{"id":5591,"date":"2017-05-16T15:50:34","date_gmt":"2017-05-16T07:50:34","guid":{"rendered":"http:\/\/untad.ac.id\/?p=5591"},"modified":"2017-05-16T15:50:34","modified_gmt":"2017-05-16T07:50:34","slug":"kuliah-umum-dies-natalies-fisip-untad-hadirkan-pakar-sosiologi-asal-unair","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2017\/05\/kuliah-umum-dies-natalies-fisip-untad-hadirkan-pakar-sosiologi-asal-unair\/","title":{"rendered":"Kuliah Umum Dies Natalies FISIP Untad Hadirkan Pakar Sosiologi Asal UNAIR"},"content":{"rendered":"<p>Masih dalam rangkaian kegiatan Dies Natalies yang ke 54, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako (Untad) menggelar Kuliah Umum bertajuk \u201cDinamika\u00a0 Sosial Kontestatif Menuju Masyarakat Demokratis\u201d pada\u00a0 Senin (15\/5) bertempat di gedung Media Center Untad. Hadir sebagai pembicara utama dalam kuliah umum ini yakni guru besar sekaligus pakar Sosiologi dari Universitas Airlangga Surabaya, Prof. Dr Mustain Mashud M.Si.<\/p>\n<p>Dr. Muhammad Nur Ali, M.Si selaku dekan FISIP mewakili rektor Untad membuka dengan resmi kegiatan kuliah umum ini. Dalam\u00a0 sambutannya beliau menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya kegiatan ini dan berharap kegiatan tersebut dapat menambah wawasan mahasiswa\u00a0 FISIP Untad .<\/p>\n<p>\u201cIlmu Sosial mempunyai cakupan yang sangat luas,hampir tidak ada bidang kehidupan yang tidak temasuk didalamnnya oleh sebab itu perlu penajaman-penajaman menuju spesialisasi\u00a0 yang akan kita gali. Semoga apa yang nanti kita dapatkan dari kuliah umum ini bisa bermanfaat bagi adik-adikku sekalian baik dari prodi Ilmu Komunikasi, Ilmu pemerintahan, Antropologi, Administrasi Negara dan Sosiologi\u201d\u00a0 jelas Dr Muhammad Nur Ali<\/p>\n<p>Kuliah umum ini dihadiri oleh Dekan, dosen serta mahasiswa FISIP baik mahasiswa S1, S2 maupun S3 dan nantinya akan dilanjutkan dengan sesi diskusi.<\/p>\n<p>Dalam materi\u00a0 yang dipaparkannya, Prof Mustain Mashud M Si menjelaskan tentang fenomena dinamika sosial kontestatif yang terjadi saat ini di Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cKontestasi itu memberikan kesempatan kepada setiap orang dari setiap kelompok untuk bebas menjadi <em>who am I atau who we are<\/em> , siapa saya siapa kami sehingga kontestatif menjurus pada identitas dan eksistensi diri . Indonesia adalah negara\u00a0 yang sangat problematik karena keragaman dan keunikan dari Nilai-nilai Lokalitas <em>(nation<\/em>) sehingga muncul dinamika\u201d<\/p>\n<p>Menurut Prof Mustain Mashud,\u00a0 ketika Negara Kesatuan Republik\u00a0 Indonesia (NKRI) dibentuk, satuan-satuan etnis, suku bangsa, adat istiadat dan nilai-nilai lokalitas harus diubah menjadi Negara Bangsa (<em>Nation State<\/em>). Implikasi sosial\u00a0 politiknya, semua urusan masyarakat menjadi urusan Negara, bukan lagi urusan komunitas etnis lokal semata.\u201c Dari sinilah muncul dualisme hukum dan dualisme ekonomi\u201d terang\u00a0 Prof Mustain<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Kuliah-Umum-Dies-Natalies-FISIP-Untad-Hadirkan-Pakar-Sosiologi-Asal-UNAIR-1.jpg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-5593 aligncenter\" src=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Kuliah-Umum-Dies-Natalies-FISIP-Untad-Hadirkan-Pakar-Sosiologi-Asal-UNAIR-1-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"390\" height=\"260\" \/><\/a><\/p>\n<p>Lebih lanjut, beliau mengungkapkan bahwa hadirnya negara ke semua lapisan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia (lintas <em>nations)<\/em> sesungguhnya menjadi ruang bagi semua warga Negara untuk melakukan mobilitas sosial di luar wilayah etnisitasnya. Siapa saja warga Negara dapat beraktifitas dan mengekspresikan diri\u00a0 dimana saja dalan wilayah NKRI. Dari sinilah ruang publik semua warga Negara tersediakan sehingga setiap warga Negara\u00a0 dapat menunjukkan kapasitas, kemampuan,kompetensi dan kapabilitasnya sehingga arena kontestasi terbuka untuk semua warga Negara.<\/p>\n<p>\u201cRuang kontestasi yang terbuka itu adalah demokrasi, yakni memberikan hak yang sama kepada semua orang yang memiliki kompetensi dan kemampuan untuk menjadi apapun . Yang menjadi persoalan bagaimana dengan warga negara\u00a0 yang karena sebab-sebab tertentu kurang memenuhi kualifikasi sumber daya dan akses yang memadai sehingga bisa ikut berkompetensi karena kalaupun berkompetensi pasti akan selalu kalah\u201d<\/p>\n<p>Di akhir pemaparannya Prof Mustain Mashud mengatakan bahwa demokrasi yang berlangsung di Indonesia saat ini belumlah sempurna dan se ideal sebagaimana makna dari demokrasi itu sendiri, sama halnya dengan Amerika Serikat, negara yang dianggap sebagai negara demokrasi terbesar di dunia.<\/p>\n<p><strong>Penulis<\/strong> : Riska Fitrah Sari\/ Humas Untad<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Masih dalam rangkaian kegiatan Dies Natalies yang ke 54, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako (Untad) menggelar Kuliah Umum bertajuk \u201cDinamika\u00a0 Sosial Kontestatif Menuju Masyarakat Demokratis\u201d pada\u00a0 Senin (15\/5) bertempat di gedung Media Center Untad. Hadir sebagai pembicara utama dalam kuliah umum ini yakni guru besar sekaligus pakar Sosiologi dari Universitas Airlangga Surabaya, Prof. Dr Mustain Mashud M.Si. Dr. Muhammad Nur Ali, M.Si selaku dekan FISIP mewakili rektor Untad membuka dengan resmi kegiatan kuliah umum ini. Dalam\u00a0 sambutannya beliau menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya kegiatan ini dan berharap kegiatan tersebut dapat menambah wawasan mahasiswa\u00a0 FISIP Untad . \u201cIlmu Sosial mempunyai cakupan yang sangat luas,hampir tidak ada bidang kehidupan yang tidak temasuk didalamnnya oleh sebab itu perlu penajaman-penajaman menuju spesialisasi\u00a0 yang akan kita gali. Semoga apa yang nanti kita dapatkan dari kuliah umum ini bisa bermanfaat bagi adik-adikku sekalian baik dari prodi Ilmu Komunikasi, Ilmu pemerintahan, Antropologi, Administrasi Negara dan Sosiologi\u201d\u00a0 jelas Dr Muhammad Nur Ali Kuliah umum ini dihadiri oleh Dekan, dosen serta mahasiswa FISIP baik mahasiswa S1, S2 maupun S3 dan nantinya akan dilanjutkan dengan sesi diskusi. Dalam materi\u00a0 yang dipaparkannya, Prof Mustain Mashud M Si menjelaskan tentang fenomena dinamika sosial kontestatif yang terjadi saat ini di Indonesia. \u201cKontestasi itu memberikan kesempatan kepada setiap orang dari setiap kelompok untuk bebas menjadi who am I atau who we are , siapa saya siapa kami sehingga kontestatif menjurus pada identitas dan eksistensi diri . Indonesia adalah negara\u00a0 yang sangat problematik karena keragaman dan keunikan dari Nilai-nilai Lokalitas (nation) sehingga muncul dinamika\u201d Menurut Prof Mustain Mashud,\u00a0 ketika Negara Kesatuan Republik\u00a0 Indonesia (NKRI) dibentuk, satuan-satuan etnis, suku bangsa, adat istiadat dan nilai-nilai lokalitas harus diubah menjadi Negara Bangsa (Nation State). Implikasi sosial\u00a0 politiknya, semua urusan masyarakat menjadi urusan Negara, bukan lagi urusan komunitas etnis lokal semata.\u201c Dari sinilah muncul dualisme hukum dan dualisme ekonomi\u201d terang\u00a0 Prof Mustain Lebih lanjut, beliau mengungkapkan bahwa hadirnya negara ke semua lapisan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia (lintas nations) sesungguhnya menjadi ruang bagi semua warga Negara untuk melakukan mobilitas sosial di luar wilayah etnisitasnya. Siapa saja warga Negara dapat beraktifitas dan mengekspresikan diri\u00a0 dimana saja dalan wilayah NKRI. Dari sinilah ruang publik semua warga Negara tersediakan sehingga setiap warga Negara\u00a0 dapat menunjukkan kapasitas, kemampuan,kompetensi dan kapabilitasnya sehingga arena kontestasi terbuka untuk semua warga Negara. \u201cRuang kontestasi yang terbuka itu adalah demokrasi, yakni memberikan hak yang sama kepada semua orang yang memiliki kompetensi dan kemampuan untuk menjadi apapun . Yang menjadi persoalan bagaimana dengan warga negara\u00a0 yang karena sebab-sebab tertentu kurang memenuhi kualifikasi sumber daya dan akses yang memadai sehingga bisa ikut berkompetensi karena kalaupun berkompetensi pasti akan selalu kalah\u201d Di akhir pemaparannya Prof Mustain Mashud mengatakan bahwa demokrasi yang berlangsung di Indonesia saat ini belumlah sempurna dan se ideal sebagaimana makna dari demokrasi itu sendiri, sama halnya dengan Amerika Serikat, negara yang dianggap sebagai negara demokrasi terbesar di dunia. Penulis : Riska Fitrah Sari\/ Humas Untad<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":5592,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ocean_post_layout":"","ocean_both_sidebars_style":"","ocean_both_sidebars_content_width":0,"ocean_both_sidebars_sidebars_width":0,"ocean_sidebar":"","ocean_second_sidebar":"","ocean_disable_margins":"enable","ocean_add_body_class":"","ocean_shortcode_before_top_bar":"","ocean_shortcode_after_top_bar":"","ocean_shortcode_before_header":"","ocean_shortcode_after_header":"","ocean_has_shortcode":"","ocean_shortcode_after_title":"","ocean_shortcode_before_footer_widgets":"","ocean_shortcode_after_footer_widgets":"","ocean_shortcode_before_footer_bottom":"","ocean_shortcode_after_footer_bottom":"","ocean_display_top_bar":"default","ocean_display_header":"default","ocean_header_style":"","ocean_center_header_left_menu":"","ocean_custom_header_template":"","ocean_custom_logo":0,"ocean_custom_retina_logo":0,"ocean_custom_logo_max_width":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_width":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_width":0,"ocean_custom_logo_max_height":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_height":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_height":0,"ocean_header_custom_menu":"","ocean_menu_typo_font_family":"","ocean_menu_typo_font_subset":"","ocean_menu_typo_font_size":0,"ocean_menu_typo_font_size_tablet":0,"ocean_menu_typo_font_size_mobile":0,"ocean_menu_typo_font_size_unit":"px","ocean_menu_typo_font_weight":"","ocean_menu_typo_font_weight_tablet":"","ocean_menu_typo_font_weight_mobile":"","ocean_menu_typo_transform":"","ocean_menu_typo_transform_tablet":"","ocean_menu_typo_transform_mobile":"","ocean_menu_typo_line_height":0,"ocean_menu_typo_line_height_tablet":0,"ocean_menu_typo_line_height_mobile":0,"ocean_menu_typo_line_height_unit":"","ocean_menu_typo_spacing":0,"ocean_menu_typo_spacing_tablet":0,"ocean_menu_typo_spacing_mobile":0,"ocean_menu_typo_spacing_unit":"","ocean_menu_link_color":"","ocean_menu_link_color_hover":"","ocean_menu_link_color_active":"","ocean_menu_link_background":"","ocean_menu_link_hover_background":"","ocean_menu_link_active_background":"","ocean_menu_social_links_bg":"","ocean_menu_social_hover_links_bg":"","ocean_menu_social_links_color":"","ocean_menu_social_hover_links_color":"","ocean_disable_title":"default","ocean_disable_heading":"default","ocean_post_title":"","ocean_post_subheading":"","ocean_post_title_style":"","ocean_post_title_background_color":"","ocean_post_title_background":0,"ocean_post_title_bg_image_position":"","ocean_post_title_bg_image_attachment":"","ocean_post_title_bg_image_repeat":"","ocean_post_title_bg_image_size":"","ocean_post_title_height":0,"ocean_post_title_bg_overlay":0.5,"ocean_post_title_bg_overlay_color":"","ocean_disable_breadcrumbs":"default","ocean_breadcrumbs_color":"","ocean_breadcrumbs_separator_color":"","ocean_breadcrumbs_links_color":"","ocean_breadcrumbs_links_hover_color":"","ocean_display_footer_widgets":"default","ocean_display_footer_bottom":"default","ocean_custom_footer_template":"","ocean_post_oembed":"","ocean_post_self_hosted_media":"","ocean_post_video_embed":"","ocean_link_format":"","ocean_link_format_target":"self","ocean_quote_format":"","ocean_quote_format_link":"post","ocean_gallery_link_images":"on","ocean_gallery_id":[],"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-5591","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-untad","entry","has-media"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kuliah Umum Dies Natalies FISIP Untad Hadirkan Pakar Sosiologi Asal UNAIR - Universitas Tadulako<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2017\/05\/kuliah-umum-dies-natalies-fisip-untad-hadirkan-pakar-sosiologi-asal-unair\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kuliah Umum Dies Natalies FISIP Untad Hadirkan Pakar Sosiologi Asal UNAIR - Universitas Tadulako\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Masih dalam rangkaian kegiatan Dies Natalies yang ke 54, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako (Untad) menggelar Kuliah Umum bertajuk \u201cDinamika\u00a0 Sosial Kontestatif Menuju Masyarakat Demokratis\u201d pada\u00a0 Senin (15\/5) bertempat di gedung Media Center Untad. Hadir sebagai pembicara utama dalam kuliah umum ini yakni guru besar sekaligus pakar Sosiologi dari Universitas Airlangga Surabaya, Prof. Dr Mustain Mashud M.Si. Dr. Muhammad Nur Ali, M.Si selaku dekan FISIP mewakili rektor Untad membuka dengan resmi kegiatan kuliah umum ini. Dalam\u00a0 sambutannya beliau menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya kegiatan ini dan berharap kegiatan tersebut dapat menambah wawasan mahasiswa\u00a0 FISIP Untad . \u201cIlmu Sosial mempunyai cakupan yang sangat luas,hampir tidak ada bidang kehidupan yang tidak temasuk didalamnnya oleh sebab itu perlu penajaman-penajaman menuju spesialisasi\u00a0 yang akan kita gali. Semoga apa yang nanti kita dapatkan dari kuliah umum ini bisa bermanfaat bagi adik-adikku sekalian baik dari prodi Ilmu Komunikasi, Ilmu pemerintahan, Antropologi, Administrasi Negara dan Sosiologi\u201d\u00a0 jelas Dr Muhammad Nur Ali Kuliah umum ini dihadiri oleh Dekan, dosen serta mahasiswa FISIP baik mahasiswa S1, S2 maupun S3 dan nantinya akan dilanjutkan dengan sesi diskusi. Dalam materi\u00a0 yang dipaparkannya, Prof Mustain Mashud M Si menjelaskan tentang fenomena dinamika sosial kontestatif yang terjadi saat ini di Indonesia. \u201cKontestasi itu memberikan kesempatan kepada setiap orang dari setiap kelompok untuk bebas menjadi who am I atau who we are , siapa saya siapa kami sehingga kontestatif menjurus pada identitas dan eksistensi diri . Indonesia adalah negara\u00a0 yang sangat problematik karena keragaman dan keunikan dari Nilai-nilai Lokalitas (nation) sehingga muncul dinamika\u201d Menurut Prof Mustain Mashud,\u00a0 ketika Negara Kesatuan Republik\u00a0 Indonesia (NKRI) dibentuk, satuan-satuan etnis, suku bangsa, adat istiadat dan nilai-nilai lokalitas harus diubah menjadi Negara Bangsa (Nation State). Implikasi sosial\u00a0 politiknya, semua urusan masyarakat menjadi urusan Negara, bukan lagi urusan komunitas etnis lokal semata.\u201c Dari sinilah muncul dualisme hukum dan dualisme ekonomi\u201d terang\u00a0 Prof Mustain Lebih lanjut, beliau mengungkapkan bahwa hadirnya negara ke semua lapisan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia (lintas nations) sesungguhnya menjadi ruang bagi semua warga Negara untuk melakukan mobilitas sosial di luar wilayah etnisitasnya. Siapa saja warga Negara dapat beraktifitas dan mengekspresikan diri\u00a0 dimana saja dalan wilayah NKRI. Dari sinilah ruang publik semua warga Negara tersediakan sehingga setiap warga Negara\u00a0 dapat menunjukkan kapasitas, kemampuan,kompetensi dan kapabilitasnya sehingga arena kontestasi terbuka untuk semua warga Negara. \u201cRuang kontestasi yang terbuka itu adalah demokrasi, yakni memberikan hak yang sama kepada semua orang yang memiliki kompetensi dan kemampuan untuk menjadi apapun . Yang menjadi persoalan bagaimana dengan warga negara\u00a0 yang karena sebab-sebab tertentu kurang memenuhi kualifikasi sumber daya dan akses yang memadai sehingga bisa ikut berkompetensi karena kalaupun berkompetensi pasti akan selalu kalah\u201d Di akhir pemaparannya Prof Mustain Mashud mengatakan bahwa demokrasi yang berlangsung di Indonesia saat ini belumlah sempurna dan se ideal sebagaimana makna dari demokrasi itu sendiri, sama halnya dengan Amerika Serikat, negara yang dianggap sebagai negara demokrasi terbesar di dunia. Penulis : Riska Fitrah Sari\/ Humas Untad\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2017\/05\/kuliah-umum-dies-natalies-fisip-untad-hadirkan-pakar-sosiologi-asal-unair\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Tadulako\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-05-16T07:50:34+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Arba Arief\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Arba Arief\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2017\/05\/kuliah-umum-dies-natalies-fisip-untad-hadirkan-pakar-sosiologi-asal-unair\/\",\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2017\/05\/kuliah-umum-dies-natalies-fisip-untad-hadirkan-pakar-sosiologi-asal-unair\/\",\"name\":\"Kuliah Umum Dies Natalies FISIP Untad Hadirkan Pakar Sosiologi Asal UNAIR - Universitas Tadulako\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2017\/05\/kuliah-umum-dies-natalies-fisip-untad-hadirkan-pakar-sosiologi-asal-unair\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2017\/05\/kuliah-umum-dies-natalies-fisip-untad-hadirkan-pakar-sosiologi-asal-unair\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"datePublished\":\"2017-05-16T07:50:34+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/0d00de952266acf82d8b252e175af938\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2017\/05\/kuliah-umum-dies-natalies-fisip-untad-hadirkan-pakar-sosiologi-asal-unair\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2017\/05\/kuliah-umum-dies-natalies-fisip-untad-hadirkan-pakar-sosiologi-asal-unair\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2017\/05\/kuliah-umum-dies-natalies-fisip-untad-hadirkan-pakar-sosiologi-asal-unair\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2017\/05\/kuliah-umum-dies-natalies-fisip-untad-hadirkan-pakar-sosiologi-asal-unair\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/untad.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kuliah Umum Dies Natalies FISIP Untad Hadirkan Pakar Sosiologi Asal UNAIR\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/\",\"name\":\"Universitas Tadulako\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/untad.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/0d00de952266acf82d8b252e175af938\",\"name\":\"Arba Arief\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9042f670eccc98e6a04be7a8fa7288fd617cd8f8adeadccb465b6d150b396f47?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9042f670eccc98e6a04be7a8fa7288fd617cd8f8adeadccb465b6d150b396f47?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Arba Arief\"},\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/author\/arief1\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kuliah Umum Dies Natalies FISIP Untad Hadirkan Pakar Sosiologi Asal UNAIR - Universitas Tadulako","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2017\/05\/kuliah-umum-dies-natalies-fisip-untad-hadirkan-pakar-sosiologi-asal-unair\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Kuliah Umum Dies Natalies FISIP Untad Hadirkan Pakar Sosiologi Asal UNAIR - Universitas Tadulako","og_description":"Masih dalam rangkaian kegiatan Dies Natalies yang ke 54, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tadulako (Untad) menggelar Kuliah Umum bertajuk \u201cDinamika\u00a0 Sosial Kontestatif Menuju Masyarakat Demokratis\u201d pada\u00a0 Senin (15\/5) bertempat di gedung Media Center Untad. Hadir sebagai pembicara utama dalam kuliah umum ini yakni guru besar sekaligus pakar Sosiologi dari Universitas Airlangga Surabaya, Prof. Dr Mustain Mashud M.Si. Dr. Muhammad Nur Ali, M.Si selaku dekan FISIP mewakili rektor Untad membuka dengan resmi kegiatan kuliah umum ini. Dalam\u00a0 sambutannya beliau menyampaikan apresiasinya atas terlaksananya kegiatan ini dan berharap kegiatan tersebut dapat menambah wawasan mahasiswa\u00a0 FISIP Untad . \u201cIlmu Sosial mempunyai cakupan yang sangat luas,hampir tidak ada bidang kehidupan yang tidak temasuk didalamnnya oleh sebab itu perlu penajaman-penajaman menuju spesialisasi\u00a0 yang akan kita gali. Semoga apa yang nanti kita dapatkan dari kuliah umum ini bisa bermanfaat bagi adik-adikku sekalian baik dari prodi Ilmu Komunikasi, Ilmu pemerintahan, Antropologi, Administrasi Negara dan Sosiologi\u201d\u00a0 jelas Dr Muhammad Nur Ali Kuliah umum ini dihadiri oleh Dekan, dosen serta mahasiswa FISIP baik mahasiswa S1, S2 maupun S3 dan nantinya akan dilanjutkan dengan sesi diskusi. Dalam materi\u00a0 yang dipaparkannya, Prof Mustain Mashud M Si menjelaskan tentang fenomena dinamika sosial kontestatif yang terjadi saat ini di Indonesia. \u201cKontestasi itu memberikan kesempatan kepada setiap orang dari setiap kelompok untuk bebas menjadi who am I atau who we are , siapa saya siapa kami sehingga kontestatif menjurus pada identitas dan eksistensi diri . Indonesia adalah negara\u00a0 yang sangat problematik karena keragaman dan keunikan dari Nilai-nilai Lokalitas (nation) sehingga muncul dinamika\u201d Menurut Prof Mustain Mashud,\u00a0 ketika Negara Kesatuan Republik\u00a0 Indonesia (NKRI) dibentuk, satuan-satuan etnis, suku bangsa, adat istiadat dan nilai-nilai lokalitas harus diubah menjadi Negara Bangsa (Nation State). Implikasi sosial\u00a0 politiknya, semua urusan masyarakat menjadi urusan Negara, bukan lagi urusan komunitas etnis lokal semata.\u201c Dari sinilah muncul dualisme hukum dan dualisme ekonomi\u201d terang\u00a0 Prof Mustain Lebih lanjut, beliau mengungkapkan bahwa hadirnya negara ke semua lapisan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia (lintas nations) sesungguhnya menjadi ruang bagi semua warga Negara untuk melakukan mobilitas sosial di luar wilayah etnisitasnya. Siapa saja warga Negara dapat beraktifitas dan mengekspresikan diri\u00a0 dimana saja dalan wilayah NKRI. Dari sinilah ruang publik semua warga Negara tersediakan sehingga setiap warga Negara\u00a0 dapat menunjukkan kapasitas, kemampuan,kompetensi dan kapabilitasnya sehingga arena kontestasi terbuka untuk semua warga Negara. \u201cRuang kontestasi yang terbuka itu adalah demokrasi, yakni memberikan hak yang sama kepada semua orang yang memiliki kompetensi dan kemampuan untuk menjadi apapun . Yang menjadi persoalan bagaimana dengan warga negara\u00a0 yang karena sebab-sebab tertentu kurang memenuhi kualifikasi sumber daya dan akses yang memadai sehingga bisa ikut berkompetensi karena kalaupun berkompetensi pasti akan selalu kalah\u201d Di akhir pemaparannya Prof Mustain Mashud mengatakan bahwa demokrasi yang berlangsung di Indonesia saat ini belumlah sempurna dan se ideal sebagaimana makna dari demokrasi itu sendiri, sama halnya dengan Amerika Serikat, negara yang dianggap sebagai negara demokrasi terbesar di dunia. Penulis : Riska Fitrah Sari\/ Humas Untad","og_url":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2017\/05\/kuliah-umum-dies-natalies-fisip-untad-hadirkan-pakar-sosiologi-asal-unair\/","og_site_name":"Universitas Tadulako","article_published_time":"2017-05-16T07:50:34+00:00","author":"Arba Arief","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Arba Arief","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2017\/05\/kuliah-umum-dies-natalies-fisip-untad-hadirkan-pakar-sosiologi-asal-unair\/","url":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2017\/05\/kuliah-umum-dies-natalies-fisip-untad-hadirkan-pakar-sosiologi-asal-unair\/","name":"Kuliah Umum Dies Natalies FISIP Untad Hadirkan Pakar Sosiologi Asal UNAIR - Universitas Tadulako","isPartOf":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2017\/05\/kuliah-umum-dies-natalies-fisip-untad-hadirkan-pakar-sosiologi-asal-unair\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2017\/05\/kuliah-umum-dies-natalies-fisip-untad-hadirkan-pakar-sosiologi-asal-unair\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","datePublished":"2017-05-16T07:50:34+00:00","author":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/0d00de952266acf82d8b252e175af938"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2017\/05\/kuliah-umum-dies-natalies-fisip-untad-hadirkan-pakar-sosiologi-asal-unair\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/untad.ac.id\/en\/2017\/05\/kuliah-umum-dies-natalies-fisip-untad-hadirkan-pakar-sosiologi-asal-unair\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2017\/05\/kuliah-umum-dies-natalies-fisip-untad-hadirkan-pakar-sosiologi-asal-unair\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2017\/05\/kuliah-umum-dies-natalies-fisip-untad-hadirkan-pakar-sosiologi-asal-unair\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/untad.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kuliah Umum Dies Natalies FISIP Untad Hadirkan Pakar Sosiologi Asal UNAIR"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#website","url":"https:\/\/untad.ac.id\/","name":"Tadulako University","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/untad.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/0d00de952266acf82d8b252e175af938","name":"Arba Arief","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9042f670eccc98e6a04be7a8fa7288fd617cd8f8adeadccb465b6d150b396f47?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9042f670eccc98e6a04be7a8fa7288fd617cd8f8adeadccb465b6d150b396f47?s=96&d=mm&r=g","caption":"Arba Arief"},"url":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/author\/arief1\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5591","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5591"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5591\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5591"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5591"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5591"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}