{"id":3804,"date":"2016-06-10T14:29:36","date_gmt":"2016-06-10T06:29:36","guid":{"rendered":"http:\/\/untad.ac.id\/?p=3804"},"modified":"2016-06-10T14:29:36","modified_gmt":"2016-06-10T06:29:36","slug":"mahasiswa-untad-jualan-stiker-demi-penuhi-biaya-kuliah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2016\/06\/mahasiswa-untad-jualan-stiker-demi-penuhi-biaya-kuliah\/","title":{"rendered":"Mahasiswa Untad, Jualan Stiker Demi Penuhi Biaya Kuliah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Orang sering mengatakan kalaupendidikan itu mahal. Ya, ungkapan ini memang benar adanya. Setidaknya, begitulah yang dirasakan mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tadulako (Untad) Jurusan Kimia, Yusak Duruka.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\nYusak Duruka harus bekerja keras, banting tulang demi membiayai pendidikannya sejak. Mahasiswa berdarah Mori Bada tersebut menceritakan, awalnya dia masih dibiayai oleh ayahnya kuliah. Namun, karena ayahnya telah meninggal dunia sejak tahun lalu dia harus berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cAwalnya saya masuk di Untad dibiayai sama papa. Tapi semenjak papa meninggal, ibu sudah tidak sanggup mengonkos kuliah saya ditamba lagi masih ada adik-adik saya di kampung yang masih kecil yang harus di ongkos ibu saya,\u201d jelas Yusak pada Sulteng Post, Rabu (8\/6\/2016).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Baginya, berjualan stiker sebenarnya tidak akan menjadi pilihan bagi dirinya jikalau sang bunda masih mampu mengongkos dirinya untuk kuliah dan membiayai hidup sehari-hari di Kota Kaledo ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dengan kekurangan ekonomi itulah mahasiswa semester empat Untad ini harus berusha lebih keras lagi menghadapi kerasnya hidup di tanah rantau menempuh pendidikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Modalnya relatif kecil, sekitar Rp200.000. Modal itu kembali ia putar lagi menjadi modal untuk mencari untung selanjutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cModal awal saya jualan stiker Rp200.000. Syukur masih bisa saya putar-putar dapat untung sedikit,\u201d kata Yusak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Untuk berjualan stiker sehari-harinya Yusak dengan semangat untuk merai gelar sarjana dirinya diwaktu luang saat di kampus harus menawarkan barang dagangannya dari mahasiswa ke mahasiswa lain tanpa harus gengsi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSasaran untuk jualan stiker ini, hanya sama teman sekampus karena desain stiker jualan saya rata-rata berlatar belakang Universitas Tadulako,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ketika disinggung tentang uang kiriman orang tua, ia sejenak terdiam seolah memikirkan sasuatu. Setelah itu ia berusaha menjawab dengan nada sangat pelan bahkan hampir tidak terdengar, ketika diminta mengulangi apa yang diucapkan tadi barulah dapat terdengar dengan baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Ia mengatakan saat ini ia sudah tidak mendapatkan uang kiriman dari kampung, lalu kemudian ia bercerita bahwa sang ibu tercinta sudah tak sanggup memberinya kiriman setiap bulannya karena oleh keadaan yang tak memungkinkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Posisinya sebagai mahasiswa dan harus berjualan stiker bukanlah sesuatu yang mudah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yusak harus pandai mengatur waktu dengan baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Seusai kuliah lalu kembali ke kos kaka sepupunya tempat ia menumpang itu biasanya sore hari dan kembali merancang desain baru stiker untuk di cetak malamnya pada jasa percetakan untuk dijual besok pagi saat pergi ke kampus.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSelain berusaha mau kejar target uang semester saya tak lupa sisipkan pula memenuhi keperluan kuliah seperti fotocopy, buku, biaya print hingga tabungan untuk makan,\u201d jaela yusak dengan sedikit senyum.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Yusak berharap dengan universitas dan semua pemamngku kepentingan untuk tetap memperhatikan orang-orang yang tidak mampu namun memiliki tekad untuk kuliah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">\u201cSaya berharap dengan universitas dan semua instansi pemerintah maupun swasta untuk memperhatikan orang-orang kecil, apalagi yang punya tekad kuat untuk sekolah,\u201d tutupnya.TEN<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber:\u00a0<a href=\"http:\/\/sulawesihebat.blogspot.co.id\/2016\/06\/mahasiswa-untad-jualan-stiker-demi.html\">http:\/\/sulawesihebat.blogspot.co.id\/2016\/06\/mahasiswa-untad-jualan-stiker-demi.html<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Orang sering mengatakan kalaupendidikan itu mahal. Ya, ungkapan ini memang benar adanya. Setidaknya, begitulah yang dirasakan mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tadulako (Untad) Jurusan Kimia, Yusak Duruka. Yusak Duruka harus bekerja keras, banting tulang demi membiayai pendidikannya sejak. Mahasiswa berdarah Mori Bada tersebut menceritakan, awalnya dia masih dibiayai oleh ayahnya kuliah. Namun, karena ayahnya telah meninggal dunia sejak tahun lalu dia harus berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri. \u201cAwalnya saya masuk di Untad dibiayai sama papa. Tapi semenjak papa meninggal, ibu sudah tidak sanggup mengonkos kuliah saya ditamba lagi masih ada adik-adik saya di kampung yang masih kecil yang harus di ongkos ibu saya,\u201d jelas Yusak pada Sulteng Post, Rabu (8\/6\/2016). Baginya, berjualan stiker sebenarnya tidak akan menjadi pilihan bagi dirinya jikalau sang bunda masih mampu mengongkos dirinya untuk kuliah dan membiayai hidup sehari-hari di Kota Kaledo ini. Dengan kekurangan ekonomi itulah mahasiswa semester empat Untad ini harus berusha lebih keras lagi menghadapi kerasnya hidup di tanah rantau menempuh pendidikan. Modalnya relatif kecil, sekitar Rp200.000. Modal itu kembali ia putar lagi menjadi modal untuk mencari untung selanjutnya. \u201cModal awal saya jualan stiker Rp200.000. Syukur masih bisa saya putar-putar dapat untung sedikit,\u201d kata Yusak. Untuk berjualan stiker sehari-harinya Yusak dengan semangat untuk merai gelar sarjana dirinya diwaktu luang saat di kampus harus menawarkan barang dagangannya dari mahasiswa ke mahasiswa lain tanpa harus gengsi. \u201cSasaran untuk jualan stiker ini, hanya sama teman sekampus karena desain stiker jualan saya rata-rata berlatar belakang Universitas Tadulako,\u201d ungkapnya. Ketika disinggung tentang uang kiriman orang tua, ia sejenak terdiam seolah memikirkan sasuatu. Setelah itu ia berusaha menjawab dengan nada sangat pelan bahkan hampir tidak terdengar, ketika diminta mengulangi apa yang diucapkan tadi barulah dapat terdengar dengan baik. Ia mengatakan saat ini ia sudah tidak mendapatkan uang kiriman dari kampung, lalu kemudian ia bercerita bahwa sang ibu tercinta sudah tak sanggup memberinya kiriman setiap bulannya karena oleh keadaan yang tak memungkinkan. Posisinya sebagai mahasiswa dan harus berjualan stiker bukanlah sesuatu yang mudah. Yusak harus pandai mengatur waktu dengan baik. Seusai kuliah lalu kembali ke kos kaka sepupunya tempat ia menumpang itu biasanya sore hari dan kembali merancang desain baru stiker untuk di cetak malamnya pada jasa percetakan untuk dijual besok pagi saat pergi ke kampus. \u201cSelain berusaha mau kejar target uang semester saya tak lupa sisipkan pula memenuhi keperluan kuliah seperti fotocopy, buku, biaya print hingga tabungan untuk makan,\u201d jaela yusak dengan sedikit senyum. Yusak berharap dengan universitas dan semua pemamngku kepentingan untuk tetap memperhatikan orang-orang yang tidak mampu namun memiliki tekad untuk kuliah. \u201cSaya berharap dengan universitas dan semua instansi pemerintah maupun swasta untuk memperhatikan orang-orang kecil, apalagi yang punya tekad kuat untuk sekolah,\u201d tutupnya.TEN Sumber:\u00a0http:\/\/sulawesihebat.blogspot.co.id\/2016\/06\/mahasiswa-untad-jualan-stiker-demi.html<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":3805,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ocean_post_layout":"","ocean_both_sidebars_style":"","ocean_both_sidebars_content_width":0,"ocean_both_sidebars_sidebars_width":0,"ocean_sidebar":"","ocean_second_sidebar":"","ocean_disable_margins":"enable","ocean_add_body_class":"","ocean_shortcode_before_top_bar":"","ocean_shortcode_after_top_bar":"","ocean_shortcode_before_header":"","ocean_shortcode_after_header":"","ocean_has_shortcode":"","ocean_shortcode_after_title":"","ocean_shortcode_before_footer_widgets":"","ocean_shortcode_after_footer_widgets":"","ocean_shortcode_before_footer_bottom":"","ocean_shortcode_after_footer_bottom":"","ocean_display_top_bar":"default","ocean_display_header":"default","ocean_header_style":"","ocean_center_header_left_menu":"","ocean_custom_header_template":"","ocean_custom_logo":0,"ocean_custom_retina_logo":0,"ocean_custom_logo_max_width":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_width":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_width":0,"ocean_custom_logo_max_height":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_height":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_height":0,"ocean_header_custom_menu":"","ocean_menu_typo_font_family":"","ocean_menu_typo_font_subset":"","ocean_menu_typo_font_size":0,"ocean_menu_typo_font_size_tablet":0,"ocean_menu_typo_font_size_mobile":0,"ocean_menu_typo_font_size_unit":"px","ocean_menu_typo_font_weight":"","ocean_menu_typo_font_weight_tablet":"","ocean_menu_typo_font_weight_mobile":"","ocean_menu_typo_transform":"","ocean_menu_typo_transform_tablet":"","ocean_menu_typo_transform_mobile":"","ocean_menu_typo_line_height":0,"ocean_menu_typo_line_height_tablet":0,"ocean_menu_typo_line_height_mobile":0,"ocean_menu_typo_line_height_unit":"","ocean_menu_typo_spacing":0,"ocean_menu_typo_spacing_tablet":0,"ocean_menu_typo_spacing_mobile":0,"ocean_menu_typo_spacing_unit":"","ocean_menu_link_color":"","ocean_menu_link_color_hover":"","ocean_menu_link_color_active":"","ocean_menu_link_background":"","ocean_menu_link_hover_background":"","ocean_menu_link_active_background":"","ocean_menu_social_links_bg":"","ocean_menu_social_hover_links_bg":"","ocean_menu_social_links_color":"","ocean_menu_social_hover_links_color":"","ocean_disable_title":"default","ocean_disable_heading":"default","ocean_post_title":"","ocean_post_subheading":"","ocean_post_title_style":"","ocean_post_title_background_color":"","ocean_post_title_background":0,"ocean_post_title_bg_image_position":"","ocean_post_title_bg_image_attachment":"","ocean_post_title_bg_image_repeat":"","ocean_post_title_bg_image_size":"","ocean_post_title_height":0,"ocean_post_title_bg_overlay":0.5,"ocean_post_title_bg_overlay_color":"","ocean_disable_breadcrumbs":"default","ocean_breadcrumbs_color":"","ocean_breadcrumbs_separator_color":"","ocean_breadcrumbs_links_color":"","ocean_breadcrumbs_links_hover_color":"","ocean_display_footer_widgets":"default","ocean_display_footer_bottom":"default","ocean_custom_footer_template":"","ocean_post_oembed":"","ocean_post_self_hosted_media":"","ocean_post_video_embed":"","ocean_link_format":"","ocean_link_format_target":"self","ocean_quote_format":"","ocean_quote_format_link":"post","ocean_gallery_link_images":"on","ocean_gallery_id":[],"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[],"class_list":["post-3804","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kisah-inspiratif","entry","has-media"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Mahasiswa Untad, Jualan Stiker Demi Penuhi Biaya Kuliah - Universitas Tadulako<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2016\/06\/mahasiswa-untad-jualan-stiker-demi-penuhi-biaya-kuliah\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mahasiswa Untad, Jualan Stiker Demi Penuhi Biaya Kuliah - Universitas Tadulako\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Orang sering mengatakan kalaupendidikan itu mahal. Ya, ungkapan ini memang benar adanya. Setidaknya, begitulah yang dirasakan mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tadulako (Untad) Jurusan Kimia, Yusak Duruka. Yusak Duruka harus bekerja keras, banting tulang demi membiayai pendidikannya sejak. Mahasiswa berdarah Mori Bada tersebut menceritakan, awalnya dia masih dibiayai oleh ayahnya kuliah. Namun, karena ayahnya telah meninggal dunia sejak tahun lalu dia harus berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri. \u201cAwalnya saya masuk di Untad dibiayai sama papa. Tapi semenjak papa meninggal, ibu sudah tidak sanggup mengonkos kuliah saya ditamba lagi masih ada adik-adik saya di kampung yang masih kecil yang harus di ongkos ibu saya,\u201d jelas Yusak pada Sulteng Post, Rabu (8\/6\/2016). Baginya, berjualan stiker sebenarnya tidak akan menjadi pilihan bagi dirinya jikalau sang bunda masih mampu mengongkos dirinya untuk kuliah dan membiayai hidup sehari-hari di Kota Kaledo ini. Dengan kekurangan ekonomi itulah mahasiswa semester empat Untad ini harus berusha lebih keras lagi menghadapi kerasnya hidup di tanah rantau menempuh pendidikan. Modalnya relatif kecil, sekitar Rp200.000. Modal itu kembali ia putar lagi menjadi modal untuk mencari untung selanjutnya. \u201cModal awal saya jualan stiker Rp200.000. Syukur masih bisa saya putar-putar dapat untung sedikit,\u201d kata Yusak. Untuk berjualan stiker sehari-harinya Yusak dengan semangat untuk merai gelar sarjana dirinya diwaktu luang saat di kampus harus menawarkan barang dagangannya dari mahasiswa ke mahasiswa lain tanpa harus gengsi. \u201cSasaran untuk jualan stiker ini, hanya sama teman sekampus karena desain stiker jualan saya rata-rata berlatar belakang Universitas Tadulako,\u201d ungkapnya. Ketika disinggung tentang uang kiriman orang tua, ia sejenak terdiam seolah memikirkan sasuatu. Setelah itu ia berusaha menjawab dengan nada sangat pelan bahkan hampir tidak terdengar, ketika diminta mengulangi apa yang diucapkan tadi barulah dapat terdengar dengan baik. Ia mengatakan saat ini ia sudah tidak mendapatkan uang kiriman dari kampung, lalu kemudian ia bercerita bahwa sang ibu tercinta sudah tak sanggup memberinya kiriman setiap bulannya karena oleh keadaan yang tak memungkinkan. Posisinya sebagai mahasiswa dan harus berjualan stiker bukanlah sesuatu yang mudah. Yusak harus pandai mengatur waktu dengan baik. Seusai kuliah lalu kembali ke kos kaka sepupunya tempat ia menumpang itu biasanya sore hari dan kembali merancang desain baru stiker untuk di cetak malamnya pada jasa percetakan untuk dijual besok pagi saat pergi ke kampus. \u201cSelain berusaha mau kejar target uang semester saya tak lupa sisipkan pula memenuhi keperluan kuliah seperti fotocopy, buku, biaya print hingga tabungan untuk makan,\u201d jaela yusak dengan sedikit senyum. Yusak berharap dengan universitas dan semua pemamngku kepentingan untuk tetap memperhatikan orang-orang yang tidak mampu namun memiliki tekad untuk kuliah. \u201cSaya berharap dengan universitas dan semua instansi pemerintah maupun swasta untuk memperhatikan orang-orang kecil, apalagi yang punya tekad kuat untuk sekolah,\u201d tutupnya.TEN Sumber:\u00a0http:\/\/sulawesihebat.blogspot.co.id\/2016\/06\/mahasiswa-untad-jualan-stiker-demi.html\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2016\/06\/mahasiswa-untad-jualan-stiker-demi-penuhi-biaya-kuliah\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Tadulako\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-06-10T06:29:36+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"nadira-tik\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"nadira-tik\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/06\/mahasiswa-untad-jualan-stiker-demi-penuhi-biaya-kuliah\/\",\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/06\/mahasiswa-untad-jualan-stiker-demi-penuhi-biaya-kuliah\/\",\"name\":\"Mahasiswa Untad, Jualan Stiker Demi Penuhi Biaya Kuliah - Universitas Tadulako\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/06\/mahasiswa-untad-jualan-stiker-demi-penuhi-biaya-kuliah\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/06\/mahasiswa-untad-jualan-stiker-demi-penuhi-biaya-kuliah\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"datePublished\":\"2016-06-10T06:29:36+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/a44c0393d9ee6fe59e81e401fe71d8ea\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/06\/mahasiswa-untad-jualan-stiker-demi-penuhi-biaya-kuliah\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/06\/mahasiswa-untad-jualan-stiker-demi-penuhi-biaya-kuliah\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/06\/mahasiswa-untad-jualan-stiker-demi-penuhi-biaya-kuliah\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/06\/mahasiswa-untad-jualan-stiker-demi-penuhi-biaya-kuliah\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/untad.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mahasiswa Untad, Jualan Stiker Demi Penuhi Biaya Kuliah\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/\",\"name\":\"Universitas Tadulako\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/untad.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/a44c0393d9ee6fe59e81e401fe71d8ea\",\"name\":\"nadira-tik\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9e0f36927f2c075a040f3c7ae1a1816265d8cf97e7f739bcfd748b823f91d39a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9e0f36927f2c075a040f3c7ae1a1816265d8cf97e7f739bcfd748b823f91d39a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"nadira-tik\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/baru.untad.ac.id\"],\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/author\/nadira-tik\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mahasiswa Untad, Jualan Stiker Demi Penuhi Biaya Kuliah - Universitas Tadulako","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2016\/06\/mahasiswa-untad-jualan-stiker-demi-penuhi-biaya-kuliah\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Mahasiswa Untad, Jualan Stiker Demi Penuhi Biaya Kuliah - Universitas Tadulako","og_description":"Orang sering mengatakan kalaupendidikan itu mahal. Ya, ungkapan ini memang benar adanya. Setidaknya, begitulah yang dirasakan mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tadulako (Untad) Jurusan Kimia, Yusak Duruka. Yusak Duruka harus bekerja keras, banting tulang demi membiayai pendidikannya sejak. Mahasiswa berdarah Mori Bada tersebut menceritakan, awalnya dia masih dibiayai oleh ayahnya kuliah. Namun, karena ayahnya telah meninggal dunia sejak tahun lalu dia harus berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri. \u201cAwalnya saya masuk di Untad dibiayai sama papa. Tapi semenjak papa meninggal, ibu sudah tidak sanggup mengonkos kuliah saya ditamba lagi masih ada adik-adik saya di kampung yang masih kecil yang harus di ongkos ibu saya,\u201d jelas Yusak pada Sulteng Post, Rabu (8\/6\/2016). Baginya, berjualan stiker sebenarnya tidak akan menjadi pilihan bagi dirinya jikalau sang bunda masih mampu mengongkos dirinya untuk kuliah dan membiayai hidup sehari-hari di Kota Kaledo ini. Dengan kekurangan ekonomi itulah mahasiswa semester empat Untad ini harus berusha lebih keras lagi menghadapi kerasnya hidup di tanah rantau menempuh pendidikan. Modalnya relatif kecil, sekitar Rp200.000. Modal itu kembali ia putar lagi menjadi modal untuk mencari untung selanjutnya. \u201cModal awal saya jualan stiker Rp200.000. Syukur masih bisa saya putar-putar dapat untung sedikit,\u201d kata Yusak. Untuk berjualan stiker sehari-harinya Yusak dengan semangat untuk merai gelar sarjana dirinya diwaktu luang saat di kampus harus menawarkan barang dagangannya dari mahasiswa ke mahasiswa lain tanpa harus gengsi. \u201cSasaran untuk jualan stiker ini, hanya sama teman sekampus karena desain stiker jualan saya rata-rata berlatar belakang Universitas Tadulako,\u201d ungkapnya. Ketika disinggung tentang uang kiriman orang tua, ia sejenak terdiam seolah memikirkan sasuatu. Setelah itu ia berusaha menjawab dengan nada sangat pelan bahkan hampir tidak terdengar, ketika diminta mengulangi apa yang diucapkan tadi barulah dapat terdengar dengan baik. Ia mengatakan saat ini ia sudah tidak mendapatkan uang kiriman dari kampung, lalu kemudian ia bercerita bahwa sang ibu tercinta sudah tak sanggup memberinya kiriman setiap bulannya karena oleh keadaan yang tak memungkinkan. Posisinya sebagai mahasiswa dan harus berjualan stiker bukanlah sesuatu yang mudah. Yusak harus pandai mengatur waktu dengan baik. Seusai kuliah lalu kembali ke kos kaka sepupunya tempat ia menumpang itu biasanya sore hari dan kembali merancang desain baru stiker untuk di cetak malamnya pada jasa percetakan untuk dijual besok pagi saat pergi ke kampus. \u201cSelain berusaha mau kejar target uang semester saya tak lupa sisipkan pula memenuhi keperluan kuliah seperti fotocopy, buku, biaya print hingga tabungan untuk makan,\u201d jaela yusak dengan sedikit senyum. Yusak berharap dengan universitas dan semua pemamngku kepentingan untuk tetap memperhatikan orang-orang yang tidak mampu namun memiliki tekad untuk kuliah. \u201cSaya berharap dengan universitas dan semua instansi pemerintah maupun swasta untuk memperhatikan orang-orang kecil, apalagi yang punya tekad kuat untuk sekolah,\u201d tutupnya.TEN Sumber:\u00a0http:\/\/sulawesihebat.blogspot.co.id\/2016\/06\/mahasiswa-untad-jualan-stiker-demi.html","og_url":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2016\/06\/mahasiswa-untad-jualan-stiker-demi-penuhi-biaya-kuliah\/","og_site_name":"Universitas Tadulako","article_published_time":"2016-06-10T06:29:36+00:00","author":"nadira-tik","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"nadira-tik","Est. reading time":"2 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/06\/mahasiswa-untad-jualan-stiker-demi-penuhi-biaya-kuliah\/","url":"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/06\/mahasiswa-untad-jualan-stiker-demi-penuhi-biaya-kuliah\/","name":"Mahasiswa Untad, Jualan Stiker Demi Penuhi Biaya Kuliah - Universitas Tadulako","isPartOf":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/06\/mahasiswa-untad-jualan-stiker-demi-penuhi-biaya-kuliah\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/06\/mahasiswa-untad-jualan-stiker-demi-penuhi-biaya-kuliah\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","datePublished":"2016-06-10T06:29:36+00:00","author":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/a44c0393d9ee6fe59e81e401fe71d8ea"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/06\/mahasiswa-untad-jualan-stiker-demi-penuhi-biaya-kuliah\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/untad.ac.id\/2016\/06\/mahasiswa-untad-jualan-stiker-demi-penuhi-biaya-kuliah\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/06\/mahasiswa-untad-jualan-stiker-demi-penuhi-biaya-kuliah\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/06\/mahasiswa-untad-jualan-stiker-demi-penuhi-biaya-kuliah\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/untad.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mahasiswa Untad, Jualan Stiker Demi Penuhi Biaya Kuliah"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#website","url":"https:\/\/untad.ac.id\/","name":"Tadulako University","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/untad.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/a44c0393d9ee6fe59e81e401fe71d8ea","name":"nadira-tik","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9e0f36927f2c075a040f3c7ae1a1816265d8cf97e7f739bcfd748b823f91d39a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9e0f36927f2c075a040f3c7ae1a1816265d8cf97e7f739bcfd748b823f91d39a?s=96&d=mm&r=g","caption":"nadira-tik"},"sameAs":["https:\/\/baru.untad.ac.id"],"url":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/author\/nadira-tik\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3804","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3804"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3804\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3804"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3804"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3804"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}