{"id":5552,"date":"2017-05-08T09:28:45","date_gmt":"2017-05-08T01:28:45","guid":{"rendered":"http:\/\/untad.ac.id\/?p=5552"},"modified":"2017-05-08T09:28:45","modified_gmt":"2017-05-08T01:28:45","slug":"seminar-internasional-fmipa-untad-angkat-tentang-kekayaan-flora-dan-fauna-pulau-sulawesi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2017\/05\/seminar-internasional-fmipa-untad-angkat-tentang-kekayaan-flora-dan-fauna-pulau-sulawesi\/","title":{"rendered":"Seminar Internasional FMIPA Untad Angkat Tentang Kekayaan Flora dan Fauna Pulau Sulawesi"},"content":{"rendered":"<p>Mengangkat keanekaragaman ekologi dan taksonomi Pulau Sulawesi, Seminar Internasional Fakultas Matematika dan IPA Untad di gelar pada (04\/05) kamis pagi yang di hadiri oleh Mahasiswa, Dosen dan Narasumber serta Peneliti asal Indonesia dan Jerman di Ruang Senat FMIPA Untad.<\/p>\n<p>Seminar Internasional yang mengangkat tema \u201c <em>Seminar of Ecology and Taxonomy of Sulawesi Aquatic Invertebrates<\/em> \u201d menghadirkan beberapa narasumber yang berasal dari Museum Zoologi PUSLIT Biologi LIPI Bogor, Museum <em>fur Naturkunde<\/em> Berlin dan <em>Innsbruck Medical University<\/em>, Austria.<\/p>\n<p>Dr. Thomas von Rintelen sebagai Narasumber asal Jerman memaparkan tentang penyebab mengapa Pulau Sulawesi memiliki Kekayaan Flora dan Fauna yang sangat beragam dan unik untuk di teliti.<\/p>\n<p>\u201c Pulau Sulawesi memiliki keanekaragam hayati yang lengkap karena terbentuk dari kepingan-kepingan Benua dari daratan Asia dan Australia. Pada saat pembentukan pulau Sulawesi, kepingan dari kedua benua tersebut membawa Fauna dan Flora nya masing-masing dan kemudian membentuk Pulau Sulawesi. Hal tersebut membuat Pulau Sulawesi menjadi tempat yang kaya akan flora dan fauna unik dan berbeda di bandingkan pulau lain yang ada di dunia.\u201d Jelas Dr. Thomas asal Museum <em>fur Naturkunde<\/em>, Berlin.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Seminar-Internasional-FMIPA-Untad-Angkat-Tentang-Kekayaan-Flora-dan-Fauna-Pulau-Sulawesi-2.1.jpg\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-5555 aligncenter\" src=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2017\/05\/Seminar-Internasional-FMIPA-Untad-Angkat-Tentang-Kekayaan-Flora-dan-Fauna-Pulau-Sulawesi-2.1-300x191.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"191\" \/><\/a><\/p>\n<p>Pada kesempatan yang sama, Donny Aprilyanto dan Diky Dwiyanto yang merupakan Mahasiswa asal FMIPA Untad turut memaparkan hasil penelitian mereka setelah magang selama satu bulan di Museum Zoologi Puslit Biologi LIPI Bogor. Penelitian mereka terkait <em>Diversity of Freshwater Shrimps<\/em> di Batusuya dan <em>Identification of Mangrove Crab Family<\/em> di Kobonga, Banawa.<\/p>\n<p>Saat di temui, Dr. Annawaty selaku moderator sekaligus dosen di FMIPA Untad menuturkan tentang mengapa Seminar Internasional kali ini di adakan.<\/p>\n<p>\u201c Kita memiliki hubungan yang baik dengan Pak Thomas sebelumnya karena mereka juga memiliki \u00a0<em>project<\/em> penelitian di Jawa Barat. Sehingga kami berinisiatif untuk mengundang mereka selagi mereka berada di Indonesia. Mereka datang untuk memberikan pengenalan tentang hasil penelitian Mollusca, Hemiptera dan hasil penelitian mereka selama ini. Para narasumber juga akan memberikan pelatihan pada tanggal 5,6 dan 7 Mei untuk mahasiswa dan dosen terkait cara meneliti serta penggambilan gambar sample penelitian secara profesional.\u201d Jelas Dr Annawaty<\/p>\n<p>Beliau juga berharap agar seminar kali ini dapat memotivasi mahasiswa FMIPA untuk dapat melakukan penelitian yang mendalam seperti para peneliti Jerman lakukan selama ini.<\/p>\n<p>\u201cPak Thomas dan para peneliti lain nya datang jauh dari Jerman untuk meneliti kekayaan flora dan fauna yang kita miliki, maka menjadi sebuah kewajiban bagi mahasiswa dari Sulawesi tengah khususnya Universitas Tadulako untuk juga mengenal dan meneliti lebih jauh kekayaan flora dan fauna kita.\u201d Ujar Dr. Annawaty lebih lanjut.<\/p>\n<p>Berikut list Narasumber yang hadir Pada Seminar Internasional FMIPA pada 04 Mei 2017 :<\/p>\n<ul>\n<li>Thomas von Rintelen \u201c <em>Patterns of Insular Diversification : freshwater invertebrate case studies from Sulawesi, Indonesia<\/em> \u201d<\/li>\n<li>Ir. Daisy Wowor, M.Sc &amp; Werner Klotz \u201c Taksonomi san Ekologi Crustacea Air Tawar Sulawesi &amp; introduction on Atyid shrimp<\/li>\n<li>Ristiyanti Marsetiowati Marwoto, M.Si \u201c Taksonomi dan Ekologi Mollusca Sulawesi\u201d<\/li>\n<li>Andreas Wessel \u201c Introduction to Hemiptera \u201d<\/li>\n<li>Johannes Frisch \u201c Riparian (<em>freshwater associated<\/em>) <em>beetles<\/em><\/li>\n<li>Thomas von Rintelen &amp; Ir. Ristiyanti Marsetiyowati Marwoto, M.Si \u00a0\u201c <em>Collection of Freshwater mollusca<\/em> \u201d<\/li>\n<li>Ir. Daisy Wowor, M.Sc &amp; Werner Klotz \u201c <em>Collection of freshwater shrimp<\/em> \u201d<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengangkat keanekaragaman ekologi dan taksonomi Pulau Sulawesi, Seminar Internasional Fakultas Matematika dan IPA Untad di gelar pada (04\/05) kamis pagi yang di hadiri oleh Mahasiswa, Dosen dan Narasumber serta Peneliti asal Indonesia dan Jerman di Ruang Senat FMIPA Untad. Seminar Internasional yang mengangkat tema \u201c Seminar of Ecology and Taxonomy of Sulawesi Aquatic Invertebrates \u201d menghadirkan beberapa narasumber yang berasal dari Museum Zoologi PUSLIT Biologi LIPI Bogor, Museum fur Naturkunde Berlin dan Innsbruck Medical University, Austria. Dr. Thomas von Rintelen sebagai Narasumber asal Jerman memaparkan tentang penyebab mengapa Pulau Sulawesi memiliki Kekayaan Flora dan Fauna yang sangat beragam dan unik untuk di teliti. \u201c Pulau Sulawesi memiliki keanekaragam hayati yang lengkap karena terbentuk dari kepingan-kepingan Benua dari daratan Asia dan Australia. Pada saat pembentukan pulau Sulawesi, kepingan dari kedua benua tersebut membawa Fauna dan Flora nya masing-masing dan kemudian membentuk Pulau Sulawesi. Hal tersebut membuat Pulau Sulawesi menjadi tempat yang kaya akan flora dan fauna unik dan berbeda di bandingkan pulau lain yang ada di dunia.\u201d Jelas Dr. Thomas asal Museum fur Naturkunde, Berlin. Pada kesempatan yang sama, Donny Aprilyanto dan Diky Dwiyanto yang merupakan Mahasiswa asal FMIPA Untad turut memaparkan hasil penelitian mereka setelah magang selama satu bulan di Museum Zoologi Puslit Biologi LIPI Bogor. Penelitian mereka terkait Diversity of Freshwater Shrimps di Batusuya dan Identification of Mangrove Crab Family di Kobonga, Banawa. Saat di temui, Dr. Annawaty selaku moderator sekaligus dosen di FMIPA Untad menuturkan tentang mengapa Seminar Internasional kali ini di adakan. \u201c Kita memiliki hubungan yang baik dengan Pak Thomas sebelumnya karena mereka juga memiliki \u00a0project penelitian di Jawa Barat. Sehingga kami berinisiatif untuk mengundang mereka selagi mereka berada di Indonesia. Mereka datang untuk memberikan pengenalan tentang hasil penelitian Mollusca, Hemiptera dan hasil penelitian mereka selama ini. Para narasumber juga akan memberikan pelatihan pada tanggal 5,6 dan 7 Mei untuk mahasiswa dan dosen terkait cara meneliti serta penggambilan gambar sample penelitian secara profesional.\u201d Jelas Dr Annawaty Beliau juga berharap agar seminar kali ini dapat memotivasi mahasiswa FMIPA untuk dapat melakukan penelitian yang mendalam seperti para peneliti Jerman lakukan selama ini. \u201cPak Thomas dan para peneliti lain nya datang jauh dari Jerman untuk meneliti kekayaan flora dan fauna yang kita miliki, maka menjadi sebuah kewajiban bagi mahasiswa dari Sulawesi tengah khususnya Universitas Tadulako untuk juga mengenal dan meneliti lebih jauh kekayaan flora dan fauna kita.\u201d Ujar Dr. Annawaty lebih lanjut. Berikut list Narasumber yang hadir Pada Seminar Internasional FMIPA pada 04 Mei 2017 : Thomas von Rintelen \u201c Patterns of Insular Diversification : freshwater invertebrate case studies from Sulawesi, Indonesia \u201d Ir. Daisy Wowor, M.Sc &amp; Werner Klotz \u201c Taksonomi san Ekologi Crustacea Air Tawar Sulawesi &amp; introduction on Atyid shrimp Ristiyanti Marsetiowati Marwoto, M.Si \u201c Taksonomi dan Ekologi Mollusca Sulawesi\u201d Andreas Wessel \u201c Introduction to Hemiptera \u201d Johannes Frisch \u201c Riparian (freshwater associated) beetles Thomas von Rintelen &amp; Ir. Ristiyanti Marsetiyowati Marwoto, M.Si \u00a0\u201c Collection of Freshwater mollusca \u201d Ir. Daisy Wowor, M.Sc &amp; Werner Klotz \u201c Collection of freshwater shrimp \u201d &nbsp; &nbsp;<\/p>","protected":false},"author":2,"featured_media":5553,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ocean_post_layout":"","ocean_both_sidebars_style":"","ocean_both_sidebars_content_width":0,"ocean_both_sidebars_sidebars_width":0,"ocean_sidebar":"","ocean_second_sidebar":"","ocean_disable_margins":"enable","ocean_add_body_class":"","ocean_shortcode_before_top_bar":"","ocean_shortcode_after_top_bar":"","ocean_shortcode_before_header":"","ocean_shortcode_after_header":"","ocean_has_shortcode":"","ocean_shortcode_after_title":"","ocean_shortcode_before_footer_widgets":"","ocean_shortcode_after_footer_widgets":"","ocean_shortcode_before_footer_bottom":"","ocean_shortcode_after_footer_bottom":"","ocean_display_top_bar":"default","ocean_display_header":"default","ocean_header_style":"","ocean_center_header_left_menu":"","ocean_custom_header_template":"","ocean_custom_logo":0,"ocean_custom_retina_logo":0,"ocean_custom_logo_max_width":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_width":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_width":0,"ocean_custom_logo_max_height":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_height":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_height":0,"ocean_header_custom_menu":"","ocean_menu_typo_font_family":"","ocean_menu_typo_font_subset":"","ocean_menu_typo_font_size":0,"ocean_menu_typo_font_size_tablet":0,"ocean_menu_typo_font_size_mobile":0,"ocean_menu_typo_font_size_unit":"px","ocean_menu_typo_font_weight":"","ocean_menu_typo_font_weight_tablet":"","ocean_menu_typo_font_weight_mobile":"","ocean_menu_typo_transform":"","ocean_menu_typo_transform_tablet":"","ocean_menu_typo_transform_mobile":"","ocean_menu_typo_line_height":0,"ocean_menu_typo_line_height_tablet":0,"ocean_menu_typo_line_height_mobile":0,"ocean_menu_typo_line_height_unit":"","ocean_menu_typo_spacing":0,"ocean_menu_typo_spacing_tablet":0,"ocean_menu_typo_spacing_mobile":0,"ocean_menu_typo_spacing_unit":"","ocean_menu_link_color":"","ocean_menu_link_color_hover":"","ocean_menu_link_color_active":"","ocean_menu_link_background":"","ocean_menu_link_hover_background":"","ocean_menu_link_active_background":"","ocean_menu_social_links_bg":"","ocean_menu_social_hover_links_bg":"","ocean_menu_social_links_color":"","ocean_menu_social_hover_links_color":"","ocean_disable_title":"default","ocean_disable_heading":"default","ocean_post_title":"","ocean_post_subheading":"","ocean_post_title_style":"","ocean_post_title_background_color":"","ocean_post_title_background":0,"ocean_post_title_bg_image_position":"","ocean_post_title_bg_image_attachment":"","ocean_post_title_bg_image_repeat":"","ocean_post_title_bg_image_size":"","ocean_post_title_height":0,"ocean_post_title_bg_overlay":0.5,"ocean_post_title_bg_overlay_color":"","ocean_disable_breadcrumbs":"default","ocean_breadcrumbs_color":"","ocean_breadcrumbs_separator_color":"","ocean_breadcrumbs_links_color":"","ocean_breadcrumbs_links_hover_color":"","ocean_display_footer_widgets":"default","ocean_display_footer_bottom":"default","ocean_custom_footer_template":"","ocean_post_oembed":"","ocean_post_self_hosted_media":"","ocean_post_video_embed":"","ocean_link_format":"","ocean_link_format_target":"self","ocean_quote_format":"","ocean_quote_format_link":"post","ocean_gallery_link_images":"on","ocean_gallery_id":[],"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-5552","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-untad","entry","has-media"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Seminar Internasional FMIPA Untad Angkat Tentang Kekayaan Flora dan Fauna Pulau Sulawesi - Universitas Tadulako<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2017\/05\/seminar-internasional-fmipa-untad-angkat-tentang-kekayaan-flora-dan-fauna-pulau-sulawesi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Seminar Internasional FMIPA Untad Angkat Tentang Kekayaan Flora dan Fauna Pulau Sulawesi - Universitas Tadulako\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mengangkat keanekaragaman ekologi dan taksonomi Pulau Sulawesi, Seminar Internasional Fakultas Matematika dan IPA Untad di gelar pada (04\/05) kamis pagi yang di hadiri oleh Mahasiswa, Dosen dan Narasumber serta Peneliti asal Indonesia dan Jerman di Ruang Senat FMIPA Untad. Seminar Internasional yang mengangkat tema \u201c Seminar of Ecology and Taxonomy of Sulawesi Aquatic Invertebrates \u201d menghadirkan beberapa narasumber yang berasal dari Museum Zoologi PUSLIT Biologi LIPI Bogor, Museum fur Naturkunde Berlin dan Innsbruck Medical University, Austria. Dr. Thomas von Rintelen sebagai Narasumber asal Jerman memaparkan tentang penyebab mengapa Pulau Sulawesi memiliki Kekayaan Flora dan Fauna yang sangat beragam dan unik untuk di teliti. \u201c Pulau Sulawesi memiliki keanekaragam hayati yang lengkap karena terbentuk dari kepingan-kepingan Benua dari daratan Asia dan Australia. Pada saat pembentukan pulau Sulawesi, kepingan dari kedua benua tersebut membawa Fauna dan Flora nya masing-masing dan kemudian membentuk Pulau Sulawesi. Hal tersebut membuat Pulau Sulawesi menjadi tempat yang kaya akan flora dan fauna unik dan berbeda di bandingkan pulau lain yang ada di dunia.\u201d Jelas Dr. Thomas asal Museum fur Naturkunde, Berlin. Pada kesempatan yang sama, Donny Aprilyanto dan Diky Dwiyanto yang merupakan Mahasiswa asal FMIPA Untad turut memaparkan hasil penelitian mereka setelah magang selama satu bulan di Museum Zoologi Puslit Biologi LIPI Bogor. Penelitian mereka terkait Diversity of Freshwater Shrimps di Batusuya dan Identification of Mangrove Crab Family di Kobonga, Banawa. Saat di temui, Dr. Annawaty selaku moderator sekaligus dosen di FMIPA Untad menuturkan tentang mengapa Seminar Internasional kali ini di adakan. \u201c Kita memiliki hubungan yang baik dengan Pak Thomas sebelumnya karena mereka juga memiliki \u00a0project penelitian di Jawa Barat. Sehingga kami berinisiatif untuk mengundang mereka selagi mereka berada di Indonesia. Mereka datang untuk memberikan pengenalan tentang hasil penelitian Mollusca, Hemiptera dan hasil penelitian mereka selama ini. Para narasumber juga akan memberikan pelatihan pada tanggal 5,6 dan 7 Mei untuk mahasiswa dan dosen terkait cara meneliti serta penggambilan gambar sample penelitian secara profesional.\u201d Jelas Dr Annawaty Beliau juga berharap agar seminar kali ini dapat memotivasi mahasiswa FMIPA untuk dapat melakukan penelitian yang mendalam seperti para peneliti Jerman lakukan selama ini. \u201cPak Thomas dan para peneliti lain nya datang jauh dari Jerman untuk meneliti kekayaan flora dan fauna yang kita miliki, maka menjadi sebuah kewajiban bagi mahasiswa dari Sulawesi tengah khususnya Universitas Tadulako untuk juga mengenal dan meneliti lebih jauh kekayaan flora dan fauna kita.\u201d Ujar Dr. Annawaty lebih lanjut. Berikut list Narasumber yang hadir Pada Seminar Internasional FMIPA pada 04 Mei 2017 : Thomas von Rintelen \u201c Patterns of Insular Diversification : freshwater invertebrate case studies from Sulawesi, Indonesia \u201d Ir. Daisy Wowor, M.Sc &amp; Werner Klotz \u201c Taksonomi san Ekologi Crustacea Air Tawar Sulawesi &amp; introduction on Atyid shrimp Ristiyanti Marsetiowati Marwoto, M.Si \u201c Taksonomi dan Ekologi Mollusca Sulawesi\u201d Andreas Wessel \u201c Introduction to Hemiptera \u201d Johannes Frisch \u201c Riparian (freshwater associated) beetles Thomas von Rintelen &amp; Ir. Ristiyanti Marsetiyowati Marwoto, M.Si \u00a0\u201c Collection of Freshwater mollusca \u201d Ir. Daisy Wowor, M.Sc &amp; Werner Klotz \u201c Collection of freshwater shrimp \u201d &nbsp; &nbsp;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2017\/05\/seminar-internasional-fmipa-untad-angkat-tentang-kekayaan-flora-dan-fauna-pulau-sulawesi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Tadulako\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2017-05-08T01:28:45+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Arba Arief\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Arba Arief\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2017\/05\/seminar-internasional-fmipa-untad-angkat-tentang-kekayaan-flora-dan-fauna-pulau-sulawesi\/\",\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2017\/05\/seminar-internasional-fmipa-untad-angkat-tentang-kekayaan-flora-dan-fauna-pulau-sulawesi\/\",\"name\":\"Seminar Internasional FMIPA Untad Angkat Tentang Kekayaan Flora dan Fauna Pulau Sulawesi - Universitas Tadulako\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2017\/05\/seminar-internasional-fmipa-untad-angkat-tentang-kekayaan-flora-dan-fauna-pulau-sulawesi\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2017\/05\/seminar-internasional-fmipa-untad-angkat-tentang-kekayaan-flora-dan-fauna-pulau-sulawesi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"datePublished\":\"2017-05-08T01:28:45+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/0d00de952266acf82d8b252e175af938\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2017\/05\/seminar-internasional-fmipa-untad-angkat-tentang-kekayaan-flora-dan-fauna-pulau-sulawesi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/untad.ac.id\/2017\/05\/seminar-internasional-fmipa-untad-angkat-tentang-kekayaan-flora-dan-fauna-pulau-sulawesi\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2017\/05\/seminar-internasional-fmipa-untad-angkat-tentang-kekayaan-flora-dan-fauna-pulau-sulawesi\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2017\/05\/seminar-internasional-fmipa-untad-angkat-tentang-kekayaan-flora-dan-fauna-pulau-sulawesi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/untad.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Seminar Internasional FMIPA Untad Angkat Tentang Kekayaan Flora dan Fauna Pulau Sulawesi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/\",\"name\":\"Universitas Tadulako\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/untad.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/0d00de952266acf82d8b252e175af938\",\"name\":\"Arba Arief\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9042f670eccc98e6a04be7a8fa7288fd617cd8f8adeadccb465b6d150b396f47?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9042f670eccc98e6a04be7a8fa7288fd617cd8f8adeadccb465b6d150b396f47?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Arba Arief\"},\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/author\/arief1\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Seminar Internasional FMIPA Untad Angkat Tentang Kekayaan Flora dan Fauna Pulau Sulawesi - Universitas Tadulako","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2017\/05\/seminar-internasional-fmipa-untad-angkat-tentang-kekayaan-flora-dan-fauna-pulau-sulawesi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Seminar Internasional FMIPA Untad Angkat Tentang Kekayaan Flora dan Fauna Pulau Sulawesi - Universitas Tadulako","og_description":"Mengangkat keanekaragaman ekologi dan taksonomi Pulau Sulawesi, Seminar Internasional Fakultas Matematika dan IPA Untad di gelar pada (04\/05) kamis pagi yang di hadiri oleh Mahasiswa, Dosen dan Narasumber serta Peneliti asal Indonesia dan Jerman di Ruang Senat FMIPA Untad. Seminar Internasional yang mengangkat tema \u201c Seminar of Ecology and Taxonomy of Sulawesi Aquatic Invertebrates \u201d menghadirkan beberapa narasumber yang berasal dari Museum Zoologi PUSLIT Biologi LIPI Bogor, Museum fur Naturkunde Berlin dan Innsbruck Medical University, Austria. Dr. Thomas von Rintelen sebagai Narasumber asal Jerman memaparkan tentang penyebab mengapa Pulau Sulawesi memiliki Kekayaan Flora dan Fauna yang sangat beragam dan unik untuk di teliti. \u201c Pulau Sulawesi memiliki keanekaragam hayati yang lengkap karena terbentuk dari kepingan-kepingan Benua dari daratan Asia dan Australia. Pada saat pembentukan pulau Sulawesi, kepingan dari kedua benua tersebut membawa Fauna dan Flora nya masing-masing dan kemudian membentuk Pulau Sulawesi. Hal tersebut membuat Pulau Sulawesi menjadi tempat yang kaya akan flora dan fauna unik dan berbeda di bandingkan pulau lain yang ada di dunia.\u201d Jelas Dr. Thomas asal Museum fur Naturkunde, Berlin. Pada kesempatan yang sama, Donny Aprilyanto dan Diky Dwiyanto yang merupakan Mahasiswa asal FMIPA Untad turut memaparkan hasil penelitian mereka setelah magang selama satu bulan di Museum Zoologi Puslit Biologi LIPI Bogor. Penelitian mereka terkait Diversity of Freshwater Shrimps di Batusuya dan Identification of Mangrove Crab Family di Kobonga, Banawa. Saat di temui, Dr. Annawaty selaku moderator sekaligus dosen di FMIPA Untad menuturkan tentang mengapa Seminar Internasional kali ini di adakan. \u201c Kita memiliki hubungan yang baik dengan Pak Thomas sebelumnya karena mereka juga memiliki \u00a0project penelitian di Jawa Barat. Sehingga kami berinisiatif untuk mengundang mereka selagi mereka berada di Indonesia. Mereka datang untuk memberikan pengenalan tentang hasil penelitian Mollusca, Hemiptera dan hasil penelitian mereka selama ini. Para narasumber juga akan memberikan pelatihan pada tanggal 5,6 dan 7 Mei untuk mahasiswa dan dosen terkait cara meneliti serta penggambilan gambar sample penelitian secara profesional.\u201d Jelas Dr Annawaty Beliau juga berharap agar seminar kali ini dapat memotivasi mahasiswa FMIPA untuk dapat melakukan penelitian yang mendalam seperti para peneliti Jerman lakukan selama ini. \u201cPak Thomas dan para peneliti lain nya datang jauh dari Jerman untuk meneliti kekayaan flora dan fauna yang kita miliki, maka menjadi sebuah kewajiban bagi mahasiswa dari Sulawesi tengah khususnya Universitas Tadulako untuk juga mengenal dan meneliti lebih jauh kekayaan flora dan fauna kita.\u201d Ujar Dr. Annawaty lebih lanjut. Berikut list Narasumber yang hadir Pada Seminar Internasional FMIPA pada 04 Mei 2017 : Thomas von Rintelen \u201c Patterns of Insular Diversification : freshwater invertebrate case studies from Sulawesi, Indonesia \u201d Ir. Daisy Wowor, M.Sc &amp; Werner Klotz \u201c Taksonomi san Ekologi Crustacea Air Tawar Sulawesi &amp; introduction on Atyid shrimp Ristiyanti Marsetiowati Marwoto, M.Si \u201c Taksonomi dan Ekologi Mollusca Sulawesi\u201d Andreas Wessel \u201c Introduction to Hemiptera \u201d Johannes Frisch \u201c Riparian (freshwater associated) beetles Thomas von Rintelen &amp; Ir. Ristiyanti Marsetiyowati Marwoto, M.Si \u00a0\u201c Collection of Freshwater mollusca \u201d Ir. Daisy Wowor, M.Sc &amp; Werner Klotz \u201c Collection of freshwater shrimp \u201d &nbsp; &nbsp;","og_url":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2017\/05\/seminar-internasional-fmipa-untad-angkat-tentang-kekayaan-flora-dan-fauna-pulau-sulawesi\/","og_site_name":"Universitas Tadulako","article_published_time":"2017-05-08T01:28:45+00:00","author":"Arba Arief","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Arba Arief","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2017\/05\/seminar-internasional-fmipa-untad-angkat-tentang-kekayaan-flora-dan-fauna-pulau-sulawesi\/","url":"https:\/\/untad.ac.id\/2017\/05\/seminar-internasional-fmipa-untad-angkat-tentang-kekayaan-flora-dan-fauna-pulau-sulawesi\/","name":"Seminar Internasional FMIPA Untad Angkat Tentang Kekayaan Flora dan Fauna Pulau Sulawesi - Universitas Tadulako","isPartOf":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2017\/05\/seminar-internasional-fmipa-untad-angkat-tentang-kekayaan-flora-dan-fauna-pulau-sulawesi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2017\/05\/seminar-internasional-fmipa-untad-angkat-tentang-kekayaan-flora-dan-fauna-pulau-sulawesi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","datePublished":"2017-05-08T01:28:45+00:00","author":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/0d00de952266acf82d8b252e175af938"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2017\/05\/seminar-internasional-fmipa-untad-angkat-tentang-kekayaan-flora-dan-fauna-pulau-sulawesi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/untad.ac.id\/2017\/05\/seminar-internasional-fmipa-untad-angkat-tentang-kekayaan-flora-dan-fauna-pulau-sulawesi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2017\/05\/seminar-internasional-fmipa-untad-angkat-tentang-kekayaan-flora-dan-fauna-pulau-sulawesi\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2017\/05\/seminar-internasional-fmipa-untad-angkat-tentang-kekayaan-flora-dan-fauna-pulau-sulawesi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/untad.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Seminar Internasional FMIPA Untad Angkat Tentang Kekayaan Flora dan Fauna Pulau Sulawesi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#website","url":"https:\/\/untad.ac.id\/","name":"Tadulako University","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/untad.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/0d00de952266acf82d8b252e175af938","name":"Arba Arief","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9042f670eccc98e6a04be7a8fa7288fd617cd8f8adeadccb465b6d150b396f47?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9042f670eccc98e6a04be7a8fa7288fd617cd8f8adeadccb465b6d150b396f47?s=96&d=mm&r=g","caption":"Arba Arief"},"url":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/author\/arief1\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5552","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5552"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5552\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5552"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5552"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5552"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}