{"id":39348,"date":"2026-10-23T16:51:26","date_gmt":"2026-10-23T08:51:26","guid":{"rendered":"https:\/\/untad.ac.id\/?p=39348"},"modified":"2026-10-24T16:52:41","modified_gmt":"2026-10-24T08:52:41","slug":"untad-dan-lpdp-perkuat-kolaborasi-pengembangan-talenta-dan-pendidikan-tinggi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2026\/10\/untad-dan-lpdp-perkuat-kolaborasi-pengembangan-talenta-dan-pendidikan-tinggi\/","title":{"rendered":"Untad dan LPDP Perkuat Kolaborasi Pengembangan Talenta dan Pendidikan Tinggi"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Universitas Tadulako (Untad) menggelar diskusi bertajuk \u201cKolaborasi untuk Penguatan Talenta dan Institusi Pendidikan Tinggi\u201d bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di Aula Fakultas Kedokteran Untad, Jumat (23\/10\/2026). Diskusi ini menjadi ruang untuk memperdalam pemahaman tentang perkembangan program beasiswa LPDP, termasuk skema, ketentuan, dan peluang studi bagi dosen, pegawai, dan mahasiswa.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"682\" data-id=\"39351\" src=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-1-1024x682.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-39351\" srcset=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-1-1024x682.jpeg 1024w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-1-300x200.jpeg 300w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-1-767x511.jpeg 767w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-1-18x12.jpeg 18w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-1-1536x1023.jpeg 1536w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-1.jpeg 1600w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"682\" data-id=\"39352\" src=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-4-1024x682.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-39352\" srcset=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-4-1024x682.jpeg 1024w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-4-300x200.jpeg 300w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-4-767x511.jpeg 767w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-4-18x12.jpeg 18w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-4-1536x1023.jpeg 1536w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-4.jpeg 1600w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"682\" data-id=\"39350\" src=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-3-1024x682.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-39350\" srcset=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-3-1024x682.jpeg 1024w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-3-300x200.jpeg 300w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-3-767x511.jpeg 767w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-3-18x12.jpeg 18w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-3-1536x1023.jpeg 1536w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-3.jpeg 1600w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"682\" data-id=\"39349\" src=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-2-1024x682.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-39349\" srcset=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-2-1024x682.jpeg 1024w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-2-300x200.jpeg 300w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-2-767x511.jpeg 767w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-2-1536x1023.jpeg 1536w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-2-18x12.jpeg 18w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-2.jpeg 1600w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Untad, Prof. Dr. Eng. Ir. Andi Rusdin, S.T., M.T., M.Sc. Kegiatan dihadiri perwakilan program studi dan sivitas akademika Untad. Dalam sambutannya, ia menyoroti masih sedikitnya penerima LPDP dari Sulawesi Tengah. Menurut perkiraannya, sejak LPDP ada jumlah penerima dari provinsi ini sekitar 300 hingga 350 orang, jauh di bawah Jawa Barat sebagai provinsi terbesar yang sudah mencapai sekitar 35 ribu orang.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cJadi memang kita harus mengejar ketertinggalan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia berharap lebih banyak dosen dan pegawai Untad dapat melanjutkan studi melalui LPDP. Sejumlah peserta, katanya, sudah mengikuti wawancara tetapi belum lolos, sehingga Untad berharap dapat membantu melalui rekomendasi agar peluang mereka diperhatikan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cLPDP ini adalah kebanggaan kita karena beasiswanya dari pemerintah Indonesia,\u201d tuturnya. Menurutnya, beasiswa luar negeri dari pemerintah asing makin berkurang seiring kondisi ekonomi dan situasi global, sehingga LPDP menjadi harapan untuk studi di dalam maupun luar negeri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wakil Rektor juga menyebut LPDP turut memberikan dana penelitian kepada Untad. Ada dosen yang lolos dalam skema tersebut, dan tiga penelitian kerja sama luar negeri yang dibiayai LPDP melibatkan dosen Untad.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia kemudian memperkenalkan program baru 3+1+1 yang dikembangkan bersama Universitas Negeri Malang dan ITB, bagi mahasiswa yang akan dikirim ke luar negeri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cJadi 3 tahun kuliah S1 di Indonesia, kemudian 1 tahun kuliah di luar negeri, kemudian tambah 1 tahun magister,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk sementara, bidang ilmu dalam kerja sama 3+1+1 adalah teknologi informasi dan komunikasi. Prodi yang telah menyatakan minat berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Manajemen), FISIP (Ilmu Komunikasi), tiga prodi FKIP, FMIPA, dan Fakultas Teknik. Ia berharap prodi Sosiologi dan Antropologi juga ikut karena melihat adanya peluang, namun hingga kini belum ada yang mendaftar. Mitra luar negeri yang bersedia saat ini adalah Goldsmiths, University of London, dan ia berharap mitra bertambah sehingga bidang ilmunya ikut bertambah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Wakil Rektor menambahkan, jumlah prodi S2 Untad yang dapat dipilih pendaftar LPDP kini bertambah, dari semula dua prodi menjadi enam, seiring bertambahnya prodi terakreditasi Unggul. Ia berharap prodi yang baru selesai akreditasi juga dapat masuk dalam daftar tujuan studi. Ia juga mengingatkan bahwa Sulawesi Tengah memiliki sejumlah daerah afirmasi, seperti Kabupaten Sigi, Donggala, dan Tojo Una-Una.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKita berharap bahwa yang hadir di ruangan ini betul-betul bisa berpartisipasi, kemudian bisa mengirimkan mahasiswa ataupun dosen dalam program-program yang disediakan oleh LPDP,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ia juga menyampaikan terima kasih kepada LPDP atas perhatian besar kepada Untad dan Sulawesi Tengah. Dengan mengucapkan basmalah, ia kemudian membuka kegiatan secara resmi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diskusi menghadirkan tiga pemateri dari LPDP, yakni Hentri Wibowo (Kepala Subdivisi Pengembangan Beasiswa), Adam Rachmat (Senior Analis Pengembangan Beasiswa), dan Reni Windari (Analis Pengembangan Beasiswa). Dalam paparannya, LPDP menjelaskan skema beasiswa tahun 2026 yang bergeser dari education-centric ke impact-driven dan mengintegrasikan program LPDP dengan Kemdiktisaintek, Kemendikdasmen, dan Kemenag. Skema itu mencakup program non-gelar serta beasiswa jenjang sarjana, magister, doktor, hingga dokter spesialis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut materi tersebut, beasiswa STEM dan bidang terkait industri strategis, seperti pangan, energi, kesehatan, digitalisasi, maritim, dan manufaktur, dialokasikan minimal 80 persen, sedangkan skema SHARE (sosial, humaniora, seni, studi keagamaan, dan pendidikan) maksimal 20 persen. Kuota afirmasi ditetapkan minimal 25 persen dan 20 persen untuk PNS\/TNI\/Polri. LPDP juga memaparkan perubahan kebijakan seleksi Tahap 2 Tahun 2026, antara lain tambahan opsi sertifikat kemampuan bahasa Inggris dan tidak wajibnya sertifikat bagi pendaftar yang telah memiliki LoA Unconditional.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Terkait program 3+1+1, LPDP menyebut jurusan S1 di Untad yang ikut tidak harus linier maupun terakreditasi Unggul, selama dapat diterima oleh ketentuan kerja sama perguruan tinggi mitra di luar negeri.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui diskusi ini, Untad berharap sivitas akademika semakin memahami peluang dan ketentuan beasiswa LPDP serta aktif memanfaatkannya untuk pengembangan talenta dan penguatan institusi. <strong><em>AA\/Kiki<\/em><\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Universitas Tadulako (Untad) menggelar diskusi bertajuk \u201cKolaborasi untuk Penguatan Talenta dan Institusi Pendidikan Tinggi\u201d bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di Aula Fakultas Kedokteran Untad, Jumat (23\/10\/2026). Diskusi ini menjadi ruang untuk memperdalam pemahaman tentang perkembangan program beasiswa LPDP, termasuk skema, ketentuan, dan peluang studi bagi dosen, pegawai, dan mahasiswa. Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Untad, Prof. Dr. Eng. Ir. Andi Rusdin, S.T., M.T., M.Sc. Kegiatan dihadiri perwakilan program studi dan sivitas akademika Untad. Dalam sambutannya, ia menyoroti masih sedikitnya penerima LPDP dari Sulawesi Tengah. Menurut perkiraannya, sejak LPDP ada jumlah penerima dari provinsi ini sekitar 300 hingga 350 orang, jauh di bawah Jawa Barat sebagai provinsi terbesar yang sudah mencapai sekitar 35 ribu orang. \u201cJadi memang kita harus mengejar ketertinggalan,\u201d ujarnya. Ia berharap lebih banyak dosen dan pegawai Untad dapat melanjutkan studi melalui LPDP. Sejumlah peserta, katanya, sudah mengikuti wawancara tetapi belum lolos, sehingga Untad berharap dapat membantu melalui rekomendasi agar peluang mereka diperhatikan. \u201cLPDP ini adalah kebanggaan kita karena beasiswanya dari pemerintah Indonesia,\u201d tuturnya. Menurutnya, beasiswa luar negeri dari pemerintah asing makin berkurang seiring kondisi ekonomi dan situasi global, sehingga LPDP menjadi harapan untuk studi di dalam maupun luar negeri. Wakil Rektor juga menyebut LPDP turut memberikan dana penelitian kepada Untad. Ada dosen yang lolos dalam skema tersebut, dan tiga penelitian kerja sama luar negeri yang dibiayai LPDP melibatkan dosen Untad. Ia kemudian memperkenalkan program baru 3+1+1 yang dikembangkan bersama Universitas Negeri Malang dan ITB, bagi mahasiswa yang akan dikirim ke luar negeri. \u201cJadi 3 tahun kuliah S1 di Indonesia, kemudian 1 tahun kuliah di luar negeri, kemudian tambah 1 tahun magister,\u201d jelasnya. Untuk sementara, bidang ilmu dalam kerja sama 3+1+1 adalah teknologi informasi dan komunikasi. Prodi yang telah menyatakan minat berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Manajemen), FISIP (Ilmu Komunikasi), tiga prodi FKIP, FMIPA, dan Fakultas Teknik. Ia berharap prodi Sosiologi dan Antropologi juga ikut karena melihat adanya peluang, namun hingga kini belum ada yang mendaftar. Mitra luar negeri yang bersedia saat ini adalah Goldsmiths, University of London, dan ia berharap mitra bertambah sehingga bidang ilmunya ikut bertambah. Wakil Rektor menambahkan, jumlah prodi S2 Untad yang dapat dipilih pendaftar LPDP kini bertambah, dari semula dua prodi menjadi enam, seiring bertambahnya prodi terakreditasi Unggul. Ia berharap prodi yang baru selesai akreditasi juga dapat masuk dalam daftar tujuan studi. Ia juga mengingatkan bahwa Sulawesi Tengah memiliki sejumlah daerah afirmasi, seperti Kabupaten Sigi, Donggala, dan Tojo Una-Una. \u201cKita berharap bahwa yang hadir di ruangan ini betul-betul bisa berpartisipasi, kemudian bisa mengirimkan mahasiswa ataupun dosen dalam program-program yang disediakan oleh LPDP,\u201d katanya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada LPDP atas perhatian besar kepada Untad dan Sulawesi Tengah. Dengan mengucapkan basmalah, ia kemudian membuka kegiatan secara resmi. Diskusi menghadirkan tiga pemateri dari LPDP, yakni Hentri Wibowo (Kepala Subdivisi Pengembangan Beasiswa), Adam Rachmat (Senior Analis Pengembangan Beasiswa), dan Reni Windari (Analis Pengembangan Beasiswa). Dalam paparannya, LPDP menjelaskan skema beasiswa tahun 2026 yang bergeser dari education-centric ke impact-driven dan mengintegrasikan program LPDP dengan Kemdiktisaintek, Kemendikdasmen, dan Kemenag. Skema itu mencakup program non-gelar serta beasiswa jenjang sarjana, magister, doktor, hingga dokter spesialis. Menurut materi tersebut, beasiswa STEM dan bidang terkait industri strategis, seperti pangan, energi, kesehatan, digitalisasi, maritim, dan manufaktur, dialokasikan minimal 80 persen, sedangkan skema SHARE (sosial, humaniora, seni, studi keagamaan, dan pendidikan) maksimal 20 persen. Kuota afirmasi ditetapkan minimal 25 persen dan 20 persen untuk PNS\/TNI\/Polri. LPDP juga memaparkan perubahan kebijakan seleksi Tahap 2 Tahun 2026, antara lain tambahan opsi sertifikat kemampuan bahasa Inggris dan tidak wajibnya sertifikat bagi pendaftar yang telah memiliki LoA Unconditional. Terkait program 3+1+1, LPDP menyebut jurusan S1 di Untad yang ikut tidak harus linier maupun terakreditasi Unggul, selama dapat diterima oleh ketentuan kerja sama perguruan tinggi mitra di luar negeri. Melalui diskusi ini, Untad berharap sivitas akademika semakin memahami peluang dan ketentuan beasiswa LPDP serta aktif memanfaatkannya untuk pengembangan talenta dan penguatan institusi. AA\/Kiki<\/p>","protected":false},"author":13,"featured_media":39351,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ocean_post_layout":"","ocean_both_sidebars_style":"","ocean_both_sidebars_content_width":0,"ocean_both_sidebars_sidebars_width":0,"ocean_sidebar":"","ocean_second_sidebar":"","ocean_disable_margins":"enable","ocean_add_body_class":"","ocean_shortcode_before_top_bar":"","ocean_shortcode_after_top_bar":"","ocean_shortcode_before_header":"","ocean_shortcode_after_header":"","ocean_has_shortcode":"","ocean_shortcode_after_title":"","ocean_shortcode_before_footer_widgets":"","ocean_shortcode_after_footer_widgets":"","ocean_shortcode_before_footer_bottom":"","ocean_shortcode_after_footer_bottom":"","ocean_display_top_bar":"default","ocean_display_header":"default","ocean_header_style":"","ocean_center_header_left_menu":"","ocean_custom_header_template":"","ocean_custom_logo":0,"ocean_custom_retina_logo":0,"ocean_custom_logo_max_width":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_width":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_width":0,"ocean_custom_logo_max_height":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_height":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_height":0,"ocean_header_custom_menu":"","ocean_menu_typo_font_family":"","ocean_menu_typo_font_subset":"","ocean_menu_typo_font_size":0,"ocean_menu_typo_font_size_tablet":0,"ocean_menu_typo_font_size_mobile":0,"ocean_menu_typo_font_size_unit":"px","ocean_menu_typo_font_weight":"","ocean_menu_typo_font_weight_tablet":"","ocean_menu_typo_font_weight_mobile":"","ocean_menu_typo_transform":"","ocean_menu_typo_transform_tablet":"","ocean_menu_typo_transform_mobile":"","ocean_menu_typo_line_height":0,"ocean_menu_typo_line_height_tablet":0,"ocean_menu_typo_line_height_mobile":0,"ocean_menu_typo_line_height_unit":"","ocean_menu_typo_spacing":0,"ocean_menu_typo_spacing_tablet":0,"ocean_menu_typo_spacing_mobile":0,"ocean_menu_typo_spacing_unit":"","ocean_menu_link_color":"","ocean_menu_link_color_hover":"","ocean_menu_link_color_active":"","ocean_menu_link_background":"","ocean_menu_link_hover_background":"","ocean_menu_link_active_background":"","ocean_menu_social_links_bg":"","ocean_menu_social_hover_links_bg":"","ocean_menu_social_links_color":"","ocean_menu_social_hover_links_color":"","ocean_disable_title":"default","ocean_disable_heading":"default","ocean_post_title":"","ocean_post_subheading":"","ocean_post_title_style":"","ocean_post_title_background_color":"","ocean_post_title_background":0,"ocean_post_title_bg_image_position":"","ocean_post_title_bg_image_attachment":"","ocean_post_title_bg_image_repeat":"","ocean_post_title_bg_image_size":"","ocean_post_title_height":0,"ocean_post_title_bg_overlay":0.5,"ocean_post_title_bg_overlay_color":"","ocean_disable_breadcrumbs":"default","ocean_breadcrumbs_color":"","ocean_breadcrumbs_separator_color":"","ocean_breadcrumbs_links_color":"","ocean_breadcrumbs_links_hover_color":"","ocean_display_footer_widgets":"default","ocean_display_footer_bottom":"default","ocean_custom_footer_template":"","ocean_post_oembed":"","ocean_post_self_hosted_media":"","ocean_post_video_embed":"","ocean_link_format":"","ocean_link_format_target":"self","ocean_quote_format":"","ocean_quote_format_link":"post","ocean_gallery_link_images":"on","ocean_gallery_id":[],"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-39348","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-untad","entry","has-media"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Untad dan LPDP Perkuat Kolaborasi Pengembangan Talenta dan Pendidikan Tinggi - Universitas Tadulako<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2026\/10\/untad-dan-lpdp-perkuat-kolaborasi-pengembangan-talenta-dan-pendidikan-tinggi\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Untad dan LPDP Perkuat Kolaborasi Pengembangan Talenta dan Pendidikan Tinggi - Universitas Tadulako\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Universitas Tadulako (Untad) menggelar diskusi bertajuk \u201cKolaborasi untuk Penguatan Talenta dan Institusi Pendidikan Tinggi\u201d bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di Aula Fakultas Kedokteran Untad, Jumat (23\/10\/2026). Diskusi ini menjadi ruang untuk memperdalam pemahaman tentang perkembangan program beasiswa LPDP, termasuk skema, ketentuan, dan peluang studi bagi dosen, pegawai, dan mahasiswa. Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Untad, Prof. Dr. Eng. Ir. Andi Rusdin, S.T., M.T., M.Sc. Kegiatan dihadiri perwakilan program studi dan sivitas akademika Untad. Dalam sambutannya, ia menyoroti masih sedikitnya penerima LPDP dari Sulawesi Tengah. Menurut perkiraannya, sejak LPDP ada jumlah penerima dari provinsi ini sekitar 300 hingga 350 orang, jauh di bawah Jawa Barat sebagai provinsi terbesar yang sudah mencapai sekitar 35 ribu orang. \u201cJadi memang kita harus mengejar ketertinggalan,\u201d ujarnya. Ia berharap lebih banyak dosen dan pegawai Untad dapat melanjutkan studi melalui LPDP. Sejumlah peserta, katanya, sudah mengikuti wawancara tetapi belum lolos, sehingga Untad berharap dapat membantu melalui rekomendasi agar peluang mereka diperhatikan. \u201cLPDP ini adalah kebanggaan kita karena beasiswanya dari pemerintah Indonesia,\u201d tuturnya. Menurutnya, beasiswa luar negeri dari pemerintah asing makin berkurang seiring kondisi ekonomi dan situasi global, sehingga LPDP menjadi harapan untuk studi di dalam maupun luar negeri. Wakil Rektor juga menyebut LPDP turut memberikan dana penelitian kepada Untad. Ada dosen yang lolos dalam skema tersebut, dan tiga penelitian kerja sama luar negeri yang dibiayai LPDP melibatkan dosen Untad. Ia kemudian memperkenalkan program baru 3+1+1 yang dikembangkan bersama Universitas Negeri Malang dan ITB, bagi mahasiswa yang akan dikirim ke luar negeri. \u201cJadi 3 tahun kuliah S1 di Indonesia, kemudian 1 tahun kuliah di luar negeri, kemudian tambah 1 tahun magister,\u201d jelasnya. Untuk sementara, bidang ilmu dalam kerja sama 3+1+1 adalah teknologi informasi dan komunikasi. Prodi yang telah menyatakan minat berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Manajemen), FISIP (Ilmu Komunikasi), tiga prodi FKIP, FMIPA, dan Fakultas Teknik. Ia berharap prodi Sosiologi dan Antropologi juga ikut karena melihat adanya peluang, namun hingga kini belum ada yang mendaftar. Mitra luar negeri yang bersedia saat ini adalah Goldsmiths, University of London, dan ia berharap mitra bertambah sehingga bidang ilmunya ikut bertambah. Wakil Rektor menambahkan, jumlah prodi S2 Untad yang dapat dipilih pendaftar LPDP kini bertambah, dari semula dua prodi menjadi enam, seiring bertambahnya prodi terakreditasi Unggul. Ia berharap prodi yang baru selesai akreditasi juga dapat masuk dalam daftar tujuan studi. Ia juga mengingatkan bahwa Sulawesi Tengah memiliki sejumlah daerah afirmasi, seperti Kabupaten Sigi, Donggala, dan Tojo Una-Una. \u201cKita berharap bahwa yang hadir di ruangan ini betul-betul bisa berpartisipasi, kemudian bisa mengirimkan mahasiswa ataupun dosen dalam program-program yang disediakan oleh LPDP,\u201d katanya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada LPDP atas perhatian besar kepada Untad dan Sulawesi Tengah. Dengan mengucapkan basmalah, ia kemudian membuka kegiatan secara resmi. Diskusi menghadirkan tiga pemateri dari LPDP, yakni Hentri Wibowo (Kepala Subdivisi Pengembangan Beasiswa), Adam Rachmat (Senior Analis Pengembangan Beasiswa), dan Reni Windari (Analis Pengembangan Beasiswa). Dalam paparannya, LPDP menjelaskan skema beasiswa tahun 2026 yang bergeser dari education-centric ke impact-driven dan mengintegrasikan program LPDP dengan Kemdiktisaintek, Kemendikdasmen, dan Kemenag. Skema itu mencakup program non-gelar serta beasiswa jenjang sarjana, magister, doktor, hingga dokter spesialis. Menurut materi tersebut, beasiswa STEM dan bidang terkait industri strategis, seperti pangan, energi, kesehatan, digitalisasi, maritim, dan manufaktur, dialokasikan minimal 80 persen, sedangkan skema SHARE (sosial, humaniora, seni, studi keagamaan, dan pendidikan) maksimal 20 persen. Kuota afirmasi ditetapkan minimal 25 persen dan 20 persen untuk PNS\/TNI\/Polri. LPDP juga memaparkan perubahan kebijakan seleksi Tahap 2 Tahun 2026, antara lain tambahan opsi sertifikat kemampuan bahasa Inggris dan tidak wajibnya sertifikat bagi pendaftar yang telah memiliki LoA Unconditional. Terkait program 3+1+1, LPDP menyebut jurusan S1 di Untad yang ikut tidak harus linier maupun terakreditasi Unggul, selama dapat diterima oleh ketentuan kerja sama perguruan tinggi mitra di luar negeri. Melalui diskusi ini, Untad berharap sivitas akademika semakin memahami peluang dan ketentuan beasiswa LPDP serta aktif memanfaatkannya untuk pengembangan talenta dan penguatan institusi. AA\/Kiki\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2026\/10\/untad-dan-lpdp-perkuat-kolaborasi-pengembangan-talenta-dan-pendidikan-tinggi\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Tadulako\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-10-23T08:51:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-10-24T08:52:41+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-1.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"1066\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sulistiawati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sulistiawati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2026\/10\/untad-dan-lpdp-perkuat-kolaborasi-pengembangan-talenta-dan-pendidikan-tinggi\/\",\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2026\/10\/untad-dan-lpdp-perkuat-kolaborasi-pengembangan-talenta-dan-pendidikan-tinggi\/\",\"name\":\"Untad dan LPDP Perkuat Kolaborasi Pengembangan Talenta dan Pendidikan Tinggi - Universitas Tadulako\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2026\/10\/untad-dan-lpdp-perkuat-kolaborasi-pengembangan-talenta-dan-pendidikan-tinggi\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2026\/10\/untad-dan-lpdp-perkuat-kolaborasi-pengembangan-talenta-dan-pendidikan-tinggi\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-1.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-10-23T08:51:26+00:00\",\"dateModified\":\"2026-10-24T08:52:41+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/cd2f97bd53d97781c59e3698227eb4f5\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2026\/10\/untad-dan-lpdp-perkuat-kolaborasi-pengembangan-talenta-dan-pendidikan-tinggi\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/untad.ac.id\/2026\/10\/untad-dan-lpdp-perkuat-kolaborasi-pengembangan-talenta-dan-pendidikan-tinggi\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2026\/10\/untad-dan-lpdp-perkuat-kolaborasi-pengembangan-talenta-dan-pendidikan-tinggi\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-1.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-1.jpeg\",\"width\":1600,\"height\":1066},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2026\/10\/untad-dan-lpdp-perkuat-kolaborasi-pengembangan-talenta-dan-pendidikan-tinggi\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/untad.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Untad dan LPDP Perkuat Kolaborasi Pengembangan Talenta dan Pendidikan Tinggi\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/\",\"name\":\"Universitas Tadulako\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/untad.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/cd2f97bd53d97781c59e3698227eb4f5\",\"name\":\"sulistiawati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1575ad54754724615fdbf364ff5df2fff27ec4c4ba517d7423136b52dafce870?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1575ad54754724615fdbf364ff5df2fff27ec4c4ba517d7423136b52dafce870?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sulistiawati\"},\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/author\/sulistiawati\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Untad dan LPDP Perkuat Kolaborasi Pengembangan Talenta dan Pendidikan Tinggi - Universitas Tadulako","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2026\/10\/untad-dan-lpdp-perkuat-kolaborasi-pengembangan-talenta-dan-pendidikan-tinggi\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Untad dan LPDP Perkuat Kolaborasi Pengembangan Talenta dan Pendidikan Tinggi - Universitas Tadulako","og_description":"Universitas Tadulako (Untad) menggelar diskusi bertajuk \u201cKolaborasi untuk Penguatan Talenta dan Institusi Pendidikan Tinggi\u201d bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di Aula Fakultas Kedokteran Untad, Jumat (23\/10\/2026). Diskusi ini menjadi ruang untuk memperdalam pemahaman tentang perkembangan program beasiswa LPDP, termasuk skema, ketentuan, dan peluang studi bagi dosen, pegawai, dan mahasiswa. Kegiatan dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Untad, Prof. Dr. Eng. Ir. Andi Rusdin, S.T., M.T., M.Sc. Kegiatan dihadiri perwakilan program studi dan sivitas akademika Untad. Dalam sambutannya, ia menyoroti masih sedikitnya penerima LPDP dari Sulawesi Tengah. Menurut perkiraannya, sejak LPDP ada jumlah penerima dari provinsi ini sekitar 300 hingga 350 orang, jauh di bawah Jawa Barat sebagai provinsi terbesar yang sudah mencapai sekitar 35 ribu orang. \u201cJadi memang kita harus mengejar ketertinggalan,\u201d ujarnya. Ia berharap lebih banyak dosen dan pegawai Untad dapat melanjutkan studi melalui LPDP. Sejumlah peserta, katanya, sudah mengikuti wawancara tetapi belum lolos, sehingga Untad berharap dapat membantu melalui rekomendasi agar peluang mereka diperhatikan. \u201cLPDP ini adalah kebanggaan kita karena beasiswanya dari pemerintah Indonesia,\u201d tuturnya. Menurutnya, beasiswa luar negeri dari pemerintah asing makin berkurang seiring kondisi ekonomi dan situasi global, sehingga LPDP menjadi harapan untuk studi di dalam maupun luar negeri. Wakil Rektor juga menyebut LPDP turut memberikan dana penelitian kepada Untad. Ada dosen yang lolos dalam skema tersebut, dan tiga penelitian kerja sama luar negeri yang dibiayai LPDP melibatkan dosen Untad. Ia kemudian memperkenalkan program baru 3+1+1 yang dikembangkan bersama Universitas Negeri Malang dan ITB, bagi mahasiswa yang akan dikirim ke luar negeri. \u201cJadi 3 tahun kuliah S1 di Indonesia, kemudian 1 tahun kuliah di luar negeri, kemudian tambah 1 tahun magister,\u201d jelasnya. Untuk sementara, bidang ilmu dalam kerja sama 3+1+1 adalah teknologi informasi dan komunikasi. Prodi yang telah menyatakan minat berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Manajemen), FISIP (Ilmu Komunikasi), tiga prodi FKIP, FMIPA, dan Fakultas Teknik. Ia berharap prodi Sosiologi dan Antropologi juga ikut karena melihat adanya peluang, namun hingga kini belum ada yang mendaftar. Mitra luar negeri yang bersedia saat ini adalah Goldsmiths, University of London, dan ia berharap mitra bertambah sehingga bidang ilmunya ikut bertambah. Wakil Rektor menambahkan, jumlah prodi S2 Untad yang dapat dipilih pendaftar LPDP kini bertambah, dari semula dua prodi menjadi enam, seiring bertambahnya prodi terakreditasi Unggul. Ia berharap prodi yang baru selesai akreditasi juga dapat masuk dalam daftar tujuan studi. Ia juga mengingatkan bahwa Sulawesi Tengah memiliki sejumlah daerah afirmasi, seperti Kabupaten Sigi, Donggala, dan Tojo Una-Una. \u201cKita berharap bahwa yang hadir di ruangan ini betul-betul bisa berpartisipasi, kemudian bisa mengirimkan mahasiswa ataupun dosen dalam program-program yang disediakan oleh LPDP,\u201d katanya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada LPDP atas perhatian besar kepada Untad dan Sulawesi Tengah. Dengan mengucapkan basmalah, ia kemudian membuka kegiatan secara resmi. Diskusi menghadirkan tiga pemateri dari LPDP, yakni Hentri Wibowo (Kepala Subdivisi Pengembangan Beasiswa), Adam Rachmat (Senior Analis Pengembangan Beasiswa), dan Reni Windari (Analis Pengembangan Beasiswa). Dalam paparannya, LPDP menjelaskan skema beasiswa tahun 2026 yang bergeser dari education-centric ke impact-driven dan mengintegrasikan program LPDP dengan Kemdiktisaintek, Kemendikdasmen, dan Kemenag. Skema itu mencakup program non-gelar serta beasiswa jenjang sarjana, magister, doktor, hingga dokter spesialis. Menurut materi tersebut, beasiswa STEM dan bidang terkait industri strategis, seperti pangan, energi, kesehatan, digitalisasi, maritim, dan manufaktur, dialokasikan minimal 80 persen, sedangkan skema SHARE (sosial, humaniora, seni, studi keagamaan, dan pendidikan) maksimal 20 persen. Kuota afirmasi ditetapkan minimal 25 persen dan 20 persen untuk PNS\/TNI\/Polri. LPDP juga memaparkan perubahan kebijakan seleksi Tahap 2 Tahun 2026, antara lain tambahan opsi sertifikat kemampuan bahasa Inggris dan tidak wajibnya sertifikat bagi pendaftar yang telah memiliki LoA Unconditional. Terkait program 3+1+1, LPDP menyebut jurusan S1 di Untad yang ikut tidak harus linier maupun terakreditasi Unggul, selama dapat diterima oleh ketentuan kerja sama perguruan tinggi mitra di luar negeri. Melalui diskusi ini, Untad berharap sivitas akademika semakin memahami peluang dan ketentuan beasiswa LPDP serta aktif memanfaatkannya untuk pengembangan talenta dan penguatan institusi. AA\/Kiki","og_url":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2026\/10\/untad-dan-lpdp-perkuat-kolaborasi-pengembangan-talenta-dan-pendidikan-tinggi\/","og_site_name":"Universitas Tadulako","article_published_time":"2026-10-23T08:51:26+00:00","article_modified_time":"2026-10-24T08:52:41+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":1066,"url":"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-1.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"sulistiawati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"sulistiawati","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2026\/10\/untad-dan-lpdp-perkuat-kolaborasi-pengembangan-talenta-dan-pendidikan-tinggi\/","url":"https:\/\/untad.ac.id\/2026\/10\/untad-dan-lpdp-perkuat-kolaborasi-pengembangan-talenta-dan-pendidikan-tinggi\/","name":"Untad dan LPDP Perkuat Kolaborasi Pengembangan Talenta dan Pendidikan Tinggi - Universitas Tadulako","isPartOf":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2026\/10\/untad-dan-lpdp-perkuat-kolaborasi-pengembangan-talenta-dan-pendidikan-tinggi\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2026\/10\/untad-dan-lpdp-perkuat-kolaborasi-pengembangan-talenta-dan-pendidikan-tinggi\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-1.jpeg","datePublished":"2026-10-23T08:51:26+00:00","dateModified":"2026-10-24T08:52:41+00:00","author":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/cd2f97bd53d97781c59e3698227eb4f5"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2026\/10\/untad-dan-lpdp-perkuat-kolaborasi-pengembangan-talenta-dan-pendidikan-tinggi\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/untad.ac.id\/2026\/10\/untad-dan-lpdp-perkuat-kolaborasi-pengembangan-talenta-dan-pendidikan-tinggi\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2026\/10\/untad-dan-lpdp-perkuat-kolaborasi-pengembangan-talenta-dan-pendidikan-tinggi\/#primaryimage","url":"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-1.jpeg","contentUrl":"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/10\/Untad-dan-LPDP-Perkuat-Kolaborasi-Pengembangan-Talenta-dan-Pendidikan-Tinggi-1.jpeg","width":1600,"height":1066},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2026\/10\/untad-dan-lpdp-perkuat-kolaborasi-pengembangan-talenta-dan-pendidikan-tinggi\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/untad.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Untad dan LPDP Perkuat Kolaborasi Pengembangan Talenta dan Pendidikan Tinggi"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#website","url":"https:\/\/untad.ac.id\/","name":"Tadulako University","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/untad.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/cd2f97bd53d97781c59e3698227eb4f5","name":"sulistiawati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1575ad54754724615fdbf364ff5df2fff27ec4c4ba517d7423136b52dafce870?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1575ad54754724615fdbf364ff5df2fff27ec4c4ba517d7423136b52dafce870?s=96&d=mm&r=g","caption":"sulistiawati"},"url":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/author\/sulistiawati\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39348","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39348"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39348\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":39353,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39348\/revisions\/39353"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/39351"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39348"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39348"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39348"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}