{"id":37218,"date":"2026-06-23T14:20:19","date_gmt":"2026-06-23T06:20:19","guid":{"rendered":"https:\/\/untad.ac.id\/?p=37218"},"modified":"2026-06-26T14:22:38","modified_gmt":"2026-06-26T06:22:38","slug":"untad-dan-ugm-dorong-pemberdayaan-masyarakat-melalui-kkn-kolaborasi-berbasis-blue-economy-di-donggala","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2026\/06\/untad-dan-ugm-dorong-pemberdayaan-masyarakat-melalui-kkn-kolaborasi-berbasis-blue-economy-di-donggala\/","title":{"rendered":"UNTAD dan UGM Dorong Pemberdayaan Masyarakat melalui KKN Kolaborasi Berbasis Blue Economy di Donggala"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Semangat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat kembali diwujudkan melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Universitas Tadulako dan Universitas Gadjah Mada. Kegiatan yang mengusung tema \u201cOptimalisasi Blue Economy sebagai Penggerak Ekonomi Regeneratif dan Ketahanan Pangan Berbasis Circular Economy, Zero Waste, dan One Health sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat\u201d ini secara resmi diterima oleh Pemerintah Kabupaten Donggala dalam sebuah acara yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Donggala pada tanggal 22 Juni 2026.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelaksanaan KKN kolaboratif ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa melalui pendekatan pengabdian yang berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi katalisator perubahan yang mendorong kemajuan daerah sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran nyata bagi mahasiswa.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-gallery has-nested-images columns-default is-cropped wp-block-gallery-1 is-layout-flex wp-block-gallery-is-layout-flex\">\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" data-id=\"37220\" src=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/UNTAD-dan-UGM-Dorong-Pemberdayaan-Masyarakat-melalui-KKN-Kolaborasi-Berbasis-Blue-Economy-di-Donggala-2-1024x576.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-37220\" srcset=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/UNTAD-dan-UGM-Dorong-Pemberdayaan-Masyarakat-melalui-KKN-Kolaborasi-Berbasis-Blue-Economy-di-Donggala-2-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/UNTAD-dan-UGM-Dorong-Pemberdayaan-Masyarakat-melalui-KKN-Kolaborasi-Berbasis-Blue-Economy-di-Donggala-2-300x169.jpeg 300w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/UNTAD-dan-UGM-Dorong-Pemberdayaan-Masyarakat-melalui-KKN-Kolaborasi-Berbasis-Blue-Economy-di-Donggala-2-768x432.jpeg 768w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/UNTAD-dan-UGM-Dorong-Pemberdayaan-Masyarakat-melalui-KKN-Kolaborasi-Berbasis-Blue-Economy-di-Donggala-2-1536x864.jpeg 1536w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/UNTAD-dan-UGM-Dorong-Pemberdayaan-Masyarakat-melalui-KKN-Kolaborasi-Berbasis-Blue-Economy-di-Donggala-2-18x10.jpeg 18w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/UNTAD-dan-UGM-Dorong-Pemberdayaan-Masyarakat-melalui-KKN-Kolaborasi-Berbasis-Blue-Economy-di-Donggala-2-800x450.jpeg 800w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/UNTAD-dan-UGM-Dorong-Pemberdayaan-Masyarakat-melalui-KKN-Kolaborasi-Berbasis-Blue-Economy-di-Donggala-2.jpeg 1599w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" data-id=\"37219\" src=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/UNTAD-dan-UGM-Dorong-Pemberdayaan-Masyarakat-melalui-KKN-Kolaborasi-Berbasis-Blue-Economy-di-Donggala-3-1024x576.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-37219\" srcset=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/UNTAD-dan-UGM-Dorong-Pemberdayaan-Masyarakat-melalui-KKN-Kolaborasi-Berbasis-Blue-Economy-di-Donggala-3-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/UNTAD-dan-UGM-Dorong-Pemberdayaan-Masyarakat-melalui-KKN-Kolaborasi-Berbasis-Blue-Economy-di-Donggala-3-300x169.jpeg 300w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/UNTAD-dan-UGM-Dorong-Pemberdayaan-Masyarakat-melalui-KKN-Kolaborasi-Berbasis-Blue-Economy-di-Donggala-3-768x432.jpeg 768w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/UNTAD-dan-UGM-Dorong-Pemberdayaan-Masyarakat-melalui-KKN-Kolaborasi-Berbasis-Blue-Economy-di-Donggala-3-1536x864.jpeg 1536w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/UNTAD-dan-UGM-Dorong-Pemberdayaan-Masyarakat-melalui-KKN-Kolaborasi-Berbasis-Blue-Economy-di-Donggala-3-18x10.jpeg 18w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/UNTAD-dan-UGM-Dorong-Pemberdayaan-Masyarakat-melalui-KKN-Kolaborasi-Berbasis-Blue-Economy-di-Donggala-3-800x450.jpeg 800w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/UNTAD-dan-UGM-Dorong-Pemberdayaan-Masyarakat-melalui-KKN-Kolaborasi-Berbasis-Blue-Economy-di-Donggala-3.jpeg 1599w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image size-large\"><img decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" data-id=\"37221\" src=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/UNTAD-dan-UGM-Dorong-Pemberdayaan-Masyarakat-melalui-KKN-Kolaborasi-Berbasis-Blue-Economy-di-Donggala-1-1024x576.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-37221\" srcset=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/UNTAD-dan-UGM-Dorong-Pemberdayaan-Masyarakat-melalui-KKN-Kolaborasi-Berbasis-Blue-Economy-di-Donggala-1-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/UNTAD-dan-UGM-Dorong-Pemberdayaan-Masyarakat-melalui-KKN-Kolaborasi-Berbasis-Blue-Economy-di-Donggala-1-300x169.jpeg 300w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/UNTAD-dan-UGM-Dorong-Pemberdayaan-Masyarakat-melalui-KKN-Kolaborasi-Berbasis-Blue-Economy-di-Donggala-1-768x432.jpeg 768w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/UNTAD-dan-UGM-Dorong-Pemberdayaan-Masyarakat-melalui-KKN-Kolaborasi-Berbasis-Blue-Economy-di-Donggala-1-1536x864.jpeg 1536w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/UNTAD-dan-UGM-Dorong-Pemberdayaan-Masyarakat-melalui-KKN-Kolaborasi-Berbasis-Blue-Economy-di-Donggala-1-18x10.jpeg 18w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/UNTAD-dan-UGM-Dorong-Pemberdayaan-Masyarakat-melalui-KKN-Kolaborasi-Berbasis-Blue-Economy-di-Donggala-1-800x450.jpeg 800w, https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/UNTAD-dan-UGM-Dorong-Pemberdayaan-Masyarakat-melalui-KKN-Kolaborasi-Berbasis-Blue-Economy-di-Donggala-1.jpeg 1599w\" sizes=\"(max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><\/figure>\n<\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam sambutannya, Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, S.E., menyampaikan apresiasi kepada Universitas Tadulako, Universitas Gadjah Mada, para dosen pembimbing, dan seluruh mahasiswa yang akan melaksanakan pengabdian di Kabupaten Donggala. Menurutnya, Kabupaten Donggala memiliki berbagai potensi besar yang dapat dikembangkan, baik di sektor kelautan, pertanian, pariwisata, maupun ekonomi masyarakat. Potensi tersebut membutuhkan sentuhan inovasi, kreativitas, dan kolaborasi agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Kehadiran adik-adik mahasiswa tidak hanya menjalankan program, tetapi benar-benar menjadi bagian dari solusi. Apa yang kalian lakukan nantinya diharapkan tidak hanya dirasakan langsung oleh masyarakat, tetapi juga dapat menjadi sumbangsih nyata dalam mendukung program pembangunan Pemerintah Daerah Kabupaten Donggala,&#8221; ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lebih lanjut, Vera Elena Laruni juga mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Donggala untuk mengambil peran aktif dalam mendukung pelaksanaan KKN di lapangan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Kepada seluruh jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Donggala, saya tegaskan untuk berperan aktif, membuka ruang kolaborasi, mendampingi, dan membantu adik-adik mahasiswa dalam menjalankan programnya di lapangan. Ini adalah kerja bersama yang membutuhkan dukungan dari seluruh pihak,&#8221; tegasnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Tadulako, Prof. Dr. Eng. Ir. Andi Rusdin, S.T., M.T., M.Sc., menegaskan bahwa KKN tidak boleh dipandang hanya sebagai formalitas akademik untuk memenuhi kewajiban perkuliahan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Pelaksanaan KKN harus mampu memberikan manfaat yang nyata bagi kedua belah pihak. Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung di tengah masyarakat, sementara masyarakat mendapatkan kontribusi berupa penerapan ilmu pengetahuan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi,&#8221;ujarnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prof. Andi Rusdin mengungkapkan bahwa pengalaman pelaksanaan KKN pada tahun-tahun sebelumnya telah menunjukkan berbagai hasil positif. Di sejumlah desa lokasi KKN, mahasiswa bersama masyarakat berhasil melaksanakan berbagai program pembangunan yang manfaatnya masih dirasakan hingga saat ini.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk membantu masyarakat dalam mengembangkan pemasaran produk secara lebih luas melalui pemanfaatan teknologi digital. Produk-produk pertanian dan usaha masyarakat dapat diperkenalkan melalui platform daring dan marketplace sehingga memiliki akses pasar yang lebih besar dan memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Yang kita harapkan adalah program kerja yang lebih terarah dan mampu mempertajam manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Mahasiswa harus mampu menerapkan ilmu yang dimiliki untuk membantu masyarakat menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi,&#8221; tuturnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, ASEAN Eng., menyoroti pentingnya semangat gotong royong sebagai fondasi utama keberhasilan pembangunan masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">&#8220;Pengalaman berbagai program KKN menunjukkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kehadiran mahasiswa, tetapi terutama oleh partisipasi aktif masyarakat yang bersedia bergerak bersama dalam membangun daerahnya,&#8221;imbuhnya.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pelaksanaan KKN Kolaborasi Universitas Tadulako dan Universitas Gadjah Mada di Kabupaten Donggala menjadi bukti bahwa pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan sinergi seluruh elemen bangsa. Perguruan tinggi hadir melalui ilmu pengetahuan dan inovasi, pemerintah memberikan dukungan kebijakan dan fasilitasi, sementara masyarakat menjadi pelaku utama dalam setiap proses pembangunan. Kepala LPPM Universitas Tadulako menjelaskan bahwa KKN Kolaborasi Universitas Tadulako dan Universitas Gadjah Mada merupakan tahun kedua di Desa Towali dan Desa Limboro Kecamatan Banawa Tengah dan tahun pertama di Desa Siweli dan Desa Mapane Tambu Kecamatan Balaesang. Jumlah keseluruhan mahasiwa Kolaborasi.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semangat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat kembali diwujudkan melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Universitas Tadulako dan Universitas Gadjah Mada. Kegiatan yang mengusung tema \u201cOptimalisasi Blue Economy sebagai Penggerak Ekonomi Regeneratif dan Ketahanan Pangan Berbasis Circular Economy, Zero Waste, dan One Health sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat\u201d ini secara resmi diterima oleh Pemerintah Kabupaten Donggala dalam sebuah acara yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Donggala pada tanggal 22 Juni 2026. Pelaksanaan KKN kolaboratif ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa melalui pendekatan pengabdian yang berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi katalisator perubahan yang mendorong kemajuan daerah sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran nyata bagi mahasiswa. Dalam sambutannya, Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, S.E., menyampaikan apresiasi kepada Universitas Tadulako, Universitas Gadjah Mada, para dosen pembimbing, dan seluruh mahasiswa yang akan melaksanakan pengabdian di Kabupaten Donggala. Menurutnya, Kabupaten Donggala memiliki berbagai potensi besar yang dapat dikembangkan, baik di sektor kelautan, pertanian, pariwisata, maupun ekonomi masyarakat. Potensi tersebut membutuhkan sentuhan inovasi, kreativitas, dan kolaborasi agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat. &#8220;Kehadiran adik-adik mahasiswa tidak hanya menjalankan program, tetapi benar-benar menjadi bagian dari solusi. Apa yang kalian lakukan nantinya diharapkan tidak hanya dirasakan langsung oleh masyarakat, tetapi juga dapat menjadi sumbangsih nyata dalam mendukung program pembangunan Pemerintah Daerah Kabupaten Donggala,&#8221; ujarnya. Lebih lanjut, Vera Elena Laruni juga mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Donggala untuk mengambil peran aktif dalam mendukung pelaksanaan KKN di lapangan. &#8220;Kepada seluruh jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Donggala, saya tegaskan untuk berperan aktif, membuka ruang kolaborasi, mendampingi, dan membantu adik-adik mahasiswa dalam menjalankan programnya di lapangan. Ini adalah kerja bersama yang membutuhkan dukungan dari seluruh pihak,&#8221; tegasnya. Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Tadulako, Prof. Dr. Eng. Ir. Andi Rusdin, S.T., M.T., M.Sc., menegaskan bahwa KKN tidak boleh dipandang hanya sebagai formalitas akademik untuk memenuhi kewajiban perkuliahan. &#8220;Pelaksanaan KKN harus mampu memberikan manfaat yang nyata bagi kedua belah pihak. Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung di tengah masyarakat, sementara masyarakat mendapatkan kontribusi berupa penerapan ilmu pengetahuan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi,&#8221;ujarnya. Prof. Andi Rusdin mengungkapkan bahwa pengalaman pelaksanaan KKN pada tahun-tahun sebelumnya telah menunjukkan berbagai hasil positif. Di sejumlah desa lokasi KKN, mahasiswa bersama masyarakat berhasil melaksanakan berbagai program pembangunan yang manfaatnya masih dirasakan hingga saat ini. Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk membantu masyarakat dalam mengembangkan pemasaran produk secara lebih luas melalui pemanfaatan teknologi digital. Produk-produk pertanian dan usaha masyarakat dapat diperkenalkan melalui platform daring dan marketplace sehingga memiliki akses pasar yang lebih besar dan memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi. &#8220;Yang kita harapkan adalah program kerja yang lebih terarah dan mampu mempertajam manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Mahasiswa harus mampu menerapkan ilmu yang dimiliki untuk membantu masyarakat menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi,&#8221; tuturnya. Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, ASEAN Eng., menyoroti pentingnya semangat gotong royong sebagai fondasi utama keberhasilan pembangunan masyarakat. &#8220;Pengalaman berbagai program KKN menunjukkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kehadiran mahasiswa, tetapi terutama oleh partisipasi aktif masyarakat yang bersedia bergerak bersama dalam membangun daerahnya,&#8221;imbuhnya. Pelaksanaan KKN Kolaborasi Universitas Tadulako dan Universitas Gadjah Mada di Kabupaten Donggala menjadi bukti bahwa pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan sinergi seluruh elemen bangsa. Perguruan tinggi hadir melalui ilmu pengetahuan dan inovasi, pemerintah memberikan dukungan kebijakan dan fasilitasi, sementara masyarakat menjadi pelaku utama dalam setiap proses pembangunan. Kepala LPPM Universitas Tadulako menjelaskan bahwa KKN Kolaborasi Universitas Tadulako dan Universitas Gadjah Mada merupakan tahun kedua di Desa Towali dan Desa Limboro Kecamatan Banawa Tengah dan tahun pertama di Desa Siweli dan Desa Mapane Tambu Kecamatan Balaesang. Jumlah keseluruhan mahasiwa Kolaborasi.<\/p>","protected":false},"author":13,"featured_media":37220,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ocean_post_layout":"","ocean_both_sidebars_style":"","ocean_both_sidebars_content_width":0,"ocean_both_sidebars_sidebars_width":0,"ocean_sidebar":"","ocean_second_sidebar":"","ocean_disable_margins":"enable","ocean_add_body_class":"","ocean_shortcode_before_top_bar":"","ocean_shortcode_after_top_bar":"","ocean_shortcode_before_header":"","ocean_shortcode_after_header":"","ocean_has_shortcode":"","ocean_shortcode_after_title":"","ocean_shortcode_before_footer_widgets":"","ocean_shortcode_after_footer_widgets":"","ocean_shortcode_before_footer_bottom":"","ocean_shortcode_after_footer_bottom":"","ocean_display_top_bar":"default","ocean_display_header":"default","ocean_header_style":"","ocean_center_header_left_menu":"","ocean_custom_header_template":"","ocean_custom_logo":0,"ocean_custom_retina_logo":0,"ocean_custom_logo_max_width":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_width":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_width":0,"ocean_custom_logo_max_height":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_height":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_height":0,"ocean_header_custom_menu":"","ocean_menu_typo_font_family":"","ocean_menu_typo_font_subset":"","ocean_menu_typo_font_size":0,"ocean_menu_typo_font_size_tablet":0,"ocean_menu_typo_font_size_mobile":0,"ocean_menu_typo_font_size_unit":"px","ocean_menu_typo_font_weight":"","ocean_menu_typo_font_weight_tablet":"","ocean_menu_typo_font_weight_mobile":"","ocean_menu_typo_transform":"","ocean_menu_typo_transform_tablet":"","ocean_menu_typo_transform_mobile":"","ocean_menu_typo_line_height":0,"ocean_menu_typo_line_height_tablet":0,"ocean_menu_typo_line_height_mobile":0,"ocean_menu_typo_line_height_unit":"","ocean_menu_typo_spacing":0,"ocean_menu_typo_spacing_tablet":0,"ocean_menu_typo_spacing_mobile":0,"ocean_menu_typo_spacing_unit":"","ocean_menu_link_color":"","ocean_menu_link_color_hover":"","ocean_menu_link_color_active":"","ocean_menu_link_background":"","ocean_menu_link_hover_background":"","ocean_menu_link_active_background":"","ocean_menu_social_links_bg":"","ocean_menu_social_hover_links_bg":"","ocean_menu_social_links_color":"","ocean_menu_social_hover_links_color":"","ocean_disable_title":"default","ocean_disable_heading":"default","ocean_post_title":"","ocean_post_subheading":"","ocean_post_title_style":"","ocean_post_title_background_color":"","ocean_post_title_background":0,"ocean_post_title_bg_image_position":"","ocean_post_title_bg_image_attachment":"","ocean_post_title_bg_image_repeat":"","ocean_post_title_bg_image_size":"","ocean_post_title_height":0,"ocean_post_title_bg_overlay":0.5,"ocean_post_title_bg_overlay_color":"","ocean_disable_breadcrumbs":"default","ocean_breadcrumbs_color":"","ocean_breadcrumbs_separator_color":"","ocean_breadcrumbs_links_color":"","ocean_breadcrumbs_links_hover_color":"","ocean_display_footer_widgets":"default","ocean_display_footer_bottom":"default","ocean_custom_footer_template":"","ocean_post_oembed":"","ocean_post_self_hosted_media":"","ocean_post_video_embed":"","ocean_link_format":"","ocean_link_format_target":"self","ocean_quote_format":"","ocean_quote_format_link":"post","ocean_gallery_link_images":"on","ocean_gallery_id":[],"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-37218","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-untad","entry","has-media"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>UNTAD dan UGM Dorong Pemberdayaan Masyarakat melalui KKN Kolaborasi Berbasis Blue Economy di Donggala - Universitas Tadulako<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2026\/06\/untad-dan-ugm-dorong-pemberdayaan-masyarakat-melalui-kkn-kolaborasi-berbasis-blue-economy-di-donggala\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"UNTAD dan UGM Dorong Pemberdayaan Masyarakat melalui KKN Kolaborasi Berbasis Blue Economy di Donggala - Universitas Tadulako\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Semangat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat kembali diwujudkan melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Universitas Tadulako dan Universitas Gadjah Mada. Kegiatan yang mengusung tema \u201cOptimalisasi Blue Economy sebagai Penggerak Ekonomi Regeneratif dan Ketahanan Pangan Berbasis Circular Economy, Zero Waste, dan One Health sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat\u201d ini secara resmi diterima oleh Pemerintah Kabupaten Donggala dalam sebuah acara yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Donggala pada tanggal 22 Juni 2026. Pelaksanaan KKN kolaboratif ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa melalui pendekatan pengabdian yang berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi katalisator perubahan yang mendorong kemajuan daerah sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran nyata bagi mahasiswa. Dalam sambutannya, Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, S.E., menyampaikan apresiasi kepada Universitas Tadulako, Universitas Gadjah Mada, para dosen pembimbing, dan seluruh mahasiswa yang akan melaksanakan pengabdian di Kabupaten Donggala. Menurutnya, Kabupaten Donggala memiliki berbagai potensi besar yang dapat dikembangkan, baik di sektor kelautan, pertanian, pariwisata, maupun ekonomi masyarakat. Potensi tersebut membutuhkan sentuhan inovasi, kreativitas, dan kolaborasi agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat. &#8220;Kehadiran adik-adik mahasiswa tidak hanya menjalankan program, tetapi benar-benar menjadi bagian dari solusi. Apa yang kalian lakukan nantinya diharapkan tidak hanya dirasakan langsung oleh masyarakat, tetapi juga dapat menjadi sumbangsih nyata dalam mendukung program pembangunan Pemerintah Daerah Kabupaten Donggala,&#8221; ujarnya. Lebih lanjut, Vera Elena Laruni juga mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Donggala untuk mengambil peran aktif dalam mendukung pelaksanaan KKN di lapangan. &#8220;Kepada seluruh jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Donggala, saya tegaskan untuk berperan aktif, membuka ruang kolaborasi, mendampingi, dan membantu adik-adik mahasiswa dalam menjalankan programnya di lapangan. Ini adalah kerja bersama yang membutuhkan dukungan dari seluruh pihak,&#8221; tegasnya. Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Tadulako, Prof. Dr. Eng. Ir. Andi Rusdin, S.T., M.T., M.Sc., menegaskan bahwa KKN tidak boleh dipandang hanya sebagai formalitas akademik untuk memenuhi kewajiban perkuliahan. &#8220;Pelaksanaan KKN harus mampu memberikan manfaat yang nyata bagi kedua belah pihak. Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung di tengah masyarakat, sementara masyarakat mendapatkan kontribusi berupa penerapan ilmu pengetahuan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi,&#8221;ujarnya. Prof. Andi Rusdin mengungkapkan bahwa pengalaman pelaksanaan KKN pada tahun-tahun sebelumnya telah menunjukkan berbagai hasil positif. Di sejumlah desa lokasi KKN, mahasiswa bersama masyarakat berhasil melaksanakan berbagai program pembangunan yang manfaatnya masih dirasakan hingga saat ini. Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk membantu masyarakat dalam mengembangkan pemasaran produk secara lebih luas melalui pemanfaatan teknologi digital. Produk-produk pertanian dan usaha masyarakat dapat diperkenalkan melalui platform daring dan marketplace sehingga memiliki akses pasar yang lebih besar dan memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi. &#8220;Yang kita harapkan adalah program kerja yang lebih terarah dan mampu mempertajam manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Mahasiswa harus mampu menerapkan ilmu yang dimiliki untuk membantu masyarakat menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi,&#8221; tuturnya. Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, ASEAN Eng., menyoroti pentingnya semangat gotong royong sebagai fondasi utama keberhasilan pembangunan masyarakat. &#8220;Pengalaman berbagai program KKN menunjukkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kehadiran mahasiswa, tetapi terutama oleh partisipasi aktif masyarakat yang bersedia bergerak bersama dalam membangun daerahnya,&#8221;imbuhnya. Pelaksanaan KKN Kolaborasi Universitas Tadulako dan Universitas Gadjah Mada di Kabupaten Donggala menjadi bukti bahwa pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan sinergi seluruh elemen bangsa. Perguruan tinggi hadir melalui ilmu pengetahuan dan inovasi, pemerintah memberikan dukungan kebijakan dan fasilitasi, sementara masyarakat menjadi pelaku utama dalam setiap proses pembangunan. Kepala LPPM Universitas Tadulako menjelaskan bahwa KKN Kolaborasi Universitas Tadulako dan Universitas Gadjah Mada merupakan tahun kedua di Desa Towali dan Desa Limboro Kecamatan Banawa Tengah dan tahun pertama di Desa Siweli dan Desa Mapane Tambu Kecamatan Balaesang. Jumlah keseluruhan mahasiwa Kolaborasi.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2026\/06\/untad-dan-ugm-dorong-pemberdayaan-masyarakat-melalui-kkn-kolaborasi-berbasis-blue-economy-di-donggala\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Tadulako\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-06-23T06:20:19+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2026-06-26T06:22:38+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/UNTAD-dan-UGM-Dorong-Pemberdayaan-Masyarakat-melalui-KKN-Kolaborasi-Berbasis-Blue-Economy-di-Donggala-2.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1599\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"899\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"sulistiawati\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"sulistiawati\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2026\/06\/untad-dan-ugm-dorong-pemberdayaan-masyarakat-melalui-kkn-kolaborasi-berbasis-blue-economy-di-donggala\/\",\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2026\/06\/untad-dan-ugm-dorong-pemberdayaan-masyarakat-melalui-kkn-kolaborasi-berbasis-blue-economy-di-donggala\/\",\"name\":\"UNTAD dan UGM Dorong Pemberdayaan Masyarakat melalui KKN Kolaborasi Berbasis Blue Economy di Donggala - Universitas Tadulako\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2026\/06\/untad-dan-ugm-dorong-pemberdayaan-masyarakat-melalui-kkn-kolaborasi-berbasis-blue-economy-di-donggala\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2026\/06\/untad-dan-ugm-dorong-pemberdayaan-masyarakat-melalui-kkn-kolaborasi-berbasis-blue-economy-di-donggala\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/UNTAD-dan-UGM-Dorong-Pemberdayaan-Masyarakat-melalui-KKN-Kolaborasi-Berbasis-Blue-Economy-di-Donggala-2.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-06-23T06:20:19+00:00\",\"dateModified\":\"2026-06-26T06:22:38+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/cd2f97bd53d97781c59e3698227eb4f5\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2026\/06\/untad-dan-ugm-dorong-pemberdayaan-masyarakat-melalui-kkn-kolaborasi-berbasis-blue-economy-di-donggala\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/untad.ac.id\/2026\/06\/untad-dan-ugm-dorong-pemberdayaan-masyarakat-melalui-kkn-kolaborasi-berbasis-blue-economy-di-donggala\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2026\/06\/untad-dan-ugm-dorong-pemberdayaan-masyarakat-melalui-kkn-kolaborasi-berbasis-blue-economy-di-donggala\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/UNTAD-dan-UGM-Dorong-Pemberdayaan-Masyarakat-melalui-KKN-Kolaborasi-Berbasis-Blue-Economy-di-Donggala-2.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/UNTAD-dan-UGM-Dorong-Pemberdayaan-Masyarakat-melalui-KKN-Kolaborasi-Berbasis-Blue-Economy-di-Donggala-2.jpeg\",\"width\":1599,\"height\":899},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2026\/06\/untad-dan-ugm-dorong-pemberdayaan-masyarakat-melalui-kkn-kolaborasi-berbasis-blue-economy-di-donggala\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/untad.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"UNTAD dan UGM Dorong Pemberdayaan Masyarakat melalui KKN Kolaborasi Berbasis Blue Economy di Donggala\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/\",\"name\":\"Universitas Tadulako\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/untad.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/cd2f97bd53d97781c59e3698227eb4f5\",\"name\":\"sulistiawati\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1575ad54754724615fdbf364ff5df2fff27ec4c4ba517d7423136b52dafce870?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1575ad54754724615fdbf364ff5df2fff27ec4c4ba517d7423136b52dafce870?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"sulistiawati\"},\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/author\/sulistiawati\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"UNTAD dan UGM Dorong Pemberdayaan Masyarakat melalui KKN Kolaborasi Berbasis Blue Economy di Donggala - Universitas Tadulako","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2026\/06\/untad-dan-ugm-dorong-pemberdayaan-masyarakat-melalui-kkn-kolaborasi-berbasis-blue-economy-di-donggala\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"UNTAD dan UGM Dorong Pemberdayaan Masyarakat melalui KKN Kolaborasi Berbasis Blue Economy di Donggala - Universitas Tadulako","og_description":"Semangat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat kembali diwujudkan melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi Universitas Tadulako dan Universitas Gadjah Mada. Kegiatan yang mengusung tema \u201cOptimalisasi Blue Economy sebagai Penggerak Ekonomi Regeneratif dan Ketahanan Pangan Berbasis Circular Economy, Zero Waste, dan One Health sebagai Upaya Pemberdayaan Masyarakat\u201d ini secara resmi diterima oleh Pemerintah Kabupaten Donggala dalam sebuah acara yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Donggala pada tanggal 22 Juni 2026. Pelaksanaan KKN kolaboratif ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam membangun desa melalui pendekatan pengabdian yang berbasis ilmu pengetahuan, inovasi, dan pemberdayaan masyarakat. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu menjadi katalisator perubahan yang mendorong kemajuan daerah sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran nyata bagi mahasiswa. Dalam sambutannya, Bupati Donggala, Vera Elena Laruni, S.E., menyampaikan apresiasi kepada Universitas Tadulako, Universitas Gadjah Mada, para dosen pembimbing, dan seluruh mahasiswa yang akan melaksanakan pengabdian di Kabupaten Donggala. Menurutnya, Kabupaten Donggala memiliki berbagai potensi besar yang dapat dikembangkan, baik di sektor kelautan, pertanian, pariwisata, maupun ekonomi masyarakat. Potensi tersebut membutuhkan sentuhan inovasi, kreativitas, dan kolaborasi agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat. &#8220;Kehadiran adik-adik mahasiswa tidak hanya menjalankan program, tetapi benar-benar menjadi bagian dari solusi. Apa yang kalian lakukan nantinya diharapkan tidak hanya dirasakan langsung oleh masyarakat, tetapi juga dapat menjadi sumbangsih nyata dalam mendukung program pembangunan Pemerintah Daerah Kabupaten Donggala,&#8221; ujarnya. Lebih lanjut, Vera Elena Laruni juga mengajak seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Donggala untuk mengambil peran aktif dalam mendukung pelaksanaan KKN di lapangan. &#8220;Kepada seluruh jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Donggala, saya tegaskan untuk berperan aktif, membuka ruang kolaborasi, mendampingi, dan membantu adik-adik mahasiswa dalam menjalankan programnya di lapangan. Ini adalah kerja bersama yang membutuhkan dukungan dari seluruh pihak,&#8221; tegasnya. Senada dengan hal tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Tadulako, Prof. Dr. Eng. Ir. Andi Rusdin, S.T., M.T., M.Sc., menegaskan bahwa KKN tidak boleh dipandang hanya sebagai formalitas akademik untuk memenuhi kewajiban perkuliahan. &#8220;Pelaksanaan KKN harus mampu memberikan manfaat yang nyata bagi kedua belah pihak. Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung di tengah masyarakat, sementara masyarakat mendapatkan kontribusi berupa penerapan ilmu pengetahuan untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi,&#8221;ujarnya. Prof. Andi Rusdin mengungkapkan bahwa pengalaman pelaksanaan KKN pada tahun-tahun sebelumnya telah menunjukkan berbagai hasil positif. Di sejumlah desa lokasi KKN, mahasiswa bersama masyarakat berhasil melaksanakan berbagai program pembangunan yang manfaatnya masih dirasakan hingga saat ini. Selain itu, mahasiswa juga didorong untuk membantu masyarakat dalam mengembangkan pemasaran produk secara lebih luas melalui pemanfaatan teknologi digital. Produk-produk pertanian dan usaha masyarakat dapat diperkenalkan melalui platform daring dan marketplace sehingga memiliki akses pasar yang lebih besar dan memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi. &#8220;Yang kita harapkan adalah program kerja yang lebih terarah dan mampu mempertajam manfaat yang diberikan kepada masyarakat. Mahasiswa harus mampu menerapkan ilmu yang dimiliki untuk membantu masyarakat menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi,&#8221; tuturnya. Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, ASEAN Eng., menyoroti pentingnya semangat gotong royong sebagai fondasi utama keberhasilan pembangunan masyarakat. &#8220;Pengalaman berbagai program KKN menunjukkan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kehadiran mahasiswa, tetapi terutama oleh partisipasi aktif masyarakat yang bersedia bergerak bersama dalam membangun daerahnya,&#8221;imbuhnya. Pelaksanaan KKN Kolaborasi Universitas Tadulako dan Universitas Gadjah Mada di Kabupaten Donggala menjadi bukti bahwa pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan sinergi seluruh elemen bangsa. Perguruan tinggi hadir melalui ilmu pengetahuan dan inovasi, pemerintah memberikan dukungan kebijakan dan fasilitasi, sementara masyarakat menjadi pelaku utama dalam setiap proses pembangunan. Kepala LPPM Universitas Tadulako menjelaskan bahwa KKN Kolaborasi Universitas Tadulako dan Universitas Gadjah Mada merupakan tahun kedua di Desa Towali dan Desa Limboro Kecamatan Banawa Tengah dan tahun pertama di Desa Siweli dan Desa Mapane Tambu Kecamatan Balaesang. Jumlah keseluruhan mahasiwa Kolaborasi.","og_url":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2026\/06\/untad-dan-ugm-dorong-pemberdayaan-masyarakat-melalui-kkn-kolaborasi-berbasis-blue-economy-di-donggala\/","og_site_name":"Universitas Tadulako","article_published_time":"2026-06-23T06:20:19+00:00","article_modified_time":"2026-06-26T06:22:38+00:00","og_image":[{"width":1599,"height":899,"url":"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/UNTAD-dan-UGM-Dorong-Pemberdayaan-Masyarakat-melalui-KKN-Kolaborasi-Berbasis-Blue-Economy-di-Donggala-2.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"sulistiawati","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"sulistiawati","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2026\/06\/untad-dan-ugm-dorong-pemberdayaan-masyarakat-melalui-kkn-kolaborasi-berbasis-blue-economy-di-donggala\/","url":"https:\/\/untad.ac.id\/2026\/06\/untad-dan-ugm-dorong-pemberdayaan-masyarakat-melalui-kkn-kolaborasi-berbasis-blue-economy-di-donggala\/","name":"UNTAD dan UGM Dorong Pemberdayaan Masyarakat melalui KKN Kolaborasi Berbasis Blue Economy di Donggala - Universitas Tadulako","isPartOf":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2026\/06\/untad-dan-ugm-dorong-pemberdayaan-masyarakat-melalui-kkn-kolaborasi-berbasis-blue-economy-di-donggala\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2026\/06\/untad-dan-ugm-dorong-pemberdayaan-masyarakat-melalui-kkn-kolaborasi-berbasis-blue-economy-di-donggala\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/UNTAD-dan-UGM-Dorong-Pemberdayaan-Masyarakat-melalui-KKN-Kolaborasi-Berbasis-Blue-Economy-di-Donggala-2.jpeg","datePublished":"2026-06-23T06:20:19+00:00","dateModified":"2026-06-26T06:22:38+00:00","author":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/cd2f97bd53d97781c59e3698227eb4f5"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2026\/06\/untad-dan-ugm-dorong-pemberdayaan-masyarakat-melalui-kkn-kolaborasi-berbasis-blue-economy-di-donggala\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/untad.ac.id\/2026\/06\/untad-dan-ugm-dorong-pemberdayaan-masyarakat-melalui-kkn-kolaborasi-berbasis-blue-economy-di-donggala\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2026\/06\/untad-dan-ugm-dorong-pemberdayaan-masyarakat-melalui-kkn-kolaborasi-berbasis-blue-economy-di-donggala\/#primaryimage","url":"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/UNTAD-dan-UGM-Dorong-Pemberdayaan-Masyarakat-melalui-KKN-Kolaborasi-Berbasis-Blue-Economy-di-Donggala-2.jpeg","contentUrl":"https:\/\/untad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/UNTAD-dan-UGM-Dorong-Pemberdayaan-Masyarakat-melalui-KKN-Kolaborasi-Berbasis-Blue-Economy-di-Donggala-2.jpeg","width":1599,"height":899},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2026\/06\/untad-dan-ugm-dorong-pemberdayaan-masyarakat-melalui-kkn-kolaborasi-berbasis-blue-economy-di-donggala\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/untad.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"UNTAD dan UGM Dorong Pemberdayaan Masyarakat melalui KKN Kolaborasi Berbasis Blue Economy di Donggala"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#website","url":"https:\/\/untad.ac.id\/","name":"Tadulako University","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/untad.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/cd2f97bd53d97781c59e3698227eb4f5","name":"sulistiawati","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1575ad54754724615fdbf364ff5df2fff27ec4c4ba517d7423136b52dafce870?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/1575ad54754724615fdbf364ff5df2fff27ec4c4ba517d7423136b52dafce870?s=96&d=mm&r=g","caption":"sulistiawati"},"url":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/author\/sulistiawati\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37218","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/13"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=37218"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37218\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":37222,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/37218\/revisions\/37222"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/37220"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=37218"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=37218"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=37218"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}