{"id":4148,"date":"2016-08-09T10:54:09","date_gmt":"2016-08-09T02:54:09","guid":{"rendered":"http:\/\/untad.ac.id\/?p=4148"},"modified":"2016-08-09T10:54:09","modified_gmt":"2016-08-09T02:54:09","slug":"dinamika-universitas-tadulako-membuat-oknum-kurang-nyaman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2016\/08\/dinamika-universitas-tadulako-membuat-oknum-kurang-nyaman\/","title":{"rendered":"Dinamika Universitas Tadulako Membuat Oknum Kurang Nyaman"},"content":{"rendered":"<p>Baru saja Ranking Universitas versi \u201cWebometric.info\u201d edisi Juli 2016 (Penilaian Januari-Juni 2016) dirilis. Tidak tanggung-tanggung, Universitas Tadulako edisi Januari 2016 (Pernilaian periode Juli-Desember 2015) berada posisi 30 di Indonesia. Namun yang terjadi enam bulan kemudian, posisi Untad terjun bebas ke posisi 416. Ini bukan saja bergeser, tetapi ini benar-benar \u201cTerjun Bebas\u201d.<\/p>\n<p>Atas hasil itu, Tim IT Universitas Tadulako langsung melakukan diskusi intensif berkali-kali setelah Webometrics.info merilis hasil penilaiannya untuk edisi Juli 2016. Ternyata jawabannya sudah ditemukan. Sesuai standar penilaian Webometrics.info, ada empat komponen yakni (i) presence rank (ii) impact rank (iii) openness rank dan (iv) Excellence rank.<\/p>\n<p>Tim IT Untad setelah melakukan penelaahan beberapa hari, akhirnya terjawab mengapa ranking Untad bisa terjun bebas hanya dalam waktu 6 bulan dari posisi 30 menjadi 416. Penilaian terbesar pihak Webometrics.info adalah berada pada komponen (ii) Impact Rank yakni 50 persen dari total penilaian. Di komponen inilah yang ternyata \u201cdiserang\u201d oleh oknum yang gelisah dengan dinamika perubahan yang terjadi di Untad. Hal ini terlihat langsung dalam pergerakan di sistem jaringan server Untad.<\/p>\n<p>Pada penilaian edisi Januari 2016 silam saat Untad berada pada posisi 30, keempat komponen penilaian itu berturut-turut: (i) presence rank sebesar 3971,(ii) impact rank 1779,\u00a0 (iii) openness rank 8422, dan (iv) excellence rank 4353. Nilai inilah yang mengantarkan Untad bertengger pada posisi 30 di Indonesia.<\/p>\n<p>Bagaimana nilai untuk edisi Juli 2016 setelah Untad menempati posisi 30? Terlihat dengan jelas bahwa untuk (i) presence rank 3574 (ii) impact rank 99999 (iii) openness rank 4121, dan (iv) excellence rank 5824. Nah, kata Tim IT bahwa angka yang berubah drastic untuk Impact Rank dari \u201c1779\u201d menjadi \u201c99999\u201d yang membuat Untad terjun bebas dari 30 ke posisi 416.<\/p>\n<p>Menurut Tim IT Untad, angka \u201c99999\u201d sebagai Virtual Offline, di mana seluruh data yang dimiliki Untad dalam \u201cWeb untad.ac.id\u201d tidak bisa terbaca oleh \u201csearch engine\u201d pihak Webometrics.info. Artinya apa? Untad seolah tidak ada kegiatan alias sama dengan 0 (nol) karena seluruh data tidak bisa terbaca search engine Webometrics karena angka \u201c99999\u201d pada kolom Impact Rank justru sebagai angka Cantik yang menutup (meng-offline-kan) keran masuknya alat pembaca ke untad.ac.id.<\/p>\n<p>Petugas IT Untad merasa bahwa info itu adalah apresiasi dari pihak lain, sehingga dia menjawab \u201cthank you\u201d. Ternyata, dengan menjawab info \u201cnyelonong\u201d itulah yang menjadi pintu masuk dari oknum peretas meng-offline-kan kondisi sistem jaringan Untad sehingga data Untad tidak bisa terbaca oleh mesin pembaca webometrics.info. Hal ini diindikasikan dengan pergerakan tidak dikenal di sistem jaringan server Untad, dan munculnya angka cantik \u201c99999\u201d. Adapun isi info nyelonong tersebut dapat dilihat dalam capture berikut:<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/13936830_120300000057327854_1280421025_n.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-4150\" src=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/13936830_120300000057327854_1280421025_n-300x127.jpg\" alt=\"13936830_120300000057327854_1280421025_n\" width=\"300\" height=\"127\" \/><\/a><\/p>\n<p>Sekadar komparasi kedua edisi yang dirilis Webometrics.info baik edisi Januari 2016 (Ranking 30) maupun edisi Juli 2016 (Ranking 416) dapat dilihat dalam\u00a0 kedua table berikut:<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<figure id=\"attachment_4149\" aria-describedby=\"caption-attachment-4149\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignnone\"><a href=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/Slide1.jpg\"><img decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-4149\" src=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/Slide1-300x125.jpg\" alt=\"Perbandingan peringkat Untad dalam webometrics.info periode Januari dan Juli 2016 pada bagian impact rank\" width=\"300\" height=\"125\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-4149\" class=\"wp-caption-text\">Perbandingan peringkat Untad dalam webometrics.info periode Januari dan Juli 2016 pada bagian impact rank<\/figcaption><\/figure>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Baru saja Ranking Universitas versi \u201cWebometric.info\u201d edisi Juli 2016 (Penilaian Januari-Juni 2016) dirilis. Tidak tanggung-tanggung, Universitas Tadulako edisi Januari 2016 (Pernilaian periode Juli-Desember 2015) berada posisi 30 di Indonesia. Namun yang terjadi enam bulan kemudian, posisi Untad terjun bebas ke posisi 416. Ini bukan saja bergeser, tetapi ini benar-benar \u201cTerjun Bebas\u201d. Atas hasil itu, Tim IT Universitas Tadulako langsung melakukan diskusi intensif berkali-kali setelah Webometrics.info merilis hasil penilaiannya untuk edisi Juli 2016. Ternyata jawabannya sudah ditemukan. Sesuai standar penilaian Webometrics.info, ada empat komponen yakni (i) presence rank (ii) impact rank (iii) openness rank dan (iv) Excellence rank. Tim IT Untad setelah melakukan penelaahan beberapa hari, akhirnya terjawab mengapa ranking Untad bisa terjun bebas hanya dalam waktu 6 bulan dari posisi 30 menjadi 416. Penilaian terbesar pihak Webometrics.info adalah berada pada komponen (ii) Impact Rank yakni 50 persen dari total penilaian. Di komponen inilah yang ternyata \u201cdiserang\u201d oleh oknum yang gelisah dengan dinamika perubahan yang terjadi di Untad. Hal ini terlihat langsung dalam pergerakan di sistem jaringan server Untad. Pada penilaian edisi Januari 2016 silam saat Untad berada pada posisi 30, keempat komponen penilaian itu berturut-turut: (i) presence rank sebesar 3971,(ii) impact rank 1779,\u00a0 (iii) openness rank 8422, dan (iv) excellence rank 4353. Nilai inilah yang mengantarkan Untad bertengger pada posisi 30 di Indonesia. Bagaimana nilai untuk edisi Juli 2016 setelah Untad menempati posisi 30? Terlihat dengan jelas bahwa untuk (i) presence rank 3574 (ii) impact rank 99999 (iii) openness rank 4121, dan (iv) excellence rank 5824. Nah, kata Tim IT bahwa angka yang berubah drastic untuk Impact Rank dari \u201c1779\u201d menjadi \u201c99999\u201d yang membuat Untad terjun bebas dari 30 ke posisi 416. Menurut Tim IT Untad, angka \u201c99999\u201d sebagai Virtual Offline, di mana seluruh data yang dimiliki Untad dalam \u201cWeb untad.ac.id\u201d tidak bisa terbaca oleh \u201csearch engine\u201d pihak Webometrics.info. Artinya apa? Untad seolah tidak ada kegiatan alias sama dengan 0 (nol) karena seluruh data tidak bisa terbaca search engine Webometrics karena angka \u201c99999\u201d pada kolom Impact Rank justru sebagai angka Cantik yang menutup (meng-offline-kan) keran masuknya alat pembaca ke untad.ac.id. Petugas IT Untad merasa bahwa info itu adalah apresiasi dari pihak lain, sehingga dia menjawab \u201cthank you\u201d. Ternyata, dengan menjawab info \u201cnyelonong\u201d itulah yang menjadi pintu masuk dari oknum peretas meng-offline-kan kondisi sistem jaringan Untad sehingga data Untad tidak bisa terbaca oleh mesin pembaca webometrics.info. Hal ini diindikasikan dengan pergerakan tidak dikenal di sistem jaringan server Untad, dan munculnya angka cantik \u201c99999\u201d. Adapun isi info nyelonong tersebut dapat dilihat dalam capture berikut: Sekadar komparasi kedua edisi yang dirilis Webometrics.info baik edisi Januari 2016 (Ranking 30) maupun edisi Juli 2016 (Ranking 416) dapat dilihat dalam\u00a0 kedua table berikut: &nbsp;<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ocean_post_layout":"","ocean_both_sidebars_style":"","ocean_both_sidebars_content_width":0,"ocean_both_sidebars_sidebars_width":0,"ocean_sidebar":"","ocean_second_sidebar":"","ocean_disable_margins":"enable","ocean_add_body_class":"","ocean_shortcode_before_top_bar":"","ocean_shortcode_after_top_bar":"","ocean_shortcode_before_header":"","ocean_shortcode_after_header":"","ocean_has_shortcode":"","ocean_shortcode_after_title":"","ocean_shortcode_before_footer_widgets":"","ocean_shortcode_after_footer_widgets":"","ocean_shortcode_before_footer_bottom":"","ocean_shortcode_after_footer_bottom":"","ocean_display_top_bar":"default","ocean_display_header":"default","ocean_header_style":"","ocean_center_header_left_menu":"","ocean_custom_header_template":"","ocean_custom_logo":0,"ocean_custom_retina_logo":0,"ocean_custom_logo_max_width":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_width":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_width":0,"ocean_custom_logo_max_height":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_height":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_height":0,"ocean_header_custom_menu":"","ocean_menu_typo_font_family":"","ocean_menu_typo_font_subset":"","ocean_menu_typo_font_size":0,"ocean_menu_typo_font_size_tablet":0,"ocean_menu_typo_font_size_mobile":0,"ocean_menu_typo_font_size_unit":"px","ocean_menu_typo_font_weight":"","ocean_menu_typo_font_weight_tablet":"","ocean_menu_typo_font_weight_mobile":"","ocean_menu_typo_transform":"","ocean_menu_typo_transform_tablet":"","ocean_menu_typo_transform_mobile":"","ocean_menu_typo_line_height":0,"ocean_menu_typo_line_height_tablet":0,"ocean_menu_typo_line_height_mobile":0,"ocean_menu_typo_line_height_unit":"","ocean_menu_typo_spacing":0,"ocean_menu_typo_spacing_tablet":0,"ocean_menu_typo_spacing_mobile":0,"ocean_menu_typo_spacing_unit":"","ocean_menu_link_color":"","ocean_menu_link_color_hover":"","ocean_menu_link_color_active":"","ocean_menu_link_background":"","ocean_menu_link_hover_background":"","ocean_menu_link_active_background":"","ocean_menu_social_links_bg":"","ocean_menu_social_hover_links_bg":"","ocean_menu_social_links_color":"","ocean_menu_social_hover_links_color":"","ocean_disable_title":"default","ocean_disable_heading":"default","ocean_post_title":"","ocean_post_subheading":"","ocean_post_title_style":"","ocean_post_title_background_color":"","ocean_post_title_background":0,"ocean_post_title_bg_image_position":"","ocean_post_title_bg_image_attachment":"","ocean_post_title_bg_image_repeat":"","ocean_post_title_bg_image_size":"","ocean_post_title_height":0,"ocean_post_title_bg_overlay":0.5,"ocean_post_title_bg_overlay_color":"","ocean_disable_breadcrumbs":"default","ocean_breadcrumbs_color":"","ocean_breadcrumbs_separator_color":"","ocean_breadcrumbs_links_color":"","ocean_breadcrumbs_links_hover_color":"","ocean_display_footer_widgets":"default","ocean_display_footer_bottom":"default","ocean_custom_footer_template":"","ocean_post_oembed":"","ocean_post_self_hosted_media":"","ocean_post_video_embed":"","ocean_link_format":"","ocean_link_format_target":"self","ocean_quote_format":"","ocean_quote_format_link":"post","ocean_gallery_link_images":"on","ocean_gallery_id":[],"footnotes":""},"categories":[2,3],"tags":[26,264,276],"class_list":["post-4148","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita-untad","category-breaking","tag-untad","tag-untad-2016","tag-webometrics-info","entry"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Dinamika Universitas Tadulako Membuat Oknum Kurang Nyaman - Universitas Tadulako<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2016\/08\/dinamika-universitas-tadulako-membuat-oknum-kurang-nyaman\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Dinamika Universitas Tadulako Membuat Oknum Kurang Nyaman - Universitas Tadulako\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Baru saja Ranking Universitas versi \u201cWebometric.info\u201d edisi Juli 2016 (Penilaian Januari-Juni 2016) dirilis. Tidak tanggung-tanggung, Universitas Tadulako edisi Januari 2016 (Pernilaian periode Juli-Desember 2015) berada posisi 30 di Indonesia. Namun yang terjadi enam bulan kemudian, posisi Untad terjun bebas ke posisi 416. Ini bukan saja bergeser, tetapi ini benar-benar \u201cTerjun Bebas\u201d. Atas hasil itu, Tim IT Universitas Tadulako langsung melakukan diskusi intensif berkali-kali setelah Webometrics.info merilis hasil penilaiannya untuk edisi Juli 2016. Ternyata jawabannya sudah ditemukan. Sesuai standar penilaian Webometrics.info, ada empat komponen yakni (i) presence rank (ii) impact rank (iii) openness rank dan (iv) Excellence rank. Tim IT Untad setelah melakukan penelaahan beberapa hari, akhirnya terjawab mengapa ranking Untad bisa terjun bebas hanya dalam waktu 6 bulan dari posisi 30 menjadi 416. Penilaian terbesar pihak Webometrics.info adalah berada pada komponen (ii) Impact Rank yakni 50 persen dari total penilaian. Di komponen inilah yang ternyata \u201cdiserang\u201d oleh oknum yang gelisah dengan dinamika perubahan yang terjadi di Untad. Hal ini terlihat langsung dalam pergerakan di sistem jaringan server Untad. Pada penilaian edisi Januari 2016 silam saat Untad berada pada posisi 30, keempat komponen penilaian itu berturut-turut: (i) presence rank sebesar 3971,(ii) impact rank 1779,\u00a0 (iii) openness rank 8422, dan (iv) excellence rank 4353. Nilai inilah yang mengantarkan Untad bertengger pada posisi 30 di Indonesia. Bagaimana nilai untuk edisi Juli 2016 setelah Untad menempati posisi 30? Terlihat dengan jelas bahwa untuk (i) presence rank 3574 (ii) impact rank 99999 (iii) openness rank 4121, dan (iv) excellence rank 5824. Nah, kata Tim IT bahwa angka yang berubah drastic untuk Impact Rank dari \u201c1779\u201d menjadi \u201c99999\u201d yang membuat Untad terjun bebas dari 30 ke posisi 416. Menurut Tim IT Untad, angka \u201c99999\u201d sebagai Virtual Offline, di mana seluruh data yang dimiliki Untad dalam \u201cWeb untad.ac.id\u201d tidak bisa terbaca oleh \u201csearch engine\u201d pihak Webometrics.info. Artinya apa? Untad seolah tidak ada kegiatan alias sama dengan 0 (nol) karena seluruh data tidak bisa terbaca search engine Webometrics karena angka \u201c99999\u201d pada kolom Impact Rank justru sebagai angka Cantik yang menutup (meng-offline-kan) keran masuknya alat pembaca ke untad.ac.id. Petugas IT Untad merasa bahwa info itu adalah apresiasi dari pihak lain, sehingga dia menjawab \u201cthank you\u201d. Ternyata, dengan menjawab info \u201cnyelonong\u201d itulah yang menjadi pintu masuk dari oknum peretas meng-offline-kan kondisi sistem jaringan Untad sehingga data Untad tidak bisa terbaca oleh mesin pembaca webometrics.info. Hal ini diindikasikan dengan pergerakan tidak dikenal di sistem jaringan server Untad, dan munculnya angka cantik \u201c99999\u201d. Adapun isi info nyelonong tersebut dapat dilihat dalam capture berikut: Sekadar komparasi kedua edisi yang dirilis Webometrics.info baik edisi Januari 2016 (Ranking 30) maupun edisi Juli 2016 (Ranking 416) dapat dilihat dalam\u00a0 kedua table berikut: &nbsp;\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2016\/08\/dinamika-universitas-tadulako-membuat-oknum-kurang-nyaman\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Tadulako\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-08-09T02:54:09+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/13936830_120300000057327854_1280421025_n-300x127.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"nadira-tik\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"nadira-tik\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/08\/dinamika-universitas-tadulako-membuat-oknum-kurang-nyaman\/\",\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/08\/dinamika-universitas-tadulako-membuat-oknum-kurang-nyaman\/\",\"name\":\"Dinamika Universitas Tadulako Membuat Oknum Kurang Nyaman - Universitas Tadulako\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/08\/dinamika-universitas-tadulako-membuat-oknum-kurang-nyaman\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/08\/dinamika-universitas-tadulako-membuat-oknum-kurang-nyaman\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/13936830_120300000057327854_1280421025_n-300x127.jpg\",\"datePublished\":\"2016-08-09T02:54:09+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/a44c0393d9ee6fe59e81e401fe71d8ea\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/08\/dinamika-universitas-tadulako-membuat-oknum-kurang-nyaman\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/08\/dinamika-universitas-tadulako-membuat-oknum-kurang-nyaman\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/08\/dinamika-universitas-tadulako-membuat-oknum-kurang-nyaman\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/13936830_120300000057327854_1280421025_n-300x127.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/13936830_120300000057327854_1280421025_n-300x127.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/08\/dinamika-universitas-tadulako-membuat-oknum-kurang-nyaman\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/untad.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Dinamika Universitas Tadulako Membuat Oknum Kurang Nyaman\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/\",\"name\":\"Universitas Tadulako\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/untad.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/a44c0393d9ee6fe59e81e401fe71d8ea\",\"name\":\"nadira-tik\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9e0f36927f2c075a040f3c7ae1a1816265d8cf97e7f739bcfd748b823f91d39a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9e0f36927f2c075a040f3c7ae1a1816265d8cf97e7f739bcfd748b823f91d39a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"nadira-tik\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/baru.untad.ac.id\"],\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/author\/nadira-tik\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Dinamika Universitas Tadulako Membuat Oknum Kurang Nyaman - Universitas Tadulako","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2016\/08\/dinamika-universitas-tadulako-membuat-oknum-kurang-nyaman\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Dinamika Universitas Tadulako Membuat Oknum Kurang Nyaman - Universitas Tadulako","og_description":"Baru saja Ranking Universitas versi \u201cWebometric.info\u201d edisi Juli 2016 (Penilaian Januari-Juni 2016) dirilis. Tidak tanggung-tanggung, Universitas Tadulako edisi Januari 2016 (Pernilaian periode Juli-Desember 2015) berada posisi 30 di Indonesia. Namun yang terjadi enam bulan kemudian, posisi Untad terjun bebas ke posisi 416. Ini bukan saja bergeser, tetapi ini benar-benar \u201cTerjun Bebas\u201d. Atas hasil itu, Tim IT Universitas Tadulako langsung melakukan diskusi intensif berkali-kali setelah Webometrics.info merilis hasil penilaiannya untuk edisi Juli 2016. Ternyata jawabannya sudah ditemukan. Sesuai standar penilaian Webometrics.info, ada empat komponen yakni (i) presence rank (ii) impact rank (iii) openness rank dan (iv) Excellence rank. Tim IT Untad setelah melakukan penelaahan beberapa hari, akhirnya terjawab mengapa ranking Untad bisa terjun bebas hanya dalam waktu 6 bulan dari posisi 30 menjadi 416. Penilaian terbesar pihak Webometrics.info adalah berada pada komponen (ii) Impact Rank yakni 50 persen dari total penilaian. Di komponen inilah yang ternyata \u201cdiserang\u201d oleh oknum yang gelisah dengan dinamika perubahan yang terjadi di Untad. Hal ini terlihat langsung dalam pergerakan di sistem jaringan server Untad. Pada penilaian edisi Januari 2016 silam saat Untad berada pada posisi 30, keempat komponen penilaian itu berturut-turut: (i) presence rank sebesar 3971,(ii) impact rank 1779,\u00a0 (iii) openness rank 8422, dan (iv) excellence rank 4353. Nilai inilah yang mengantarkan Untad bertengger pada posisi 30 di Indonesia. Bagaimana nilai untuk edisi Juli 2016 setelah Untad menempati posisi 30? Terlihat dengan jelas bahwa untuk (i) presence rank 3574 (ii) impact rank 99999 (iii) openness rank 4121, dan (iv) excellence rank 5824. Nah, kata Tim IT bahwa angka yang berubah drastic untuk Impact Rank dari \u201c1779\u201d menjadi \u201c99999\u201d yang membuat Untad terjun bebas dari 30 ke posisi 416. Menurut Tim IT Untad, angka \u201c99999\u201d sebagai Virtual Offline, di mana seluruh data yang dimiliki Untad dalam \u201cWeb untad.ac.id\u201d tidak bisa terbaca oleh \u201csearch engine\u201d pihak Webometrics.info. Artinya apa? Untad seolah tidak ada kegiatan alias sama dengan 0 (nol) karena seluruh data tidak bisa terbaca search engine Webometrics karena angka \u201c99999\u201d pada kolom Impact Rank justru sebagai angka Cantik yang menutup (meng-offline-kan) keran masuknya alat pembaca ke untad.ac.id. Petugas IT Untad merasa bahwa info itu adalah apresiasi dari pihak lain, sehingga dia menjawab \u201cthank you\u201d. Ternyata, dengan menjawab info \u201cnyelonong\u201d itulah yang menjadi pintu masuk dari oknum peretas meng-offline-kan kondisi sistem jaringan Untad sehingga data Untad tidak bisa terbaca oleh mesin pembaca webometrics.info. Hal ini diindikasikan dengan pergerakan tidak dikenal di sistem jaringan server Untad, dan munculnya angka cantik \u201c99999\u201d. Adapun isi info nyelonong tersebut dapat dilihat dalam capture berikut: Sekadar komparasi kedua edisi yang dirilis Webometrics.info baik edisi Januari 2016 (Ranking 30) maupun edisi Juli 2016 (Ranking 416) dapat dilihat dalam\u00a0 kedua table berikut: &nbsp;","og_url":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2016\/08\/dinamika-universitas-tadulako-membuat-oknum-kurang-nyaman\/","og_site_name":"Universitas Tadulako","article_published_time":"2016-08-09T02:54:09+00:00","og_image":[{"url":"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/13936830_120300000057327854_1280421025_n-300x127.jpg","type":"","width":"","height":""}],"author":"nadira-tik","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"nadira-tik","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/08\/dinamika-universitas-tadulako-membuat-oknum-kurang-nyaman\/","url":"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/08\/dinamika-universitas-tadulako-membuat-oknum-kurang-nyaman\/","name":"Dinamika Universitas Tadulako Membuat Oknum Kurang Nyaman - Universitas Tadulako","isPartOf":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/08\/dinamika-universitas-tadulako-membuat-oknum-kurang-nyaman\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/08\/dinamika-universitas-tadulako-membuat-oknum-kurang-nyaman\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/13936830_120300000057327854_1280421025_n-300x127.jpg","datePublished":"2016-08-09T02:54:09+00:00","author":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/a44c0393d9ee6fe59e81e401fe71d8ea"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/08\/dinamika-universitas-tadulako-membuat-oknum-kurang-nyaman\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/untad.ac.id\/2016\/08\/dinamika-universitas-tadulako-membuat-oknum-kurang-nyaman\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/08\/dinamika-universitas-tadulako-membuat-oknum-kurang-nyaman\/#primaryimage","url":"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/13936830_120300000057327854_1280421025_n-300x127.jpg","contentUrl":"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2016\/08\/13936830_120300000057327854_1280421025_n-300x127.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/08\/dinamika-universitas-tadulako-membuat-oknum-kurang-nyaman\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/untad.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Dinamika Universitas Tadulako Membuat Oknum Kurang Nyaman"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#website","url":"https:\/\/untad.ac.id\/","name":"Tadulako University","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/untad.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/a44c0393d9ee6fe59e81e401fe71d8ea","name":"nadira-tik","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9e0f36927f2c075a040f3c7ae1a1816265d8cf97e7f739bcfd748b823f91d39a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9e0f36927f2c075a040f3c7ae1a1816265d8cf97e7f739bcfd748b823f91d39a?s=96&d=mm&r=g","caption":"nadira-tik"},"sameAs":["https:\/\/baru.untad.ac.id"],"url":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/author\/nadira-tik\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4148","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4148"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4148\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4148"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4148"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4148"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}