ocean_post_layout":"","ocean_both_sidebars_style":"","ocean_both_sidebars_content_width":0,"ocean_both_sidebars_sidebars_width":0,"ocean_sidebar":"","ocean_second_sidebar":"","ocean_disable_margins":"enable","ocean_add_body_class":"","ocean_shortcode_before_top_bar":"","ocean_shortcode_after_top_bar":"","ocean_shortcode_before_header":"","ocean_shortcode_after_header":"","ocean_has_shortcode":"","ocean_shortcode_after_title":"","ocean_shortcode_before_footer_widgets":"","ocean_shortcode_after_footer_widgets":"","ocean_shortcode_before_footer_bottom":"","ocean_shortcode_after_footer_bottom":"","ocean_display_top_bar":"default","ocean_display_header":"default","ocean_header_style":"","ocean_center_header_left_menu":"","ocean_custom_header_template":"","ocean_custom_logo":0,"ocean_custom_retina_logo":0,"ocean_custom_logo_max_width":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_width":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_width":0,"ocean_custom_logo_max_height":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_height":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_height":0,"ocean_header_custom_menu":"","ocean_menu_typo_font_family":"","ocean_menu_typo_font_subset":"","ocean_menu_typo_font_size":0,"ocean_menu_typo_font_size_tablet":0,"ocean_menu_typo_font_size_mobile":0,"ocean_menu_typo_font_size_unit":"px","ocean_menu_typo_font_weight":"","ocean_menu_typo_font_weight_tablet":"","ocean_menu_typo_font_weight_mobile":"","ocean_menu_typo_transform":"","ocean_menu_typo_transform_tablet":"","ocean_menu_typo_transform_mobile":"","ocean_menu_typo_line_height":0,"ocean_menu_typo_line_height_tablet":0,"ocean_menu_typo_line_height_mobile":0,"ocean_menu_typo_line_height_unit":"","ocean_menu_typo_spacing":0,"ocean_menu_typo_spacing_tablet":0,"ocean_menu_typo_spacing_mobile":0,"ocean_menu_typo_spacing_unit":"","ocean_menu_link_color":"","ocean_menu_link_color_hover":"","ocean_menu_link_color_active":"","ocean_menu_link_background":"","ocean_menu_link_hover_background":"","ocean_menu_link_active_background":"","ocean_menu_social_links_bg":"","ocean_menu_social_hover_links_bg":"","ocean_menu_social_links_color":"","ocean_menu_social_hover_links_color":"","ocean_disable_title":"default","ocean_disable_heading":"default","ocean_post_title":"","ocean_post_subheading":"","ocean_post_title_style":"","ocean_post_title_background_color":"","ocean_post_title_background":0,"ocean_post_title_bg_image_position":"","ocean_post_title_bg_image_attachment":"","ocean_post_title_bg_image_repeat":"","ocean_post_title_bg_image_size":"","ocean_post_title_height":0,"ocean_post_title_bg_overlay":0.5,"ocean_post_title_bg_overlay_color":"","ocean_disable_breadcrumbs":"default","ocean_breadcrumbs_color":"","ocean_breadcrumbs_separator_color":"","ocean_breadcrumbs_links_color":"","ocean_breadcrumbs_links_hover_color":"","ocean_display_footer_widgets":"default","ocean_display_footer_bottom":"default","ocean_custom_footer_template":"","ocean_post_oembed":"","ocean_post_self_hosted_media":"","ocean_post_video_embed":"","ocean_link_format":"","ocean_link_format_target":"self","ocean_quote_format":"","ocean_quote_format_link":"post","ocean_gallery_link_images":"on","ocean_gallery_id":[],"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-701","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-untad","entry"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sosialisasi Beasiswa Fulbright, Adeline Widyastuti : \u00e2\u20ac\u0153Pendaftar dari Indonesia Timur masih sedikit\u00e2\u20ac\u009d - Universitas Tadulako<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2014\/03\/sosialisasi-beasiswa-fulbright-adeline-widyastuti-pendaftar-dari-indonesia-timur-masih-sedikit\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sosialisasi Beasiswa Fulbright, Adeline Widyastuti : \u00e2\u20ac\u0153Pendaftar dari Indonesia Timur masih sedikit\u00e2\u20ac\u009d - Universitas Tadulako\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kesempatan untuk berguru ke negeri Paman Sam kembali dibuka. Kali ini American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) menawarkan berbagai program beasiswa Fulbright untuk berbagai kalangan. Berlangsung di Gedung Media Center Universitas Tadulako (Untad), Senin (3\/3), kegiatan Sosialisasi dibuka secara langsung oleh Ketua International Office Untad, Prof. Mery Napitupulu, M.Sc., Ph.D. Pada kesempatan itu, Senior Program Officer dari AMINEF, Adeline Widyastuti hadir sebagai pemateri sosialisasi. Hadir pula Prof. Ir. Marsetyo, M.Sc.Ag., Ph.D selaku moderator kegiatan. Di awal-awal materi, Adeline Widyastuti menjelaskan bahwa pendaftar (applicant) dari wilayah Indonesia Timur masih sedikit. \u00e2\u20ac\u0153Pulau Sulawesi masuk kategori wilayah Indonesia Timur, bersama pulau Ambon dan Maluku. Untuk pendaftar dari wilayah ini tergolong sangat sedikit. Tiap tahunnya tidak lebih dari 20 pendaftar,\u00e2\u20ac\u009d kata Adeline. \u00c2\u00a0Prof. Marsetyo menambahkan bahwa jumlah keseluruhan alumni beasiswa Fulbright asal Untad hanya berkisar 14 orang. \u00e2\u20ac\u0153Jumlah yang sangat minim, padahal menurut pengalaman saya, proses seleksi beasiswa ini tidak begitu ribet dibanding beasiswa lainnya,\u00e2\u20ac\u009d tutur alumni program penelitian Fulbright ini.\u00c2\u00a0 \u00e2\u20ac\u0153Kuncinya hanya berani mencoba dan mendaftar beasiswa Fulbright, kalau tidak dicoba, mana mungkin bisa mendapatkan beasiswa ini,\u00e2\u20ac\u009d tambahnya. Adeline Widyastuti menjelaskan berbagai program Fulbright periode 2014-2015. Program Fulbright merupakan program pemberian beasiswa untuk belajar di Amerika. Program ini diprakarsai oleh Senator J. William Fulbright pada tahun 1946. Visi dan misinya adalah meningkatkan saling pengertian antar bangsa demi terciptanya perdamaian dunia. Menurut Adeline, jenis-jenis program beasiswa yang ditawarkan yakni program penelitian, pelatihan\/profesi, pertukaran mahasiswa, master (S2) , dan doktoral (S3). Batas pendaftaran untuk\u00c2\u00a0 program S2\/S3 yaitu tanggal 15 April 2014. Untuk program penelitian, batas pendaftarannya tanggal 31 Agustus 2014, sedangkan untuk program pelatihan dan pertukaran mahasiswa, batasnya tanggal 1 November 2014. Setiap program beasiswa memiliki syarat pendaftaran yang berbeda. Formulir pendaftaran dan semua informasi lengkapnya bisa diperoleh di http:\/\/www.aminef.or.id Adeline memberikan rahasia sukses dalam mendaftar Fulbright. Kala itu salah satu peserta sosialisasi bertanya, \u00e2\u20ac\u0153Kandidat seperti apa yang dicari oleh pihak pemberi beasiswa?\u00e2\u20ac\u009d. Adeline pun menjelaskan bahwa mereka mencari kandidat-kandidat yang memiliki rasa kontribusi atau nilai sosial yang tinggi. Poin tersebut akan terlihat pada formulir, khususnya pada bagian study objective, dan pada tahap wawancara. Menurut Adeline, Study Objective merupakan bagian yang terpenting dalam formulir beasiswa. Ia memaparkan kiat-kiat sukses dalam mengisi bagian itu. Dalam mempersiapkan Study Objective, pendaftar diharapkan mencari lima universitas dengan program yang cocok. &#8220;Kunjungi dulu website universitas yang diinginkan, lihat persyaratan dan mata kuliah yang akan diambil,&#8221; ujarnya. Ini yang dimaksud dalam tahap prewriting \u00e2\u20ac\u201c brainstorm, tahap awal sebelum menulis Study Objective. Selanjutnya tahap kedua yaitu Outline your statement, menuliskan poin-poin penting. Ketiga, Write your first draft, menuliskan gambaran singkat. Sebaiknya menulis lebih dari satu draft. Terakhir, revise and edit, lakukan revisi secara berulang kali. Dalam membuat study objective, Adeline mengimbau untuk memperhatikan empat komponen. &#8220;Deskripsikan program studi yang akan diambil, jelaskan bagaimana bidang studi itu cocok dengan latar belakang pendidikan dan karir masa depan, berikan alasan mengapa harus belajar ke Amerika, serta uraikan cita-cita dan keterlibatan anda dalam pengembangan masyarakat setelah pulang nanti,&#8221; paparnya. Menurutnya, dalam menulis study objective, hendaknya menggunakan kalimat bahasa inggris yang sederhana dan to the point. Selain itu, hendaknya menuliskan sesuatu berdasarkan bukti\/fakta sehingga tidak terkesan sombong. Misalnya jangan menuliskan \u00e2\u20ac\u0153Saya mahasiswa cerdas\u00e2\u20ac\u009d, tapi tulislah \u00e2\u20ac\u0153IPK saya 4,00\u00e2\u20ac\u009d. Di akhir sosialisasi, Adeline berharap tahun ini ada banyak pendaftar dari Sulawesi khususnya dari Untad. Ia menjelaskan bahwa pendaftar dari wilayah Indonesia Timur tidak akan bersaing dengan pendaftar dari pulau jawa. Pendaftar dari Sulawesi hanya akan bersaing dengan para pendaftar dari pulau Ambon dan Maluku. Itu semua bertujuan agar pendaftar dari Indonesia Timur memiliki peluang yang besar dalam meraih beasiswa Fulbright. pnq\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2014\/03\/sosialisasi-beasiswa-fulbright-adeline-widyastuti-pendaftar-dari-indonesia-timur-masih-sedikit\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Tadulako\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2014-03-04T02:16:15+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"nadira-tik\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"nadira-tik\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2014\/03\/sosialisasi-beasiswa-fulbright-adeline-widyastuti-pendaftar-dari-indonesia-timur-masih-sedikit\/\",\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2014\/03\/sosialisasi-beasiswa-fulbright-adeline-widyastuti-pendaftar-dari-indonesia-timur-masih-sedikit\/\",\"name\":\"Sosialisasi Beasiswa Fulbright, Adeline Widyastuti : \u00e2\u20ac\u0153Pendaftar dari Indonesia Timur masih sedikit\u00e2\u20ac\u009d - Universitas Tadulako\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#website\"},\"datePublished\":\"2014-03-04T02:16:15+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/a44c0393d9ee6fe59e81e401fe71d8ea\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2014\/03\/sosialisasi-beasiswa-fulbright-adeline-widyastuti-pendaftar-dari-indonesia-timur-masih-sedikit\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/untad.ac.id\/2014\/03\/sosialisasi-beasiswa-fulbright-adeline-widyastuti-pendaftar-dari-indonesia-timur-masih-sedikit\/\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2014\/03\/sosialisasi-beasiswa-fulbright-adeline-widyastuti-pendaftar-dari-indonesia-timur-masih-sedikit\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/untad.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sosialisasi Beasiswa Fulbright, Adeline Widyastuti : \u00e2\u20ac\u0153Pendaftar dari Indonesia Timur masih sedikit\u00e2\u20ac\u009d\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/\",\"name\":\"Universitas Tadulako\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/untad.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/a44c0393d9ee6fe59e81e401fe71d8ea\",\"name\":\"nadira-tik\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9e0f36927f2c075a040f3c7ae1a1816265d8cf97e7f739bcfd748b823f91d39a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9e0f36927f2c075a040f3c7ae1a1816265d8cf97e7f739bcfd748b823f91d39a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"nadira-tik\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/baru.untad.ac.id\"],\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/author\/nadira-tik\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sosialisasi Beasiswa Fulbright, Adeline Widyastuti : \u00e2\u20ac\u0153Pendaftar dari Indonesia Timur masih sedikit\u00e2\u20ac\u009d - Universitas Tadulako","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2014\/03\/sosialisasi-beasiswa-fulbright-adeline-widyastuti-pendaftar-dari-indonesia-timur-masih-sedikit\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Sosialisasi Beasiswa Fulbright, Adeline Widyastuti : \u00e2\u20ac\u0153Pendaftar dari Indonesia Timur masih sedikit\u00e2\u20ac\u009d - Universitas Tadulako","og_description":"Kesempatan untuk berguru ke negeri Paman Sam kembali dibuka. Kali ini American Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) menawarkan berbagai program beasiswa Fulbright untuk berbagai kalangan. Berlangsung di Gedung Media Center Universitas Tadulako (Untad), Senin (3\/3), kegiatan Sosialisasi dibuka secara langsung oleh Ketua International Office Untad, Prof. Mery Napitupulu, M.Sc., Ph.D. Pada kesempatan itu, Senior Program Officer dari AMINEF, Adeline Widyastuti hadir sebagai pemateri sosialisasi. Hadir pula Prof. Ir. Marsetyo, M.Sc.Ag., Ph.D selaku moderator kegiatan. Di awal-awal materi, Adeline Widyastuti menjelaskan bahwa pendaftar (applicant) dari wilayah Indonesia Timur masih sedikit. \u00e2\u20ac\u0153Pulau Sulawesi masuk kategori wilayah Indonesia Timur, bersama pulau Ambon dan Maluku. Untuk pendaftar dari wilayah ini tergolong sangat sedikit. Tiap tahunnya tidak lebih dari 20 pendaftar,\u00e2\u20ac\u009d kata Adeline. \u00c2\u00a0Prof. Marsetyo menambahkan bahwa jumlah keseluruhan alumni beasiswa Fulbright asal Untad hanya berkisar 14 orang. \u00e2\u20ac\u0153Jumlah yang sangat minim, padahal menurut pengalaman saya, proses seleksi beasiswa ini tidak begitu ribet dibanding beasiswa lainnya,\u00e2\u20ac\u009d tutur alumni program penelitian Fulbright ini.\u00c2\u00a0 \u00e2\u20ac\u0153Kuncinya hanya berani mencoba dan mendaftar beasiswa Fulbright, kalau tidak dicoba, mana mungkin bisa mendapatkan beasiswa ini,\u00e2\u20ac\u009d tambahnya. Adeline Widyastuti menjelaskan berbagai program Fulbright periode 2014-2015. Program Fulbright merupakan program pemberian beasiswa untuk belajar di Amerika. Program ini diprakarsai oleh Senator J. William Fulbright pada tahun 1946. Visi dan misinya adalah meningkatkan saling pengertian antar bangsa demi terciptanya perdamaian dunia. Menurut Adeline, jenis-jenis program beasiswa yang ditawarkan yakni program penelitian, pelatihan\/profesi, pertukaran mahasiswa, master (S2) , dan doktoral (S3). Batas pendaftaran untuk\u00c2\u00a0 program S2\/S3 yaitu tanggal 15 April 2014. Untuk program penelitian, batas pendaftarannya tanggal 31 Agustus 2014, sedangkan untuk program pelatihan dan pertukaran mahasiswa, batasnya tanggal 1 November 2014. Setiap program beasiswa memiliki syarat pendaftaran yang berbeda. Formulir pendaftaran dan semua informasi lengkapnya bisa diperoleh di http:\/\/www.aminef.or.id Adeline memberikan rahasia sukses dalam mendaftar Fulbright. Kala itu salah satu peserta sosialisasi bertanya, \u00e2\u20ac\u0153Kandidat seperti apa yang dicari oleh pihak pemberi beasiswa?\u00e2\u20ac\u009d. Adeline pun menjelaskan bahwa mereka mencari kandidat-kandidat yang memiliki rasa kontribusi atau nilai sosial yang tinggi. Poin tersebut akan terlihat pada formulir, khususnya pada bagian study objective, dan pada tahap wawancara. Menurut Adeline, Study Objective merupakan bagian yang terpenting dalam formulir beasiswa. Ia memaparkan kiat-kiat sukses dalam mengisi bagian itu. Dalam mempersiapkan Study Objective, pendaftar diharapkan mencari lima universitas dengan program yang cocok. &#8220;Kunjungi dulu website universitas yang diinginkan, lihat persyaratan dan mata kuliah yang akan diambil,&#8221; ujarnya. Ini yang dimaksud dalam tahap prewriting \u00e2\u20ac\u201c brainstorm, tahap awal sebelum menulis Study Objective. Selanjutnya tahap kedua yaitu Outline your statement, menuliskan poin-poin penting. Ketiga, Write your first draft, menuliskan gambaran singkat. Sebaiknya menulis lebih dari satu draft. Terakhir, revise and edit, lakukan revisi secara berulang kali. Dalam membuat study objective, Adeline mengimbau untuk memperhatikan empat komponen. &#8220;Deskripsikan program studi yang akan diambil, jelaskan bagaimana bidang studi itu cocok dengan latar belakang pendidikan dan karir masa depan, berikan alasan mengapa harus belajar ke Amerika, serta uraikan cita-cita dan keterlibatan anda dalam pengembangan masyarakat setelah pulang nanti,&#8221; paparnya. Menurutnya, dalam menulis study objective, hendaknya menggunakan kalimat bahasa inggris yang sederhana dan to the point. Selain itu, hendaknya menuliskan sesuatu berdasarkan bukti\/fakta sehingga tidak terkesan sombong. Misalnya jangan menuliskan \u00e2\u20ac\u0153Saya mahasiswa cerdas\u00e2\u20ac\u009d, tapi tulislah \u00e2\u20ac\u0153IPK saya 4,00\u00e2\u20ac\u009d. Di akhir sosialisasi, Adeline berharap tahun ini ada banyak pendaftar dari Sulawesi khususnya dari Untad. Ia menjelaskan bahwa pendaftar dari wilayah Indonesia Timur tidak akan bersaing dengan pendaftar dari pulau jawa. Pendaftar dari Sulawesi hanya akan bersaing dengan para pendaftar dari pulau Ambon dan Maluku. Itu semua bertujuan agar pendaftar dari Indonesia Timur memiliki peluang yang besar dalam meraih beasiswa Fulbright. pnq","og_url":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2014\/03\/sosialisasi-beasiswa-fulbright-adeline-widyastuti-pendaftar-dari-indonesia-timur-masih-sedikit\/","og_site_name":"Universitas Tadulako","article_published_time":"2014-03-04T02:16:15+00:00","author":"nadira-tik","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"nadira-tik","Est. reading time":"3 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2014\/03\/sosialisasi-beasiswa-fulbright-adeline-widyastuti-pendaftar-dari-indonesia-timur-masih-sedikit\/","url":"https:\/\/untad.ac.id\/2014\/03\/sosialisasi-beasiswa-fulbright-adeline-widyastuti-pendaftar-dari-indonesia-timur-masih-sedikit\/","name":"Sosialisasi Beasiswa Fulbright, Adeline Widyastuti : \u00e2\u20ac\u0153Pendaftar dari Indonesia Timur masih sedikit\u00e2\u20ac\u009d - Universitas Tadulako","isPartOf":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#website"},"datePublished":"2014-03-04T02:16:15+00:00","author":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/a44c0393d9ee6fe59e81e401fe71d8ea"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2014\/03\/sosialisasi-beasiswa-fulbright-adeline-widyastuti-pendaftar-dari-indonesia-timur-masih-sedikit\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/untad.ac.id\/2014\/03\/sosialisasi-beasiswa-fulbright-adeline-widyastuti-pendaftar-dari-indonesia-timur-masih-sedikit\/"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2014\/03\/sosialisasi-beasiswa-fulbright-adeline-widyastuti-pendaftar-dari-indonesia-timur-masih-sedikit\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/untad.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sosialisasi Beasiswa Fulbright, Adeline Widyastuti : \u00e2\u20ac\u0153Pendaftar dari Indonesia Timur masih sedikit\u00e2\u20ac\u009d"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#website","url":"https:\/\/untad.ac.id\/","name":"Tadulako University","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/untad.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/a44c0393d9ee6fe59e81e401fe71d8ea","name":"nadira-tik","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9e0f36927f2c075a040f3c7ae1a1816265d8cf97e7f739bcfd748b823f91d39a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9e0f36927f2c075a040f3c7ae1a1816265d8cf97e7f739bcfd748b823f91d39a?s=96&d=mm&r=g","caption":"nadira-tik"},"sameAs":["https:\/\/baru.untad.ac.id"],"url":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/author\/nadira-tik\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/701","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=701"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/701\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=701"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=701"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=701"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}