{"id":2611,"date":"2016-01-11T17:06:41","date_gmt":"2016-01-11T09:06:41","guid":{"rendered":"http:\/\/untad.ac.id\/?p=2611"},"modified":"2016-01-11T17:06:41","modified_gmt":"2016-01-11T09:06:41","slug":"tim-media-humas-untad-selenggarakan-diskusi-ilmiah-sesaat-sebelum-peresmian-ruang-senat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2016\/01\/tim-media-humas-untad-selenggarakan-diskusi-ilmiah-sesaat-sebelum-peresmian-ruang-senat\/","title":{"rendered":"Tim Media Humas Untad Selenggarakan Diskusi Ilmiah Sesaat Sebelum Peresmian Ruang Senat"},"content":{"rendered":"<p>Tiga orang stimulator dihadirkan oleh Tim Media Humas Universitas Tadulako (Untad). Ketiga stimulator, yaitu Prof H Hasan Basri MA PhD, Prof Ir Burhanuddin Sundu MSc Ag PhD, dan Dr Muh Nur Ali MSi itu memaparkan pandangannya mengenai tema \u201cRekonstruksi Kapasitas Berpikir Ilmiah dan Landasan Retorika dalam Pengembangan Kebenaran Sains\u201d.<\/p>\n<p>Diskusi ilmiah itu dilaksanakan sesaat sebelum peresmian penggunaan Ruang Senat Untad, pada Senin (11\/1). Dalam diskusi ilmiah yang dimoderatori oleh Dr Lukman Nadjamuddin MHum itu, masing-masing stimulator menyampaikan mengenai tiga hal pokok, yaitu kapasitas berpikir, retorika, dan kebenaran sains.<\/p>\n<p>Prof Hasan Basri dalam kesempatan pertama menyampaikan bahwa kapasitas berpikir seseorang ada hubungannya dengan landasan beretorika. Ujaran seseorang dapat menjadi cerminan berpikirnya, meskipun tidak dapat digeneralisasi. Begitu pula dengan kebenaran sains, bukan sebuah kebenaran mutlak karena merupakan hasil kesepakatan.<\/p>\n<p>Sementara itu, Dr Nur Ali menyampaikan bahwa landasan berpikir dapat dikaji dari tiga aspek, yaitu antologi, epistemologi, dan aksiologi. Ketiga landasan berpikir itu banyak digunakan dalam interaksi sosial, baik di masyarakat maupun dalam dunia pendidikan.<\/p>\n<p>Stimulator ketiga, Prof Burhanuddin Sundu dalam membedah tema diskusi ilmiah itu banyak memaparkan mengenai aspek praktis. Prof Burhanuddin Sundu lebih memberikan contoh mengenai perbedaan antara cara berpikir ilmiah dengan yang tidak.<\/p>\n<p>Selain ketiga stimulator, peserta diskusi ilmiah juga membedah mengenai tema diskusi ilmiah. Prof Basir Cyio dalam kesempatan pertama menyampaikan bahwa landasan berpikir ilmiah sudah seharusnya terus dikedepankan oleh akademisi. Baik itu dalam interaksi sosial maupun dalam menghadapi kontestasi. \u201cKebenaran sains dengan landasan berpikir ilmiah harus dikedepankan. Kultur-kultur akademik harus terus dijunjung tinggi,\u201d ujar Prof Basir Cyio.<\/p>\n<p>Diskusi ilmiah itu, disiarkan live streaming di laman Untad. Siaran langsung itu merupakan kolaborasi dari Tim Media Humas Untad, UntadTV, dan Tim UPT TIK.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tiga orang stimulator dihadirkan oleh Tim Media Humas Universitas Tadulako (Untad). Ketiga stimulator, yaitu Prof H Hasan Basri MA PhD, Prof Ir Burhanuddin Sundu MSc Ag PhD, dan Dr Muh Nur Ali MSi itu memaparkan pandangannya mengenai tema \u201cRekonstruksi Kapasitas Berpikir Ilmiah dan Landasan Retorika dalam Pengembangan Kebenaran Sains\u201d. Diskusi ilmiah itu dilaksanakan sesaat sebelum peresmian penggunaan Ruang Senat Untad, pada Senin (11\/1). Dalam diskusi ilmiah yang dimoderatori oleh Dr Lukman Nadjamuddin MHum itu, masing-masing stimulator menyampaikan mengenai tiga hal pokok, yaitu kapasitas berpikir, retorika, dan kebenaran sains. Prof Hasan Basri dalam kesempatan pertama menyampaikan bahwa kapasitas berpikir seseorang ada hubungannya dengan landasan beretorika. Ujaran seseorang dapat menjadi cerminan berpikirnya, meskipun tidak dapat digeneralisasi. Begitu pula dengan kebenaran sains, bukan sebuah kebenaran mutlak karena merupakan hasil kesepakatan. Sementara itu, Dr Nur Ali menyampaikan bahwa landasan berpikir dapat dikaji dari tiga aspek, yaitu antologi, epistemologi, dan aksiologi. Ketiga landasan berpikir itu banyak digunakan dalam interaksi sosial, baik di masyarakat maupun dalam dunia pendidikan. Stimulator ketiga, Prof Burhanuddin Sundu dalam membedah tema diskusi ilmiah itu banyak memaparkan mengenai aspek praktis. Prof Burhanuddin Sundu lebih memberikan contoh mengenai perbedaan antara cara berpikir ilmiah dengan yang tidak. Selain ketiga stimulator, peserta diskusi ilmiah juga membedah mengenai tema diskusi ilmiah. Prof Basir Cyio dalam kesempatan pertama menyampaikan bahwa landasan berpikir ilmiah sudah seharusnya terus dikedepankan oleh akademisi. Baik itu dalam interaksi sosial maupun dalam menghadapi kontestasi. \u201cKebenaran sains dengan landasan berpikir ilmiah harus dikedepankan. Kultur-kultur akademik harus terus dijunjung tinggi,\u201d ujar Prof Basir Cyio. Diskusi ilmiah itu, disiarkan live streaming di laman Untad. Siaran langsung itu merupakan kolaborasi dari Tim Media Humas Untad, UntadTV, dan Tim UPT TIK.<\/p>","protected":false},"author":1,"featured_media":2612,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ocean_post_layout":"","ocean_both_sidebars_style":"","ocean_both_sidebars_content_width":0,"ocean_both_sidebars_sidebars_width":0,"ocean_sidebar":"","ocean_second_sidebar":"","ocean_disable_margins":"enable","ocean_add_body_class":"","ocean_shortcode_before_top_bar":"","ocean_shortcode_after_top_bar":"","ocean_shortcode_before_header":"","ocean_shortcode_after_header":"","ocean_has_shortcode":"","ocean_shortcode_after_title":"","ocean_shortcode_before_footer_widgets":"","ocean_shortcode_after_footer_widgets":"","ocean_shortcode_before_footer_bottom":"","ocean_shortcode_after_footer_bottom":"","ocean_display_top_bar":"default","ocean_display_header":"default","ocean_header_style":"","ocean_center_header_left_menu":"","ocean_custom_header_template":"","ocean_custom_logo":0,"ocean_custom_retina_logo":0,"ocean_custom_logo_max_width":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_width":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_width":0,"ocean_custom_logo_max_height":0,"ocean_custom_logo_tablet_max_height":0,"ocean_custom_logo_mobile_max_height":0,"ocean_header_custom_menu":"","ocean_menu_typo_font_family":"","ocean_menu_typo_font_subset":"","ocean_menu_typo_font_size":0,"ocean_menu_typo_font_size_tablet":0,"ocean_menu_typo_font_size_mobile":0,"ocean_menu_typo_font_size_unit":"px","ocean_menu_typo_font_weight":"","ocean_menu_typo_font_weight_tablet":"","ocean_menu_typo_font_weight_mobile":"","ocean_menu_typo_transform":"","ocean_menu_typo_transform_tablet":"","ocean_menu_typo_transform_mobile":"","ocean_menu_typo_line_height":0,"ocean_menu_typo_line_height_tablet":0,"ocean_menu_typo_line_height_mobile":0,"ocean_menu_typo_line_height_unit":"","ocean_menu_typo_spacing":0,"ocean_menu_typo_spacing_tablet":0,"ocean_menu_typo_spacing_mobile":0,"ocean_menu_typo_spacing_unit":"","ocean_menu_link_color":"","ocean_menu_link_color_hover":"","ocean_menu_link_color_active":"","ocean_menu_link_background":"","ocean_menu_link_hover_background":"","ocean_menu_link_active_background":"","ocean_menu_social_links_bg":"","ocean_menu_social_hover_links_bg":"","ocean_menu_social_links_color":"","ocean_menu_social_hover_links_color":"","ocean_disable_title":"default","ocean_disable_heading":"default","ocean_post_title":"","ocean_post_subheading":"","ocean_post_title_style":"","ocean_post_title_background_color":"","ocean_post_title_background":0,"ocean_post_title_bg_image_position":"","ocean_post_title_bg_image_attachment":"","ocean_post_title_bg_image_repeat":"","ocean_post_title_bg_image_size":"","ocean_post_title_height":0,"ocean_post_title_bg_overlay":0.5,"ocean_post_title_bg_overlay_color":"","ocean_disable_breadcrumbs":"default","ocean_breadcrumbs_color":"","ocean_breadcrumbs_separator_color":"","ocean_breadcrumbs_links_color":"","ocean_breadcrumbs_links_hover_color":"","ocean_display_footer_widgets":"default","ocean_display_footer_bottom":"default","ocean_custom_footer_template":"","ocean_post_oembed":"","ocean_post_self_hosted_media":"","ocean_post_video_embed":"","ocean_link_format":"","ocean_link_format_target":"self","ocean_quote_format":"","ocean_quote_format_link":"post","ocean_gallery_link_images":"on","ocean_gallery_id":[],"footnotes":""},"categories":[2,3],"tags":[135,136,26],"class_list":["post-2611","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-untad","category-breaking","tag-diskusi-ilmiah","tag-humas-untad","tag-untad","entry","has-media"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.0 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Tim Media Humas Untad Selenggarakan Diskusi Ilmiah Sesaat Sebelum Peresmian Ruang Senat - Universitas Tadulako<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2016\/01\/tim-media-humas-untad-selenggarakan-diskusi-ilmiah-sesaat-sebelum-peresmian-ruang-senat\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Tim Media Humas Untad Selenggarakan Diskusi Ilmiah Sesaat Sebelum Peresmian Ruang Senat - Universitas Tadulako\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tiga orang stimulator dihadirkan oleh Tim Media Humas Universitas Tadulako (Untad). Ketiga stimulator, yaitu Prof H Hasan Basri MA PhD, Prof Ir Burhanuddin Sundu MSc Ag PhD, dan Dr Muh Nur Ali MSi itu memaparkan pandangannya mengenai tema \u201cRekonstruksi Kapasitas Berpikir Ilmiah dan Landasan Retorika dalam Pengembangan Kebenaran Sains\u201d. Diskusi ilmiah itu dilaksanakan sesaat sebelum peresmian penggunaan Ruang Senat Untad, pada Senin (11\/1). Dalam diskusi ilmiah yang dimoderatori oleh Dr Lukman Nadjamuddin MHum itu, masing-masing stimulator menyampaikan mengenai tiga hal pokok, yaitu kapasitas berpikir, retorika, dan kebenaran sains. Prof Hasan Basri dalam kesempatan pertama menyampaikan bahwa kapasitas berpikir seseorang ada hubungannya dengan landasan beretorika. Ujaran seseorang dapat menjadi cerminan berpikirnya, meskipun tidak dapat digeneralisasi. Begitu pula dengan kebenaran sains, bukan sebuah kebenaran mutlak karena merupakan hasil kesepakatan. Sementara itu, Dr Nur Ali menyampaikan bahwa landasan berpikir dapat dikaji dari tiga aspek, yaitu antologi, epistemologi, dan aksiologi. Ketiga landasan berpikir itu banyak digunakan dalam interaksi sosial, baik di masyarakat maupun dalam dunia pendidikan. Stimulator ketiga, Prof Burhanuddin Sundu dalam membedah tema diskusi ilmiah itu banyak memaparkan mengenai aspek praktis. Prof Burhanuddin Sundu lebih memberikan contoh mengenai perbedaan antara cara berpikir ilmiah dengan yang tidak. Selain ketiga stimulator, peserta diskusi ilmiah juga membedah mengenai tema diskusi ilmiah. Prof Basir Cyio dalam kesempatan pertama menyampaikan bahwa landasan berpikir ilmiah sudah seharusnya terus dikedepankan oleh akademisi. Baik itu dalam interaksi sosial maupun dalam menghadapi kontestasi. \u201cKebenaran sains dengan landasan berpikir ilmiah harus dikedepankan. Kultur-kultur akademik harus terus dijunjung tinggi,\u201d ujar Prof Basir Cyio. Diskusi ilmiah itu, disiarkan live streaming di laman Untad. Siaran langsung itu merupakan kolaborasi dari Tim Media Humas Untad, UntadTV, dan Tim UPT TIK.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2016\/01\/tim-media-humas-untad-selenggarakan-diskusi-ilmiah-sesaat-sebelum-peresmian-ruang-senat\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Universitas Tadulako\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2016-01-11T09:06:41+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"nadira-tik\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"nadira-tik\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"1 minute\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/01\/tim-media-humas-untad-selenggarakan-diskusi-ilmiah-sesaat-sebelum-peresmian-ruang-senat\/\",\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/01\/tim-media-humas-untad-selenggarakan-diskusi-ilmiah-sesaat-sebelum-peresmian-ruang-senat\/\",\"name\":\"Tim Media Humas Untad Selenggarakan Diskusi Ilmiah Sesaat Sebelum Peresmian Ruang Senat - Universitas Tadulako\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/01\/tim-media-humas-untad-selenggarakan-diskusi-ilmiah-sesaat-sebelum-peresmian-ruang-senat\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/01\/tim-media-humas-untad-selenggarakan-diskusi-ilmiah-sesaat-sebelum-peresmian-ruang-senat\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"\",\"datePublished\":\"2016-01-11T09:06:41+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/a44c0393d9ee6fe59e81e401fe71d8ea\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/01\/tim-media-humas-untad-selenggarakan-diskusi-ilmiah-sesaat-sebelum-peresmian-ruang-senat\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/01\/tim-media-humas-untad-selenggarakan-diskusi-ilmiah-sesaat-sebelum-peresmian-ruang-senat\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/01\/tim-media-humas-untad-selenggarakan-diskusi-ilmiah-sesaat-sebelum-peresmian-ruang-senat\/#primaryimage\",\"url\":\"\",\"contentUrl\":\"\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/01\/tim-media-humas-untad-selenggarakan-diskusi-ilmiah-sesaat-sebelum-peresmian-ruang-senat\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/untad.ac.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Tim Media Humas Untad Selenggarakan Diskusi Ilmiah Sesaat Sebelum Peresmian Ruang Senat\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/\",\"name\":\"Universitas Tadulako\",\"description\":\"\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/untad.ac.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/a44c0393d9ee6fe59e81e401fe71d8ea\",\"name\":\"nadira-tik\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9e0f36927f2c075a040f3c7ae1a1816265d8cf97e7f739bcfd748b823f91d39a?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9e0f36927f2c075a040f3c7ae1a1816265d8cf97e7f739bcfd748b823f91d39a?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"nadira-tik\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/baru.untad.ac.id\"],\"url\":\"https:\/\/untad.ac.id\/en\/author\/nadira-tik\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Tim Media Humas Untad Selenggarakan Diskusi Ilmiah Sesaat Sebelum Peresmian Ruang Senat - Universitas Tadulako","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2016\/01\/tim-media-humas-untad-selenggarakan-diskusi-ilmiah-sesaat-sebelum-peresmian-ruang-senat\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Tim Media Humas Untad Selenggarakan Diskusi Ilmiah Sesaat Sebelum Peresmian Ruang Senat - Universitas Tadulako","og_description":"Tiga orang stimulator dihadirkan oleh Tim Media Humas Universitas Tadulako (Untad). Ketiga stimulator, yaitu Prof H Hasan Basri MA PhD, Prof Ir Burhanuddin Sundu MSc Ag PhD, dan Dr Muh Nur Ali MSi itu memaparkan pandangannya mengenai tema \u201cRekonstruksi Kapasitas Berpikir Ilmiah dan Landasan Retorika dalam Pengembangan Kebenaran Sains\u201d. Diskusi ilmiah itu dilaksanakan sesaat sebelum peresmian penggunaan Ruang Senat Untad, pada Senin (11\/1). Dalam diskusi ilmiah yang dimoderatori oleh Dr Lukman Nadjamuddin MHum itu, masing-masing stimulator menyampaikan mengenai tiga hal pokok, yaitu kapasitas berpikir, retorika, dan kebenaran sains. Prof Hasan Basri dalam kesempatan pertama menyampaikan bahwa kapasitas berpikir seseorang ada hubungannya dengan landasan beretorika. Ujaran seseorang dapat menjadi cerminan berpikirnya, meskipun tidak dapat digeneralisasi. Begitu pula dengan kebenaran sains, bukan sebuah kebenaran mutlak karena merupakan hasil kesepakatan. Sementara itu, Dr Nur Ali menyampaikan bahwa landasan berpikir dapat dikaji dari tiga aspek, yaitu antologi, epistemologi, dan aksiologi. Ketiga landasan berpikir itu banyak digunakan dalam interaksi sosial, baik di masyarakat maupun dalam dunia pendidikan. Stimulator ketiga, Prof Burhanuddin Sundu dalam membedah tema diskusi ilmiah itu banyak memaparkan mengenai aspek praktis. Prof Burhanuddin Sundu lebih memberikan contoh mengenai perbedaan antara cara berpikir ilmiah dengan yang tidak. Selain ketiga stimulator, peserta diskusi ilmiah juga membedah mengenai tema diskusi ilmiah. Prof Basir Cyio dalam kesempatan pertama menyampaikan bahwa landasan berpikir ilmiah sudah seharusnya terus dikedepankan oleh akademisi. Baik itu dalam interaksi sosial maupun dalam menghadapi kontestasi. \u201cKebenaran sains dengan landasan berpikir ilmiah harus dikedepankan. Kultur-kultur akademik harus terus dijunjung tinggi,\u201d ujar Prof Basir Cyio. Diskusi ilmiah itu, disiarkan live streaming di laman Untad. Siaran langsung itu merupakan kolaborasi dari Tim Media Humas Untad, UntadTV, dan Tim UPT TIK.","og_url":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/2016\/01\/tim-media-humas-untad-selenggarakan-diskusi-ilmiah-sesaat-sebelum-peresmian-ruang-senat\/","og_site_name":"Universitas Tadulako","article_published_time":"2016-01-11T09:06:41+00:00","author":"nadira-tik","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"nadira-tik","Est. reading time":"1 minute"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/01\/tim-media-humas-untad-selenggarakan-diskusi-ilmiah-sesaat-sebelum-peresmian-ruang-senat\/","url":"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/01\/tim-media-humas-untad-selenggarakan-diskusi-ilmiah-sesaat-sebelum-peresmian-ruang-senat\/","name":"Tim Media Humas Untad Selenggarakan Diskusi Ilmiah Sesaat Sebelum Peresmian Ruang Senat - Universitas Tadulako","isPartOf":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/01\/tim-media-humas-untad-selenggarakan-diskusi-ilmiah-sesaat-sebelum-peresmian-ruang-senat\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/01\/tim-media-humas-untad-selenggarakan-diskusi-ilmiah-sesaat-sebelum-peresmian-ruang-senat\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"","datePublished":"2016-01-11T09:06:41+00:00","author":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/a44c0393d9ee6fe59e81e401fe71d8ea"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/01\/tim-media-humas-untad-selenggarakan-diskusi-ilmiah-sesaat-sebelum-peresmian-ruang-senat\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/untad.ac.id\/2016\/01\/tim-media-humas-untad-selenggarakan-diskusi-ilmiah-sesaat-sebelum-peresmian-ruang-senat\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/01\/tim-media-humas-untad-selenggarakan-diskusi-ilmiah-sesaat-sebelum-peresmian-ruang-senat\/#primaryimage","url":"","contentUrl":""},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/2016\/01\/tim-media-humas-untad-selenggarakan-diskusi-ilmiah-sesaat-sebelum-peresmian-ruang-senat\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/untad.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Tim Media Humas Untad Selenggarakan Diskusi Ilmiah Sesaat Sebelum Peresmian Ruang Senat"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#website","url":"https:\/\/untad.ac.id\/","name":"Tadulako University","description":"","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/untad.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/a44c0393d9ee6fe59e81e401fe71d8ea","name":"nadira-tik","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/untad.ac.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9e0f36927f2c075a040f3c7ae1a1816265d8cf97e7f739bcfd748b823f91d39a?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/9e0f36927f2c075a040f3c7ae1a1816265d8cf97e7f739bcfd748b823f91d39a?s=96&d=mm&r=g","caption":"nadira-tik"},"sameAs":["https:\/\/baru.untad.ac.id"],"url":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/author\/nadira-tik\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2611","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2611"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2611\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2611"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2611"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/untad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2611"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}